ADRIAN~

ADRIAN~
chapter 5



MAAF TYPO


     AND


______________________________


______________________________


HAPPY READING


Segerombolan makhluk mengerikan melesat menghampiri mobil yang sedang di tumpangi Adrian saat ini, bentuk mereka beragam, ada yang bagian tertentu tubuhnya hilang, ada yang bagian tertentu tubuhnya juga di ganti dengan tubuh hewan, ada yang mukanya berdarah-darah bercampur nanah yang bau nya sangat amat busuk melebihi bau bangkai yang didiamkan di ruangan tertutup selama beberapa hari, dan lain sebagainya.


Ingin rasanya Adrian berteriak sekencang kencangnya, namun suaranya tertahan di tenggorokan dan tidak bisa keluar dari mulutnya, nafasnya memburu keringat dingin mulai bercucuran,


Tangan Adrian menjangkau ke kursi niatnya ingin menghentikan supir yang tengah membawanya, namun saat tangan Adrian hendak menyentuh pengemudi itu, pria itu menatap Adrian duluan, wajahnya tersenyum tetapi tiba tiba berubah menjadi menyeramkan, senyumannya melebar hingga mengoyak sampai kebagian pipi atasnya hingga memperlihatkan gigi gigi taring yang berbalur darah,


(yah...kalau kalian penasaran bentuknya kalian bisa bayangkan sendiri kuchisake onna versi prianya)


Ketakutan semakin melanda adrian, nafasnya makin terasa berat, tangannya berpindah hendak meraih sebastian, namun justru tubuh Adrian terkulai tak sadarkan diri ke pundak Adrian


Namun tiba tiba ada suara lembut membelai telinga nya


"Cepat keluar dari mobil itu! "


Seakan tubuhnya di kendalikan oleh orang lain tanpa keraguan Adrian membuka pintu mobil tsb dan menarik tubuh Sebastian keluar dari situ


Tubuh mereka terpental cukup jauh karna mobil berhantu itu juga melaju dengan kecepatan di atas rata rata, tak lama terdengar bunyi hantaman keras dari jauh, pepohonan yang ada di sekitar tempat terdengar nya suara hantaman itu pun juga ikut terbakar, karna rata rata pepohonan di situ kebetulan juga kering maka api merembes dengan cepatnya, naluri nya berkata untuk segera lari dari tempat tersebut, namun kakinya kini sedang terkilir dan dia juga harus menyeret Sebastian dari situ otaknya berfikir keras, namun suara lembut itu muncul kembali


"RAFANDRA LUPAKAN RASA SAKITNYA DAN LARILAH DARI SITU! "


Entah bagaimana caranya tubuh Adrian seakan terhipnotis dengan kata kata itu, ia melupakan rasa sakit di kakinya dan langsung berdiri lari serta membopong tubuh Sebastian ikut bersamanya, tapi.... Siapa itu rafandra?


Tanpa Adrian sadari saat ia berhenti sejenak ada sepasang tangan yang menariknya dan Sebastian masuk ntah kemana, tapi anehnya tempat itu terlihat tidak asing bagi dirinya.


"Untung lah kau selamat, jika tidak baginda pasti akan menghukum diriku" gumam seorang wanita asing yang terdengar oleh Adrian


"Baginda? Siapa dia?" tanya Adrian dalam hati.


Adrian mengatur nafasnya sejenak,lalu mulai berusaha untuk berinteraksi dengan wanita asing tersebut


"Eum... Permisi nona... "


"Apa dia barusan memanggilku dengan sebutan nona?"


Wanita itu pun sedikit menoleh ke arah Adrian,tatapan matanya sinis dan setajam elang, ada aura dingin yang menusuk ketika bertatapan langsung dengannya, dan entah mengapa aura itu malah lebih terkesan..... Rapuh.


"Ada apa?" Tanya nya dengan nada sedikit ketus


"Kalau boleh tau ini dimana ya? " Tanya Adrian hati hati


"huh?"


𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜......


𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧 𝙞𝙣𝙞 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩


𝙙𝙞𝙗𝙖𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙚𝙝𝙚:)


𝙨𝙚𝙚 𝙮𝙤𝙪..