
Kerja sama yang diajukan oleh keluarga bangsawan Alaxaria diterima oleh Raja, ratu, dan juga Shayla sebagai ratu di masa depan
Semua keluarga bangsawan itu bubar, dan Shayla segera kembali ke kamarnya. Sementara raja dan ratu...
“nggak biasanya Shayla menyetujui kerja sama dari Kerajaan lain. Apalagi, Alaxaria ini....” raja terdiam sejenak
“Alaxaria memang terkenal dengan bangsawannya yang suka korupsi, tapi saya yakin itu adalah pilihan yang terbaik dari Shayla” sambung ratu
Sementara Shayla yang berada dikamarnya, melihat jendela dengan bintang yang indah bersinar bagaikan berlian, dengan seorang peri yang cantik bernama Allura
Biasanya Shayla sangat jarang bisa memiliki teman main, namun dengan adanya Allura, dia jadi memiliki teman main walaupun Allura bukan manusia seperti Shayla
“hei Allura, gimana caranya supaya bisa terbang kayak kamu? Aku juga mau... tapi aku nggak punya sayap” dari kecil, Shayla selalu ingin terbang agar tidak bisa dikejar oleh prajuritnya saat dia kabur dari istana
“kau lihat debu peri yang jatuh dari sayapku kan?” tanya Allura
“iya” jawab Shayla singkat
“debu peri itu membantuku untuk terbang, sedangkan sayap untuk mempercepat dan mengarahkan kemana aku akan akan terbang” Allura menjelaskan fungsi debu peri kepada Shayla
“oh... apakah aku bisa memiliki sayap dan debu peri?” tanya Shayla yang sedikit berharap bisa terbang
“bisa, aku tahu kau ingin sayap dan debu peri agar bisa kabur dari istana kan? Tapi, kau juga ada tanggung jawab Shayla..” Allura berusaha menasehati Shayla. Karena Shayla juga adalah ratu masa depan
“iya, aku tahu. Aku hanya ingin bermain sebentar kok. Jadi bagaimana caranya agar aku bisa terbang?” Shayla masih bersikeras agar bisa terbang
“aku bisa memberimu sayap buatan yang bisa dikendalikan oleh otak dan debu peri juga. Tapi, misi besok harus diselesaikan terlebih dahulu” jawab Allura dengan ceria
“wah, benarkah? Kau janji ya?” Shayla mengacungkan jari kelingkingnya dengan mata memohon
“iya, janji” Allura membuat janji kelingking dengan shayla dan Allura pun kembali ke dunia peri
“haih... sepi lagi. Hanya melihat langit malam berbintang dari jendela. Aku jadi mau kabur lagi” gumam Shayla sambil melihat langit berbintang dari jendela kamarnya
Tak lama kemudian diapun tertidur...
diluar pintu kamar Shayla...
“semoga keberkahan selalu kepada raja dan ratu” dengan suara pelan, prajurit penjaga di depan pintu kamar Shayla menyambut raja dan ratu
Raja dan ratu memasuki kamar Shayla dan melihat Shayla yang tidur didepan jendela. Shayla memang selalu tidur didepan jendela, dan setiap malamnya raja mengangkat anaknya Shayla ketempat tidurnya dan raja serta ratu mengucapkan selamat malam lalu mengecup kening Shayla
“selamat malam putri paling bahagia, Aislinn Shayla, tidur dengan mimpi indah dan bangunlah dengan kebahagiaan” ucap ratu
“selamat malam Aislinn Shayla, kau akan tetap menjadi anak yang paling papa sayangi. Dan kau adalah ratu yang bahagia dengan kebijaksanaan dan kejujuranmu” ucap raja
Sebuah kata yang indah, yang diucapkan raja dan ratu kepada Shayla di setiap malam ia tertidur. Kata yang mengandung makna yang luar biasa. Selalu bahagia ya Shayla!
Keesokan paginya....
“hoaammm... seperti biasa, bangun dengan perasaan bahagia” ucap Shayla di pagi harinya
Shayla setiap pagi akan sarapan hanya di kamarnya saja, karena raja dan ratu sibuk. Jadi, Shayla hanya makan sendiri di pagi hari
“hmm... hangat susunya pas, rotinya juga masih hangat, rasa selai rotinya juga masih enak. Sepertinya pelayan sudah mengerti jam bangun ku” kata Shayla sambil menyantap sarapannya
“tok... tok..” [suara ketukan pintu]
“masuk!” pinta Shayla
Pelayan yang seperti biasa menyiapkan baju Shayla, masuk ke kamarnya
“eumm.. hari ini aku sekolah ya?” tanya Shayla
“iya nona, tidak mungkin nona lupa kan? Setelah sarapan, ikuti saya untuk mandi dan perawatan sebelum berangkat ke sekolah” jawab pelayan itu dengan ceria
“tapi anne, aku sangat tidak mengharapkan hari sekolaaahhh” kata Shayla dengan lemas
Nama pelayan yang masuk ke kamar Shayla adalah Anne, hanya dialah yang berhak masuk ke kamar Shayla selain raja dan ratu
“terkadang tidak semua hal harus seperti yang kita harapkan nona, Anne juga waktu kecil tidak suka sekolah, tapi saat Anne sudah dewasa, Anne malah merindukan saat-saat sekolah” jelas Anne
“baiklah... sekolah kita berbeda Anne, temanmu menyenangkan. Temanku menyedihkan” ujar Shayla
“hahaha! Nona bisa saja! Yuk, sudah selesai sarapan bukan?” Anne mengajak Shayla untuk bersiap-siap pergi ke sekolahnya
Shayla bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dibantu oleh Anne dan pelayan lainnya. Setelah selesai, Shayla pergi bersama Anne untuk menaiki kereta kuda untuk pergi ke sekolah.
Sesampainya disekolah...
“dah Anne!” Shayla melambaikan tangannya ke Anne dan kereta kuda itupun pergi
“huh! Akhirnya waktu sekolah yang membosankan ini juga tiba. Akan ada pameran apalagi yang ditunjukkan anak-anak bangsawan itu?” gumam Shayla
Dan... saat sampai di lorong sekolah, seperti biasa, Shayla melihat teman-temannya yang suka pamer kepada bangsawan kelas bawah
“hei, bajumu sudah kumuh nih” kata anak yang sombong itu
“enggak! Ini buatan ibuku! Aku menghargai apa yang diberikan ibuku” teriak anak yang dihina tersebut
“haih... aku malas mengurusnya sebenarnya, tapi karena aku bosan, boleh dicoba...” gumam Shayla
Shayla menghampiri dua anak yang bertengkar itu dan bilang “wah, ibumu yang membuat bajumu ya? Lihatlah! Ibunya mampu meluangkan waktu untuk membuat baju untuk anaknya. Bukankah berarti ini baju termahal yang telah dibuat? Karena waktu itu mahal” Shayla mengatakan itu dengan kuat agar anak-anak disekitar lorong juga mendengarnya
“k-kau!” anak yang sombong itu kaget karena Shayla yang biasanya tidak peduli, malah ikut campur
“apa?! Kau berani berteriak keras ya didepan seorang putri? Kau juga menghina sesama bangsawan. Apakah ini yang diajarkan oleh keluargamu?” kata Shayla
Semua anak yang berada di lorong itu memandang ke anak yang sombong itu dengan tatapan sepele. Padahal mereka juga anak yang suka sombong
“hanya karena kau seorang putri! Kau berani hanya karena kau seorang putri! Kau mengandalkan statusmu untuk menekanku!” dengan emosi anak tersebut meneriaki Shayla
“aku mengandalkan statusku untuk membela orang, namun kau mengandalkan statusmu untuk merendahkan dan menghina orang. Kalau ku lihat kartu namamu, kau adalah Elena ya? Akan kutandai dan ku laporkan dengan laporan penghinaan keluarga bangsawan dan kau juga meneriaki seorang putri dari negara Fancy” Shayla dengan tenang dan tidak emosi menangani anak itu yang bernama Elena
Elena pun terdiam dan lari. Dan Shayla menasehati anak yang dihina tadi agar dia tidak mau dihina lagi! Dia harus bisa menjawab hinaan orang.
Setelah masalah itu selesai, Shayla pergi ke kelasnya
Di sekolah Shayla, dipenuhi oleh anak-anak bangsawan juga. Namun, mereka semua anak bangsawan yang sombong dan suka beradu kekayaan, itulah yang tidak disukai oleh Shayla di sekolahnya
Shayla memiliki ruang belajar khusus, karena Shayla tidak suka dengan keramaian dan kebisingan. Dia diajari oleh guru yang lebih berpengalaman..
Saat Shayla hampir sampai didepan kelasnya...
“aduh!” Shayla menabrak seseorang saat sedang berlari ke kelasnya
“m-maafkan saya... apakah anda baik-baik saja?” kata seorang yang menabrak Shayla
Siapakah orang itu?