
Malam hari
Masih dimalam yang sama setelah Leo dan Leticia mengkonfirmasi hubungan mereka berdua menjadi sepasang Kekasih.
Itu adalah malam yang sunyi, dingin serta penuh akan keheningan walaupun terkadang ada suara - suara Hewan atau Monster dari jauh didalam Hutan tersebut.
Ditengah rimbunya pepohonan dan dedaunan, dibawah langit yang gelap penuh Bintang, serta dipinggir Sungai yang jernih dan menenangkan.
Sebuah nyala api dari ranting serta kayu yang terbakar menerangi gelapnya area Hutan tersebut membuatnya seperti kunang - kunang yang indah didalam kegelapan.
Duduk dihadapan nyala api tersebut seorang remaja muda yang tampan dengan rambut hitam legam bagaikan malam yang tidak berbintang, serta matanya yang mempesona bersinar dengan warna merah semerah darah, sambil memeluk seorang wanita cantik berambut putih didadanya.
Duduk diantara kedua kaki remaja tampan sambil memeluknya tersebut, seorang wanita cantik dengan rambut putih seputih salju, tubuhnya yang ramping nan mempesona, serta mata heterocromianya yang indah.
Kedua wanita dan remaja itu tidak bukan dan tidak lain adalah Leo dan Leticia.
Setelah selesai mengkonfirmasi hubungan mereka menjadi sepasang kekasih Leo pun kemudian beranjak untuk menyalakan api karena memang suhu yang ada dihutan itu memang benar - benar terasa jauh lebih dingin ketika dimalam hari.
Dan tidak lupa juga Leo kemudian mengambil Ikan serta Jamur yang telah selesai ia bersihkan lalu melumurinya dengan sedikit bumbu yah walaupun itu hanya sekedar sebuah garam saja karena Leo belum benar - benar mengetahui bumbu - bumbu apa sajakah di Dunia ini yang mirip dengan bumbu - bumbunya di Dunia sebelumnya yaitu Bumi.
Lalu tidak perlu menunggu lama Leo pun kemudian memanggap Ikan serta Jamur tersebut didekat nyala api agar membuat Ikan dan Jamur itu bisa matang dengan merata dan cepat.
" Um.. Leo mengapa Leo tidak membiarkan Leticia saja yang memasak itu Ikan dan Jamur itu? " Ucap Leticia lembut sembari memiringkan kepalanya yang membuatnya terlihat jauh lebih manis.
Leo yang mendengar ucapanya tersebut kemudian mengalihkan pandanganya pada Leticia kemudian tersenyum.
" Kamu tahu Leticia ini mungkin adalah pengalaman pertamaku untuk memasak atau lebih tepatnya memanggang Ikan, dan kegiatan ini benar - benar membuat aku merasa senang tidak seperti di Kerajaan Camelot dulu yang setiap masakan dan hidangan makanan di siapkan oleh para juru masak.
Namun sekarang ini telah berbeda, aku saat ini hanyalah seorang remaja biasa dan bukan seorang Pangeran Mahkota yang membuatku tersadar bahwa aku harus benar - benar menjadi jauh lebih mandiri.
Yah meskipun aku berharap agar bisa selalu memakan makanan yang dibuat olehmu Leticia selama - lamanya. "
Mendengar ucapan Leo tersebut Leticia kemudian menunjukan ekspresi terkejut lalu menampakan senyuman yang indah kepada Leo.
" Um tentu saja Leticia pasti akan selalu memasakan makanan untukmu Leo. " Ucap Leticia dengan nada bahagia yang tidak sedikitpun ia sembunyikan.
Karena apa? Itu karena apa yang barusan dikatan Leo telah menyiratkan bahwa Leo ingin memiliki hubungan denganya sampai akhir hanyatnya dan itu membuat dirinya menjadi sangat sangat bahagia.
Melihat reaksi yang dikeluarkan Leticia dan senyum indah yang diarahkan kepadanya, Leo berfikir sepertinya Leticia agak sedikit salah paham.
Karena apa? Itu karena Leo tidak akan pernah melepaskan Leticia dari pelukanya apapun yang terjadi bahkan jika maut ingin memisahkan maka dia sendiri yang akan melawan maut tersebut.
Setelah percakapan kecil itu Leo kemudian berjalan kembali mendekati Leticia dan mengambilnya dalam gendongan putri dan membuat Leticia sedikir terkejut.
" Kyaa! "
Melihat reaksinya yang lucu itu membuat hati Leo semakin melembut kemudian dia pun mencium rambut Leticia dan membawa nya kedekat api agar menjadi jauh lebih hangat.
Menempatkanya diantara kedua kakinya Leo kemudian memeluk Leticia disekitar perutnya dan meletakan kepalanya dibahu nya lalu mengendus rambutnya.
" Leticia rambutmu harum. " Ucap Leo tepat didekat telinga Leticia.
Leticia yang kini ada dipelukan Leo sendiri hanya bisa memerah karena tingkah laku Leo yang membuatnya malu apalagi saat Leo berbicara tepat didekat telinganya yang membuat telinganya menjadi sensitif.
Leo yang melihat reaksinya ini hanya bisa tetawa saja karena wajah yang saat ini ditampilkan oleh Leticia yang benar benar membuatnya merasa Operdosis kemanisan yang mungkin akan menyebabkan Diabetes.
" Hahaha maaf maaf Leticia reaksi yang kamu tunjukan sangat manis membuatku ingin untuk menggodamu terus. " Leo berkata sambil menempelkan pipinya ke pipi Leticia.
Leticia kemudian mengembungkan pipinya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Leo.
" Mou Leo Leticia mohon cukup ja - jangan terlalu sering menggoda Leticia, Leticia merasa sangat malu. " Ucapnya yang walaupun begitu dia tidak pernah sama sekali mempermasalahkan hal tersebut karena dia merasa bahwa hubunganya telah jauh menjadi lebih dekat daripada sebelumnya.
Leo tersenyum setelah mendengar permohonanya itu walaupun sebenarnya duia juga tahu bahwa Leticia tidak mempermasalahkan tindakanya sama sekali.
Untuk beberapa saat setelah itu mereka berduapun kemudian diam dan hanya menyisakan keheningan saja diantara mereka berdua.
Leo dan Leticia diam dan merasakan keberadaan satu sama lain mereka merasa bahwa mereka mungkin tidak akan pernah bosan melakukan ini walau untuk selama - lamanya.
Beberapa saat setelah keheingan.
" Um.. Leo. " Leticia berkata sembari mengalihkan pandanganya pada Leo yang saat ini sedang menutup mata dan menyandarkan kepalanya dipundaknya.
Mendengar Leticia memanggilnya Leo pun kemudian membuka matanya dan mengalihkan pandanganya padanya.
" Ada apa Leticia? " Leo bertanya sambil membelai rambut Leticia dengan lembut.
Leticia menikmati belaian hangat Leo itu, kemudian kembali menatap Leo, dan berkata, " Apa yang akan Leo lakukan selanjutnya? Karena sekarang Camelot telah hancur kita pasti tidak bisa kembali kesana bukan? " Dia bertanya dengan lembut.
Untuk sesaat Leo hanya terdiam dan hanya terus membelai rambut Leticia saja.
Leticia disisi lain hanya menutup mata dan menikmati belaian Leo tersebut.
Hanya beberapa saat kemudian.
Leo mengalihkan pandanganya pada Leticia yang kini sedang menikmati belaian tanganya itu.
Kemudian dia tersenyum dan mencium rambut Leticia.
" Sudah kuputuskan mungkin tujuan kita saat ini hanya akan berada di Hutan ini saja Leticia, karena aku ingin melatih diriku agar menjadi jauh kuat dan bisa melindungimu jauh lebih baik lagi. " Leo berkata dengan lembut dan tekad yang tidak terbendung dimatanya.
Leticia yang setelah mendengar keputusanya itu merasakan hatinya kembalu menjadi hangat kemudian membuka matanya dan menunjukan senyum indahnya.
" Un.. Apapun yang Leo putuskan Leticia pasti akan mendukungnya, Leticia akan selalu berada disamping Leo dan mendampingi Leo selama - lamanya. " Balas Leticia dengan cinta dan rasa sayang yang terkandung didalamnya yang tidak ada dua nya.
Leo menatap Leticia setelah mendengar apa yang dia katakan sebelumnya dan dia merasa hatinya benar - benar telah dicuri oleh Pelayan Kecilnya ini.
" Leticia. " Leo berkata dengan lembut sambil mendekatkan wajahnya pada Leticia dan kemudian mencium bibirnya.
" Leo. " Leticia juga berkata dengan lembut sambil menempatkan tanganya dibelakang kepala Leo agar membuat mereka jauh lebih dekat.
《Selesai》
Thor Minta Maaf Nih Dicahper Ini Jika Ada Banyak Kesalahan Kata Karena Author-San Baru Pertama Kali Nulis Adegan Romantis Kaya Gini.
Jangan Lupa Komen Dan Likenya Ya Reader-San! Dan Ketemu Di Cahpater Berikutnya Bye! Bye!