Against God's Law

Against God's Law
Episode 7:Berjuang Demi Mencapai Puncak



 


...----------------...


Hari Yang Cerah Dengan Sinar Matahari Yang Sangat Indah. Dan Angin Berhembus Di Mana Saja, Pepohonan Bergoyang Goyang Seperti Penari. Dengan Keramaian Yang Mengerumuni Sebuah Pertarungan.


Terlihat Seorang Tuan Muda Ke 2 Keluarga Xiang. Yaitu Xiang Bai Yang Sedang Berjalan Menuju Huang Li, Dengan Auranya Yang Sangat Kuat, Matanya Pun Memiliki Niat Niat Seperti Ingin membunuh.


Xiang Bai Berjalan Perlahan Dengan Aura Nya Yang Berwarna Merah.


Dia Menuju Huang Li.Dia Ingin Menyerang Huang Li. Xiang Bai Pun Berkata "Huang Li, Meskipun Kau Kuat. Tapi Ingat Kesenjangan Ranah Di Antara Kita, Sangat Lah Jauh".


Dengan Wajah Yang Serius, Huang Li Pun Menjawab Perkataan Dari Xiang Bai "heh,lalu kenapa? Bahkan Jika Kau Berada Di Ranah Surgawi, Aku Akan Tetap Melawannya".


Xiang Bai Pun Tertawa Mendengar Nya "Hahaha". Saat Xiang Bai Sudah Semakin Mendekat Ke Arah Huang Li. Huang Li Pun Mengeluarkan Auranya Yang Berwarna Emas, Dan Berkata "Majulah,Aku Akan Melawan Mu".


Perbedaan Antara Ranah Yang Terlalu Jauh. Huang Li Pun Merasakan Tekanan Dari Aura Pembunuh Xiang Bai. Bagi Orang Lain Melawan Tekanan Dari Seorang Kultivator Prajurit Bintang 8 Sangat Lah Sulit. Tapi Bagi Huang Li Itu Bisa untuk Menahan Tekanannya.


Semua Orang Pun Yang Melihat Perbedaan Ranah Antara Huang Li Dan Xiang Bai, Sangat lah Mustahil. seseorang Berkata "Heh, Tidak usah Diragukan Lagi. Karena Sudah Jelas, Pemenangnya adalah Xiang Bai." Orang Yang Di Sebelahnya juga Berkata "Ya, Xiang Bai Berada Di Ranah Prajurit Bintang 8, Sedangkan Huang Li Hanya Berada Di Ranah Prajurit Bintang 1.".


Yun Xie Pun Yang Melihatnya Langsung Berlari Ke Arah Depan Huang Li, dan Menghalangi Xiang Bai Dengan Berkata "Xiang Bai, Cukup Jika Kau Menyerang Huang Li, Aku Akan Melawan Mu".


Xiang Bai Pun Yang Mendengarnya Berkata Sambil Tertawa Terbahak-bahak "Hahahahaha. Minggir, Kau Pikir Karena Kau Perempuan Aku Tidak Berani Melawan Mu?".


Saat Xiang Bai Hampir Mendekati Mereka, Tiba Tiba 3 orang Muncul Dari Langit.3 Orang Itu Terlihat Sudah Tua. 1 Orang Berambut Putih Dengan Baju Berwarna Putih Dengan Dilengkapi Kain Berwarna Biru. Sedangkan 2 Orang Tua Itu Menggunakan Baju Putih Dengan Kain Berwarna Hijau.


Orang Itu Menekan Semua Orang Hanya Dengan Tatapan nya, Termasuk Huang Li, Orang Itupun Berkata Sambil Melayang di Udara Dengan 2 Orang Di Belakangnya Yang Melayang Menggunakan Sebuah Pedang Berwarna Biru. "Kalian Sungguh Lancang, Berani Bertarung Di Gerbang Sekte Surgawi"


Dengan Tekanan Dari Orang Itu Membuat Semua Orang Bersujud, Kecuali Huang Li Yang Mampu Menahannya. Orang Itupun Melanjutkan Perkataan nya "Jika Kalian Berdua Terus Melanjutkan Nya. Maka Kalian Akan Di Keluarkan Dari Ujian Ini".


Tekanan Itu Seperti Gelombang Angin Yang Turun Dari Atas Mereka.


Orang Orang Pun Yang Menahan Tekanan Itu Sebagian Berbicara "Siapa Orang Ini, Hanya Dengan Tatapan nya Saja, Dapat Menekan Kita" " Ya, Orang Ini Sangat Kuat, Bahkan Mampu Melayang Di Udara". "Sepertinya, Dia Adalah Tetua Dari Sekte Surgawi"."Mampu Melayang Di Udara?, Harusnya Dia Sudah Berada Di Ranah Nirvana"."Hah?Nirvana?".


Huang Li Pun Yang Menahan Tekanan Itu. Bertanya Kepada Du Li "Guru, Dia Berada Di Ranah Apa? Hanya Dengan Tatapannya Dapat Menekan Semua Orang". Du Li Pun Menjawab "Dia Berada Di Ranah Nirvana Bintang 1" Huang Li Pun Terkejut Setelah Mengetahui Bahwa Orang Itu Berada Di Ranah Nirvana.


Setalah Menekan Terlalu Lama Akhirnya Orang Itu Berhenti,Dan Dia Pun Berkata "Baik Lah Waktunya Ujian Penerimaan Murid Sekte Surgawi Telah Di Mulai."


Orang Itu Pun Memperkenalkan Dirinya "Aku Adalah Lu Meng, Ketua Halaman Luar Sekte Surgawi. Dan Mereka Berdua Adalah Tetua Halaman Luar, Yaitu Zhao Yu Dan Zhang Wu."


Semua Orang Pun Setelah Mengetahui Bahwa Orang Itu Adalah Ketua Halaman Luar, Langsung Memberikan Hormat Kepadanya "Hormat Ketua Halaman Luar".


Ketua Halaman Luar Berkata "Baiklah Untuk Ujian Masuk Sekte Surgawi Ada 3 Ujian Yaitu 1 Menaiki Tangga Ini Sampai Puncak Sampai Matahari Terbenam, 2.Pengujian Roh Jiwa, yang ke 3 akan diberitahukan saat sudah menyelesaikan 2 ujian".


Orang Orang Pun Yang Mendengar Ujian Pertama Hanya Menaiki Tangga Sampai Puncak. Merasa Ujian Itu Sangat Mudah Dan Berkata "Hanya Menaiki Tangga? Ini Sangat Mudah." "Baik Lah Biar Aku Yang Mencobanya" Seseorang Pun Berjalan Menuju Tangga itu.


Disisi Lain Huang Li Dan Yun Xie Sedang Mengamatinya Dulu. Dan Yun Xie Pun Memegang Tangan Huang Li Dan Berkata "Ayo Huang Li, Kita Juga Harus Kesana untuk Mencobanya". Huang Li Dan Yun Xie Pun Berjalan Menuju Sana.


Saat Huang Li Dan Yun Xie Hampir Sampai. Huang Li Pun Berhenti Dan Berkata Dengan Mata Yang Melihat Ke Arah Orang Orang Yang Ingin Menaiki Tangga itu "Tunggu Sebentar, Ada Yang Aneh Dengan Tangga Ini".


Yun Xie Pun Bertanya Kepada Huang Li Dengan Wajah Bingung "Kenapa,Dengan Tangga Ini? Huang Li.". Huang Li Pun Menjawab Perkataan Yun Xie "Aku Merasa Bahwa Tangga Ini Tidak Mudah Untuk Dilewati,Karen Tidak Mungkin Ujian Pertama Semudah Itu".


Yun Xie Pun Berkata "Benar Juga, Mari Kita Amati Dulu". Huang Li Dan Yun Xie Menunggu Dari Jarak 10 Meter. Mereka Menunggu Seseorang Yang Menaiki Tangga Duluan.


Saat Mereka Berdua Sedang Mengamati Nya. Beberapa Orang Pun Menaiki Tangga Itu Dan Tiba Tiba Tangga Itu, Dan Saat Seseorang Sampai Di Tangga Yang Ke 3 Tiba Tiba Sebuah Arus angin Yang Menimpa Mereka Pun Turun Dan Membuat Orang Itu Pun Tertekan Bahkan Beberapa Orang Yang Mengikuti Nya Juga Merasakan Tekanan Itu.


Dan Orang Yang pertama Menaiki Tangga Pun Berkeringat Dan Berkata "aaaaah, Apa Ini Sangat Berat" Beberapa Orang Yang Dibelakang nya Juga Berkata "Aku Merasa Seperti Di Injak Seekor Gorila Sangat Berat" "Aku Menyerah".


Dari Belakang Terlihat Seorang Pria Yang Menaiki Tangga itu, Dan Dia Pun Berkata "Sampah," Orang Itu Menggunakan Hanfu Hitam Dengan Ikat Pinggang Berwarna Hijau Dia Memiliki Rambut Panjang Dengan Diikat Ke Belakang.


Dengan Santainya Pria Itu Berjalan Naik Ke Atas Dengan Sangat Mudah Seperti Tidak Terjadi Apa Apa. Disisi Lain Huang Li Dan Yun Xie Yang Melihatnya Pun Juga Penasaran, Dan Mereka Berdua Pun Mencoba Menaiki Tangga Itu.


Saat Sudah Menaiki Tangga itu Huang Li Pun Merasakan Tekanan Yang Kuat. Tapi Huang Li Mampu Menahannya Hanya Menggunakan Auranya Saja.


Sedangkan Yun Xie Yang Mengikuti Huang Li Tidak Dapat Menahan. Dia Sangat Kesulitan Untuk Menahan Tekanan itu.


Namun Saat Yun Xie Sedang Membungkuk Kewalahan. Huang Li Pun Menggendong Yun Xie Di Belakang.Lalu Huang Li Berkata "Jika Kau Tidak Dapat Menahannya. Biar Aku Yang Menggendong Mu Sampai Atas"


Yun Xie Pun Berkata Sambil Kepala Di Pundak Huang Li "Terima Kasih Huang Li,Maaf Aku Menjadi Beban Mu".


Huang Li Pun Berkata Sambil Berjalan Menuju Puncak "Tidak Apa Apa,Kita Adalah Teman, Sesama Teman Saling Membantu Itu Wajar".


Yun Xie Pun Tersenyum Dengan Apa Yang Di Katakan Oleh Huang Li.


Di Sisi Lain,Terlihat Ketua Halaman Luar Dan 2 Tetua Halaman Luar.Mereka Sedang Mengamati Pergerakan Para Pemuda Pemuda Jenius Yang Sedang Mengikuti Ujian Itu. Mereka Bertiga Sedang Mengamati Dari Ketinggian.


Ketua Halaman Luar Pun Melihat Huang Li Yang Sedang Menggendong Yun Xie Dia Tersenyum Sambil Mengelus-elus Jenggotnya.Lalu Dia Berkata.


"Siapa 2 Pemuda Itu?" Tetua Zhang Wu Yang Sedang Berdiri Di Sebelah Kiri Ketua Halaman Luar Pun Berkata "Wanita Itu Aku Pernah Melihatnya Di Paviliun Pil Kekaisaran Cang An. Dia Adalah Tuan Putri Kedua Keluarga Yun Atau Biasa Di Panggil Yun Xie, Sedangkan Pria Itu, Aku Tidak Tahu, Karena Tidak Pernah Melihatnya".


Tetua Zhao yun Pun Yang Sedang Berada Di Sebelah Kanan Ketua Halaman Luar Melihat Huang Li Seperti Mengenalinya.Lalu Dia Berkata "Sepertinya Aku Mengenalinya Dan Pernah Melihatnya Di Keluarga Huang Saat Sedang Mengunjungi Patriak Huang".


Ketua Halaman Luar Pun Menatap Tetua Zhao Yun Lalu Bertanya ",Siapa Dia?" Lalu Tetua Zhao Yun Pun Menjawab "Mungkin Dia Tuan Muda Dari Keluarga Huang".


Ketua Halaman Pun Berkata Sambil Melihat Huang Li Dan Yun Xie "Nanti Setelah Ujian Selesai, Aku Akan Bertanya kepadanya".


Saat Huang Li Sudah Menaiki Tangga Ke 100 Tekanan Itupun Semakin Kuat Dan Membuat Nya Sangat Sulit Untuk Berjalan. "Ahh...Tekanan Ini Semakin aku Naik Semakin Kuat Juga,Seperti Tertimpa Arus Air Yang Sangat Besar Seperti Lautan" Huang Li Bergumam Sambil Menahan Tekanan Itu.


Disisi lain Ketua Halaman Luar Pun Berkata Sambil Menghadap ke kanan "Ayo, Kita Menunggu Mereka Saja Di Puncak" "Baik Ketua" Para Tetua Pun Pergi Menuju Puncak.


Saat Ketua Dan Tetua Sudah Meninggal Kan Tempat Itu. Terlihat Huang Li Yang Sangat Kecapean Karena Tekanan Itu, Di Tambah Yun Xie Yang Sedang Ia Gendong.


Yun Xie Pun Yang Merasa Bahwa Huang Li Sudah Kelelahan Dia Pun Berkata "Huang Li, Jika Kau Tidak Kuat Lagi, Turunkan Saja Aku. Aku Baik Baik Saja kok".


Huang Li Pun Menanggapi Ucapan Yun Xie Dan Berkata Dengan Nada Yang Rendah "Tidak Apa Apa. kau Tenang Saja, Aku Masih Kuat".


Yun Xie Pun Yang Mendengarnya Merasa Terharu Dengan Perjuangan Huang Li.Dia Pun Memeluk Huang Li .


Saat Huang Li Sudah Menaiki Tangga Yang Ke 178,Dengan Wajah Yang Penuh Keringat. Tiba Tiba Terdengar Suara Seseorang Dari Alam Sadarnya "Huang Li, Guru Akan Membantu Mu".


Tiba Tiba Sebuah Pelindung Yang Berbentuk Lingkaran Dengan Aura Berwarna Biru. Muncul Di Sekeliling Huang Li Dan Yun Xie.Seketika Tekanan Di Sekitaran Mereka Pun Berkurang.


Huang Li Pun Berkata Dengan Nada Rendah "Guru Apakah Itu Kamu?" Du Li Pun Menjawab "Hmm Tapi Hanya Sebentar, Kau Cepatlah Naik".


Huang Li Pun Berlari Menuju Puncak Dengan Cepat. Yun Xie Pun Yang Melihatnya Juga Sadar Dengan Tekanan Yang Tiba Tiba Melemah.


Yun Xie Pun Bertanya Kepada Huang Li "Huang Li, Kenapa Tekanan Ini Tiba Tiba Melemah?" Huang Li Pun Menjawab "Tidak Apa apa, Nanti aku Akan Memberi tahu Mu". Huang Li Pun Melanjutkan Percakapan nya "Kau Pegangan Lah Yang Kuat".


Yun Xie Pun Menganggukkan Kepalanya Dan Memeluk Erat Huang Li. Huang Li Pun Berlari Dengan Cepat. Saat Huang Sudah Menaiki Tangga Yang Ke 189.


Terlihat Xiang Bai Dan Pemuda Misterius Itu Dengan Aura Xiang Bai Yang Berwarna Merah Sedangkan Pemuda Misterius itu Auranya Berwarna Coklat. Keringat Di Wajah Mereka,Mereka Pun Terlihat Kewalahan Menahan Tekanan Itu.


Xiang Bai Yang Berada Di Lantai Yang Sama Dengan Pemuda Misterius itu. Xiang Bai Pun Berkata Dengan Wajah Penuh Keringat "Bocah..Aku Pasti Akan Menjadi Orang Yang Pertama untuk Mencapai Puncak".


Pemuda Misterius Itu Berkata Dengan Wajah Yang Penuh Keringat "Pertama?Heh Mimpi"


Dari Percakapan mereka Berdua Sepertinya Mereka Sedang Saling Bersaing Untuk Memperebutkan Posisi Pertama Menaikkan Tangga Sampai Puncak.


Saat Mereka Saling Memperebutkan Posisi Pertama, Tiba Tiba Seorang Pemuda Melewati Mereka Dengan Menggendong Seorang Wanita.


Mereka Pun Terkejut Saat Melihat Pemuda Itu.Dan Pemuda Itu Sudah Melewati 7 anak tangga Setelah Mereka. Xiang Bai Pun Melihat Pemuda Itu Dengan Wajah Yang Terkejut sambil Tertekan Oleh Tekanan itu.


Mereka Berdua Pun Berbicara Barengan Saat Melihat Pemuda Itu."Huang Li?". Xiang Bai Pun Berkata "Bagaimana Mungkin Dia Kenapa Begitu Mudah Menaiki Anak Tangga Itu, Seperti Tidak Terkena Tekanan?".


Pemuda Misterius Itu Pun Berkata Dengan Wajah Yang Dingin "Bahkan,Dengan Mudah Menaiki Anak Tangga Sambil Menggendong Seseorang".


Xiang Bai Pun Yang Kesal Sambil Memukul Anak Tangga itu "Sialan,Pasti Dia Curang, Jika Tidak Curang, Bagaimana Mungkin Dia begitu Cepat menaiki Anak Tangga ini".


Dengan Wajah Yang Penuh Emosi,Xiang Bai Pun Melanjutkan Menaiki Anak Tangga itu, Dengan Disusul Oleh Pemuda Misterius itu.


Disisi Lain, Huang Li Yang Sedang Menaiki Anak Tangga itu Dengan Cepat.Pelindung Yang Melindungi Mereka Berdua Pun Mulai Redup.


Dan Huang Li Mulai Merasakan Tekanan Yang Semakin Kuat Dan Huang Li Pun Bertanya Ke Gurunya Dengan Nada Rendah.


"Guru,Kenapa Tekanan Ini Semakin Kuat,Apakah Pelindung Ini Tidak Dapat Bertahan Lama?" Du Li Pun Menjawab "Ya, Sebentar Lagi Pelindung Ini Akan Hilang, Karena Aku Hanya Menggunakan 5% Kekuatan Ku, Agar Tidak Terlalu Mencolok,".


Du Li Pun Berkata "Cepat Lah, Nanti Pelindungnya Hilang" Huang Li Pun Berlari Sekuat Tenaga Melewati Beberapa Anak Tangga.


Saat Huang Li Sudah Menaiki Anak Tangga Yang Ke 264. Puncak Tangga Pun Sudah Mulai Terlihat Dengan Sebuah Gerbang Tanpa Pintu Yang sudah Terlihat Dari Kejauhan.


Huang Li Pun Berkata Dengan Menahan Tekanan Yang Semakin Kuat Dengan Langkah Nya Yang Semakin Melambat "Sebentar Lagi Aku Sudah Menaiki 275 Anak Tangga,Aku Harus Kuat".


Yun Xie Pun Melihat Huang Li Yang Begitu Kewalahan, Dia Pun Juga Merasakan Tekanan Yang Semakin Kuat.Yun Xie Lalu Berkata Sambil Mengelap Wajah Huang Li Dengan Sapu Tangan.


"Huang Li Kau Baik Baik Saja?Maafkan Aku,Telah Merepotkan Mu" Dengan Wajah Cemberut Yun Xie Berbicara "Maafkan Aku,Jika Bukan Karena Ku Mungkin Kau Sudah Sampai Di Puncak".


Huang Li Pun Yang Mendengarnya, Tidak Menanggapinya Dan Mulai Menghitung Anak Tangga "285,286,287,288,289,290" Dan Saat Yun Xie Ingin Mengatakan Sesuatu Tiba Tiba Huang Li Melempar Yun Xie Dengan Kedua Tangan Nya.


Dia Melempar Yun Xie Ke Arah Gerbang Puncak Anak Tangga Dan Berkata "Maaf Kan Aku". Yun Xie Yang Melayang Di Depan Huang Li Pun Berteriak "Huang Li Apa Yang Kau Lakukan".


Huang Li Pun Melompat Ke arah Yun Xie Lalu Memukul Perut Yun Xie Menggunakan Tapak Lengannya, Cahaya Emas Pun Berhembus Ke Arah Depan Mendorong Yun Xie Ke Arah Gerbang Itu.


Lalu Huang Li Pun Berlutut Menahan Tekanan Itu. Yun Xie Pun Yang Melayang Hingga Sampai Ke Gerbang, Di Tahan Oleh Tetua Zhao Yun Agar Tidak Sampai Ke Tanah.


Yun Xie Pun Ingin kembali Ke Huang Li Dan Berkata "Aku Ingin Kembali Menyelamatkan Huang Li, Tunggu Aku Huang Li".


Namun Ketua Halaman Luar Yang Melihat Huang Li Masih Kuat untuk Menahan Tekanan Itu Berkata Sambil Menahan Yun Xie "Tunggu Gadis Kecil, Pria Mu Itu Masih Dapat Bertahan, Kita Lihat Sebentar Lagi"


...----------------...


Episode 7 Pun Bersambung.....


...----------------...


Gambar Ilustrasi Sekte Surgawi Halaman Luar.