You'll Still Be My Husband

You'll Still Be My Husband
Episode 3



Happy reading๐Ÿ’œโ˜บ๏ธ


Brukk..


"Arghhhhh"


Mendesah kesakitan akibat terjatuh dari kursi. mendengar Suara kesakitan mu,jimin langsung bergerak cepat,untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan mu.


"Kenapa?"menghampiri mu


"Kaki ku jim,sakit sekali" memegang bagian kaki yang sakit


"kok bisa,emang kamu ngapain sampai sakit begini"tanya nya


"Tadi aku habis beresin baju kelaci atas.karena gak sampai yaudah aku pake kursi yang beroda itu"menunjukkan benda yang membuat mu jatuh


"udah tau itu beroda kenapa dinaikkin,kan jadi gini"ucap kesal jimin


"kan aku kira gak apa-apa,gak bakal jatuh juga..."


"ya tapi jadi gini kan"langsung disambung jimin


"yaudah Maaf"ucap mu,sambil menundukkan kepala akibat menyesalkan perbuatannya


"mana yang sakit"Tanya nya


"itu dekat mata kaki sama telapak,sakit jim"keluh mu


"sini aku gendong,aku letakin kamu di tempat tidur"tawar jimin


"harus digendong emang?"


"Kamu bisa jalan?kalo bisa yaudah gak perlu aku gendong"ucap jimin lalu berdiri "bisa jalan sendiri kan?"


menggeleng pertanda tidak bisa untuk bangkit berdiri bahkan berjalan.


"yaudah sini aku gendong"memindahkan mu ke tempat tidur


"makasih"ucap mu


"sebaiknya dibawa kerumah sakit saja,mana tau kaki mu parah"melihat kaki mu


"Gak perlu jim,bentar lagi sembuh kok"tolak dari mu


"sembuh gimana,lihat kaki mu itu,seperti nya terkilir.kamu mau tulang mu bergeser terus gak bisa jalan,mau.hm?"sedkit emosi


"tau dari mana kamu kalau ini terkilir"kesalnya


"Nih"menyetuh bagian kaki mu yang sakit


"Aw!"memukul punggung tangan jimin "sakit tau,kenapa disentuh"


"tuh kan,buktinya kamu kesakitan,kalau cepat sembuh gak sampe gitu kamu kesakitannya"


kamu hanya bisa menangis menahan kesakitan pada kaki mu.


"mau dibawa kerumah sakit,apa aku aja yang sembuhin"tawar jimin.*aish tumben sijimin baik hehe๐Ÿ˜‚


"Emang kamu bisa?ntar makin parah lagi"tanya mu


"bisa.tapi ini sedikit sakit"


berpikir sebentar karena memastikan bahwa dia benar bisa apa tidak,bagaimana kalau tidak kan bisa makin parah.batin mu yang masih ragu ragu


"Gimana mau gak?"memecahkan lamunan mu


"beneran bisakan kamu,?"tanya mu lagi


"bisa,yaudah sini kemarikan kaki mu"


merubah posisi mu,meletakkan kaki mu dilantai sambil dibantu oleh jimin


"kamu peluk aku sekarang"berjongkok menghadap mu


"Ha?ngapain harus meluk kamu segala"menggerutkan kening mu


"banyak tanya kamu"tanpa basa basi jimin langsung mengambil kedua tangan mu dan menaruh nya dileher mu dan kepalamu dibuat kebahunya."Kalau sakit kamu bisa gigit bahu ku kalau gak kamu bisa pukul.terserah kamu mau kamu apakan,yang penting kamu bisa menahan sakit nya"


kalau karena gak saki,aku gak bakal mau dipeluk gini "batin mu"


kamu hanya membalas dengan anggukan saja


"Tahan sebentar,ini akan terasa sakit"


Krekkk...


suara tulang kakimu,Kamu hanya bisa menggigit bahu jimin sambil memukul menahan rasa sakit yang luar biasa,entah apa yang dibuat jimin hingga membuat kaki mu sangat sakit.tapi setelah jimin memijit tak terasa sedikit pun rasa sakit itu.Jimin juga merasakan sakit dibagian bahunya karena gigitan mu tadi.


"Gimana apa masih sakit?"tanya jimin


"Udah gak lagi kok"senyum,sambil menggerangkn pergelangan kaki mu


"Baguslah"ucap jimin "yaudah aku kebawah dulu" lanjut nya


"E-eh Jim"menarik tangan jimin "tunggu dulu"


"Apa lagi?,apa masih sakit?"


"Hm..bukan,T-tapi itu"menunjuk punggung jimin


"Tadi aku menggigit bahu mu sangat kuat,pasti terluka.sini biar aku obati dulu.ntar infeksi lagi"*


"Hahaha...Mana mungkin bisa infeksi angel,emang gigi mu paku karat ha?๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚"Jimin yang tertawa kekeh kamu hanya bisa senyum malu dan pipi mu memerah


"Y-ya gak,tapi kan itu sakit,gak sakit apa aku gigit tadi.pasti sakit kan.yaudah sini biar aku obati dulu.jangan aku"kamu berdiri dan menuntut jimin untk duduk di kasur mu "tunggu disini"


kamu oergi mengambil kotak obat yang ada di laci meja ruang tamu.


saat kembali kekamar,kamu melihat jimin yang sudah membuka baju nya.*astajim sijimin mau ngapain buka baju segala๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


"Astaga"kami berbalik karena malu melihat jimin yang telanjang dada


"Ada apa"Jimin bangun karena panik kamu teriak


"i-itu baju mu,kenapa gak dipakai?"menutup mata mu


"Ohh ini,kan kamu mau obatin aku.Emang kenapa?"


"gak harus buka baju juga jim,pakai lagi baju mu.yang sakit kan cuman dipunggung aja"masih membelakangi jimin


"iya aku pake baju.lagian sama suami sendiri kenapa malu"memakai baju nya kembali


"aku belum terbiasa saja"membalikkan badan mu mengarah jimin."sini biar aku obati" duduk dibelakang jimin sambil mengobati luka yang kamu gigit di punggung jimin


"kalau gitu akan ku biasa kan,gimana?tanya nya


"Haa!Gak!Gak usah"tolak mu


...


seminggu kemudian kamu masuk kekampus setelah hampir dua minggu kamu tidak masuk kampus.


"Heii angel"sapa seseorang dari dalam kelas


"johya"melambaikan tangan mu


"Aku merindukan ku,lama sekali tidak masuk kampus?"memeluk sangat erat


"Aku juga.kamu apa kabar"sembari melepaskan pelakukan kalian


"aku baik saja.kamu belum menjawab pertanyaan ku,kenapa lama sekali tidak masuk.kamu tahu dosen kesayangan mu itu mencari mu tau"


"Ohiya.Maaf ya.sebenarnya seminggu lalu aku udah bisa masuk,tapi sakit ibu ku kambu.jadi harus dirawat dirumah sakit"


"Eoh,ibu sakit?.kenapa tidak bilang sih kalau ibu sakit,terus keadaan ibu gimana sekarang?"tanya johya yang mulai panik


"udah jangan panik gitu,keadaan ibu sekarang sudah membaik kok.ohiya tadi kamu bilang dosen mencari ku buat apa?


"Baguslahh,nanti aku boleh kan jenguk ibu?.Ada yang ingin dosen kata kan pada mu,aku kurang tau entah apa yang ingin dia katakan pada mu"


"iya boleh,tapi kamu bisa sendiri kan?,soalnya aku balik kerumah jimin"


"Iya deh yang udah punya suami,susah emang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚"tertawa


"Apa sih kamu,biasa aja"celetuk sambil membetulkan posisi duduk mu yang dari tadi menghadap johya ke arah papan tulis.


setelah mata kuliah selesai kamu dan Johya pulang,tapi bukan pulang kerumah mu,melainkan Johya pergi kerumah ibu mu dan kamu pulang kerumah jimin..


"Joy aku diluannya,kirim salam buat ibuku.lusa aku akan kesana,bilang pada nya"berjalan kearah mobil mu


"iya akan kusampaikan.kirim salam juga buat suami mu.hati hati dijalan kamu"


"Gampang itu mah,yaudah kamu hati hati juga.Bye"


"Bye" balas Johya.


....


Hayoloh pasti bingung kan Johya siapa sih?kenapa manggil ibu?ah itu biasa ya kan?


jadi Johya itu adalah Sahabat mu yang sudah kamu kenal selama 10 tahun lebih,bahkan sampai


sekarang.Johya hidup hanya sebatang kara tak punya ayah dan ibu lagi,karena saat ia dududk di bangku SMP disitulah kedua orangtua Johya mengalami kecelakaan pesawat saat hendak pulang kekorea,sungguh malang nasib nya.


Tak satupun keluarga Johya yang ia kenal,kecuali ayah dan ibu mu.


Keduang orang tua nya dan orangtua mu memang sudah bersahabat dekat sebelum kalian berdua lahir kedunia ini.semua saham perusahaan yang dimiliki Ayah Johya diberi hm.. bukan bukan diberi hanya saja menghandle perusahaan sampai Johya lulus kuliah.


Ayah dan ibu mu yang merawatnya sampai ia berusia 18 tahun,Johya berkeinginan Hidup mandiri tak ingin merepotkan kedua orang tua mu,padahal bagi ayah dan ibu ku Johya bukan anal yang merepotkan mereka,begitu juga dengan mu.maka dari itu ia memanggil ibu mu "IBU"


Hai๐Ÿ˜Ši'm back ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Gimana cerita nya makin ngaur aja yakan ๐Ÿ˜‚


entah apa yang merasuki ku hingga membuat jalan cerita seperti ini.


oke Thank buat yang udah Baca Novel ini,and aku terima saran dan kritikan dari kalian.so sory bila typo yaโ˜บ๏ธ.


kalian juga bisa kasih saran cerita selanjut nya gimana?


ohiya setuju ga kalo aku buat Novel ini hanya samapi part 10 doang๐Ÿ˜‚


Udah ah kebanyakan bacot aku nya,iyakan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


so sekali lagi Thanks๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ.