Absurd Boyfriend with Kianna

Absurd Boyfriend with Kianna
Bab 7



Happy Reading



Semoga bisa menemani hari kalian yah


☺️☺️☺️






🌸🌸🌸🌸🌸



"Kita PA-CA-RAN!!" eja Gior



"Maksudnya, aku sama kakak punya hubungan? Kak Gior pacar Kianna?" tanya Kianna ragu



"Iya, sayang. Giorgio Fernandes sekarang pacar kamu, bukan Lutfi atau Bambang." tekan Gior pada Kianna



"Kia ga lagi mimpi kan?"



Gior menarik kepala Kianna agar mendekat dengannya. Gior mengecup dahi Kianna, gadis itu melotot terkejut.



"Masih mikir ini mimpi?" tanya Gior dan Kianna menggeleng kaku



🌸🌸🌸🌸🌸



Kianna tersentak dari lamunannya saat Andara datang menepuk punggungnya.



"Ya ampun, Kia. Pantesan aja gak nyaut dari tadi dipanggil, ternyata lagi asyik melamun." Andara mengambil tempat duduk disebelah Kianna dan menggeleng sambil memakan chiki yang ia bawa



Kianna tampak bingung. Bukankah tadi ia berada di taman rahasianya dan Kak Gior barusan mengajaknya berpacaran. Tapi kenapa sekarang, Kianna malah berada di perpustakaan.



"Kenapa aku ada disini, An?" tanya Kianna



Andara mengerutkan dahi, "Kamu stress ya? Dari tadi juga kamu tuh disini, Ki. Sibuk ngerjain tugas bahasa Indonesia bikin cerpen. Kok malah nanya kenapa disini. Emangnya kamu maunya dimana?"



Kianna menoleh sekelilingnya, ada beberapa teman kelasnya yang ada disana, mereka semua sibuk menulis, memgerjakan tugas cerpen.



Sedangkan di depannya pun sudah berserakan buku dan alat tulis lainnya. Menandakan jika kejadian tembak menembak yang dilakukan Gior padanya itu cuma khayalan Kianna saja.



Kianna mendesah kecewa, sebagian ruang hatinya remuk redam karena ternyata harapannya cuma harapan semata bukan kenyataan. Lagi pula, Kianna bahkan tak habis pikir jika ia bisa berkhayal sampai sejauh itu. Berimajinasi kalo Gior dan Nada cuma pasangan fake.



"Yah, malah bengong lagi. Ki... Kia, sana kerjain tugasnya. Tinggal 30 menit lagi mau dikumpul," Andara menyenggol lengan Kianna, mengingatkan agar Kia fokus mengerjakan tugasnya.



Kianna menoleh Andara sekilas dan menunduk mengambil pena dan sejenak berpikir apa yang akan ia tulis di lembar kosong dalam bukunya. Seketika moodnya hancur akibat lamunan itu.



"Kamu nulis cerpen apa?" Kianna menjulurkan kepalanya melihat apa yang Andara tulis



"Cerpen tentang perselingkuhan," Kianna mengeryit bingung



"Memang boleh?" tanya Kianna



"Baca ini, Ki. Buatlah cerita pendek dengan tema bebas, sesuai dengan imajinasi kalian. Gitu perintahnya," jelas Andara dengan mengambil kembali bukunya



Kianna nampak berpikir sejenak. Ia harus mengesampingkan kekesalannya atas lamunan bodoh yang ia lakukan sendiri. Ia tetap harus mengerjakan tugas sekolahnya dengan fokus.



Memang pada dasarnya Kianna adalah seorang penulis, jadi membuat cerpen adalah hal yang biasa untuknya. Ia menuangkan rasa kekecewaannya atas khayalannya hari ini ke dalam tulisan. Hanya butuh waktu 20 menit dan cerpen pun sudah selesai ia tulis dengan baik.



Ketua kelas mereka, Abraham, mengambil satu per satu buku tugas teman sekelasnya untuk ia bawa ke ruang guru. Andara menarik tangan Kianna segera keluar dari perpustakaan dan kembali ke kelas untuk menaruh semua alat tulis mereka.



"Kak Ridwan selingkuh," lirih Andara saat mereka berjalan menuju kelas



Kianna segera menoleh dan terkejut. Suara pelan sahabatnya itu masih bisa ia dengar dengan jelas, karena koridor sangat sepi.



"Hah? Kamu becanda kan, An."



Andara menggeleng lemah.



"Udah satu minggu terakhir ini, Kak Ridwan berubah. Chat aku jarang dibales, dia ga pernah juga ngabarin aku lagi. Dia juga kalo ketemu disekolah gini, jarang nyamperin aku. Dan terakhir aku lihat di salah satu updatean, yang kebetulan cewek itu aku follow, dia update foto berdua sama kak Ridwan, di dalem mobil."



"Aku masih berpikir dia sepupunya tapi aku coba tanya sama kak Ridwan sendiri, dia malah marah. Bilang aku posesif, terlalu kepo dan mengekang. Padahal aku cuma nanya aja, Ki. Siapa cewek itu, tapi kenapa respon dia sebegitunya,"



Kianna menarik lengan Andara untuk duduk disalah satu kursi panjang yang ada dikoridor. Andara menunduk sedih, Kianna tidak pernah juga berpikir jika Kak Ridwan akan selingkuh dari Andara. Andara dimata Kianna, cewek yang cantik, baik hati dan ceria meskipun kadang kala suka nyebelin.



Selama ini juga, yang Kianna lihat hubungan Andara dan Ridwan baik-baik dan harmonis, jarang ada perselisihan. Tapi rupanya, itu hanya tampak diluar. Di dalamnya hanya yang menjalaninya yang tau seperti apa aslinya.



"Jadi, kamu maunya gimana?" tanya Kianna



"Aku semalem udah bilang udahan sama dia. Aku gak mau Ki diselingkuhi."



"Jawabannya?"



"Dia gak baca, gak bales bahkan gak angkat telepon dari aku. Dengan caranya begitu, aku sudah anggap dia setuju atas keputusan aku. Jadi sekarang kita sama-sama jomlo." ucap Andara



"Kamu gak sedih?" tanya Kianna saat melihat Andara tersenyum lebar



Andara menggeleng kuat.



"Buat apa aku sedih berlarut. Cowok juga ga cuma Kak Ridwan aja, masih banyak yang lain. Lagian nih, kita juga masih sekolah. Nikmati aja masa muda kita dulu," kalimat santai Andara yang sedikit menampar Kianna yang tidak bisa move on dari Gior



"Yuk, Ki. Lanjut kekelas udah gitu kita ke kantin. Aku laper," kata Andara dan keduanya melanjutkan perjalanan mereka ke kelas



🌸🌸🌸🌸🌸




Mata Kianna menjelajahi satu per satu berita up to date yang dipajang disana. Mulai dari fashion terbaru, profil murid teladan, ramalan bintang, puisi, berita putusnya Andara dan Kak Ridwan ternyata juga masuk dalam artikel dan yang mengejutkan cerpen tugas bahasa indonesia dua hari lalu yang ia kerjakan ikut terpampang disana.



Demi apapun, Kianna bergidik ngeri melihat isi papan mading kali ini. Kakinya mundur kebelakang, keluar dari ramainya orang-orang disana. Namun, tubuhnya tertahan oleh seseorang.



"Cerpen lo bagus. Lo pinter nulis ternyata,"



Nada, kakak kelasnya yang juga kekasih dari cowok impian Kianna, sedang memberinya pujian perihal cerpennya.



"Ah... makasih kak," kata Kianna kikuk



"Lo suka nulis di aplikasi wattpad gak?" tanya Nada



Kianna menggeleng pelan. Ia tidak ingin Nada tahu jika ia menulis disana. Jadi lebih baik, ia berbohong.



"Yah, sayang banget yah. Padahal kalo lo nulis disana, bakal banyak yang suka sama tulisan lo."



Kianna hanya tersenyum kecil.



"Lo mau gak bantu gue buat nulisin cerpen. Gue pengen dibuatin cerpen sama seseorang tentang kisah gue. Gue ga pinter nulis sih. Mau yah, lo mau kan?" Nada mengeluarkan puppy eyes pada Kianna



Wajah Nada semakin menggemaskan dimata Kianna yang seorang cewek, pantas saja kak Gior betah berpacaran dengan Nada.



Mau tak mau, Kianna mengiyakan permintaan Nada yang menurutnya aneh itu.



Nada menggeret lengannya agar duduk disebelahnya di bawah pohon rindang yang menghadap ke lapangan basket.



"Ceritanya tentang Fake Relationship. Jadi, gue ngejalani hubungan palsu dengan seseorang. Niatannya supaya orang yang gue suka itu cemburu dan ngerebut gue dari pacar palsu gue itu. Nah buat endingnya, gue mau jadian sama orang yang gue buat cemburu itu. Lo ngertikan maksudnya," jelas Nada



Kianna menatap Nada dengan intens. Seperti dejavu, lamunan Kianna beberapa hari yang lalu kini seakan jadi kenyataan. Bukankah, ucapan Nada sama hal dengan lamunannya.



Bibir Kianna seolah kelu untuk sekedar bertanya apakah cerita yang ingin ia tuliskan untuk Nada merupakan kisah asli Nada, yang berarti ia dan Gior hanya pasangan kekasih palsu?



"Hei, Kianna. Lo ngerti kan?" suara Nada membuyarkan pikiran Kianna



"Iya kak. Kia paham," jawab Kianna



"Bagus deh. Besok gue kasih lo buku note gitu aja, lo tulis disana. Biar bisa gue baca terus kemana-mana. oke?" kata Nada ceria



Kianna mengangguk tersenyum simpul.



"Makasih Kianna imut-imut," Nada melenggang pergi menjauhi Kianna yang masih duduk sendiri



Kianna menghela nafas panjang. Kenapa kebetulan begitu pas dengan lamunannya kemarin.



Kianna berjalan kembali ke kelasnya, namun di tangga menuju kelasnya, Gior tengah duduk sendirian sambil memandangi ponselnya. Lagi-lagi Kianna teringat lamunan konyolnya. Kakinya terasa berat untuk melangkah melewati kakak kelas idamannya itu. Tapi, tidak ada jalan lain untuk sampai ke kelasnya selain melalui tangga yang tengah diduduki Gior.



Kianna memaksakan langkahnya berjalan lebih dekat pada posisi Gior. Jantungnya berdetak tak beraturan, peluhnya muncul dengan sendiri. Kianna menggigit bibir dalamnya kuat.



Seperti inilah rasanya ketika berdekatan dengan orang yang disukai. Hal yang tak wajar menyerang secara tiba-tiba.



Dua langkah lagi, Kianna berhasil melewati posisi Gior. Tapi, harapan tinggal harapan. Gior mengancungkan ponselnya kehadapan Kianna.



"Tulis instagram kamu disini," ucap Gior yang tiba-tiba berdiri menghalangi jalannya Kianna



"Hah? Instagram?" kata Kianna terkejut



Gior mengangguk, "Iya, instagram. Kamu punya instagram kan? Masa anak jaman now gak punya instagram?"



'Mati aku. Ketahuan kalo udah follow akunnya kak Gior duluan buat stalking!' batin Kianna



Dengan ragu dan gemetaran Kianna menuliskan nama akunnya dikolom search akun instagram Gior. Gior merebut ponselnya dan menelitinya sejenak.



"Kamu udah follow aku yah?" tanya Gior



'Tuh kan! Apes. Ketauan jadinya!' batin Kianna



Mau tak mau Kianna mengangguk lesu.



"Oke! Bagus deh. Eh, btw, ada salam dari Bambang. Katanya dia gak suka lihat rambut kamu digerai terus, kapan dikuncirnya," kata Gior



Kianna memandang Gior bingung sambil memegang rambutnya dengan refleks. Kenapa kak Bambang harus mengatakan hal itu lewat kak Gior. Aneh!



Gior mengacak puncak kepala Kianna sebelum cowok itu masuk ke kelasnya dan meninggalkan Kianna yang mematung ditempat.



🌸🌸🌸🌸🌸





Giorgio Fernandes



🌸🌸🌸🌸🌸





Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, membutuhkan perjuangan keras, pengorbanan serta usaha yang besar. Termasuk berjuang untuk melawan rasa sakit karena cinta sendiri



- Kianna Augustephi -