Water And Fire

Water And Fire
supermarket



Al turun dengan terburu buru sambil memasang wajah


Cemas sesampainya di depan evan dia berjongkok sambil


Menatap pergelangan kaki Evan yang memerah Al menatap semua yang ada di sana dengan wajah marah


Evan :kak aku ingin ke kamar


Al mengendong Evan lalu membawanya ke kamar setelah sampai di kamar Al mengambil air hangat dan handuk kecil dia berjongkok lalu mengangkat kaki Evan ke atas pahanya saat handuk itu menyentuh kulit Evan berteriak


Evan : auuhh sakit kak (meneteskan air mata )


Al tidak tega melihat kelinci 🐰 menangis dia bangkit dan memangku Evan memeluk Al dengan erat dan menaruh kepalanya di dada Al


Evan :kak jangan marah dengan mereka yah tadi aku yang salah karna berlari dan tersandung


Al:(mengelus rambut evan) lalu aku harus apa Dengan mereka hmm


Evan:tidak perlu melakukan apapun dan mereka tidak bersalah


Al: baiklah tapi kamu harus ikut dengan ku malam ini


Evan: kemana apakah kita akan makan enak


Al menjitak kepala Evan dengan pelan


Al:apa di otakmu ini cuman ada makanan sayang hmm


Evan :yah di otak aku hanya ada makanan dan tidur


Tapi kalo aku kaya tapi kalo aku miskin bekerja makan dan tidur hehe (bercerita panjang lebar )


Al hanya menatap bibir yang terus berceloteh dengan gembira Al sudah tidak tahan melihat bibir mungil Evan


al mencium Evan yang terkejut mendorong tubuh Al tapi tenang Al lebih besar dari tenaganya dengan kesal Evan


Menjitak kepala Al dengan kencang Al tidak memperdulikan apa yang Evan perbuat setelah puas al


Memasang wajah puas sambil membersihkan bekas ciuman dia dan Evan


Evan:kak kamu benar benar gak normal yah


Al:tapi kamu suka kan dan kamu menikmati nya


Al:yah itu lebih bagus dan kita akan menikah apa kamu suka sayangku


Evan :ah capek berbicara dengan kakak lebih baik aku pergi sekolah


Al :hari ini haru Sabtu kamu ada kelas


Evan :benar hari ini kami akan bekerja kelompok


Al :dirumah siapa kalian belajar


Evan :dirumah lili


Al:tidak bisa


Evan:kak ini tugas dari sekolah kalo ayah tau aku bisa kena hukuman


Al:kalo begitu kalian kerja kelompok di sini aja


Al mengambil hp Evan lalu melihat ada nama Alex dia menekan tombol memanggil setelah tersambung


Alex :ada apa sayangku apa kamu kangen dengan wajah tampan Abang Alex hmmm mocci sayang


Al yang mendengar ucapan itu tiba tiba amarahnya memuncak Evan yang melihat Al marah langsung mengambil hpnya dan mengangkat sambil mengelus rambut coklat Al yang tadinya Al marah tiba tiba tersenyum manis sambil menikmati elusan halus Evan


Alex :sayang kenapa kamu tidak bersuara


Evan :kak Alex bisa gak kerja kelompoknya di rumah kak Al


Alex :oh tentu sayang asal dirumah mu


Al mengambil hp Evan


Al : nanti saya kabarin alamatnya bro (lalu mematikan )


setelah itu Evan dan Al pergi ke supermarket untuk membeli cemilan dan persediaan di rumah (mereka seperti sepasang suami istri yang belanja bulanan


Setelah membeli mereka pergi ke kasir tiba tiba semua orang pada heboh dan berlarian dan bunyi tembakan melingking di setiap sudut penjahat itu seperti mengincar


Seseorang saat mereka menemukan mangsanya mereka melepaskan peluru saat Al berusaha melindungi Evan yang ketakutan dia tidak sadar peluru melesat dengan kecepatan tinggi Evan yang melihat itu terkejut dia ingin memberi tau Al tapi peluru semakin dekat. evan melepas pelukannya lalu