Aislinn Shayla

Aislinn Shayla
Rencana dan Misi ke Masa Depan



Sementara di singgasana raja dan ratu...


“huhu... Shayla dimana? Kenapa para prajurit kita belum menemuinya? Pokoknya hari ini Shayla harus jumpa!” Ratu menangis karena khawatir Shayla menghilang


“para prajurit sedang berusaha mencari, sebentar lagi juga Shayla akan kembali. Anak itukan memang sering kabur dari dia kecil, lagian umurnya sekarang sudah 16 tahun" Raja berusaha menenangkan ratu


Namun, sifat ratu sama dengan Shayla, yaitu tidak dapat dihentikan. Ratu bangkit dari singgasananya dan berlari kearah pintu keluar dari singgasana. Raja hanya bisa diam karena ratu memang memiliki tingkah kekanak-kanakan seperti Shayla


Ratu berlari dan berkata dengan ketus kepada raja “huh! Kau hanya tahu bicara saja! Aku akan ikut mencari Shayla sekarang”


Ratu pergi ke arah pintu singgasana namun ada yang mengetuk pintu dan raja mempersilahkan masuk. Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah Shayla, ratu langsung memeluk Shayla dan senang karena anak yang sangat dicintainya kembali ke istana dengan selamat


“kamu kemana saja sih nak? Udah dicari ke seluruh tempat di Kerajaan tapi malah nggak jumpa. Mama kan khawatir... kalau kamu nggak mau belajar tata krama, bilang aja sama mama ya” ratu mengelus pelan kepala anaknya.


Ratu memang selalu memanjakan Shayla, tapi Shayla anaknya tidak suka dimanja. Jadi, biarpun Shayla dimanja oleh mamanya, dia tetap menjadi anak yang baik dan tumbuh dengan pikiran dewasa agar dirinya tidak biasa dimanja


Namun, berbeda dengan raja. Raja memang sangat menyayangi Shayla, tapi raja tidak terlalu memanjakan Shayla


“hei! mana bisa seorang putri sekaligus ratu di masa depan tidak belajar tata krama! Kau jangan terlalu memanjakan dia!” raja tidak setuju kalau Shayla tidak belajar tata krama seperti seorang putri pada umumnya


“t-tapi... papa!! Shayla janji nggak bakalan jahil lagi! Lagian buat apa belajar tata krama? Kan yang penting Shayla baik ke semua orang” kata Shayla


“hei! Dia juga adalah seorang ratu masa depan! Mana ada orang yang berani mengomentari tata krama seorang ratu!" kata ratu


Raja hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak dan istrinya dengan sifat yang sama. Prajurit dan pelayan yang baru masuk ke istana yang tidak tahu mungkin mengira bahwa raja dan ratu selalu bertengkar karena anaknya padahal itu adalah pertengkaran harmonis biasa dari keluarga kerajaan yang bahagia ini


“papa, mama, Shayla pergi ke kamar dulu ya...” Shayla memberi hormat ke raja dan ratu lalu pergi ke kamarnya


“iya, besok guru tata krama akan datang kembali dan kau tidak boleh kabur lagi” raja tetap bersikeras untuk memanggil guru tata krama dan berniat untuk memperketat penjagaan agar Shayla tidak kabur lagi


“kau selalu saja suka memaksa!” ketus ratu


Setibanya dikamar....


Allura terbang sebagai kupu-kupu kecil dan berubah menjadi peri setelah Shayla masuk ke kamarnya


“wah... kamarmu benar-benar indah ya! Tempat tidurnya saja berbentuk istana. Bahkan disini sudah tersedia teh dan roti” kata Allura yang kagum dengan desain kamar Shayla


“tentu saja, aku kan seorang putri. Kamarku tentu saja harus seperti kamar layaknya putri” kata Shayla


“bagian apa yang paling kau sukai dari kamarmu?” tanya Allura


“tentu saja jendela” jawab Shayla dengan santai


“j-jendela? Bukan tempat tidurmu? Apa kau menyukai jendela karena bisa melihat pemandangan dari situ ya?” Allura heran, kenapa Shayla sangat menyukai jendela kamarnya dari pada tempat tidurnya yang sangat empuk dan nyaman


Dan, Shayla malah menjawab... “aku menyukai jendela karena aku bisa kabur dari situ” dengan ceria Shayla menjawab dengan mudahnya


“apa! Bukankah tinggi sekali untuk turun? Oiya... mengenai hal yang ingin aku bicarakan....” Allura pun langsung menjelaskan maksud kedatangannya ke Shayla


Jadi, Allura berasal dari dunia peri yang memiliki sebuah istana peri bernama Shayla. Ya, namanya sama dengan nama Shayla, dan juga ratu di istana peri itu juga bernama Shayla.


Namun, ratu peri diketahui belum pernah dilihat oleh siapapun selain peri bangsawan, jadi Allura sendiri pun tidak pernah melihat sang ratu peri yang dikenal sangat cantik dan menawan itu


Kekacauan yang seminggu lalu terjadi itupun tidak ada yang mengetahuinya. Dan karena kekacauan itu, terjadi gempa yang membuat Allura harus meninggalkan ruangan pencipta dimensi. Ruangan itu kacau balau dan terjadi sedikit kerusakan pada sifat manusia yang ada pada dimensi tersebut, dan ada juga pengkhianat yang merubah dimensi 10 tahun ke depan itu menjadi lebih buruk


Itulah kenapa Allura sebagai peri dimensi, mencari Shayla untuk membantunya mengatasi sifat-sifat manusia di dimensi yang akan hancur itu. Itu semua agar tetap ada kebaikan didalam bumi


“oh.... jadi begitu ya? Kapan nih kita mulai? omong-omong, sifatnya siapa yang bakalan diubah duluan?” tanya Allura


“aku punya beberapa data-data orang yang sifatnya harus diperbaiki terlebih dahulu, dan.... orang pertama bernama Shimy Alaxa. Dia memiliki masalah pada keluarganya” kata Allura


“masalah apa?” tanya Shayla


“nah, jadi Shimy berasal dari keluarga kaya, Shimy adalah anak yang pintar dan selalu berprestasi, tapi saat aku lihat dari tingkat kesehatan mental Shimy, mentalnya hanya 4 banding 10 yang berarti ada masalah dalam kehidupannya. Kita bisa menolongnya besok saja, karena ini sudah mau malam dan kau juga belum makan kan?” misi pertama mereka adalah dengan anak bernama Shimy, namun Allura menyarankan untuk memulai misi mereka besok saja


“baiklah, kau tetap dikamar saja. Setelah selesai makan, aku akan membawa makanan kemari” kata Shayla


“tidak usah, aku akan kembali ke dunia peri, karena banyak pekerjaan juga” sebagai peri, tentu saja Allura memiliki banyak pekerjaan di dunia peri


Peri bukan bertugas sesuai dengan keahliannya saja, tapi peri juga harus memberikan tenaganya ke gerbang dunia peri untuk menjaga dunia peri dari sihir hitam


“oh... baiklah, besok jangan lupa datang ya!” pinta Shayla


Allura pun pergi dan kembali ke dunia peri, sementara Shayla pergi ke ruang makan untuk menunggu makanannya datang, dia makan seperti biasa dengan raja dan ratu.


Biasanya Shayla diperbolehkan makan menggunakan tangannya, namun kali ini di mejanya disediakan sendok yang membuatnya bingung.


“kenapa pelayan meletakkan sendok, garpu dan pisau lalu memberikan kertas dibawah sendok itu?” gumam Shayla


Shayla membuka kertas itu dan isinya adalah pesan kalau Shayla harus makan menggunakan sendok, garpu dan pisau karena anggota keluarga bangsawan dari kerajaan Alaxaria akan datang dan akan melakukan kerja sama dengan kerajaan Fancy


“huh, aku paling kesal dengan anggota kerajaan yang datang langsung di makan malam untuk mengajak bekerja sama. Aku tidak suka keramaian dan adanya senyum palsu” gumam Shayla


Maksud dari kata senyum palsu itu adalah, orang yang bekerja sama dengan kerajaan Fancy selalu punya niat jahat, dan saat bekerja sama mereka selalu memasang senyum palsu. Shayla tentu saja bisa merasakan senyum palsu itu


terdengarlah suara ketukan pintu...


“masuklah...” raja berdiri dan menyuruh penjaga pintu untuk masuk


“baiklah, ada tamu dari kerajaan Alaxaria yang ingin bertemu dengan yang mulia” kata penjaga pintu


“persilahkan mereka masuk!” pinta raja


“baiklah”


Dan keluarga bangsawan dari kerajaan Alaxaria memasuki pintu ruang makan satu persatu dan mereka dipersilahkan duduk oleh raja dan ratu. Semuanya saling memberi hormat namun tidak dengan Shayla. Namun, raja dan ratu tidak bisa marah karena Shayla punya pikirannya sendiri, dan kerja sama kali ini juga, jika tidak ada persetujuan Shayla sebagai ratu masa depan, maka kerja sama akan ditolak


Mereka semua memperkenalkan diri satu persatu, namun ada satu anak yang menarik perhatian Shayla


“halo, saya Shimy Alaxa de Alaxaria. Saya anak bungsu dari keluarga ini, saya berharap Princess Aislinn Shayla de Fancy bisa menyetujui kerja sama kali ini” anak itu adalah Shimy, dia anak yang dibilang oleh Allura


Saat Shimy memperkenalkan diri, semua keluarganya menatapnya tajam karena dia tidak menyebut nama raja dan ratu melainkan nama Shayla


Lalu, kupu-kupu putih yang ternyata adalah Allura terbang ke arah Shayla dan membisikkan ke Shayla kalau dia harus memberikan hormat dan menyambut Shimy dengan ramah serta menerima kerja sama tersebut. Itu semua setidaknya bisa membantu Shimy di masa depannya 10 tahun lagi


Shayla langsung berdiri dan memberikan hormat serta mempersilahkan Shimy untuk duduk. Seketika keluarga bangsawan itu terdiam


Dan makan malam dimulai sambil membahas tentang kerja sama mereka


“kalau dilihat-lihat, Shimy sepertinya anak yang baik dan bijaksana, dia juga cantik dan lembut hatinya” gumam Shayla