
Sebelumnya author mau ngucapin terima kasih banyak buat para pembaca yang membaca cerita ini ๐๐....
๐๐ข๐ฑ๐ฑ๐บ ๐๐ฆ๐ข๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ญ๐ญ~~
"Sebenarnya apa? " Tanya Nathan yang kini baru membuka suara karena penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan syilla.
"Aku kehilangan tupai peliharaan ku yang ku bawa kesini" Ucap syilla sedikit ragu sambil menundukkan kepalanya.
"Kau membawa peliharaan mu kesini? Kenapa tidak bilang dari tadi? " Ucap Rey dengan nada sedikit kesal.
"Karena aku takut kalian akanย melarang ku membawa peliharaan ke sini dan lagi dia sekarang hilang dan aku tidak tahu harus mencari kemana" Ucap syilla lagi dengan nada sedikit bersedih.
"Untuk apa kau takut, jika kau ingin membawa peliharaan mu ya bawa saja, yasudah sekarang kau jngan bersedih lagi ayo kita cari tupai mu itu" Ucap vero yang kini mengusap usap kepala syilla.
"Humm iya Terima kasih" Syilla tersenyum manis dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Lagi pula salah satu saudara kami pecinta hewan dia sering membawa berbagai hewan ke rumah ini jadi jika kau hnya membawa seekor tupai tentu saja tidak masalah" Ucap Rey sambil tersenyum bahkan sesekali ia tertawa di sela sela omongan nya.
"Ayo cari tupai mu" Ucap Nathan yang kini menarik tangan syilla hingga membuat vero dan Rey melongo tak karuan bahkan syilla sendiri kaget namun ia hanya diam membiarkan Nathan memegang tangannya.
Di sisi lain rumah.........
"Duh syilla di mana sih kenapa aku di tinggalin sendirian sih" Mako yang kini tersesat di sebuah ruanganย tampak bingung mencari cari jalan keluar.
"Humm bagaimana aku bisa menjaga syilla jika aku sendiri tersesat di sini" Ucapnya sambil berlari lari mengingati ruangan tersebut.
"Semua ini gara gara pria itu liat saja jika aku ketemu dia lagi akan ku cakar habis wajahnya itu" Kesal mako yang kini sedang menatap sebuah pintu lift yang sedang tertutup di ruangan itu.
Flasback~~~
"Ah iya sama sama kau pergi lah berkeliling untuk melihat lihat semua yang ada di sini dan bertemu dengan saudara yang lainnya aku... Aku.. Ke atas dulu bye" Dika terlihat salah tingkah dan langsung berjalanย cepatย ย meninggalkan syilla dan memasuki lift.
Mako yang saat itu sedang duduk di pundak syilla memilih melompat dan mengikuti Dika masuk ke dalam lift tanpa sepengetahuan syilla dan Dika.
Ting!!!
Tak lama mereka naik lift berhenti di sebuah lantai.
"Ah akhirnya sampai juga" Ucap Dika sambil keluar dari lift serta menyeret koper syilla.
"Ah sudah sampai" Mako yang melihat Dika berjalan keluar dari lift pun akhirnya mengikuti Dika keluar dari lift.
"Wahh kacang" Mako yang ketika itu melihat semangkuk kacang di atas sebuah meja yang ada di ruangan itupun langsung berlari menghampiri mangkuk tersebut.
"Eh ini kan lantai 2 seharusnya kan aku membawa kopernya ke kamarnya di lantai 3 hah kenapa aku jadi gak fokus gini sih" Dika tampak frustasi sambil mengacak acak rambutnya serta menarik kembali koper syilla masuk ke dalam lift.
"Eh di mana dia?" Tanya mako ketika melihat Dika sudah tidak ada di ruangan itu.
"Humm" Mako yang saat itu sedang menatap menelusuri semua bagian ruangan menangkap sosok Dika tengah menekan tombol lift.
"Hei tunggu aku" Mako segera mengambil beberapa buah kacang yang ia simpan di mulut dan tangannya dengan cepat ia mencoba mengejar Dika.
Ketika tepat ia hendak memasuki pintu lift pintu itu sudah tertutup dengan rapat.
Brukk....!!!
Sehingga membuat mako mau tak mau harus menabrak pintu lift yang super keras itu hingga membuat nya terpental serta kacang yang ia bawa berserakan di lantai.
Author pov.....
"Hah sekarang aku harus bagaimana? Bagaimana jika mereka menjahati syilla, jika sampai itu terjadi lihat saja akan ku balaskan dendam syilla kepada mereka" Ucap mako dengan geram sambil memakan kacang dan membuang kulitnya secara sembarang hingga membuat lantai yang tadinya bersih menjadi sangat kotor dan berserakan.
"Sekarang aku harus bagaimana ya? " Ucap mako sambil terus menatap pintu lift yang tertutup.
Trrrrrt.....!!!! Ting....!!
Terdengar seperti suara pintu lift naik dari lantai satu ke lantai 2 tempat mako sekarang, dan kemudian pintu lift itu terbuka.
Mako yang terkejut langsung melompat dan berlari kebingungan mencari tempat persembunyian.
Dan keluarlah 2 orang pria tampan yang belum pernah mako lihat, salah satu nya mengenakan kaus basket serta membawa sebuah bolaย basket di tangan kirinya ia tampak sedang mengelap keringat nya yang bercucuran.
Sedangkan yang satu lagi berambut perakย panjang melewati bahu namun rambutnya di tata dengan sangat indah sehingga ia tampak begitu anggun dan membuat nya seperti pria tampan yang ada di dalam komik.
"Lelah sekali" Ucap pria yang sedang memegang bola basket itu.
"Jangan terlalu capek ingat lah juga untuk istirahat" Pria berambut perak itu jalan keluar dari lift mendahului pria yang membawa bola basket itu.
"Iya iya aku tahu" Kini pria yang membawa bola basket itu ikut berjalan ke luar dari lift mengikuti langkah pria berambut perak.
"Astaga!!!!! Berserakan sekali di sini siapa yang sedang memakan kacang dan membuang kulitnya sembarangan seperti ini" Pria berambut perak tampak terkejut melihat kondisi ruangan tersebut.
"Ahh paling juga Niko atau Rey, hah aku sangat lelah" Sedang kan pria yang membawa bola basket itu sudah terduduk lemas di sebuah sofa tak peduli seberapa berantakan nya ruangan itu.
Cittt.. Cittt.. Cittt..!!!
"Hei apa kau mendengar sebuah suara? " Tanya pria yang memegang bola basket itu .
"Iya seperti suara...... " Pria berambut perak mulai melihat ke seluruh ruangan untuk mencari sebuah suara.
Lalu tampa sengaja pria berambut perak itu melihat seekor tupai kecil yang tak lain adalah mako yang sedang sembunyi di antara sofa dan vas bunga besar .
"Aha! Itu dia pasti penyebab nya" Ucap pria berambut perak itu sambil berjalan mendekati mako secara perlahan tanpa sepengetahuan mako.
ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ....................
{๐ผ๐ง๐จ๐ฎ๐๐ก๐ก๐ ๐๐ฃ๐ ๐๐๐จ ๐๐๐ฌ ๐๐๐ข๐๐ก๐ฎ}
ย ย ย ย ย ย {๐ฌ๐๐๐๐ ๐ธ๐๐๐๐๐๐๐}