A Painful Past

A Painful Past
1. Malam Kelam



Namaku zahra Hayatkan, aku berasal dari keluarga sederhana,aku anak satu satunya dari keluarga Hayatkan, Ayah saya orang Pakistan "Dhuha Hayatkan" dan Ibu orang Indonesia bersuku Bugis "Bunayya Amirullah".


Aku bersekolah di Madrasah Aliyah.


Kisah ini berawal dari kejadian malam itu, malam dimana aku mendapatkan sebuah tragedi besar dalam hidupku yang membuatku hancur bahkan mengalami trauma berat.


Siang itu di sekolah,


Alina : Zahra kamu ingat mba ana kan??


Zahra : Hmm,mba ana yang kakak kelas kita itu kan??


Alina : Iya,kamu tahu nggak mba ana besok mau nikah loh! Trus kita di undang ke acaranya mba ana, nih undangannya ( Sambil nyodorin undangan).


Zahra : Hmm, nanti aku minta izin ke ayah dulu yah ? Soalnya takutnya nggak dikasih sama ayah.


Alina : Oke bebes nanti kabarin yah di Wa kalau kamu jadi pergi.


Setelah sampai dirumah.


Zahra : Assalamualaikum.


Ayah & Ibu : Wa'alaikumsalam.


Ayah : Kamu udah pulang nak?


Zahra : Iya Yah ini baru ajah sampe.


Ibu : Cepetan ganti baju nak! Ibu udah masakin makanan kesukaan kamu.


Zahra : Iya bu, Zahra ke kamar dulu yah.


Setelah selesai makan Zahra menghampiri ayah yang sedang asik menonton TV.


Zahra : Yah Zahra mau pamit sama ayah, zahra mau ke acara nikahan temen zahra boleh yah?


Ayah : Perginya sama siapa & jam brapa nak?


Zahra : Perginya besok sama Desta & Alina, dari pagi yah.


Ayah : Pulangnya jam berapa nak?


Zahra : Agak maleman yah, nggak apa kan?


Ayah : Iya boleh nak tapi hati - hati yah nak, soalnya sekarang banyak tindakan kejahatan diluar sana!


Zahra : Iya yah Zahra bakalan hati - hati kok.


Karena sudah mendapat izin dari ayahnya Zahra lalu mengirim pesan Di Wa kepada Alina.


Zahra : Alin ayah aku udah ngizinin aku buat ke acara besok,besok aku boncengannya sama kamu yah?


Alina : Yah gimana dong aku besok boncengan sama pacarku.


Zahra : Trus aku boncengan ama siapa dong?


Zahra : Yah masa ama Desta sih, kan kamu tahu kalau Desta kan ada rasa ama aku sedangkan aku nggak ada rasa apa- apa sama dia,kan nggak enak ajah kalau harus boncengan ama dia.


Alina : Hmm,kali ini aja boncengan ama Desta, yah ? Mau yah????


Plisssss Bebsss.


Zahra : Iya deh iya, tapi sekali itu aja yah ?? Nggak dua kali atau lain kali.


Alina : Oke bebs nggak kok cuma sekali itu ajah kok, makasih beb sayanggggggg.


😘😘😘😘


Tiba sudah hari itu mereka berangkat dari rumah Alina yang nggak jauh dari rumah Zahra.


Setibanya diacara semua berjalan lancar tapi setelah acara selesai pada jam 9 malam semua tamu sudah mulai pulang,mereka juga pulang tetapi ditengah perjalanan Alina mampir sebentar dirumah pacarnya, Zahra yang takut pulang kemalaman minta untuk meneruskan perjalanan pulang, setelah berlalu dari rumah pacar Alina Desta menghentikan motornya dengan alasan ingin buang air kecil, setelah selesai buang air kecil Desta menghampiri Zahra yang masih duduk di atas motornya, disitu Desta tidak langsung menyalakan motornya tetapi dia memegang tangan Zahra, Zahra yang kaget dengan perlakuan Desta dengan spontan menarik tangannya dan Desta berkata.


Desta : Ra aku tuh udah lama suka sama kamu, udah dari kita tsanawiyah sampai sekarang aku tuh tetap suka sama kamu, kamu emangnya nggak bisa buka hati kamu buat aku apa Ra?


Zahra : Ta jangan kaya gini, ini tuh dosa Ta, aku bukannya nggak suka sama kamu tapi aku emang nggam mau pacaran Ta, aku takut sama Allah Ta, aku takut kedua orang tuaku masuk neraka karna kelakuan anaknya yang terus terusan berbuat dosa dengan dalih hubungan pacaran.


Aku mohon sama kamu Ta,aku mohon kamu ngertiin aku yah???


Desta : nggak Ra aku nggak mau kalau kamu nolak perasaanku lagi, aku tuh cemburu Ra kamu dekat dengan Rio ataupun Beno.


Zahra : Astagfirullah Destaaaa kamu juga tahu kalau aku Rio sama Beno itu tuh cuma teman Ta, kaya aku sama kamu juga teman kan? Masa kamu cemburu Ya Allah Ta kamu nih sebenarnya kenapa sih?


Karna Desta kesal berkali kali ditolak Zahra dia kalang kabut dan berusaha mencium Zahra dengan paksa, dia memeluk Zahra tapu Zahra berontak melepaskan diri dan tanpa sadar Desta menampar Zahra hingga bibirnya berdarah, Zahra yang ketakutan memohon pada Desta tapi Desta tak menghiraukan permohonannya dia tetap berusaha memeluk Zahra dan berusaha melepaskan hijab Zahra, dia ingin memiliki Zahra bukan hanya Hatinya tapi juga tubuhnya, dirinya yang terbius nafsu berusahan merobek pakaian Zahra dengan Belati yang ia bawa namun na'as bukannya baju Zahra yang robek melainkan perut sebelah kanan Zahra yang robek akibat belati itu lukanya cukup dalam dan besar, darah terus mengalir dari luka itu karena ketakutan melihat darah yanh terus mengalir dari perut Zahra Desta lari dengan motornya meninggalkan Zahra yang sudah tak sadarkan diri.


Untungnya Alina sedang dalan perjalanan pukang melihat tubuh Zahra Yang sudah tergeletak hampir mati karna darah terus mengalir, lalu Alina yang syok dengan tubuh gemetar ia menelfon orang tua Zahra.


Alina : Om tolong cepetan kemari ( sambil menangis dan panik ).


Ayah Zahra : Kamu kenapa nak? Coba jelaskan sama om kenapa?


Alina : Om Alin nemuin tubuh Zahra udah bersimbah darah om, Alin takut om, om cepetan kemari dijalan yang agak sepi yang agak jauh dari rumah om, om cepetan om ( sambil nangis dengan kencang ).


Ayah Zahra yang syok dan kaget langsung membawa mobil untuk menolong anaknya yang dalam keadaan sekarat.


Tidak berselang lama Ayah Zahra tiba dilokasi kejadian dan langsung jatuh melihat tubuh anaknya bersimbah darah.


Ya Allah apa yang terjadi pada anakku???


( Sambil menangis dan mengangkat tubuh anaknya kedalam mobil ).


Alina yang ketakutan langsung ikut naik kedalam mobil dan memangku kepala sahabatnya sambil menangis tersedu sedu.


Alina : Ya Allah Zahra siapa yang ngelakuin ini sama kamu, pasti Desta! nggak salah lagi pasti Desta, akan ku kejar kamu Desta dengan teganya kamu memperlakukan sahabat kita seperti ini.


Ya Allah Desta setan apa yang merasuki kamu Ta sampai kamu tega berbuat seperti ini ( Sambil memeluk kepala sahabatnya dan menangis 😭😭😭). Ra kamu harus bertahan Ra, Ya Allah tolong selamatkan sahabatku Ya Allah, apa salahnya sehingga Engkau membuatnya mengalami ini semua 😭😭😭😭.


Dengan Cepat Ayah Zahra mengemudikan mobil agar tiba dirumah sakit, dan mereka tiba di depan rumah sakit.