
Setelah tiba dirumah sakit dokter dengan cepat mengambil tindakan dan meminta persetujuan kepada Ayah Zahra untuk menanda tangani surat keputusan oprasi, karena melihat keadaan anaknya yang sudah sangat lemah Ayahnya tak berhenti menitihkan air mata saat menanda tangani surat keputusan itu.
Dalam hati ia berdoa " Ya Allah hamba mohon selamatkan anak hamba, jika ini semua bisa ditukar biarkan hamba yang merasakan ini semua Ya Allah" ( sambil tak henti hentinya ayah meneteskan air matanya karna takut akan kehilangan anak tersayangnya itu ).
Lalu dengan tenaga yang tersisah ia menelfon istrinya untuk memberi tahukan apa yang terjadi pada anak mereka.
Ayah : ( Menghirup nafas dalam - dalam dan berusaha agar lebih tenang ) Halo Assalamualaikum Bu.
Ibu : Wa'alaikumsalam Yah, Ayah dimana kok Ibu pulang dari pengajian Ayah nggak ada dirumah ? Tumben Ayah pergi nggak pamit sama Ibu.
Ayah : Bu, Ibu nggak lagi berdiri kan ? kalau Ibu lagi berdiri Ibu sebaiknya duduk dulu.
Ibu : Ada apa Yah ? kok bicaranya agak aneh gitu, Ibu lagi duduk kok didepan TV, coba bilang ke Ibu !.
Ayah : Bu Ibu kesini yah, Ayah lagi ada dirumah sakit Tadika ( Dengan suara menahan tangis ).
Ibu : Apa??? Rumah sakit.... Ayah kenapa bisa dirumah sakit, Ayah kenapa???? (Bertanya sambil syok dan menangis ).
Ayah : Ibu cepetan kesini yah nanti Ayah jelaskan kenapa ( Dengan ekspresi frustasi dan mata yang merah karna dari tadi menahan tangis ).
Setelah mendapa telfon dari Ayah, Ibunya Zahra dengan cepat mengunci pintu dan mencari angkot untuk mengantarkannya kerumah sakit dimana Ayah berada. Setibanya dirumah sakit Tadika kemudian Ibu membayar angkot dan segera berlari panik kedalam runah sakit dan mendapati Ayah yang sedang duduk didepan ruang oprasi, lalu Ibu menghampiri suaminya dan bertanya..
Yah siapa yang sakit ? Ibu fikir terjadi sesuatu dengan Ayah. (tanya ibu dengan ekspresi khawatir ).
Bu, Ibu duduk dulu biar Ayah jelaskan ( jawab Ayah sambil mendudukkan Ibu disampingnya ).
Begini Bu yang didalam ruang oprasi itu.... ( Ayah menahan ucapannya dan menarik nafas dalam - dalam ) Zahra anak kita Bu.
Ibu yang msih syok dan khawatir karena mendapa telfon dari Ayah seketika langsung menangis dengan kuat dan berkata.
Yah, Ayah nggak bohong kan ? Yah jawab Ibu, yang didalam bukan Zahra kan ?
Ayah hanya terdiam dan meneteskan air matanya, lalu Alina datang menghampiri Ibunya Zahra.
Tante maafin Alin, maafin Alin yang nggak bisa jaga Zahra ( kata Alina sambil memeluk ibunya Zahra dan menangis ðŸ˜ðŸ˜ ).
Nggak kalian bohong kan ? Alin udah nak jangan bohongin tante, yang didalam bukan Zahra kan sayang ? ( Tanya Ibu Zahra yang tidak terima dan berusaha menahan tangis ).
lalu dokter keluar dari ruang oprasi...
Siapa keluarga dari pasien ?
Saya pak , Saya Ayahnya ( Jawab Ayah Zahra dan langsung berdiri ).
Begini pak anak bapak sudah melewati masa kritisnya , tapi kemungkinan ia bisa sadar itu tergantung kuasanya Allah.
Ibunya Zahra yang mengetahui bahwa yang sedang kritis didalam ruang oprasi adalah anak tercintanya Zahra tiba - tiba berteriak histeris..
Tidaakkk, tidak mungkin yang didalam itu Zahra ( kata Ibunya Zahra dan langsung jatuh pingsan ).
Alina, Ayah dan juga Dokter segera mengangkat Ibunya Zahra dan dibaringkan ke salah satu ruang perawatan.
Ayah dan Juga Alina panik karna Ibu Zahra tak kunjung sadarkan diri.
Bu, Bu bangun Bu kasian anak kita kalau ibu seperti ini, Ibu harus kuat demi Zahra Bu, Ibu harus tabah, Ibu harus semangati anak kita Bu agar dia melewati masa masa ini. ( Kata ayah sambil menepuk nepuk pipi Ibu ).
Ibu kemudian sadar lalu memeluk suaminya dan menangis tersedu sedu.
Yah apa yang terjadi sama Zahra, knapa Zahra bisa seperti ini Yah ??? kenapa ?? coba jelaskan sama Ibu. ( Kata ibu sambil menangis memeluk Ayah ).
Ayah mulai membuka suara dan mulai menjelaskan kepada Ibu tentang apa yang terjadi kepada anak mereka.
Bu anak kita bisa seperti ini, semua karna ulah Desta dia mencoba memperkosa anak kita tidak hanya itu, Desta juga mencoba melenyapkan nyawa anak kita Bu.. ( kata ayah sambil menangis dan memeluk Ibu dengan hati yang hancur karna mengetahui kejadian ini dari Alina ).
Ya Allah !!!! kenapa Desta tega melakukan ini sama Zahra Yah ?? setahu Ibu Desta bukan anak yang seperti ini Yah, apa salah Zahra pada Desta sampai Ia tega melakukan ini pada Zahra....
Bu, aku akan buat perhitungan sama Desta teganya ia melakukan ini kepada sahabatnya sedari kecil, aku ke kantor polisi dulu yah Bu, Yah ?? Aku ingin melaporkan kejadian ini agar Desta ditangkap dan Di adili karna sudah mencoba melakukan pencobaan pemerkosaan dan pembunuhan. ( Kata Alina pada Ayah dan Ibu Zahra lalu pergi ).
Sementara itu dokter datang dan memberi tahukan bawha Zahra akan dipindahkan ke ruang ICU.
Tuan dan Nyonya mari ikut saya, kita akan memindahkan anak kalian ke ruang ICU.
Baik Dok... ( Kata ayah dan ibu Zahra serempak ).
*** Kantor Polisi ***
Sementara itu Alina sudah tiba dikantor polisi dan siap membuat laporan penangkapan.
Alina : Selamat Malam Pak...
Polisi : Selamat malam dek, ada yang bisa kami bantu ??
Begini Pak, saya mau melaporkan kejadian tindak kejahatan kepada sahabat saya yang terjadi sekitar pukul 21.00 tadi pak ( Kata Alina sambil duduk dikursi dihadapan pak polisi ).
Coba jelaskan perkara kejadian tersebut dek agar kami bisa segera menangkap pelaku kejahatan itu. ( Jawab pak polisi ).
Pak ini teman saya ( sambil menunjukkan foto tubuh Zahra yang bersimbah darah ), teman saya bisa seperti ini karna ada yang mencoba untuk memperkosa bahkan membunuhnya dan saya tahu pelakunya pak dia sahabat kami sendiri,namanya Desta,dia melakukan ini sewaktu kami baru saja pulang dari salah satu acara pernikahan teman kami, kita harus segera menangkapnya sebelum ia melarikan diri pak!!!!
( kata alina denga raut wajah panik dan marah ).
Oke kita akan segera menangkap pelaku kejahatan ini, mari tunjukkan dimana alamat rumah pelaku ?? ( Tanya pak polisi sambil berjalan bersama polisi lainnya dan juga Alina menuju mobil ).
Ayo pak saya tunjukkan dimana rumah pelakunya.. ( kata alina dan masuk kedalam mobil mengitu pak polisi ).
Tidak berselang lama Alina dan Para Polisi tiba dirumah Desta, Desta yang ketakutan mendengar sirene mobil polisi mencoba bersenbunyi didalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
Kemudian Orang Tua Desta keluar karna mendengar mobil Polisi didepan rumah mereka.
Ayah Desta : Pak ada apa ini malam - malam datang kemari ?? ada masalah apa ??
Polisi : Kami kemari untuk menangkap pelaku kehatan tindakan pencobaan pemerkosaan dan pembunuhan atas nama Desta anak Bapak.
Iya Om kami kemari ingin menangkap Desta karna sudah tega mencoba memperkosa dan juga membunuh Zahra. ( kata Alina dengan mata merah karna marah dan menahan tangis )
Tidak mungkin anak saya melakukan itu pak, anak saya anak baik - baik.. ( kata ibu Desta marah ).
Kami harus membawa Desta untuk di adili tolong panggilkan anak kalian agar ikut kami ke kantor polisi, selanjutnya kita putuskan dikantor polisi apakah anak kalian bersalah atau tidak ( kata pak polisi geram ).
Lalu orang tua Desta masuk kedalam rumah untuk memanggil Desta namun Desta tidak mau membuka pintu kamarnya karna ketakutan.
Dengan terpaksa polisi menerobos masuk kedalam rumah Desta dan mendobrak pintu kamar Desta dan segera menangkap Desta.
Pak maafkan kami karna ini sudab tugas kami menangkap pelaku kejahatan.. ( kata pak polisi sambil menarik Desta masuk ke dalam mobil ).
Tolong pak, tolong maaf kan saya pak saya tidak ada niat untuk membunuhnya.
Pakkkk Tolong Pakkk....
( Sambil berlutut dan memohon pada pak polisi ).
Mereka semua masuk ke mobil dan menuju ke kantor polisi untuk menindak lanjuti kasus yang menjerat Desta.
Sesampainya dikantor polisi Desta di introgasi perihal kasus yang menjeratnya....
Desta apa penyebab kamu melakukan tindakan kejahatan itu ??? ( Tanya pak polisi dengan tegas ).
Pak saya khilaf pak, saya mmang berniat menyetubuhinya tapi tidak berniat untuk membunuhnya.. ( jawab Desta sambil memohon kepada polisi ).
Cukup penjelasannya, pak masukkan ia ke dalam sel karna ia terbukti melakukan tindakan kejahatan.. ( kata pak polisi sambil memanggil polisi lainnya untuk memasukkan Desta ke dalam sel )...