Arkan&haura

Arkan&haura
kebingungan



saat inti askercecinio sedang menikmati makanan mereka ,tak lama inti askercecinio abian pun membuka obrolan mereka.


"eh bar gimana kabar adek Lo ,kata anak yang lain dia diganggu sama kubu frenzoo yah ?"ucap barra kepada Abian , barra yang mendengar nya hanya mengangguk dan menghentikan makannya "iya dan juga kata adek gua dia diselamatkan oleh seorang pria tapi adek gua liatnya rada samar-samar"ucap barra kepada semua anak inti askercecinio,saat mendengar ucapan dari barra mereka pun merenungkan pikiran mereka dan memikirkan siapa sosok laki-laki tersebut.


beberapa saat kemudian.


inti askercecinio sedang berada di lapangan basket ,pangeran ,veno,barra dan Abian mereka memilih untuk bermain basket di teriknya matahari yang panas,sedangkan Arkan,sean dan Elgrad mereka hanya memilih untuk tidak mengikuti permainan tersebut dan mereka hanya melihat kekonyolan permainan ke 4 sahabat nya.


dan benar saja jika anak inti askercecinio pasti akan banyak perempuan yang akan berteriak dan menggila mendadak dan kesempatan itu digunakan oleh pangeran untuk menggoda para perempuan tersebut dengan membuka semua kancing seragam nya dan hanya menyisakan satu kaos hitam polos yang rada ketat untuk membentuk roti sobeknya maka para perempuan itu akan semakin menggila.


"eh pan Lu ngapain sih disitu,sini lah main lagi "ucap Abian yang meneriakkan pangeran yang sedang berdiam diri di bawah pohon dan menikmati dikelilingi oleh para perempuan.


Arkan yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam kelas ia pun dihentikan oleh pak Iwan dan tak hanya Arkan tetapi Sean,barra,pangeran,veno,Abian dan elgrad.


pak Iwan yang melihat anak muridnya yang datang tanpa rasa bersalah karna telat memasuki kelasnya "kalian ini aku ucapin salam apa gitu saat masuk kedalam kelas kalian ini hadeh"ucap pak iwan dengan sedikit kesal dan pak Iwan pun hanya bisa mengelus dadanya ."dan kamu Arkan tumben kamu mau masuk kedalam kelas saya biasanya saat saya ngajar kamu selalu absen buat latihan basket dan apa tugas yang saya beri sudah kamu kerjakan "ucap pak Iwan kedua kalinya.


Arkan pun mengangguk "sudah pak nanti saya kirim ke ruangan bapak "ucap Arkan dan Arkan pun merasa ada yang menatapnya lalu ia pun sedikit melirik seorang gadis yang sedang menatapnya gadis itu pun tak lain adalah haura ,disaat itu juga Arkan pun menatap kembali ke arah Haura dan harua yang merasa ia di tatap kembali oleh Arkan pun seketika memalingkan wajahnya dan menatap kembali bukunya ,sesudah Arkan dan yang lain sudah puas di ceramahi oleh pak Iwan pun ia langsung duduk kembali ke bangkunya.


"ngapain Lo ngeliatin gua kaya gitu?"tanya Arkan sembari mengeluarkan bukunya dari dalam tas,Haura pun dia tak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya.