
"Kau...tidak ingat tempat ini?" Matanya terbelalak dan mulut kecilnya sedikit terbuka Ada sedikit raut wajah kecewa yang terukir di wajah gadis manis tsb
"Ah sudahlah lupakan itu, lagipula rafandra, bukankah kaki mu sakit dan tubuh mu lelah? Beristirahat lah dulu" Ucap wanita itu sambil menghembuskan nafas pelan
"Ah maaf nama saya Adrian bukan rafandra, mungkin anda salah orang"
"Huh?, aku tidak salah orang tuh"
Adrian sedikit memiringkan kepalanya dan mengkerut kan alisnya, ia bingung dengan apa yang dikatakan oleh wanita asing ini, sudah jelas namanya Adrian kenapa malah di panggil rafandra?
Wanita aneh.
"Hei rafa ada apa dengan mu?" Tanya wanita itu tak kalah kebingungan dari Adrian
"Siapa Rafa?, bukankah sudah ku bilang kalau nama ku adrian? Adrian grasella."
"Adrian grasella? Rafandra kau ini kenapa?! Nama mu bukan Adrian grasella tapi rafandra varen!"
Wanita itu pun mendorong Adrian hingga tersungkur dan terbaring di tanah, tubuhnya juga berada di bawah tubuh wanita aneh tsb,
"Ugh!"
Tubuh wanita tersebut sedikit bergetar dan air mata pun turun dari mata bulat indahnya dan turun menetes mengenai wajah adrian
"A... Apa kau juga tidak mengingat diri ku? " Tanya nya dengan suara bergetar dan sedikit serak
"Aku.... Tidak mengenal mu, dan lagipula ini kan pertama kalinya kita bertemu? " Jawab Adrian seadanya, ia benar benar tidak mengenali wanita yang ada di atasnya ini
"AKU KARINA! KARINA LADIANA! AKU.... TUNANGAN MU.... RAFA"
\[𝓪𝓭𝓻𝓲𝓪𝓷\]
ada sebuah perasaan yang mengalir di dalam tubuh adrian, walaupun ia masih tidak paham dengan situasi yang terjadi tetapi ada sebuah perasaan aneh yang menuntun Adrian untuk memeluk gadis manis tersebut, dan entah mengapa, ada perasaan hangat yang menenangkan yang ikut mengalir di dalam hatinya
(sebenarnya ini genre apa sih ಥ_ಥ)
Wanita itu masih menangis kencang di dalam dekapan Adrian
"Padahal waktu itu kamu berjanji untuk tidak akan melupakan ku!, tapi sekarang... Kamu malah mengingkari janji yang kamu buat sendiri" Ucap wanita itu pelan yang masih di sertai dengan tangis nya
Setelah tangis wanita yang diketahui bernama karina ini mereda, adrian pun kembali melanjutkan kalimatnya, di otaknya masih banyak tanda tanya yang ingin ia tanyakan
"Maaf tapi saya masih berusia 14 tahun... Selain itu saya juga tidak memiliki keluarga ataupun kerabat, jadi bagaimana bisa saya punya tunangan? "
Karina mengepalkan tangannya dan menggigit bibir bawahnya keras
"Maaf?"
"Berhentilah mengusiknya Lady karina"
Ucap seseorang dari sebrang kegelapan yang begitu pekat, mereka berdua tertegun dan langsung bangun dari posisinya
"Percuma saja kau melakukan itu, dia tidak akan mengingat apa pun tentang dunia ini... " Ucapnya kembali dengan nada pelan di akhir kalimatnya
"Dan juga dimana sopan santun mu terhadap keluarga kerajaan? "
Kini sosok itu sudah mulai menampakan dirinya dan berdiri tepat di depan mereka, sosoknya begitu cantik dan manis sangat persis seperti boneka, bola mata nya berwarna coklat terang, hidungnya kecil mancung, dan bibirnya yang sedikit tebal ditambah dengan polesan lipstik berwarna merah maroon , sungguh sosok yang indah
Tubuhnya di baluti dengan gaun berwarna hitam gelap dan senada dengan aksesoris yang sedang dikenakannya juga
Ia menatap adrian yang terduduk di tanah, ada kerinduan mendalam yang tersirat di dalam manik matanya, tetapi cepat cepat dirinya membuang pandangan ke arah lain
"M.. Maafkan saya lady Charlotte-... Saya.. Tidak bisa menahannya" Kini isakan kembali terdengar dari dirinya, adrian hanya termenung melihat dua wanita misterius yang ada di hadapannya saat ini, lagipula jika di perhatikan kenapa mereka berdua menggunakan gaun?, oh ayolah mereka tidak sedang meng cosplay kan? Lagian mana ada orang di zaman sekarang menggunakan gaun seperti di abad pertengahan
Adrian pov
_________
Selain gaun, ada yang lebih membuat diri ku heran, kenapa saat mereka bertatapan dengan diriku seakan ada sesuatu yang ingin mereka ungkapkan?
Dan juga, kenapa gaya bicara mereka juga seperti orang orang di abad pertengahan lalu? Tidak mungkin aku tersasar ke abad dimana kaisar memerintah ini kan?, oh iya satu lagi tadi jika tidak salah wanita boneka itu- ah bukan maksudku wanita yang di panggil sebagai lady Charlotte itu mengatakan tentang sopan santun dengan keluarga kerajaan bukan? Apakah itu merujuk pada karina atau... Pada diriku?
Jika itu merujuk pada karina tidak mungkin ia minta maaf kan, atau jangan jangan.... Yang dimaksud dengan anggota keluarga kerajaan itu.... AKU?!
Ya Tuhan apa yang sedang terjadi sekarang ini?! Otakku benar benar tidak dapat memahaminya.
Dan lagi tadi si lady doll itu juga mengatakan tentang dunia ini dan aku tidak dapat mengingat apa pun, sepertinya aku harus menanyakan hal gila ini pada nathan dan sandra nanti! Yah... Setidaknya jika aku berhasil bertemu dengan mereka lagi nanti..
Aku tersadar dari lamunan ku, ternyata sosok yang ku panggil dengan sebutan lady doll itu sedang berjongkok di hadapanku, matanya berkaca kaca, apakah dia akan menangis? Kalau iya jangan sampai hal itu terjadi!, aku sudah cukup dengan suara tangisan hari ini!
Tanpa ku sadari tanganku terangkat dan mengelus rambutnya lembut dan bahkan aku juga tidak sadar kalau aku tersenyum manis di hadapannya sekarang, tetapi tunggu... Rasanya ini sangat familiar bagiku
Dia membalas senyumanku manis, tangan nya menarik tanganku turun membelai pipinya, satu tetes air mata terluncur ke telapak tangan ku
Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus bertanya apa yang terjadi sekarang ini!
Bersambung.....