
...----------------...
...****************...
...----------------...
Saat Kain Merah Itu Dibuka Oleh Wanita Bergaun Merah itu.Betapa Terkejut Nya Mereka Saat Melihat, Sebuah Pil Berwarna Hijau Dengan Cahaya Cerah Di Atas Kotak itu.
Bahkan Para 5 Patriak keluarga Besar Termasuk Huang Ming Pun Terbangun Dari Kursinya Saat Melihat Pil Itu.Lalu Wanita Bergaun Merah itu Pun Berkata Dengan Nada Tinggi "Ini Adalah Pil Penerobos Ranah Tingkat 4, Yang Di Buat Langsung Oleh Ketua Paviliun Pil.Harga Awal Pil Ini Adalah 100.000 Batu Roh Tingkat Tinggi"
Patriak Xiang Pun Langsung Menawar Dengan Harga Tinggi. Dan Berkata Dengan Nada Tinggi "150.000 Batu Roh Tingkat Tinggi" Semua Orang Pun Yang Ada Di Lantai 1 Melihat Ke Arah Patriak Xiang "Ya Tuhan, Patriak Xiang Langsung Menawar Dengan Harga Yang Sangat Tinggi"
Tidak Mau Kalah Patriak Yun Pun Langsung Menaikkan Harganya Dengan Berkata Dengan Nada Tinggi "Patriak Xiang, Tak Disangka Kau Tertarik Dengan Pil itu hahaha, aku juga Menginginkan Pil itu.....200.000 Batu Roh Tingkat Tinggi "..
Patriak Qin Pun Yang Tidak mau Ketinggalan Dia langsung Menawar Dengan Menaiki 10.000 Batu Roh Dengan Nada Tinggi Dia Berkata "Hahahah Karena Patriak Xiang Dan Patriak Yun Telah Menawar, Aku Juga tidak mau Ketinggalan...... 210.000 Batu Roh Tingkat Tinggi".
Patriak Chen Pun Yang Melihat Mereka Saling Menawar. Dia Pun Juga Tertarik Dan Langsung Menawar Dengan Harga Tinggi.Lalu Iya Berkata "Hahahah.3 Keluarga Besar Telah Menawar. Aku Juga Akan Menawar.....240.000 Batu Roh Tingkat Tinggi".
Patriak Huang Pun Yang Sedang Melihat Mereka Saling Tawar Menawar Dengan Harga Tinggi, Langsung Berdiri Dari Kursinya. dan Dia Berkata Dengan Nada Tinggi "Aku Juga Ingin Mencoba Keberuntungan,...Tetua Ketiga Ambilkan Aku Batu Roh Di Aula Harta. Bawakan Aku 1.000.000 Batu Roh Tingkat Tinggi" Setelah Tetua Ketiga Pergi Mengambilkan Batu Roh..
Huang Ming Melanjutkan Perkataan nya Lagi Dengan Nada Tinggi "300.000 Batu Roh Tingkat Tinggi..Pil Penerobos Ranah Tingkat 4? Aku Menginginkannya"...
Seketika Semua Orang Yang Berada Di Lantai Satu.. menengok Ke Arah Huang Ming Dan Berkata "Ya Tuhan" "300.000?Itu Sangat Banyak" "Tak Di Sangka Patriak Huang Sangat Kaya" "300.000 Batu Roh Tingkat Tinggi. Bisa Membeli 1 kota".
Disisi Lain Xiang ji/Patriak Keluarga Xiang. Menatap Ke Arah Para Patriak Dengan Tatapan Penuh Amarah. Dengan Naga Rendah Dia Pun berkata "Sialan!!!! Kalian Kira Aku Tidak Membawa Banyak Batu Roh?"..
Lalu Xiang ji Pun Menawar Lagi Dengan Harga Tinggi, Dan Berkata Dengan Nada Tinggi "320.000 Batu Roh Tingkat Tinggi..." Saat Patriak Xiang Menawar Lagi.
Patriak Yun Pun Juga Menawar Dengan Harga Yang Lebih Tinggi. Dan Berkata Sambil Melihat Kearah Xiang ji "Tak Disangka Patriak Xiang, Tenyata Mempunyai Banyak Batu Roh Tingkat Tinggi. Baiklah kalau begitu, Aku Juga tidak Ingin Kalah...340.000 Batu Roh Tingkat Tinggi".
Patriak Qin, Dan Patriak Chen, Juga ikut Menawar. Patriak Qin Pun Menawar "Aku Juga... 350.000 Batu Roh Tingkat Tinggi" Dan Juga Patriak Chen, Menaiki Harganya Dan Berkata Dengan Nada Tinggi "Aku Juga...360.000 Batu Roh Tingkat Tinggi".
Di Sisi Lain Tepatnya Di Tempat Patriak Huang. Terlihat Huang Zu Lu, Yang Datang Dengan Kabut Keemasan Sambil Membawa Cincin Penyimpanan Yang Berisi Banyak Batu Roh Dan Berkata " Ini Batu Rohnya Patriak".
Setelah Cincin Penyimpanan Itu Di Berikan Ke Huang Ming. Huang Ming Pun Langsung Menaikkan Harganya Dengan Berkata "Baiklah Aku Juga tidak mau kalah,,,,, 500.000 Batu Roh Tingkat Tinggi"
Seketika Semua Orang Pun Terkejut Saat Melihat Patriak Huang.
Dan Seketika Tidak Ada Yang Berani Menawarnya Lagi. Karena Harga Segitu Sudah Melampaui Batasan Mereka. Xiang Ji Pun Berkata Sambil Kesal "Sial, Laki Laki Tua Itu, Mengapa Begitu Kaya".
Wanita Bergaun Merah Pun Berkata Dengan Nada Tinggi "Tidak Ada Yang Menawar lagi? Baiklah. Selamat Untuk Patriak Huang"..
Dan seorang Pelayan Pun Memberikan Pil Itu. Dan Huang Ming Memberikan 500.000 Batu Roh Tingkat Tinggi nya.
Saat Pelelangan Selesai.Semua Orang Pun Meninggalkan Tempat Itu. Dan Berjalan Menuju Pintu Keluar Paviliun Harta.
Setelah Sampai Di Luar Paviliun Harta, Terlihat Hari Sudah Gelap Menandakan Hari Sudah Malam. Dan Juga Terlihat Huang Ming, Huang Zu Lu, Dan Huang Li, Mereka Berjalan Menuju Tangga. Saat Ingin Menuruni Tangga Huang Ming Pun Berhenti Sejenak Dengan Diikuti Oleh Mereka Berdua.
Lalu Huang Ming Pun Berkata Sambil Mengeluarkan Pil Penerobos Ranah Tingkat 4. Yang Di Dapatkan Nya Tadi. "Huang Li, Pegang Ini, Ini Untuk mu" Huang Li Pun Bingung Dan Bertanya "Tidak,Ayah Aku Tidak Menginginkannya".
Huang Li Pun Meraih Tangan Huang Li Dan Menaruh Kotak Yang Berisi Pil Penerobos Ranah Tingkat 4 itu Ke Tangan Huang Li. Lalu Huang Ming Pun Berkata "Tidak Apa apa, Ini Untukmu Menerobos Saat Sudah Berada Di Ranah Jendral".
Huang Li Pun Berkata " Baik Ayah, Terima Kasih". Mereka Pun Melanjutkan Perjalanannya untuk Pulang Dengan Menuruni Tangga Paviliun Harta.
Saat Mereka Sedang Dalam Perjalanan Pulang. Terlihat Di Kanan Dan Kiri Meraka Yang Di Penuhi Dengan Pedagang Pedagang Malam Dan Orang Orang Yang melintasi Mereka Dari Arah Depan.
Huang Ming Pun Berkata "Huang Li, 2 Bulan Lagi Akan Ada Pembukaan Ujian Murid Sekte Surgawi Menjadi Yang Di Selenggarakan Setiap 3 Tahun Sekali. Kau Harus Ikut, Dan Harus Mendapatkan Tempat Untuk mu"..
Huang Zu Lu Pun Berkata "Ya, Tuan Muda Ke 2, Kau Harus Lulus Ujian Masuk Sekte Surgawi.Karena Menjadi Murid Sekte Surgawi Sangat Bagus Untuk Perkembangan mu".
Huang Li Pun Berkata "Baiklah. Aku akan Lulus Ujian Masuk Sekte Surgawi" Huang Ming Pun Berkata "Jika Kau Berhasil Memasuki Sekte Surgawi Dan Mendapatkan Kesempatan Untuk Menjadi Murid Inti. Maka Aku Akan Memberikan Mu. Teknik Leluhur"..
Huang Li Pun Senang Dan Sangat Bersemangat. lalu Huang Li berkata "Baik lah. Setelah Sampai Rumah Aku Akan Mengasingkan Diri Selama 2 Bulan" Huang Ming Pun Tertawa Dengan Disusul oleh Huang Zu Lu "Bagus Huang Li Hahahaha" "Hahahaha". Mereka Pun Terus Berjalan Melewati Orang Orang yang Sedang Berbelanja Di Para Pedagang Malam itu.
Setelah Sampai Di Kediaman Keluarga Huang. Mereka Pun Berpisah Dengan Melambaikan Tangan Mereka. Huang Li Pun Mengambil Jalur Kiri Sedangkan Huang Ming Dan Huang Zu Lu Mengambil Jalur Lurus.
Saat Huang Li Sampai Di Kamarnya. Sambil Berjalan Menuju Kasur Dia Memanggil Gurunya "Guru" "Guru" "Guru". Du Li Pun Keluar Dari Gelang Nya Huang Li, Sambil Menguap Du Li Pun Berkata "Huaaa... Ada Apa MemanggilKu?Mengganggu Tidurku Saja"
Huang Li Pun Bertanya Sambil Mengelus-elus Kepalanya "Guru, Apakah Ada Cara Lain Untuk Mempercepat Kultivasi Ku Selama 2 Bulan Ini Agar, Dapat Menerobos Ranah Prajurit?.
Du Li Pun Menjawabnya "Bagi Orang Lain Itu Sangat Mustahil. Tapi Bagi ku, Bisa Saja" Huang Li Pun Berkata Sambil Bersemangat "Benarkah? Ayo Guru Aku Siap Menanggung Resikonya".
Du Li Pun Berkata Sambi Menggelengkan kepalanya "Hadeh.. Minggir.." Du Li Pun Mengeluarkan 3 Benda Bulat Dengan Cahaya Merah Biru Dan Kuning Dari Gelang Yang Di Pakai Huang Li.
Huang Li Pun Bertanya "Apa itu?" Du Li Pun Menjawab "Ini Adalah Pil Binatang Iblis Tingkat 7 Yang Aku Simpan Selama Puluhan ribu tahun".
Huang Li Pun Bertanya "Ini Apa Guru?" Du Li Pun Menjawab "Ini Adalah Formasi Tingkat 3, Yaitu Formasi 3 Elemen" Huang Li Pun Bertanya "Formasi?" Du Li Pun Berkata "Formasi Adalah Kekuatan Yang Di Bentuk Mau Dari Manusia Atau Pun Dari Benda. Formasi Ada 3 Macam Yaitu Formasi Penyerang,Formasi Pelindung Dan Formasi Pendukung/Latihan. Sudahlah Sekarang Kau Makanlah Pil Yang Di Belikan Ayahmu, Lalu Bermeditasi Di Tengah Tengah Formasi 3 Elemen".
Huang Li Pun Mengeluarkan Pil itu Dan Berkata "Tapi Guru, Bukankah Aku Sudah Memakan Pil Penerobos Ranah Tingkat 3? Apakah Boleh Memakannya Lagi?" Du Li Menjawab "Tentu Saja Boleh, Tapi Resikonya Sangat Menyakitkan Kan, Seperti Di Digigit Ribuan Semut, Tapi Efek nya Hanya Sementara".
Huang Li Pun Berkata "Tidak Peduli Seberapa Resikonya, Demi Menjadi Kuat. Aku Merelakan nya" Huang Li Pun Memakan Pil Itu. Dan Langsung Masuk Ke dalam Formasi Itu. Alangkah Terkejutnya Saat Huang Li Memasuki Formasi Itu, Dia Merasakan Tekanan Yang Sangat Kuat Seperti Di injak Puluhan Gajah.
Huang Li Pun Menahannya Sambil Bermeditasi Dengan Mengeluarkan Auranya. Dan Beberapa Saat Kemudian Dia Mulai Merasakan Efek Pil itu. Dia Mulai Kesakitan Di Tambah Tekanan Yang Begitu Kuat.
Namun Dia Tetap Bertahan Dan Terus Bertahan. Lalu Dia Berkata Dengan Suara Yang Sangat Kecil "Meskipun Ini Sangat Menyakitkan, Tapi Demi Menjadi Kuat, Aku Akan Melawannya".
Du Li Pun Tersenyum Dan Dia Pun Kembali Ke Gelang Yang Di Pakai Huang Li. Hari Pun Sudah Mulai Berganti Ganti. Huang Li Pun Sudah Mulai Terbiasa Dengan Tekanan Itu.
...----------------...
2 Bulan Kemudian....
...----------------...
2 Bulan Pun Telah Berlalu, Dengan Siang Hari Yang Cerah Penuh Dengan Kicauan Burung dimana mana.
Huang Li Pun Keluar Dari Kamarnya Dengan Aura Yang Sangat Kuat. Dia Pun Melihat Batu Yang Sangat Besar Di Bawah Pohon Besar, Lalu Dia Ingin Mencoba Teknik Dragon Spear Thrust Nya. Dia Pun Berkata "Batu? Bagus Lah Sudah Lama Aku Tidak Menggunakan Teknik Ini" Dia pun Mengepalkan Tangannya. Dan Berkata Dengan Nada Tinggi "Teknik Dragon Spear Thrust..."
Tinju Dengan Di lilit oleh Naga Itupun Keluar Mengarah Ke Batu Besar Itu Dengan Kecepatan Tinggi. "Duarrrrrrrr" Tinju itupun Mengenai Batu Besar Itu Dengan Ledakan Yang Sangat Besar.
Disisi Lain Tepatnya Di Aula Utama Keluarga Huang. Terlihat Huang Ming Dan Ketiga Tetua Yang Sedang Mengobrol. Mereka Pun Mendengar Ledakan Yang Sangat Keras. Mereka Pun Bergegas Ke Sumber Suara itu.
Huang Li Berkata Sambil Terkejut "Astaga, Ternyata Kekuatan Ku Sangat Kuat. Sampai Sampai Memicu Ledakkan Besar Hehehe"
Huang Ming Pun Sampai Ke Sumber Suara Itu Dan Berkata "Li er, Apakah Kau Mendengar Suara Keras?" Huang Li Pun Bertanya "Suara Keras?" Huang Ming Pun Menjawab "Ya, Suara Keras, Seperti Ledakan, Aku Mendengar Suaranya Berasal Dari Sini" . .
Huang Li Pun Berkata "Ohhh. Maaf Semuanya Aku Mengganggu Kalian. Barusan Aku Sedang Mencoba Teknik Dragon Spear Thrust ku Ke Batu Besar itu".
Huang Ming Dan Ketiga Tetua Pun Melihat Ke Arah Batu Besar Yang Hancur Di Bawah Pohon Besar. Alangkah Terkejutnya Mereka Saat Melihat Batu Itu.
Dan Huang Zhong Pun Berkata Dengan Wajah Penuh Dengan Keterkejutan "Bukankah itu Batu Meteorit?Bahkan Ranah Prajurit Bintang 5 Pun belum Tentu Bisa Menghancurkan. Kenapa Tuan Muda Bisa Hancurkannya Dengan Mudah?".
Huang Jian Pun Juga Berkata "Kayanya Kekuatan Tuan Mudah Ke 2 Telah Meningkat". Huang Ming Pun Berkata Kepada Huang li "Kayanya Kau Telah Menerobos Ranah Prajurit". Para Tetua Pun Terkejut Saat Mendengar Perkataan Huang Ming. Huang Zu Lu, Pun Bertanya "Tuan Muda ke 2, Apakah Yang Dikatakan Patriak Benar?" ...
Huang Li Pun Mengeluarkan Auranya Yang Berwarna Emas itu, Dan Berkata "Ya, Aku Barusan Menerobos Ranah Prajurit Bintang 1". Para Tetua Pun Terkejut.
Huang jian Pun Berkata "Sangat Luar Biasa.Tak Di Sangka Dalam Waktu 2 Bulan.Tuan Muda Telah Menerobos Ranah Prajurit. Sungguh Kecepatan Yang Sangat Mengerikan".
Huang Ming Berbalik Arah Dan Berkata "Ayo Kita Ke Gerbang Keluarga Huang Untuk Menunggu Jemputan Huang Li".Mereka Pun Mengikuti Huang Ming Dan Berjalan Menuju Gerbang Keluar.
Saat Mereka Sampai Ke Gerbang Keluarga Huang. Huang Ming Pun Berkata "Li er, Setelah kau Pergi, Entah Kapan Kita Akan Bertemu Lagi". Saat Huang Li ingin Berbicara.
Terlihat Seseorang Yang Mengendarai Kereta Kuda Menghampiri Mereka Dengan Hiasan Yang Sangat Indah. Kereta Kuda Itupun Berhenti Di Sadapan Mereka.
Pengendara Kuda Itu Berkata Sambil Memberikan Hormat "Maaf Patriak Huang, Aku Telah Membuat Kalian Menunggu.". Huang Pun Berkata " Tidak Apa Apa, Kami Juga Baru Sampai Di Sini"
Dengan Raut Wajah Sedih Huang Ming Pun Berkata Kepada Huang Li "Li er, Kau Pergilah," Huang Li Pun Berkata "Ayah, Tenang Saja Li er Pasti Akan Lulus Ujian Masuk Sekte Surgawi".
Tetua Pertama Pun Berkata Sambil Memegang Cincin Penyimpanan Yang Berisi Batu Roh "Nah, Ambilah Ini Untukmu" Huang Li Pun Mengambilnya Dan Berkata "Terima Kasih Semuanya Aku Pergi Dulu".
Huang Li Pun Berjalan Masuk Menuju Kereta Kuda Itu. Saat Huang Li Sudah Masuk Ke dalam Kereta Kuda Itu. Kereta Pun Jalan.
Di Kejauhan Huang Li Melihat Ayah Dan Para Tetua, Bahkan 2 Penjaga Gerbang Keluarga Huang Yang Sedang Melihatnya.
Saat Kereta Sudah Tak Terlihat, Huang Ming Pun Berkata "Huh, Sekarang Tersisa Kita, Para orang Tua" Huang Jian Pun Berkata "Aku Sangat Ingin Melihat Ke 5 Jenius Keluarga Huang. Menikah" Huang Ming Dan Ketiga Tetua Pun Berjalan Masuk Ke Dalam Rumah/Siheyuan.
2 Jam Pun Telah Berlalu. Kini Huang Li Telah Melihat Sebuah Sekte Yang Sangat Besar Dari Kejauhan. Dia Pun Sangat Tercengang Saat Melihat Sekte Di Atas Gunung Dengan Tangga Yang Sangat Tinggi.
Saat Dia Sampai Ke Tempat Ujian Masuk Sekte Surgawi, Tepatnya Di Bawah Tangga Naik Menuju Sekte Surga, Dengan Banyak Orang Yang Menunggu Di Bawah Tangga Itu Dengan Dijaga 2 Murid Sekte Surgawi.
Huang Ming Pun Turun Untuk Menuju Kesana. Dan Saat Itupun Huang Li Berjalan Menuju Sana Dengan Berkata "Ramai Sekali, Tak Disangka Banyak Orang Yang Sangat Menginginkan Untuk Menjadi Murid Sekte Surgawi"...
Saat Huang Li Sedang Berjalan Menuju Kearah Keramaian Itu. Tiba Tiba Ada Seorang Wanita Yang Memanggil nya Dari Belakang "Hai, Huang Li "
...----------------...
Episode 5 Pun Bersambung..
...----------------...