
Semoga berkesan
πΈπΈπΈπΈπΈ
Lagu yang dinyanyikan Gior untuk Kianna sukses mengocok perut seisi ruangan dan lingkungan. Mereka semua terpukau dan terkaget-kaget jika Gior, kakak kelasnya yang terkenal paling tampan di sekolahan, pemain basket unggulan, salah satu murid XII IPA 1 sekolahnya yang merupakan kelas unggulan bisa bertingkah konyol bin absurd. Sungguh, di luar bayangan para seisi sekolah.
Gior terlihat begitu berniat dan mempersiapkan semuanya dengan matang. Bagaimana tidak, ia bahkan membagikan secara gratis kaos pink ala kampanye untukΒ dipakai orang-orang yang dipilihnya demi kelancaran dan kesuksesan acara penembakannya. Begitu juga dengan bendera yang sengaja ia sablon.
Hal-hal diluar nalar manusia pada umumnya, nyatanya diaplikasikan oleh Gior. Pemilihan lagu yang antimainstream pun tak luput dari hasil pemikiran konyolnya meskipun berkali-kali ditentang oleh teman-teman satu bandnya.
Yah, pada dasarnya Gior menyukai sesuatu yang berbeda dari yang lain untuk sesuatu hal yang sangat spesial ini. Terkhusus untuk Kianna.
Sorak sorai gemuruh di dalam ruang musik ketika Gior selesai menyanyikan lagu yang Ah syudahlah itu. Nada menarik Kianna agar berdiri di tengah-tengah dan dikelilingi oleh para pemakai baju pink yang sungguh alay upay iyuh.
Gior meletakan micnya dan mengambil sesuatu dibalik layar. Gior kembali dengan sebuah benda yang cukup besar dan berdiri dihadapan Kianna dengan senyum sumringah.
"Bagus gak suara gue tadi? Lo suka sama lagunya?" Kianna mengangguk kemudian menggeleng pelan
"Padahal kan gue milih lagu sesuai dengan isi hati gue, Ki," ucap Gior santai sedang Kianna hanya menunduk memandang ujung sepatunya.
Banyak yang berdesas desus dengan suara yang lumayan toa, membandingkan Kianna dan Nada bagai langit dan bumi. Kianna begitu terlihat gugup, cemas, malu dan semua rasa bercampur satu persis es teler.
'Ini kak Gior lagi ikutan variety show atau gimana sih? Kalo iya, pasti ada kamera tersembunyi, hostnya juga pasti lagi diruangan lain. Ya ampun, masa sih seniat itu kak Gior mau nembak Kia? Kan so sweet, ya Allah,' batin Kianna
"Ini buat lo," Gior menyerahkan benda yang sejak tadi ia pegang untuk Kianna yang disambut tepuk tangan gemuruh seisi ruangan
Kianna mendongakkan wajah perlahan dan takut-takut menatap barang apa yang diberikan oleh Gior untuknya.
Sorakan cie cie dan gemuruh huh huh huh silih berganti masuk ke telinga Kianna. Kianna kaget dan sama sekali tidak akan menyangka jika Gior akan memberinya buket buku pada saat penembakan ini. Lagi-lagi, isi otak Gior tidak bisa ditebak oleh Kianna.
Kianna tersenyum simpul dan ingin memekik senang melihat apa yang diberikan Gior. Sesuatu yang benar-benar menjadi kesenangannya.
"Ki, lo tau gak? Kalo nembak lo kayak gini tuh sama kayak diare," ucap Gior membuat semua yang mendengat tertawa terbahak sedangkan Kianna melongo memandang Gior
"Gila lo, Gi! Masa iya disamain sama diare," teriak Paiman dari arah pintu masuk menghalau serbuan fans Gior yang ingin menonton adegan tembak menembak hari ini
"Ya suka-suka gue lah. Emang kayak diare kok, susah ditahan," kata Gior dan tepuk tangan bergemuruh lagi
'Ini mau nembak aku atau lagi acara stand up sih?' batin Kianna lagi
"Kata orang kesempatan itu gak datang berkali-kali, tapi kalo elo selalu datang berkali-kali dalam pikiran gue, Ki," gombal Gior membuat Kianna menggigit bibir dalamnya kuat
"Beribu-ribu ular disawah hanya satu yang berbisa. Beribu-ribu cewek di sekolah, hanya kianna yang aku suka," Kianna merona merah
"Ki, lo sadar gak sih lo kayak antrian tiket? Kalo gue gak sabar gak akan bisa dapetin lo," lanjut Gior
"Suara lo tu kayak bel sekolah ini Ki, bikin seneng hati gue,"
"Jadi, lo mau gak jadi pacar Giorgio Fernandes yang gantengnya diatas rata-rata ini? Kalo lo nolak gue, kebangetan Ki, cowok ganteng macem gue ini langka perlu lo peliharan dan jaga sebaik-baiknya. Kalo lo nerima gue, ya otomatis lo akan bahagia dunia, akhiratnya nanti aja tunggu kita mati barengan," Gior menanyakan kesediaan Kianna jadi pacarnya
"Terima...terima...terimaaaaa...terimaaaa...terimaaa," dukungan serta tepuk tangan dari semua yang hadir disana membuat Kianna gugup
Kianna mencubit punggung tangannya sendiri sambil menunduk menatap buket buku ditangannya.
'Ini gak mimpi atau lamunan lagi kan? Gak prank juga? Ah, Kianna mau jawab apa ini, ya Allah,' Kianna berucap pada dirinya sendiri
"Ki, lo ga pingsan sambil berdiri dan melek kan?" tanya Gior
Kianna menggeleng pelan.
"Ya terus jawaban lo apa? Jangan biarin gue jomlo kesepian ga laku kalah sama si Yono sama Paijo. Gue gak rela, Ki," ucap Gior
Para pendukung kampanye pernyataan cinta Gior ke Kianna semakin menggaungkan suaranya lebih keras. Kianna kalut, jika menerima Gior maka hatinya bahagia tapi fans Gior akan menggila. Jika menolak Gior sama saja dia sudah gila dan membuat bahagia fans Gior.
"Ya Tuhan, Ki. Lo ga bisu mendadakkan?" bisik Gior
Gior mengambil mic yang sedang dipegang oleh Doyok, Vokalis bandnya yang juga masih adik kelas Gior sama seperti Kia.
"Kianna, lo mau gak jadi pacar gue?" teriak Gior memakai mic
"Ki, buruan jawab kek. Lemot banget sih!" desis Nada yang berada tak jauh dari Kianna
Kianna melirik Nada sedikit kesal karena dikatakan lemot. Kianna akan membuka mulutnya namun ternyata ada iklan lewat.
"Ada apa ini rame-rame disini? Ini kalian pake kaos apaan coba? Dapet dari mana?" tiba-tiba guru olahraga yang juga pelatih sepakbola sekolah mereka menyelinap masuk ke dalam ruang musik.
Paiman di depan pintu hanya mengatupkan kedua telapak tangannya ke arah Gior.
"Lagi mau nembak cewek pak. Itu kaos laskar cinta Gior Kianna Forever. Bapak mau juga kaos itu?" tanya Gior santai
Pak Heru menoleh kearah Gior dan mengangguk cepat.
"Ya maulah kalo dikasih gratis," jawab pak Heru
"Tapi gak ada deh kayaknya yang ukurannya buat bapak. Besok aja ya pak saya kasih bapak edisi spesial kaosnya," ucap Gior
"Beneran yah kamu, Gi. Saya tagih terus pokoknya," kata pak Heru menunjuk Gior
"Iya pak, tenang aja saya kasih selusin asal Kianna mau nerima saya pak," kata Gior dan Kianna melotot kaget mendengarnya
"Loh belom dijawab kamu?" tanya Pak Heru
"Gimana mau jawab, pas mau ngomong eh bapak masuk, ya ketunda deh jawabannya," kata Gior pura-pura kecewa
Kianna tak habis pikir, bagaimana mungkin Gior begitu terlihat santai dan akrab pada guru olahraganya itu yang terkenal cukup galak meskipun masih bujang ting ting.
"Oh, ya maaf. Saya gak tahu. Kalo begitu, Kianna kamu harus nerima Gior yah. Saya mau kaos macem anak-anak itu soalnya," Kianna mengangguk pelan mendengar petuah dari gurunya yang tiba-tiba pergi dari sana. Persis jelangkung, datang tak dijemput pulang tak diantar.
"Gregetan gue lama banget ini jawaban Kianna," bisik Santi
"Asli! Udah gatel nih tangan gue mau posting ke IG," balas Nada
"Lo kudu dikasih bunga dulu yah baru jawab pertanyaan gue tadi. Ya--- ampuuuuun Ki. Kalo gue ngasih lo bunga, berasa lo itu kuburan tau gak, ogah ah! serem..." kata Gior
Nada berjalan mendekati Kianna dan menyodorkan kepala mic kedekat bibir Kianna.
"Jadi jawaban lo apa, Ki?" tanya Nada dengan todongan mic di depan bibirnya
Kianna melirik ragu pada Nada yang sudah menanti jawabannya.
"I--iya, Kak!" jawab Kianna akhirnya
Gior melompat dan bersujud serta mengadakan telapak tangannya.
"Ya Allah, terima kasih atas nikmatmu hari ini. Akhirnya Giorgio Fernandes yang gantengnya diatas rata-rata ini resmi jadi pacarnya si kutu buku muka datar Kianna Augustephie," ucap Gior
Kianna yang mendengarnya tersenyum simpul malu-malu.
Andara menyenggol lengan Kianna.
"Ciye, officially nih jadi pacarnya Gior ganteng diatas rata-rata. Jangan lupa PJnya Ki," goda Andara
"Makasih ya sudah mau jadi pacar gue," kata Gior
"Cinta gue ke elo itu mirip utang di rentenir. Awalnya dikit, kecil eh didiemin tau-tau tambah gede," lanjut Gior
Kianna tersenyum malu-malu dan berdiri salah tingkah.
'Kalo diginiin mulu bisa lemah jantung, dedek, kak!' batin Kianna
πΈπΈπΈπΈπΈ
Gak ngeFeel yah?
nulisnya maraton pindah sana sini sama cerita yang lain
πππ
Tapi tetep jangan tinggalin Gior,
karena Gior bisa aja hadir tiba-tiba macem pak Heru
ππ»ππ»ππ»