
Al turun dengan terburu buru sambil memasang wajah
Cemas sesampainya di depan evan dia berjongkok sambil
Menatap pergelangan kaki Evan yang memerah Al menatap semua yang ada di sana dengan wajah marah
Evan :kak aku ingin ke kamar
Al mengendong Evan lalu membawanya ke kamar setelah sampai di kamar Al mengambil air hangat dan handuk kecil dia berjongkok lalu mengangkat kaki Evan ke atas pahanya saat handuk itu menyentuh kulit Evan berteriak
Evan : auuhh sakit kak (meneteskan air mata )
Al tidak tega melihat kelinci 🐰 menangis dia bangkit dan memangku Evan memeluk Al dengan erat dan menaruh kepalanya di dada Al
Evan :kak jangan marah dengan mereka yah tadi aku yang salah karna berlari dan tersandung
Al:(mengelus rambut evan) lalu aku harus apa Dengan mereka hmm
Evan:tidak perlu melakukan apapun dan mereka tidak bersalah
Al: baiklah tapi kamu harus ikut dengan ku malam ini
Evan: kemana apakah kita akan makan enak
Al menjitak kepala Evan dengan pelan
Al:apa di otakmu ini cuman ada makanan sayang hmm
Evan :yah di otak aku hanya ada makanan dan tidur
Tapi kalo aku kaya tapi kalo aku miskin bekerja makan dan tidur hehe (bercerita panjang lebar )
Al hanya menatap bibir yang terus berceloteh dengan gembira Al sudah tidak tahan melihat bibir mungil Evan
al mencium Evan yang terkejut mendorong tubuh Al tapi tenang Al lebih besar dari tenaganya dengan kesal Evan
Menjitak kepala Al dengan kencang Al tidak memperdulikan apa yang Evan perbuat setelah puas al
Memasang wajah puas sambil membersihkan bekas ciuman dia dan Evan
Evan:kak kamu benar benar gak normal yah
Al:tapi kamu suka kan dan kamu menikmati nya
Al:yah itu lebih bagus dan kita akan menikah apa kamu suka sayangku
Evan :ah capek berbicara dengan kakak lebih baik aku pergi sekolah
Al :hari ini haru Sabtu kamu ada kelas
Evan :benar hari ini kami akan bekerja kelompok
Al :dirumah siapa kalian belajar
Evan :dirumah lili
Al:tidak bisa
Evan:kak ini tugas dari sekolah kalo ayah tau aku bisa kena hukuman
Al:kalo begitu kalian kerja kelompok di sini aja
Al mengambil hp Evan lalu melihat ada nama Alex dia menekan tombol memanggil setelah tersambung
Alex :ada apa sayangku apa kamu kangen dengan wajah tampan Abang Alex hmmm mocci sayang
Al yang mendengar ucapan itu tiba tiba amarahnya memuncak Evan yang melihat Al marah langsung mengambil hpnya dan mengangkat sambil mengelus rambut coklat Al yang tadinya Al marah tiba tiba tersenyum manis sambil menikmati elusan halus Evan
Alex :sayang kenapa kamu tidak bersuara
Evan :kak Alex bisa gak kerja kelompoknya di rumah kak Al
Alex :oh tentu sayang asal dirumah mu
Al mengambil hp Evan
Al : nanti saya kabarin alamatnya bro (lalu mematikan )
setelah itu Evan dan Al pergi ke supermarket untuk membeli cemilan dan persediaan di rumah (mereka seperti sepasang suami istri yang belanja bulanan
Setelah membeli mereka pergi ke kasir tiba tiba semua orang pada heboh dan berlarian dan bunyi tembakan melingking di setiap sudut penjahat itu seperti mengincar
Seseorang saat mereka menemukan mangsanya mereka melepaskan peluru saat Al berusaha melindungi Evan yang ketakutan dia tidak sadar peluru melesat dengan kecepatan tinggi Evan yang melihat itu terkejut dia ingin memberi tau Al tapi peluru semakin dekat. evan melepas pelukannya lalu