
MAAF TYPO
AND
___________________________
___________________________
HAPPY READING
"Anak ini manis sekali" Batin sandra sampai tak sadar dengan mukanya yang memerah dan mulutnya yang tersenyum tak kalah manis dari senyum Adrian
Adrian melongo melihat wajah sandra yang memerah, ingin rasanya ia mencubit pipi sandra yang agak tembem itu tapi dia harus ingat dengan sopan santun tak sadar muka Adrian juga ikut memerah, ia membuang pandangannya dari wanita cantik itu dan pandangannya langsung tertuju kepada nathan yang sedari tadi hanya diam melihat dirinya dan sandra, tampak sedikit kecemburuan terukir di wajah nathan bibirnya sedikit mengerucut dan matanya sedikit menyipit, dalam hati Adrian berkata
"Ya Tuhan,, mereka berdua manis sekali,, ingin rasanya aku menggigiti pipi mereka ini"
"Kau... Juga tak kalah manis" Ucap nathan lalu membuang mukanya walaupun begitu Adrian masih bisa melihat muka nathan yang memerah ahahah lucunya
Sandra sadar dari lamuannya dan berdehem sehingga mata keduanya beralih kepada Sandra
"Apa kau tak ingin pulang Adrian? " Tanya Sandra yang baru ingat akan Adrian yang terseret ke alam yang tidak seharusnya dia datangi ini
\[𝓪𝓭𝓻𝓲𝓪𝓷\]
Senyum Adrian mulai memudar mengingat dia harus pulang ke tempatnya yang sudah seperti neraka itu, ia melamun sebentar kemudian tersenyum pahit dan menatap kepada dua orang yang telah menolong hidup nya
Hati Sandra dan nathan berasa tersayat melihat senyuman itu sesungguhnya mereka juga tidak ingin Adrian pergi, tapi mau bagai mana lagi tempatnya bukan disini dan tempat ini juga berbahaya bagi dirinya
"Makasih ya Sandra,,, nathan,,, terimakasih atas semua pertolongan kalian kalau begitu aku pamit pergi jaga diri kalian"
"Itu tidak seberapa, kau juga harus berjanji untuk menjaga dirimu baik baik!! " Ucap keduanya
"Ahahah baiklahh"
"Ah iya adrian kami juga akan membantu mu untuk bertemu dengan keluarga mu kembali, kami janji"
"Ku pegang janji kalian!" Ucap Adrian sambil melambaikan tangannya dan berlari menuju kegelapan,
"Kau sudah tumbuh besar dengan cepat nak" Terukir senyum nan indah tetapi memilukan bagi siapa pun yang melihat, setelah melihat punggung Adrian hilang ditelan kegelapan, mereka pun berbalik kearah yang berlawanan kemudian ikut menghilang juga.
setelah beberapa saat berlari akhirnya Adrian menemukan cahaya yang di maksud nathan tadi ia segera berlari sekencang kencangnya menuju cahaya tsb sampai akhirnya ia kembali ke dunia asalnya
Tak lama segerombolan pria berbaju hitam datang menghampiri Adrian, tubuhnya kembali bergetar, matanya menatap kebawah saat segerombolan pria itu sampai di hadapannya
"Permisi adik manis, apakah anda kenal dengan orang bernama Adrian grasella a? Kami sedang mencari nya, jika kamu tau maka tolong beritahu kami" Ucap salah satu dari mereka suaranya berat dan tegas membuat Adrian semakin ketakutan
"Ada apa ini?! Kenapa mereka mencari ku? Aku kan tidak salah apa apa? "
"Permisi?"
"Ah.. A,, ada apa kalian mencarinya? " Tanya Adrian gugup setengah mati
"Maaf kami tidak dapat memberitahu nya kepada orang asing."
"ADRIAN!!" Sapa asep satu satunya orang yang mau berbicara kepadanya
Asep langsung berlari menuju Adrian
"Lu ngapain si yan dari tadi di cariin pak mamad noh" Katanya
"A.. Ah iya aku akan segera kesana kesana"
"Maaf anda siapa ya?" Tanya salah satu pria tsb
"Dan tadi anda bilang Adrian kan? " Tanya nya lagi
"Ah gue asep junaedi biasa di panggil asep, gue pemulung disini sama kayak adrian, dan ini Adrian namanya" Katanya sambil menepuk bahu Adrian yang gemetaran
"Adrian grasella? " Tanya mereka lagi meyakinkan
"Nah iye itu nama panjang nya, btw ada perlu apa ama Adrian? "
"AKHIRNYA TUAN MUDA TELAH DI TEMUKAN!! " Sorak mereka bahagia
Adrian dan asep langsung kaget mendengar kata 'tuan muda' itu
"P.. Permisi siapa ya? " Tanya Adrian kepada mereka
𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜......