AREGANIA

AREGANIA
BAB 1 (AWAL MULA )



...HALLO READERS...


...TANDAI JIKA ADA KESALAHAN...


...ATAU TYPO!!...


... "HAPPY READING"...


Koridor sekolah SMA Amerexa saat ini sangat ramai karna bel istirahat telah berbunyi banyak siswa siswi yang berlalu lalang menuju kantin.


Celine gadis yang di kenal cukup bad ini ingin pergi ke kantin namun ia mengurungkan niatnya,ia lebih tertarik menuju bangku Ania untuk berkenalan katanya.


"Hey,Lo Ania kan?"Celine bertanya sambil menarik bangku di depan Ania agar bisa duduk berhadapan dengan nya."hmm,ada apa?"jawab nya tanpa menoleh,Ania gadis itu masih asik dengan handphone dan handset nya yang ia pasang di telinganya.


"gua cuma mau ngajak Lo ke kantin sih,btw Lo mau bareng ga?,oh ya kenalin Gua Celine"Ania mendongak kan wajah nya menatap wajah Celine dengan raut dingin yang menjadi ciri khas nya."Hmm,iya Celine"masih dengan raut datarnya "jadi ke kantin ga Lo?"lanjut Ania yang beranjak dari bangku nya,di ikutin Celine di belakang yang menatap punggung Ania dengan kekehanya.



Suasana kantin sangat ramai sekali apalagi anggota AREGROS juga hadir disana yang menambah kesan ramai di kantin siang hari itu.



Anin Alexander dan Celine Rosaline yang baru menginjak kan kaki nya di kantin itu cukup menyita perhatian beberapa siswa yang berada di sana, apalagi Celine yang notabene nya Jarang sekali bergaul dengan teman sekelas nya itu seperti menemukan kupu kupu di tengah ribuan lebah.Mereka sangat cocok jika di sandingkan,hal itu juga tak luput dari perhatian Regan dan kawan kawan.



"Duduk disana aja"tunjuk Celine pada bangku kosong yang berada pojok dekat dengan kaca yang mengarah ke lapangan,"ayoo"lanjut nya berjalan mendahului Ania.



Saat sedang berjalan menuju bangku tesebut tanpa sengaja pandangan Ania dan Regan bertemu namun dengan segera Ania memutuskan kontak mata tersebut dan terus berjalan lalu duduk di kursi tersebut.



"kau mau pesan apa biar aku pesan kan?"tanya Celine,"mau bakso dan es kelapa 1"Jawab Ania dengan senyum tipis nya,Celine yang melihat Ania tersenyum hanya pada nya itu merasa bangga "okee"dengan langkah nya yang sedikit lebar itu Celine menyunging kan senyum entah apa yang membuatnya seperti itu,yang jelas ia merasa sangat bangga pada dirinya.



"kau lihat dia sangat cantik bukan bung"Devan tiba tiba saja membuka keheningan di tengah ramai nya kantin karna sendari tadi saat Ania dan Celine masuk kantin para anggota AREGROS ini saling berdiam diri entah apa yang mereka pikirkan.



"dia biasa saja"lain di mulut lain juga di hati itu yang di rasakan Regan saat ini.



"Celine juga menarik,baru pertama kali ini aku melihat nya akrab dengan anak baru itu,dia bukan tipe gadis yang mudah di ajak bergaul bukan?!"Sahut Evan ikut menimpali pembicaraan itu.



"kalian ini apa apaan kita kesini untuk merundingkan strategi yang tepat untuk kita gunakan melawan geng Fios,bukan untuk melihat anak baru dan Celin itu"kata Dion yang menyadari arah pembicaraan nya tidak sesuai dengan tujuan.



"kita ke markas"ujar Regan dingin melangkah mendahului teman teman nya.



"Katakan pada ku apa yang membuat mu dingin sekali kepada ku?eh ralat tapi pada semua orang?"Tanya Celine yang membuka pembicaraan sambil menarik turunkan alis nya dengan mulut yang meminum Milo drink itu,


kekehan keluar dari mulut Ania,



"kenapa Lo ingin tau?"kini giliran Ania yang bertanya balik pada Celine.



"karna mulai sekarang Lo itu sahabat gua"Celine tertawa keras melihat raut wajah Ania yang Cengo itu .



"Dih apasih lo gaje ah,seenak jidat mengeklaim gua sahabat Lo"ketus Ania.


"iyeee deh iyeee"


Celine tersenyum puas mendengar nya .


"balik yuk Udah mau bel nih"


"cuss"Celin berdiri berjalan beriringan dengan Ania.



Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu ,AREGROS sudah berkumpul di parkiran dengan jumlah anggota yang sangat banyak rencana nya mereka akan convoi mengelilingi kota di sore hari ini.Mereka membawa bendera yang berlogo sayap dengan mahkota di tengah yang menjadi kebanggaan mereka.


"Gua minta pada kalian semua buat tetap patuhi lalulintas, jangan Sampai saat kita convoi nanti kita membahayakan penguna jalan lain!!" Perintah Regan itu segera disanggupi oleh Anggota AREGROS.


"Kalian siap semuanya?"


"kami selalu siap!!"Jawaban kompak dari anggota AREGROS itu di sambut senyuman hangat dari Regan.


Suasana jalan Raya Ibukota kini sangat ramai sekali Anggota AREGROS ini benar benar memenuhi sepanjang jalan ini.


"duh macet banget ya pak?"gadis yang duduk di kursi penumpang itu mengeluh bosan.


"iya non Ania ada geng motor yang sedang convoi di sini"


"duh rese banget si".


"non Ania gak papa nunggu bentar?"


Tidak, bukan Ania namanya jika diam saja.


Ania membuka kaca jendela mobil sehingga menampakan kepalanya saja.


"Minggir Woy kasih jalan napa,jalan raya nih"Teriak Ania di lampu merah yang bertepatan dengan Regan yang sedang memimpin jalan nya Convoi tersebut.


Regan menolehkan kepala nya ke kanan dengan membuka kaca helm nya "gadis itu murid baru yang di kantin tadi kan" batin Regan dalam hati,Regan hanya menoleh sekilas lalu kembali menutup helm full face nya dan melanjutkan Convoi nya tanpa peduli dengan teriakan Ania.


"Sial dia itu budeg atau gimana sosoan ga denger"


"lanjut jalan nya pak"


Setelah lama menjalani kemacetan kini mobil Ania telah sampai di halaman rumahnya.


"Bunda Ania Pulang"


"heii baru sampai sayang"kata kata sepele tapi mampu membuat Ania merasa sangat di perhatikan,itu yang membuat Ania sangat menyayangi keluarga nya.


"macet bun,tadi ada convoi di jalan raya utama" Ania menjawab seraya sengaja mengambil jus yang di siapkan bunda untuk sang kakak.


"Apa apaan kamu itu punya gua ya main minum aja lo" Aero yang baru turun dari tangga itu berdecak sebal dengan tingkah adik satu satu nya ini untung dia adik nya jika tidak mungkin sudah di bikin penyetan oleh Aero.


"haus bang maaf ga sengaja"jawab Ania menyengir kuda,


"bikinin gua lagi cepetan  sekarang!!!"Putus Aero yang ingin menarik tangan Ania namun segera ia lari menuju kamarnya .


"BUNDA ANIA BERES BERES DULU" teriak Ania seraya menutup pintu sedikit kencang.


"Bunnn anakmu itu lo suka banget ngambil punya aku"Aero mengadu pada bunda Anin yang mendapat kan gelengan kepala.


"Sudah sudah kalian ini seperti anak kecil aja kamu mau kemana rapi begini?"


"jalan Bun biasa anak muda"


"Aero Aero yasudah lah jangan pulang larut lagi atau ayah mu akan berceramah lagi seperti kemarin!"


"Iya bundaa....Aero pergi dulu bye".


Setelah mengatakan hal itu segera Aero mengambil kunci motor nya dan pergi mengendarai motor keluar dari halaman rumah.


   


                 "TO BE CONTINUED"