
Setelah kejadian itu, Zahra tak kunjung sadarkan diri, orang tuanya dan juga sahabatnya begitu terpukul melihat orang terkasih mereka mengalami ini semua..
Seminggu sudah Zahra tak sadarkan diri, Ayahnya mulai cemas dan pergi untuk bertanya pada Dokter perihal perkembangan keadaan Zahra.
*** RUANGAN DOKTER ***
Tok tok tok....
Iya Siapa??? Silahkan masuk ( kata Dokter dari dalam ruangannya ).
Dok.. Saya ingin bertanya knapa anak saya masih belum sadarkan diri??? ( Tanya Auah ).
Pak.. Kami mohon maaf, kemungkinan besar anak Bapak mengalami koma dikarekan kejadian yang menimpanya mungkin juga mengganggu kesehatan mentalnya dan kita tidak bisa memastikan kapan ia akan sadar.. ( Jawab Dokter dengan ekspresi prihatin ).
Ya Allah.... Jadi apa yang harus kami lakukan agar anak kami bisa segera sadar Dokter ? Katakan kami harus berbuat apa ? ( Tanya Ayah kembali dengan keputus asahannya ).
Terus beri dia komunikasi dan beri dia dukungan serta doa kepada yang Maha Kuasa..
Dia memang tidak sadarkan diri tetapi dia bisa mendengar apa saja yang kita sampaikan padanya, mentalnya belum cukup kuat untuk bangun dari koma.. ( Jawab Dokter ).
Baik Dok kami akan ingat baik baik pesan Dokter, kalau begitu saya permisi dulu. ( Jawab Ayah sembari berdiri dan keluar dari ruangan Dokter )..
Dalam hati Dokter berkata " Semoga saja masih ada harapan untuk anak itu hidup ".
Hari demi hari berlalu, kini 3 bulan sudah Zahra tak masuk sekolah dan 3 bulan sudah Zahra belum sadar dari koma.. Tetapi ada suatu hal yang sangat mengejutkan semua orang yaitu bebasnya Desta karna Pengacara yang dibayar keluarganya juga uang kompensasi yang dibayar keluarga Desta sehingga ia bisa bebas dari penjara. Mendengar hal itu Alina begitu kesal dan marah lalu mendatangi kedua orang tua Zahra dan ingin menyuruh mereka agar tetap menuntut ke adilan yang se adil adilnya..
*** Diruang Tunggu Rumah Sakit ***
Dengan tergesa gesa Alina menyusuri lobi rumah sakit karna kesal dan marah mendengar kabar itu dan kemudian menemui orang tua Zahra..
Om... om harus tetap menuntut agar Desta tidak bisa dibebaskan ( kata Alina dengan nada suara tinggi dan mata merah karna marah dan kesal ).
Sabar dulu nak, coba duduk dulu dan bicara pelan - pelan.( Jawab Ayah dengan lembut ).
Nggak bisa Om, Alin nggak bisa sabar dan diam dengan smua keputusan pengadilan yang membebaskan Desta begitu saja, Alin kesal Om dia sudah bisa bebas sedangkan Zahra sampai sekarang pun belum sadarkan diri... Apa menurut Om itu adil ??? disini anak Om yang dijahati maka Om harus bertindak tegas supaya dia mendapatkan ganjaran yang setimpal..
( Jawab Alina dengan amarah yang memuncak muncak dan mata yang merah karna menahan tangis ).
Biarlah nak, Om bisa apa... Om ini hanya punya keluarga yang sederhana sedangkan mereka... mereka punya segalanya, punya banyak uang..
Apa yang Om andalkan untuk melawan mereka??? Tidak ada yang bisa Om lakukan selain menyerahkan semuanya kepada Allah SWT, kamu sendiri kan tahu kalau hukum dinegri kita ini yang kaya semakin kaya yang sengsara semakin sengsara.. ( Jawab Ayah dengan keputus asahan dan mata yang meneteskan air mata karena begitu sakit hati dengan semua yang terjadi pada anaknya ).
Tapi kan Om.. ( Kata Alina yang tertahan karna melihat Ayahnya Zahra menangis pasrah )..
Ya sudah kalau memang itu keputusan Om, Alin hanya bisa mendoakan agar semua ini berlalu dengan cepat, agar sahabat Alin yang tercinta bisa berkumpul bersama kita lagi, bisa kembali menjadi Zahra yang dulu yang penuh dengan kasih sayang, kesabaran dan kelenbutan hati dan juga penuh dengan keceriaan.. ( Lanjut Alina dengan nada pasrah dan mencoba memberi semangat pada Ayah Zahra ).
Aamiin Nak mudah - mudahan semua bisa kembali seperti dulu lagi. ( Jawab Ayah Zahra Dengan muka tersenyum kecil ).
Setelah Ayah dan Alina selesai berbincang dan Ibu Alina datang dari rumah membawakan makanan untuk mereka, lalu Dokter datang dengan muka ceria dan air mata kebahagiaan menyampaikan kabar kepada mereka bahwa Zahra sudah sadarkan diri..
Pak Bu... anak kalian sudah sadar dari koma nya, mari kita temui ia didalam ( kata Dokter sambil membuka pintu ruangan ICU ).
Alhamdulillah Ya Allah...
( Kata mereka bertiga bersama )..
*** Dalam Ruang ICU ***
Zahra... Zahra.. coba katakan ini berapa??? ( Tanya dokter sambil memperlihatkan dua jari kepada Zahra )..
Pergiiiiii.. Tolong jangan bunuh saya, saya mohon jangannnnnn... ( Teriak Zahra ketakutan dan menangis dengan kuat )..
Zahra.. Zahra ini dokter, tenang yah tenaaang..
( Kata dokter sambil menyuntikkan obat penenang ke lengan Zahra )..
Dok apa yang terjadi pada anak saya dok??? kenapa ia sperti itu padahal dia sudah sadarkan diri.( Tanya Ayah cemas ).
Maaf Pak mungkin anak Bapak mengalami trauma psikis yang berat makanya dia bertingkah sperti itu, dia memang sudah sadarkan diri tapi dia belum sepenuhnya pulih dan sembuh total.. ( Jawab Dokter dengan penjelasan ).
Ya Allah cobaan apa lagi yang KAU timpahkan pada anak kami Ya Allah.. ( Kata Ibu sembari memeluk anaknya dan menangis denga sedih begitu sedih sehingga air matanya begitu deras ).
Om.. Tante , yang kuat yah.. Alin nggak tahu harus berbuat apa, Alin cuma bisa bantu lewat doa untuk Zahra sahabat tersayang Alin. ( kata Alina sembari ikut memeluk Zahra dari sisi yang lain ).
Kemudian Zahra sadar kembali tapi ia sudah tidak berteriak teriak lagi, dia hanya diam dan terus mengalirkan air matanya tanpa berkata apa - apa, bagaikan mayat hidup tidak ada lagi keceriaan yang ada hanya wajat pucat pasi dan mata yang terus mengalirkan air mata, tidak ada semangat hidup yang tampak dimatanya lagi..
Lalu Ayahnya mendekatinya untuk memeluknya, dengan cepat Zahra berkata..
Tolongggg menjauh dariku, tolong jangan siksa aku lagi toloonngggg.. ( Pinta Zahra dengan suara yang sudah parau dan dengan deraian air mata 😭😭😭😭 ).
Ini Ayah nak, ini Ayah Zahra.. Coba lihat ini Ayah yang slalu menyayangimu nak. ( kata Ayah dengan suara terbata bata karna menahan tangis dan berusaha untuk memeluk anaknya ).
Tidaaakkkkkkkk.. Tolong jangan dekati aku lagi Desta, jangannnnnn ku mohonnnn ampuni akuuuuuuu.. huuuuuhuuuuhuuuuuuuuuu ( Kata Zahra dengan tangis yang kuat ).
Nak ini Ibu nak, Coba lihat ini Ibunya Zahra kan???
( Kata Ibu berusaha memeluk Zahra ).
Ibuuuuuuuuu, Ibuuuuu tolong Zahra usir lelaki itu dari sini, dia mau memperkosa Zahraaa.. dia mau membunuh Zahra Buuuuuuu..
huuuuhuuuhuuuuhuuhuuuuuuuuuuu 😭😭😭😭😭😭😭 ( Kata Zahra pada Ibunya sambil menunjuk Ayahnya yang ia kira Desta ).
Dengan sekuat tenaga Ibunya Dan Alina memeluknya agar ia bisa tenang, dan Ayahnya keluar dari ruangan dengan hati yang hancur melihat putrinya yang sangat dicintainya menjadi seperti itu dan bahkan tak mengenalinya lagi.
Di luar ruangan Ayah lalu pergi ke musolah untuk sekedar shokat dan berdoa agar semua ini cepat berlalu.
Sementara didalam ruangan Zahra masih menangis dan berbicara.
Buuuuuuu, Zahra kotor Bu, Zahra menjijikkan, Zahra mau mati saja Bu..
( Kata Zahra menangis dan mencoba mengiris tangannya dengan pisau buah yang ada didekatnya ).
Dengan cepat Alina merampas pisau itu dan memarahi Zahra.
Kamu bodoh yah Ra, kamu emangnya nggak sayang kita lagi???
kalau kamu mau mati biar aku ajah yang mati duluan. ( Bentak Alina dan mengancam Zahra ).
Alin... Alin maafin aku, aku kotor Lin, aku nggak sanggup buat hidup dengan badan yang sudah kotor ini Lin, tolong aku Lin aku malu,aku takut semua orang jijij denganku, semua orang akan menertawakanku, mencemooh ku Lin.
( Kata Zahra dengan wajah yang basah dengan air mata ).
Memangnya kamu tahu Desta udah menodahi kamu atau belum?? Hah ????
( Bentak Alina lagi ).
Asal Kamu tahu yah dia nggak nyentuh kamu sama skali sayang karna dia keburu takut ketika perut kamu robek akibat belatinya.
( Lanjut Alina lagi sambil memeluk erat sahabatnya itu ).
Iya nak , Semua akan baik baik saja sayang, kamu nggak kotor kok sayang, kamu masih Zahra kita yang polos dan suci sayang.
( Kata Ibunya sambil memeluknya dan membelai sayang rambut anaknya itu ).
Dan mereka bertiga saling berpelukan dan menagis..😭😭😭😭😭😭😭.
Ke esokan harinya Zahra dibolehkan pulang karna permintaan kedua orang tuanya yang ingin merawatnya dirumah saja..
Nak ayo kita pulang.. ( kata Ayah hendak memegang tangan anaknya ).
Zahra yang trauma msih blum mngenali Ayahnya dikarenakan Ayahnya seorang lelaki, dia begitu takut sehingga semua lelaki sama dalam pandangannya termaksut Ayahnya sendiri.
Yah... Biar Ibu ajah yang tuntun Zahra ke mobil yah ??? dia masih blum mngenali Ayah.
( Kata Ibu sambil memegang tangan anaknya dan menuntunnya kedalam mobil ).
Selamat membaca yah Reader's...
😊😊😊😊😊.
Jangan lupa tekan ❤ nya Yahhhh!!!
maaf kalau ceritanya kurang menarik dan banyak Typo...