
Seusai mandi Sanmon baru mau mengeringkan rambut. tiba tiba ada telepon masuk, namun karena suara berisik dari hairdryer membuat sanmon mengira telefon tersebut adalah pesan teks. Jadi secara spontan sanmon pun menarik hpnya dan ingin membaca pesan. Tetapi disaat dia menatap layar ponselnya ternyata itu adalah video call bukan pesan teks dan yang lebih parahnya lagi VC ini dari geissa 🌋🌋. Sanmon sempat terkejut namun berusaha mengontrol dirinya untuk tetap cool dan langsung mengangkat kamera kearah mukanya, karena saat ini dia hanya menggunakan singlet saja dan meminta maaf ke geissa kerena masih berpakaian seperti ini Soalnya tadi dia mengira hanya pesan teks bukannya video call jadi langsung dia jawab.
Hanya saja Sanmon tidak mendapatkan respons apa pun dari Geissa karena saat ini geissa telah terdiam seribu bahasa dan membatin : Sumpah yang Gue Liat Manusia atau Jelmaan? Sanmon ganteng sangat dah kalau begini dan bahkan gue akui dah jika seperti ini dia terlihat lebih ganteng dari lios. Soal badannya, dia terlihat atletis juga 😶🤗. Astaga Geissa! Apa yang salah denganku coba. Sadar Geii Sadar!! Setelah tersadar dari lamunannya,,
Sanmon : Geii?? Geissaaa!!
Geissa : Eh, Iya San?
Sanmon : Tadi kamu dengar yang aku bilang kan? Soalnya kamu terlihat seperti melamun? apakah ada yang salah? maaf soal yang tadi ya 😐.
Geisa : Hmm kayaknya tadi aku tidak sempat dengar dehh 😅. Terus tidak ada yang salah kok. Hmm Iya, gue juga minta maaf ya soalnya gue juga salah nelpon ke Lo malam-malam begini 😅. Harusnya gue SMS dahulu ke Lo tadi 😊.
Sanmon : Iya Geii,, gakpapa kok 🙂, emangnya mengapa sampai Lo harus sangat Vc gue saat ini? 🙄
Geissa : Eemm .. gak sih gua cuman mau nunjukin, kira-kira ini alat musik bener punya kamu atau bukan? abisnya ketinggalan di rumah tadi, tetapi kalau seandainya memang punya kamu nanti aku minta tolong kak fayun untuk antar ke situ besok. Bagaimana??
Sanmon : Oh Iya sih Geii, benar itu punyaku. Tadi daera izin ke aku mau pinjam, jadi gue kasih ke dia. Berarti dia yang lupa mau bawa.
Hmm Btw Geii, kak fayun gak usah antar ke sini. Nanti, besok aku ke sana saja untuk ambil. Thanks infonya ya geissa 🙂.
Kira-kira ada lagi gak?
Geisa : Hmmm ngak ada kok San. Okey kalau begitu good night. Bye 🤗
Sanmon : oke Geii, Nice Dream ya 😊 bye.
Setelah acara video call kedua insan berakhir, entah mengapa sanmon merasa senang melihat malu-malunya geissa dan secara otomatis merasa terhibur.
di sisi lain juga lios juga sudah menerapkan saran geissa untuk family time. Akhirnya Liospun bisa akur bersama kedua orangtuanya dan tak lupa ortunya pun meminta maaf atas keegoisan mereka kerena terlalu sibuk kerja dan kehilangan waktu bersama keluarga.
Dae Ra pun tiba di rumahnya. Sesampainya di rumah dia pun langsung bergegas untuk membersihkan diri. Sehabis mandi Dae Ra langsung menuju tempat dia menyimpan alat musik Sanmon. Dae Ra berniat menambah beberapa ukiran namanya di sana, tetapi dia malah terkejut dengan ukiran nama Zayn yang terletak di ujung body alat musik tersebut.
Dae Ra : Sial!! Kayaknya Gue salah bawa alat musik deh. Aiishh Dae Ra Ya, Non jinja . Uugghhh 🙎.
Diwaktu yang bersamaan Zayn Juga baru menyadari bahwa alat musiknya gak ada. Jadi dia pun bertanya kepada Rio yang kebetulan pulang bersama dengannya tadi.
Zayn : Yo, Lo taro alat musik gue di mana?
Rio : alat musik Lo yang mana Zayn?
Zayn : Bukannya Sebelum pamit di rumah geissa, Lo yang megang alat musik gue kan?
Rio : kalau itu sih, iya 😅. tetapi, gue tinggal bentar di dekat pintu belakang. Ehh setelah gue balik udah gak ada. Jadinya gue kira udah Lo ambil. Hehehe 😅.
Zayn : Astaga Rio, kalau seandainya itu barang gue bawa, logikanya Lo mau duduk di mana coba? Pastikan akan terhalang alat musik gue. Hedehh suslai de yau huhh ..
Rio : Udah kalau begitu coba deh Lo telepon ke Geissa, Siapa tahu masih di sana.
Zayn : Gak ah, gue gak enak sama dia. Masa iya malam-malam begini gue nelfon ke dia. Nanti saja deh besok siang setelah dia pulang dari Gereja, baru gue mampir.
Rio : Hmm oke deh, serah Lo saja
Keesokkan harinya pagi-pagi sanmon sudah berangkat ke rumah geissa. Kebetulan papanya geissa sudah bangun dan lagi manasin mobil untuk ibadah hari Minggu, tiba tiba tanpa sengaja papa geissa melihat kearah pagar, ternyata ada seorang remaja yang sedang bertamu di rumah mereka.
Sanmon : Selamat pagi om, Selamat hari Minggu.
Papanya geisa : Owwhh iya pagi, temannya geissa yah?
ada apa pagi-pagi datang kemari?
Sanmon : maaf om jika saya mengangu pagi ini. Saya mau izin om, mau ambil alat musik saya yang kemarin ketinggalan di sini.
Papanya geissa : owalahh yaudah sini masuk, tunggu di sini bapak panggil geissa dahulu. Terus kamu tidak ibadah ??
Sanmon : Sebentar Om. Pulang dari sini saya langsung ke gereja untuk ibadah om. Soalnya rumah Geissa searah ke Gereja tempat Saya beribadah.
Papa Geissa : oke. yaudah tunggu bentar yah. Papanya geissa pun naik ke atas menuju kamarnya geissa untuk memanggil geissa namun, geissa udah keluar dan juga sudah rapi. Melihat Geissa yang sudah rapi langsung saja papanya pun berkata :
Geissa ada cariin, teman kamu kayaknya? Katanya dia ketinggalan alat musik. Oh iya sekalian ajak dia makan, kalau dia mau. Setelah itu papanya pun berlalu menuju ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap.
Geissa : Okey Papa 😊.
Hufftt .. mengapa Dia datang pagi sekali?? geissa pun langsung mengambil alat musiknya. Sementara geissa mencari alat musiknya, mamanya geisa dan fayun melihat Sanmon sedang menunggu di luar dan mereka pun menyapa sanmon. Tak lupa Sanmon pun memberi salam dan menyapa mereka. Setelah mendapatkan alat musik milik sanmon, geissa pun membawanya turun ke samnon.
Geissa : Pagi sanmon, ini, maaf ya kalau tadi kamu tunggunya agak lama. Hmmnn, Kamu udah sarapan belum? kalau belum, mau ngak sarapan bersama keluarga aku di sini?
Semuanya : oke hati-hati yah Gbu too.
Dan mereka semua melanjutkan aktivitas seperti biasa di hari Minggu sampai selesai. Hari Senin pun tiba. Ini adalah hari di mana mereka semua mulai ujian. Tak terasa hari demi hari berlalu sampai hari terakhir ujian yaitu ujian musik. Saat ini kelas mereka masih kosong karena yang pertama datang adalah geissa dan daera.
Geissa datang cepat untuk membantu Pak guru menyiapkan semua peralatan ujian dan setelah membantu Pak guru geissa dapat panggilan video dari Viola.
Viola: geissa cantik , semangat ujian nya yah 😉. Jangan sampai cemas dan overthingking. Ingat, itu bisa menggangu kesehatan kamu yah semangat kan hari terakhir ujian kamu pasti bisa!! Bye-bye 😊.
Geissa : Siap kak mksh sarannya bye-bye kak 😊.
Daera yang mendengar percakapan Viola dan geissa bertanya dalam hatinya : geissa sakit apa sih sebenarnya? sampai gak boleh overthingking begitu. Hmmn kalau begitu akan lebih bagus aku buat dia overthingking dan menyadarkannya sanmon hanya punyaku. Walaupun aku tahu sanmon sepertinya menyukai dia, tetapi akan lebih bagus jika kesehatannya terganggu, dengan begitu sanmon hanya akan menjadi milikku. Hehehe.
Puas dengan rencananya Dae Ra pun menyiapkan sebuah kejutan kecil untuk sanmon karena dia tahu sanmon biasanya datang paling cepat, dan memang sudah direncanakan Dae Ra sejak awal.
Dugaan Dae Ra tidak salah sanmon orang kedua yang datang setelah dia dan Geissa. Melihat sanmon datang Daera pun memanggil sanmon untuk melihat sebuah kotak yang sudah dia siapkan sebelumnya kemudian dia pun menyuruh serta meminta sanmon untuk menekan tombol yang ada pada kotak tersebut.
Sanmon merasa malas untuk itu, Namun, Daera terus memaksa dan mengatakan please dengan ekspresi wajah yang dibuat seimut mungkin. (Walau nyatanya tidak seimut ekspetasi kita 😜)
Akhirnya sanmon pun menekan tombol tersebut dan akhirnya ada tulisan turun ke bawah I love you sanmon Dan sebuah Video tentang semua kenangan daera dan sanmon pun terputar disitu, sambil Dae Ra pun mengungkapkan semua perasaannya kepada Sanmon : Sanmon aku tidak ingin kehilangan kamu, kamu harus ingat kita ini sudah dijodohkan. Jadi Kamu tidak boleh pergi dariku sambil memeluk sanmon serta melihat kearah geissa yang sudah memperhatikan mereka dari tadi. Senyuman pun terukir di wajahnya. Akhirnya, aku berhasil.
Sekarang geissa lihat sendiri kan.
Semoga penyakitnya kambuh dan gagal ikut ujian. Seharusnya dia itu sadar kalau sanmon hanya punyaku. Itu semua berjalan baik dan sukses.
Setelah itu Kebetulan Teman-teman Geissa sudah datang dan sempat melihat adegan di mana Dae Ra mengungkapkan perasaannya itu kepada Sanmon. Geissa berusaha mengalihkan perasaannya dan menghilangkan rasa cemburunya, karena dia ingin fokus pada ujiannya agar berhasil.
Nayla yang menyadari perubahan wajah geissa pun mulai berbicara :
Ckhiihh ,, zaman sekarang dunia udah kebalik yah? 😏. Dan entah mengapa? di dunia ini, banyak sekali orang licik bermuka dua. Sambil menajamkan arah matanya kearah Dae Ra dan mengangkat sebelah alisnya.
Daera ingin sekali menjambak Rambut Nayla ataupun merobek mulutnya saat itu Juga kalau saja, dia tidak sedang menunggu jawaban Sanmon sekarang.
Sanmon hanya menghela nafasnya malas, dan memilih untuk tidak terlalu mengubris pernyataan Dae Ra. dia langsung duduk ditempatnya.
Setelah itu Lonceng tanda Jam pertama Pun dimulai dan para Siswa maupun Siswi mulai bergegas dan mengikuti ujian musik hari ini hingga selesai.
Anak-anak Terima Kasih Untuk Kerja Keras Kalian Bapak sangat bersyukur karena selama ini ternyata kalian memiliki bakat yang sangat Luar Biasa. Siapa tahu kedepannya nanti kalian akan bisa menjadi artis tanah air, ataupun Orang sukses, yang membanggakan bangsa Kita di mata dunia maupun mancanegara. Baik anak-anak kita akan bertemu lagi setelah acara perpisahan nanti. Sampai Jumpa dan Selamat Siang.
Tak lama setelah Pak guru selesai Lonceng Pulang pun Berbunyi. Anak-anak pun memberikan salam. Setelah itu kelas pun mulai bubar.
Geissa sudah siap untuk berdiri tiba-tiba saja geissa pun merasa sedikit pusing. dia mencoba tetap tenang dan mengabaikannya. Setelah ujian usai lios ternyata sudah menyiapkan sedikit kejutan untuk geissa.
ketika geissa sudah merasa lebih baik dia pun hendak berjalan keluar kelas, tetapi dia malah melihat Lios masuk kembali ke dalam kelas dengan membawa bunga kesukaannya dan beberapa barang yang dia sukai ditambah dengan barang kenangan manis mereka berdua beserta sebuah barang yang diinginkan geissa yang diketahui oleh Lios.
Setelah itu lios memberanikan diri untuk mengukapkan perasaannya setulus tulusnya ke geissa. Geissa masih mencoba untuk bertahan dan tidak ingin membuat teman-temanya panik terutama Lios. Geissa Pun tersenyum menanggapi Lios, Namun Saat Dia akan berdiri, Tubuhnya tiba-tiba saja terhuyung ke depan. Lios sungguh benar-benar panik, Nayla yang baru saja selesai dari tugasnya membuang sampah pun langsung membuangnya secara asal. Untung saja saat Itu Bimo dengan sigap menangkap ember sampah yang telah kosong tersebut.
Di lain tempat Dae Ra yang telah menyaksikan semua itu merasa sangat puas karena rencananya untuk menyingkirkan geissa tinggal sedikit lagi.
Lios dengan sigap langsung menggendong geissa dan meminta bantuan sanmon yang kebetulan saat itu membawa mobil. San Kita harus ke rumah sakit. Segera!! Sanmon Panik, banyak pertanyaan sedang berputar dibenaknya sekarang. tetapi dia berusaha tetap tenang dan membiarkan Lios menggendong geissa ke mobilnya dengan hati-hati. Nayla meminta ikut dengan sanmon supaya menjaga Geissa. Lios dan Sanmon mengiyakan perkataan Nayla.
Ayni dan Emni akan menyusul ke rumah sakit setelah mereka menyelesaikan piket kelas.
Mendengar itu Dae Ra tidak Terima dan hendak menghentikan Lios tetapi dia sudah terlebih dahulu dicekal oleh Zayn. Puas Lo Ra? Kalau sampai Geissa mengapa-mengapa? Lo orang pertama yang gue jadiin Korban! Camkan itu! Seketika itu juga Dae Ra merasa sangat takut dan terintimidasi, karena ini pertama kalinya ada orang yang berani mengancamnya seperti itu hanya untuk seorang sahabat? Dae Ra menjadi tambah kesal sebenarnya apa kelebihan gadis itu sampai-sampai semua orang pada bersimpati padanya?
Sepanjang Lorong menuju parkiran Lios terus berusaha mengajak geissa untuk tidak menutup matanya, Geissa pun tersenyum dan berbisik ke arah lios dengan kondisinya yang mulai melemah :
"iioos terima kasih yah, udah menyukai ku. tetapi Bisakah kamu barzanj untuk tidak memarahi ku ataupun membenciku?"
"Geissa!! Please! aku Mohon, jangan bikin aku tambah panik dong. Seru Lios dalam kepanikannya."
"Sebenarnya Ios, kalau aku boleh jujur aku suka sama sanmon. Dan aku harap persahabatan kita tidak akan pernah berakhir hanya karena perasaan ini, bisakah kamu barzanj IOS?"
Deg!! 🎯 Nyutt!! 💗 💘💘 💔💔
Hati Lios bagaikan ditusuk berbagai benda, Tetapi melihat kondisi Geissa, sekarang ini bukanlah waktu yang tepat untuk melawan. Akhirnya dengan berat hati pun Lios mengangguk tanda dia setuju dengan perkataan geissa. Tak lama setelah Lios barzanj Geissa pun pingsan dan tak sadarkan diri.
Lios yang Melihat dan mendengarkan hal itu langsung dari mulut geissa merasakan sakit yang tak terobati. tetapi dalam hati nya dia sudah barzanj, apa pun yang menjadi keputusan geissa akan dia terima. Dan dia akan tetap mencintai geissa sampai mungkin ada yang bisa menggantikan posisi geissa. tetapi baginya sekarang, itu sangat tidak mungkin.
Saat Ini sanmon pun sangat panik.
karena sejujurnya dia tidak ingin kehilangan geissa, dia juga baru menyadari Perasaannya beberapa hari yang lalu, tetapi dia masiih belum berani untuk berbicara yang sebenarnya kepada Geissa. Dia pun kembali mengingat kejadian hari di mana mereka terakhir latihan di rumah nayla dan menyimpulkan bahwa, berarti, sebenarnya hari itu geissa benar-benar sakit namun berusaha menutupinya. Tak lama setelah itu Sanmon, Lios dan Nayla pun bergegas menuju ke rumah sakit. Dan semua teman-temannya mengabari keluarganya geissa.