
"Arkan sini bntr"ucap Abian yang sembari melambaikan tangan yah kepada Arkan .Arkan pun menghampiri Abian dan adik perempuan nya ,saat Arkan sudah sedikit dekat Abian dan Zahra,lalu Abian pun berbicara berbisik dengan Arkan.
Arkan yang mendengar perkataan dari Abian pun langsung meninggalkan Abian berjalan menuju sekelompok orang yang terdiri 3 orang tersebut.
"ternyata kalian yang telah menyelamatkan Ade yah Abian yah, terimakasih atas jasa kalian dan juga Kalian tlh membantu kami untuk mengusir kubu kaparat tadi "ucap Arkan kepada lelaki dihadapannya dengan mengulurkan tangannya lalu jabat tangan tersebut pun di balas dengan hangat oleh Fero ank Atlantis sekaligus ternyata sahabat Haura dan wakil ketua kubu *At**lantis* tersebut.
"sama², sebenernya gua tuh bukan mau cari panggung.kita semua ank Atlantis mau melindungi pemimpin kita semua ,dan juga gua dan beberapa ank *At**lantis* memiliki dendam yang sama seperti kalian kepada kubu frenzoo itu, mungkin kita bisa bekerja sama"ucap Fero,Arkan yang mendengar perkataan Fero pun tercengang karna apa yang ia dengar adalah dendam tak lama dari lamunannya Arkan pun mulai menanyakan maksud dari perkataan Fero .
"maksud Lo apa yah ? ucap Arkan yang kebingungan dan Fero hanya tersenyum dan memulai lagi berkata."kami disini juga ingin melakukan kerja sama antar kubu buat menjatuhkan kubu frenzoo tersebut bagaimana Arkan Mahendra apakah kamu mau berkerja sama dengan kami"ucap Fero dan Akran pun TDK berbicara ia hanya terdiam dan berfikir sejenak.
"nanti gua pikirin dulu"ucap Arkan
dibalik dinding Haura yang melihat pun tersenyum lebar atas kemenangan sedikit dan kekalahan dari kubu frenzoo akhirnya akan terbalaskan.
beberapa saat kemudian.
keadaan sekolah start hight pun mulai mereda ,TDK ada satu pun ank askercecinio dan Atlantis yang terluka parah hanya luka ringan saja.dan akhirnya kubu Atlantis mulai berpergian dan hanya menyisakan ank inti Atlantis saja .
disiang hari.
Arkan,Sean,pangeran,Vero pun pergi ke masjid didekat sekolah.
"Arkan jadi kita harus gmn nih mereka udh berani banget buat nyerang sekolah pas kita lagi gak ada guru?"tanya Vero.
Sean dan Arkan pun terdiam dan hanya pangeran yang masih sibuk dengan permainan mobil legend yah,tiba² dari kejauhan Abian,barra dan Elgrad pun muncul dan ditangan barra membawa sebuah kantong plastik yg berisi minuman dingin.
"eh nih minuman yang kalian pesen Jan lupa bayar "ucap barra.
Arkan,Vero dan Sean pun mengangguk bersama dan cuma pangeran yang hanya langsung mengambil minuman yang ia pinta dan langsung meneguknya sampai setengah dari botol tersebut,"nih anak main hp Bae ,lagi ngapain lu pan"ucap barra,pangeran pun menengadah melihat barra yang sedang menjulurkan tangannya untuk menagih bayaran dari air milik pangeran,dan pangeran pun mengerti arti juluran tangan dari pangeran hanya cengengesan."hehehe duit gua ada di kelas ambil Sono" ucap pangeran yang sembari melambaikan tangan yah dengan nada yang memerintah kepada barra.
barra yang mendengar perkataan pangeran pun langsung memegang tangan pangeran dan memelintir tangan pangeran.
"aduduh,sakit bar,apa²an sih lu melintir tangan gua "ucap pangeran sembari mengelus kan tangan yah yang kesakitan