
...****************...
...----------------...
Huang Ming memanggil Huang Li Sambil mengetuk pintu " Li er apakah kau sudah bangun? Cepat pembangkitan roh jiwa sudah segera dimulai" Huang Li Pun menjawab "Iya,ayah aku akan segera kesana". Huang ming Pun Berkata "Baiklah, ayah Akan menunggu mu di luar, kau Bersiap siap lah karena upacara pembangkitan roh jiwa di Kunjungi oleh 4 keluarga besar kekaisaran Cang an semoga kau tidak mengecewakan Ku" Huang Li menjawab "Baik ayah"
***Setelah itu Huang Li pun sudah siap, Dan Berjalan Menuju Pintu, Saat Huang Li membuka pintunya,Dia Pun melihat ayahnya yang sedang menunggu nya di depan pintu dan Huang Li Pun Berkata "Ayo ayah,Aku sudah siap" ***
Huang Ming menjawab "Ayo....putra ku pasti akan mendapatkan Roh jiwa peringkat terkuat" Mereka pun pergi menuju ke tempat Pembangkitan roh jiwa keluarga Huang yang sudah di siapkan di aula utama keluarga Huang..
***Saat Perjalanan Menuju Aula Utama Keluarga Huang. Huang Li Pun Bertanya Kepada Huang Ming "Ayah Dimana Kakak?" Huang Ming Pun Menjawab "Dia Sudah Kembali Ke Sekte Surgawi" Huang Li Pun Bertanya Lagi "Kembali?Kenapa Dia kembali Begitu Cepat?" ***
Huang Ming Pun Menjawab "Karena Dia Adalah Murid Inti Sekte Surgawi, Jadi Dia Harus Kembali Karena Ada Beberapa Urusan".
Huang Li Pun berkata "Wah Kakak Hebat Juga ya Ayah" Huang Ming Pun Berkata Sambil Tertawa "Hahahaha Tentu Saja Karena Tuan Muda Keluarga Huang, Harus Memiliki bakat Dan Tekat Yang kuat. Jadi Huang Li Kau Harus Seperti Kakakmu Ya" Huang Li Pun Berkata Sambil Cemberut "Tapi Aku Hanya Di Ranah Manusia"
Huang Li Pun Berkata Sambil Mengelus Kepala Huang Li "Tenang Saja Kau Masih Berusia 14 Tahun...Setelah Pembangkitan Roh jiwa mu Kau Harus Berlatih Dengan Giat Agar Bisa Seperti Kakakmu Yang Sudah Mencapai Ranah Jendral,"
setelah itu Mereka berdua pun sampai di pintu aula utama keluarga Huang dan berjalan menuju kursi yang sudah di siap kan..
setelah itu Huang Li Pun melihat ke sebelah kiri.. dia melihat patriak dan tetua bahkan tuan muda dari kedua keluarga besar kekaisaran Cang an yaitu keluarga Yun dan keluarga Chen dan di sebelah kanan Huang Li juga melihat patriak dan tuan muda dari keluarga Xiang dan Keluarga Qin Dari keempat keluarga besar itu Mereka menatap Huang Li.
Huang Li pun terus berjalan sambil berkata "inikah 4 patriak dari 4 keluarga besar kekaisaran Cang an? sungguh aura yang sangat menakutkan"
Huang Ming berjalan di sebelah Huang Li sambil menyapa para patriak dari 4 keluarga besar itu dengan senyumannya dan Huang Ming pun berkata "hahaha terima kasih untuk yang sudah hadir di upacara pembangkitan roh jiwa anak ku ahahahah"
***Patriak dari keluarga Yun Atau Yun Bai Li berkata "Selamat untuk patriak Huang karena sudah memiliki tuan muda Berusia 14 tahun yang sudah memenuhi syarat untuk membangkitkan roh jiwa nya" Huang Ming pun menjawab. "hahah terima kasih patriak Yun" ***
Patriak keluarga Chen atau Chen yi pun berkata "hahaha Jika tuan muda kedua memiliki Roh jiwa yang kuat pasti keluarga Huang akan berkembang menjadi bertambah kuat" patriak Xiang/Xiang ji pun berkata "Tapi Sayang sekali tuan muda Huang Li hanya di ranah Manusia bintang' 5 tidak seperti putra ku Xiang lu yang sudah Berada di ranah Bumi bintang 8 Di Usia 15 Tahun" Huang Ming pun menjawab "Patriak Xiang apa maksudmu?apakah kau Sedang menghina putraku?" patriak Xiang Pun menjawabnya Dengan Sinis "Sampah" Huang Ming menjawab " kau " Patriak keluarga Qin/Qin Yun berkata Sambil menenangkan Huang Ming " sudahlah sekarang adalah upacara kebangkitan Roh jiwa keluarga Huang Jangan memulai perdebatan disini" Chen yi pun berkata "ya Apa Yang Dikatakan Patriak Qin Benar Jangan Sampai Mengganggu Hari Yang Bagus Ini" Dan para patriak pun duduk di kursi nya masing masing.
Dan Akhirnya Batu Pembangkitan Roh Jiwa Pun Di Keluarkan oleh Tetua Pertama Dan Di Taruh Di Atas Meja Yang Disiapkan Di Tengah Tengah Para Orang Orang.
***Setelah Batu pembangkitan roh jiwa diLetakkan.Huang Li pun di suruh maju oleh Huang Ming Dan berkata "Huang Li Majulah jangan gugup Tetap tenang dan ulurkan kedua tangan mu ke atas batu pembangkitan roh jiwa" ***
Huang Li Pun Mengangguk Sambil Menaruh Tangannya Di Atas Batu Pembangkitan Roh Jiwa Dengan Di Lihat Oleh Banyak orang Di Belakangnya Bahkan 4 Patriak Keluarga Besar..
Huang Li Pun Mulai Memasuki Alam Bawah Sadar Nya Dan Melihat Roh Jiwa Naga Emas Ilahi Dan Ada Juga Beberapa Roh Jiwa Tingkat Yang Di Bawah Ilahi Yang Sedang Berterbangan Di Alam Kesadaran Sadar Huang Li.
Huang Li Pun Berkata "Bagaimana Cara ku Mendapatkan Roh Jiwa Ku? Apakah Dengan Cara Menangkapnya? hehehe itu Sangat Mustahil"
Dan Tiba Tiba Terdengar Suara Misterius Yang Berkata "Ulurkan Saja Tangan Mu Dan Keluarkan Energi Qi Mu Itu" Dan Sosok Yang Mengasih Saran Itu Ternyata Adalah Gurunya Huang Li Yaitu Du Li.Yang Muncul Di Samping Huang li.
Huang Li Berkata "Guru? Kenapa kau Bisa Ada Disini".
Du Li Menjawab "Selama Gelang Ini Masih Di Tangan Mu Alam Kesadaran Mu Aku Bisa Menjelajahi Nya...Sudah Tidak Perlu Bertanya lagi. Sekarang Kau Fokus Lah Dan Alirkan Qi Mu.Ke Arah Batu Pembangkitan Roh Jiwa Ini."
Saat Huang Li Mengalirkan Qi nya
Semua Roh Jiwa Itu Tiba Tiba Menghilang Dia Pun Bingung Saat Melihat Roh Jiwa Yang Ada Di Alam Kesadaran nya Semuanya Hilang Begitu Saja.
Dan Dia pun Berkata "Benar Saja Bakatku Sangat Buruk" Du Li Pun Merasakan Aura Dari Jiwa Roh Naga Emas Yang kekuatannya Tidak Biasa
Du Li pun Berkata "Huang Li Cepat Alirkan Qi mu"
Huang Li Pun Mengikuti Yang Dikatakan Gurunya.
Dan Saat Huang Li Hampir Putus Tiba Tiba Ada Roh Jiwa Naga Emas Yang Sangat Kuat Auranya Dan Menghampiri Huang Li. Huang Li Pun Terkejut Dan Dia mulai Memegang Kepala Roh Jiwa Naga Emas Itu Dan Saat Itu pun Huang Li Merasakan Kekuatan Yang Sangat Mengerikan Dari Roh Jiwa Yang Ingin Dia Dapatkan Dan Kekuatan Itu Seperti Bergabung Dengan Jiwa Huang Li..
Saat Huang Li Sedang Bergabung Dengan Roh Jiwa Naganya Du Li Pun Berkata Kepada Huang Li "Tetap Fokus Dan Bergabunglah..Jangan Terganggu Oleh apapun"
Cahaya Emas Dengan Gabungan Antara Huang Li Dan Naga Emas itupun Seperti Seorang Dewa Ilahi Yang Turun ke Alam Bawah.
Saat Huang Li Sedang Melayang Di Udara Dia Pun Berkata Sambil Turun Menuju Du li "Guru Aku Merasakan Bahwa Roh Jiwa Ini Sangat Kuat" Du Li Pun Mulai Melihat lihat .
Dan Du Li Pun Sangat terkejut Dengan Apa Yang Dia Lihat dan berkata "Wah Boleh juga kau Huang Li tak di sangka kau mendapatkan Roh jiwa Peringkat dewa Kaisar Naga emas..tapi kau jangan Munculkan dulu karena itu dapat membuat mu menjadi incaran para Kultivator kuat dari berbagai dunia"
Huang Li berkata "lalu aku harus bagaimana?" Du Li pun Menjawab "Hmm aku akan menyembunyikan Aura dari roh jiwa mu agar terlihat hanya di peringkat ilahi"
Du li Pun Menggunakan Tekniknya Untuk Menutup Aura Nya Huang Li Dari Roh Jiwa Maupun Ranah Dengan kekuatan dari mantan Dewa abadi Menyembunyikan Aura roh jiwa Dan Ranah Itu sangat mudah.
Saat Itu Pun Du Li Merapal kan Tekniknya Dan Cahaya Biru Pun Keluar Dari Tangan Du Li, Dan Langsung Menunjukkan Tangan Kirinya, Dan Cahaya Biru Pun mengalir Menuju Huang Li.
Saat Itu Pun Aura Dari Huang Li Sulit Untuk Dilihat Oleh Orang Dengan Ranah Di Bawah Nirvana.
Saat Sudah Selesai Du Li Pun berkata "Sudah selesai.. Sekarang kau pejamkan saja matamu Agar kau Bisa kembali dan keluarkan roh jiwa mu" Huang Li berkata sambil gembira "Terimakasih Guru"
Huang Li pun memejamkan mata nya dan setelah sadar ia langsung mengeluarkan Roh jiwa nya dan seketika satu aula utama yang sangat besar itu pun terkejut dengan apa yang mereka lihat karena Roh jiwa Peringkat Ilahi saja sangat langkah Hanya bisa di dapatkan oleh orang orang tertentu.
patriak Chen pun berkata Sambil Terkejut Dengan Mata Menuju Ke Arah Huang Li "Hah itu itu itu adalah Roh jiwa tingkat ilahi" Patriak Yun Juga berkata Sambil Terkejut "tak di sangka keluarga Huang cukup beruntung karena memiliki 2 tuan muda Yang roh jiwanya Berada di peringkat ilahi" Keluarga Xiang Berkata Di Dalam Hati Dengan Raut Wajah Yang Penuh Emosi" Sialan keluarga Huang ini cukup beruntung heh" patriak Qin berkata " Selamat Selamat buat patriak Huang karena memiliki 2 bakat yang luar biasa" Patriak Huang Ming pun berterima kasih kesemua orang yang ada di aula utama keluarga Huang.
Huang Ming Pun Berkata "Li er harapan ayah mu ini akhirnya menjadi kenyataan hahaha...ayo semua nya minum bersama hahaha rayakan kebangkitan Roh jiwa peringkat ilahi putra ku hahah" semua orang yang ada di aula utama itupun memberikan selamat Sambil Berdiri Dengan Tangan Memegang Secangkir Teh.
Dan Huang Ming Pun Berkata Sambil Memegang Teh Dan mengarahkan Gelas Teh kepada Para Patriak keluarga Besar "Ayo Semuanya Minum". Dan Saat Semua Orang Sudah Meminum Teh Mereka,
Mereka Pun Duduk Kembali.
Dan Saat Itu Huang Li pun menemui ayahnya, Dan Huang Li Pun Berkata "Ayah aku ingin kembali ke kamar ku" Huang Ming menjawab "baiklah Jangan lupa berlatih" Huang Li berkata "baik ayah"
Huang Li pun berjalan keluar dan melihat di sebelah kirinya dia melihat patriak Xiang dan tuan muda Xiang yang menatapnya dengan tatapan tajam dan ia pun mengabaikan nya dan berjalan keluar menuju kamarnya.
Setelah Dia Melihat-Lihat Pil Itu Tiba Tiba Terdengar Suara Yang Mengatakan "Cepat Makanlah pil itu Dan Segeralah Bermeditasi untuk Menerobos Ranah Bumi" Ya Suara Itu Adalah Gurunya Huang Li..
Huang Li Pun Berkata Kepada Gurunya "Baik Guru" Dan Huang Li Pun memakannya Lalu Bermeditasi Dan mencoba untuk Menerobos.
Huang Li Pun Merasakan Kekuatan Yang Mengerikan Dari Pil Itu dan mulai Merasakan Sakit Di seluruh Tubuhnya Dan Gurunya berkata "Huang Li Bertahan Lah" Dan Huang Lin pun Mencoba Untuk Bertahan.
Tiba Tiba Dia Masuk ke Alam Bawah Sadarnya Dan Melihat 5 Bintang Di Alam Itu dan kemudian Bintang Bintang Itu Bertambah Dan Terus Bertambah Hingga Sampai Ke Bintang 9 Dan Berganti Ke Planet Yang Di kelilingi 3 Bintang Dan Huang Li pun Merasakan Tubuhnya Yang Semakin Kuat Dan Menerobos Ke Ranah Bumi Bintang 3.
Du Li Pun Berkata "Huang Li Bagus..Saat ini Kau Telah Menerobos Ranah Bumi Bintang 3" Huang Li Menjawabnya Dengan Perasaan Sedih "Huu..Untuk Mencapai Yang Guru Harapkan Masih Sangat Jauh Sekali"
Du Li Pun Berkata"Haih Tenang Saja Waktu Mu Masih Panjang Gurumu ini Akan Membantumu" Huang Li Pun Berkata "Oh iya Guru Habis ini Aku ingin Menempa Tubuhku Dan meridianku Apa Saja Bahan Bahannya Guru?"
Du Li menjawab " Tanaman Obat Tingkat 2 Yaitu Ging seng Meridian, Jahe merah,Bunga willow dan Rumput Seribu akar" Huang Li pun Berkata"Baik Guru Aku akan Menyiapkan Nya"
Sebelum Huang Li Pergi untuk Menyiapkan Bahan Bahan Yang Di Beri Tahu Du Li. Huang Li Pun Bertanya Ke Du Li "Oh ya Guru, Kau Bilang Jika Aku Sudah Menerobos Ranah Bumi, kau Akan Memberikan Teknik Beladiri Kepadaku?"
Du Li Pun Menjawab "Nah Ambil Ini"
Huang Li Pun Bertanya Sambil Memegang Teknik Yang Diberitakan Du Li "Teknik Crushing Fist?"
Du Li Pun Berkata "Teknik Ini Adalah Teknik Tinju Tingkat Menengah, Walaupun Hanya Tingkat Menengah Tapi Kekuatannya Bisa Berkembang Seiring Perkembangan Ranah Mu"
Huang Li Pun Berkata "Wah,Tidak Disangka Ada Juga Teknik Yang Bisa Berkembang, Baguslah Aku akan Mempelajarinya" Dan Huang Li Pun Bertanya Lagi, Sambil Mengusapkan Kepalanya"Guru Apakah Kau Masih Memiliki Teknik Terkuat Lagi? Selain Teknik Ini?"
Du Li Pun Menjawab "Tentu Saja, Tapi Teknik Ini Masih Terlalu Kuat Untukmu,Jadi Jika Ingin Mempelajari Teknik Ini Kau Harus Berada Di Ranah Surgawi Dulu"
Huang Li Pun Bertanya Lagi "Serius? Apa Nama Teknik Itu?" Du Li Pun Menjawab Sambil Mengarah Ke tubuh Huang Li "Nanti Kau Akan Tau" Du Li Pun Kembali Ke Tubuh Huang Li.
Dan Karena Hari Sudah Malam. Huang Li Pun Tidur.
Keesokkan Harinya Dengan Suara Burung² Yang Sangat Merdu. Huang Li pun Bangun Dan Berkata "Pagi Yang Cerah"
Sebelum Huang Li Pergi Untuk Mencari Ayahnya. Dia Mempelajari Teknik Yang Di Berikan Gurunya,Dan Bermeditasi. Dan Saat Itu Dia Melihat Gerakan Gerakan Teknik Itu Di Alam Bawah Sadarnya.
Dan Dia Pun Mulai Mengikuti Nya,Hanya Dalam Beberapa Menit Dia Pun Berhasil Mempelajari Walau Belum Sepenuhnya.
Dia Pun Berjalan Menuju Keluar Untuk Mencoba Teknik Itu.Dan Saat Sudah Sampai Di Luar, Dia Pun Melihat Batu Besar Di dekat Kolam Ikan.Dia Pun langsung Mencoba Teknik Itu Dengan Berkata Dengan Nada Tinggi " Crushing Fist"
Walaupun Belum Sepenuhnya Bisa Menguasai Teknik Itu,Tapi Batu Besar Itu Hancur Terkena Teknik Si Huang Li. Dan karena Sudah Merasa Telah Bisa Menggunakan Teknik Itu.
Huang Li Pun Berlari Pergi Untuk Mencari Ayahnya.
Huang Li Pun Akhirnya Menemukan Ayahnya Yang Sedang Mengobrol Dengan Tetua Pertama Dan Tetua kedua Di Aula Utama Keluarga Huang...
Huang Zhong Melihat Huang Li dan Berkata "Tuan muda kedua? Sedang apa Kau Di Sana? Ayo kemari" Huang Li pun Berjalan Menuju Mereka Dan Berkata "Hehe..Hallo Tetua Pertama Dan Tetua kedua" Huang Chen Merangkul Huang Li dan Berkata "Hahaha Tuan Muda Kedua Kamu akhirnya Keluar dari Kamarmu" Huang Ming berkata "Li er Kau kemari Bukan Hanya untuk Melihat Kami Saja kan? Ada apa?
Kamu butuh Bantuan?"
Huang Li Pun Menjawab "Ya Ayah Aku Sedang Membutuhkan Uang" Huang Ming Pun Berkata Sambil Ketawa "Hahahah..Kenapa Kau Tidak Bicara Saja. Keluarga Huang adalah Keluarga Besar dan Memiliki Banyak Uang....Tetua kedua ambilkan 100000 Batu roh Tingkat Tinggi dan 100 Batang emas"...
Huang Zhong Dan Huang Chen Pun Tertawa "Hahahaha" Huang Chen Berkata "Baik aku akan Mengambilnya..Tunggu Sebentar" Huang Li Pun Terkejut Dan berkata dalam hatinya "Busetttt Tak Disangka Ternyata Keluarga Huang Ku Sangat Kaya..Jika itu Di Bumi Mungkin Aku Sudah Bisa membangun 10 Gedung Perusahaan"
Huang Ming Pun Bertanya Kepada Huang Li "Oh iya Li er Kau Sekarang Sudah Berada Diranah Apa? Aku Merasakan Aura Kau Saat Ini Sangat Kuat Dari Sebelumnya" Huang Li Menjawab "Aku Sudah Berada Di Ranah Bumi Bintang 3 Ayah" Huang Li Pun Mengeluarkan Auranya Dan Seketika Ayah Huang Li Dan Tetua Pertama Pun Terkejut Saat Melihat Auranya Huang Li.
Dan Tetua Pertama Pun Berkata "Ra Ra Ranah Bumi? Padahal Baru 3 Hari Setelah Pembangkitan Roh jiwa Mu..Tak di sangka Dalam 3 Hari Ini Kau Langsung Menerobos Ranah Bumi..Sangat Luar Biasa"..
Dan Tetua Kedua Pun Datang Dengan Membawa Cincin Ruang
Penyimpanan Yang Berisi Baru Roh Dan 100 Batang Emas, Dan Memberikannya Kepada Huang Li Sambil Berkata "Nah Nah.. Ambil Ini Belum Seberapa" Huang Ming Pun Berkata "Jika Masih Kurang Kau Bisa Memintanya Kepada Tetua Kedua" Huang Li Pun Berterima Kasih. Sebelum Berlanjak Pergi Menuju Pintu Aula Utama.. Huang Berkata "Terimakasih Ayah Terima Kasih Kedua tetua. Aku Pergi Dulu"
Setalah Huang Li Ingin Beranjak Pergi Huang Ming Pun Berkata "Kau ingin kemana Li er?" Huang Li Menjawab "Paviliun Pil" Huang Ming Pun berkata "Hati Hati Huang Li Jangan Lupa Pulang Sebelum Matahari Terbit" Huang Li Menjawab "Baik Ayah"....
Setelah Meninggal Kan Kediaman Keluarga Huang Huang Li Pun Berjalan Di Kota Cang an Yang Sangat Damai Dan Indah itu Dengan Siang Hari Yang Sangat Cerah.
Huang Li Pun Melihat Banyak Orang Dimana Mana Di Berjalan Santai Sambil Melihat Sekeliling Nya Dengan Tangan Di Depan Dan Di Belakang.Dia Juga Melihat Banyak Sekali Pedagang Di Pinggiran Jalan Itu.
Huang Li Pun Berkata Sambil Melihat Di Sekelilingnya "Ini kah Yang Dinamakan Dunia Roh? Sungguh Dunia Yang Sangat Indah"
Terus Berjalan Dengan Santai Dan Melihat Pedagang Bakpao.
Lalu Huang Li Pun Menghampiri Ke Pedagang Bakpao Itu Dan Berkata "Bos Ini Bakpaonya Berapa?" Pedagang Bakpao Itu Menjawab "Bakpao Ini Satunya 50 koin emas Tuan muda" Huang Li Pun Membeli 10 Bakpao Dengan Harga 1 Batang Emang Dan Pedagang Itupun Menyiapkan Dengan Semangat.
Setelah Huang Li Membeli Bakpao Itu Ia Pun Melanjutkan Perjalanan Namun Huang Li Tidak Tahu Dimana Paviliun Pil itu.
Dan Huang Li Pun Bertanya Kepada Pejalan Kaki "Halo Senior." Pejalan kaki Itu Menjawab "Kenapa?" Huang Li pun Berkata "Apakah Kau Tau Dimana Paviliun Pil?" Dan pejalan kaki Itu menjawab "Oh Paviliun Pil Ya? Kau Lurus Nanti Ada Pertigaan Kau Belok Kiri Dan Nanti Kau Akan Melihat Bangunan Besar..Itu adalah Paviliun Pil" Huang Li Pun Berkata Sambil Memberikan Sebatang Emas "Terimakasih Senior.. Nah Ambil Ini Hadiah Kecil Dari Ku.. Terima lah" Pejalan kaki Menerima Sebatang Emas itu dari Huang Dan Berkata "Terimakasih Sobat".
Setelah Bertanya Huang Li Pun Melanjutkan Perjalanan Nya Menuju Paviliun Pil Dengan Mengikuti Petunjuk Dari Pejalan Kaki Itu
Dan Akhirnya Huang Li Pun Melihat Bangunan Besar Yang Di Katakan Oleh Pejalan Kaki Itu.
...----------------...
...****************...
...----------------...