Unlimited Growth

Unlimited Growth
4. Perasaan



" Leo sama! "


Mendengar suara seseorang dengan nada yang sangat bahagia.


Leo mengalihkan pandanganya kemudian menangkap seseorang tersebut dan menempatkanya pada pelukan yang erat dan hangat.


Membelai kepalanya dengan lembut Leo kemudian tersenyum lembut dan berkata.


" Tidak apa - apa Leticia aku disini dan tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi. " Sambil menyelipkan rambut putih indahnya ke telinganya lalu menarik-nya jauh lebih dalam pada pelukanya.


Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Tuanya Leticia tiba - tiba merasa hatinya sangat hangat dan tubuhnya juga tiba - tiba melemah ' Leo Sama ' fikirnya dengan air mata kebahagiaan kemudian balik memeluk Leo dengan erat dan menumpukan semua bagian tubuhnya pada Tuanya seperti ingin menanamkan keberadaanya pada diri Tuanya yaitu Leo sendiri.


Meskipun Leticia mungkin tergolong kotor karena pakaian yang dia kenakan memang belum diganti entah itu hanya perasaanya atau mungkin itu kebenaranya.


Leo merasa bahwa Leticia ini sangat harum tubuhnya yang lembut juga luar biasa namun dibalik semua itu Leo juga merasakan bahwa sebenarnya Pelayan cantiknya ini Leticia ternyata sangat rapuh dan itu entah mengapa membuat hati Leo yang sebelumnya memang benar benar ingin melindungi senyumnya goyah dia merasa bahwa diharus bisa melakukan lebih dan membuat Pelayan cantiknya ini senang dan jauh lebih bahagia dari hari esoknya setiap harinya.


Pasti setidaknya Leo akan berusaha!


" Jangan menangis Leticia kamu lebih cantik jika kamu tersenyum. " Leo mengusap air mata dipipinya kemudian menempelkan dahinya ke dahi Leticia.


Itu jarak yang sangat dekat bahkan mungkin terlalu dekat? Leticia bisa merasakan bahwa nafasnya dengan nafas Tuanya Leo saling bersentuhan yang membuat pipinya terbakar karena rasa malu walaupun begitu dia juga merasakan kebahagiaan yang sanga luar biasa dihatinya yang belum pernah dia rasakan sama sekali disepanjang hidupnya.


" Leo Sama. " Ucap Leticia dengan nada sangat lembut bahkan Leo bisa merasakan bahwa itu adalah melodi terindah yang pernah dia dengarkan.


Menggelengkan kepalanya Leo kemudian menangkupkan tanganya pada pipi lembut nan halus Leticia.


" Tidak.. kamu tidak perlu memanggilku dengan akhiran " Sama " itu. Leticia, aku merasa kalau kita akan memiliki jarak jika kamu terus menerus memanggilku dengan akhiran itu aku ingin hubungan kita bukan lah sekedar hubungan antar Tuan dan Pelayan biasa namun aku ingin lebih dari itu. " Leo berucap dengan lembut dan nadanya yang hangat serta tulus.


Leo belum pernah merasakan ini sebelum-nya dihatinya. Dulu dikehidupanya sebelum-nya dia hanyalah seorang pekerja kantorn biasa yang memiliki siklus hidup Makan, Kerja, dan Tidur dan seterusnya tanpa memiliki teman ataupun seorang kekasih dengan begitu tanpa kehangatan Cinta atau kasih sayang sama sekali.


Apalagi dulu semasa kecilnya Leo telah menempuh jalan hidup yang pahit dan kerasnya Dunia yang disebabkan oleh dia yang yatim piatu dari lahir.


Mungkin karena beberapa pengaruh dari pemilik sebelumnya tubuh ini Leo juga memang dalam pandangan pertama saat melihat Leticia sanga Pelayan cantiknya terluka terasa sangat menyakitkan dia berfikir mengapa tidak dirinya sajalah yang mengalami hal tersebut dan bukan dia?


Tetapi sekarang itu tidak akan pernah terjadi lagi dan mulai sekarang serta seterusnya Leo pasti akan melindungi Leticia apapun yang terjadi.


Mendengar apa yang barusan Tuanya atau sebaiknya Leo katakan barusan air mata kebahagiaan Leticia yang tadinya telah mengering sekarang keluar lagi.


Leticia merasa sangat terharu atas apa yang dikatakan Leo barusan dia mungkin memiliki perasaan yang sama sama seperti Leo sebelumnya dihatinya namun dia selalu merasa rendah diri dan selalu merasa tidak pantas jika harus bersanding dengan Leo.


Tetapi sekarang setelah mendengar ucapan Leo tersebut rasa Cinta yang ada jauh didalam hatinya itu kian membesar setiap detiknya, jantung miliknya pun terasa berdebar debar dan dia merasa bahwa dia tidak bisa lagi hidup tanpa kehadiran Tuanya Leo tersebut.


Namun sebelum itu..


" Leo Sama.. tidak.. maksudku Leo apakah.. apakah yang barusan kamu katakan itu benar? " Tanya Leticia dengan ragu - ragu namun dengan harapan yang sangat besar terselubung didalamnya.


Leo yang mendengarnya itu kemudian memberikan senyuman tulus dan lembut-nya.


" Ya, itu benar Leticia aku menginginkan hubungan yang melampaui Tuan dan Pelayan ini. " Sambil menyeka air mata yang terus mengalir di pipi Leticia lalu berkata.


..." Leticia Straus Aku Mencintaimu. " ...


Setelah mendengar itu air mata kebahagiaan pun semakin banyak menggenang dimata Leticia dan sebelum jauh lebih lama dia pun menghirup nafas dalam dalam untuk menenangkan diri kemudian memberikan senyuman terindah-nya pada Leo.


..." Ya, Aku Juga Mencintaimu Leo Pendragon. " ...


Untuk sesaat Dunia terasa seperti berhenti untuk mereka berdua dan setelah beberapa saat mereka berdua pun saling mendekat dan mendekatkan wajah satu sama lain kemudian aksi Ciuman Romantis pun berlangsung.


《Selesai》


Jangan Lupa Komen Dan Likenya Ya Reader-San! Dan Ketemu Di Cahpater Berikutnya Bye! Bye!