
Pagi itu adalah pagi yang sangat melelahkan. karena hari dimana aku pertama kali sekolah SMA. ditambah lagi terlambat bangun.
namaku allesyia berusia 15 tahun, panggil saja dengan lesy.
Setelah bangun tidur lesy, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
"bunda.. dimana sepatuku"!!. kata lesy dengan tergesa-gesa.
" sepatumu ada diteras ,sudah bunda siapkan". teriak bundanya dari dapur.
lesy sama seperti remaja pada umumnya, ia selalu lupa dimana ia meletakkan barang-barangnya. setelah selesai memasak sarapan untuk lesy, bunda berjalan menuju teras melihat lesy yang siap berangkat sekolah. sebelum berangkat sekolah bunda ingin lesy sarapan terlebih dahulu.
"sayang sarapan dulu,ya.!!
sebelum ke sekolah biar nggak lemes". kata bunda.
"baiklah bunda". Lesy langsung melahap sarapan Dengan cepat.
selesai sarapan lesy berpamitan dengan bundanya. jarak rumah ke sekolah cukup jauh
Untung saja rumah nya dekat dengan halte bus.
setelah bus datang lesy langsung bergegas masuk kedalam. setelah cukup lama tiba lah lesy di sekolah SMA. lesy pun turun dari bus.
saat memasuk sekolah lesy melihat banyak siswa- siswi yang sedang berlalu lalang sambil berbincang- bincang.
karena kebingungan lesy memilih untuk duduk di bangku yang ada di bawah pohon rindang.
kebetulan saat itu ada siswi melihatnya sendirian saja, siswi itu menghampiri lesy yang sedang duduk.
"hai" siswi itu menyapa lesy, ia langsung duduk. dengan kebingungan lesy menjawab "Hai juga".
"nama kamu siapa" siswi itu bertanya.
"nama ku allesyia panggil saja lesy".
"nama yang bagus sekali". siswi itu memuji lesy.
"terimakasih".kata lesy
"kalau kamu siapa namanya". Ujar lesy.
"oh.. Ya!!
hampir lupa, namaku Vira". Vira lupa memperkenalkan dirinya.
tanpa basa-basi vira mengajak lesy ke kantin disana mereka membeli makanannya masing-masing.
" lesy, kamu beli apa?"Vira bertanya kepada lesy.
"aku beli tteokbokki dan es Boba, kalau kamu beli apa?" lesy balik bertanya.
"kalau aku beli corn dog sama es Boba juga"kata Vira.
mereka berdua mencari tempat duduk dan langsung memakan makanannya.
tak lama setelah itu, pengumuman kepada para siswa- siswi untuk melaksanakan upacara pembukaan MPLS.
begitu pula lesy dan Vira, saat mereka tiba sudah banyak siswa- siswi yang berkumpul.
Termasuk pembina OSIS dan anggota OSIS lainnya.para OSIS yang sudah mengatur barisan agar bisa tertib.
"huh.. Untung saja kita tepat waktu, kalau nggak.. nggak tau deh apa jadinya". mendengar ucapan Vira membuat lesy tertawa pelan.
Hal itu berhasil didengar vira, ia kebingungan
" kamu kok ketawa, emang ada apa sih.?" Vira dengan wajah memelas.
" nggak ada kok" ujar lesy.
"ooh" kata Vira singkat.
Masa perkenalan lingkungan sekolah dimulai diawali dengan upacara pembukaan.
setelah selesai upacara pembukaan kepala sekolah memperkenalkan diri dan diikuti para guru lainnya tak lupa pula para pembersih dan penjaga sekolah.
Para siswa-siswi dipersilahkan untuk kembali ke kelasnya masing-masing, kecuali siswa baru. mereka dikumpulkan di ruangan pertemuan untuk melanjutkan MPLS.
" baiklah semuanya.. perkenalkan nama bapak Wahyu Pratama, panggil saja pak Wahyu, bapak mengajar di bidang seni sekaligus pembina OSIS" kata pak Wahyu.
tak lupa juga pak Wahyu memperkenalkan ketos(ketua OSIS) dan para anggota OSIS lainnya.
"hai semuanya..".
" perkenalkan nama kakak Andreas, bisa dipanggil Andres".
"wah..!! Ketos kita tampan juga, ya". Ujar Vira dengan semangat.
hal ini berbanding terbalik dengan lesy, ia tampak biasa saja.
"apa ada yang ingin bertanya tentang kak Andres". Kata pak Wahyu
"saya pak".
Ujar siswi yang memiliki paras yang cantik.
"perkenalkan nama saya tresli, panggil aja res." tresli memperkenalkan diri.
" baiklah, res apa yang ingin kamu tanyakan". Pak Wahyu bertanya kepada res.
" kak Andres kalau boleh tau ikut ekskul( ekstrakurikuler) apa". tresli mengajukan pertanyaan.
" boleh kok, kakak ikut ekskul taekwondo". Jawab Andres dengan santai.
lesy yang awalnya biasa saja dengan ketampanan Andres seketika berubah mendengar Andres ikut taekwondo.
bagi lesy taekwondo sangat luar biasa dan keren.
" wahh.. Udah tampan, ketos ternyata kakak jago bela diri juga, kak Andres idaman banget". ujar Tresli dengan kagumnya.
" kamu bisa aja, jangan berlebihan." Andres dengan tersenyum tipis.