
Hari Berikut nya.... Sabtu, Pukul 6:00 Pagi
Sakura yang Tengah Berseragam Lengkap Takut Ia akan Telad Masuk Kelas Seperti kemarin.... Berusaha Untuk bangun lebih Cepat untuk hari ini, tidak ingin Merasakan kembali Bagaimana Tersiksa nya Berangkat Dengan TerBuru - Buru Seperti Semalaman....
Usai Berseragam Rapih, Ia lalu Beranjak Dari kamar nya Turun Pada Lantai Satu Tempat Ibu nya Biasanya Tengah Sibuk Mengurus - Ngurus Sarapan Pagi Mereka Berdua...
Terlihat Mebuki, Ibu nya Bersenandung Kecil, Tersenyum Riang Gembira... Seperti ada Kabar baik Yang baru saja menghampiri mereka
"Ohayou Ka Sann!" Salam Pagi Sakura
"Ohayou!, Sakura Putriku!... Sarapan lah, isi Perut mu Terlebih dahulu Sebelum Kau berangkat ke sekolah~" Ujar Mebuki Kembali bersenandung Riuh Gembira
"Hm.. Okay Mom!~, Kau Terlihat Sangat gembira Pagi Begini?.... Apa ada Sesuatu Yang Membawa Kegembiraan Untuk mu?" Tanya sakura, Penasaran Dengan Tingkah Ibu nya Yang Berbeda Dari Biasanya
"Hmm.... Hehe!, Ya Tentu Saja Ada!" Jawab mebuki kembali Tawa nihil
"Ohh?.... Apa Yang membuat mu Tampil Berbeda hari ini Mom?"
"Ini Tentang Ayah, Sakura!, Barusan Rumah Sakit Menelpon pihak Kita.... Mereka bilang Ayah Akan Dioperasi Pada hari Senin Dengan Dokter Spesialis Terkenal Dari Inggris!!" Seru Mebuki Gembira tak tertahankan Ingin Segera Diumbar pada Putri Kesayangannya itu..
"EHH?!!, Tapi Bu?... kita bahkan Belum Melunasi Sepeserpun Biaya AdministrasiNya, Bagaimana Mungkin Ayah Bisa Dioperasi?!" Tanya Kejut Sakura Bercampur Aduk Terharu Maupun Perasaan Gembira secara bersamaan Mendiami Pikirannya
"Entah lah!, Ibu Disuruh Untuk Datang Pada Rumah sakit Untuk Menandatangani Formulirnya Pada Pagi Hari ini juga~....." ----Mebuki----
"Be... Benarkah!!?,,,, Apakah Itu Artinya Biaya Operasi Ayah Gratis Bu?!" Ujar Sakura riang gembira sedikit Tak Percaya Dengan Mujizat Yang Menghampiri keluargaNya
"Bisa dibilang Begitu Nak!~, Dokter Bilang padaku Bahwa Ada Seseorang Misterius Yang Membeli Rumah sakit Dengan Syarat Untuk Memaksimalkan Pengobatan Ayah Serta Keselamatan Ayah...., Sekarang Ayah Tinggal Pada Kamar Pasien VIP, Kita tinggal Menunggu jadwal Operasi Pada hari senin....
Lalu Dalam Beberapa Bulan ke depan Ayah akan Membaik!...
Oh Tuhan Ini Sungguh Mujizat!!" Teriak Tangis Terharu Mebuki
"Apa?, Seseorang Membeli Rumah sakit Itu, Bagaimana Mungkin!... Rumah Sakit KONOHA Adalah Satu dari 10 Rumah sakit Terbaik Di Tokyo, Bukan Orang Yang sembarangan Yang Bisa Membeli Rumah sakit Sebesar Itu!!?" Tanya Seru Sakura Heran.....
"Bodoh!..... Justru Aku yang Seharus nya Bertanya padamu!.... Apa akhir akhir ini Kau emPunya Kenalan Dengan Seseorang Generasi Ke 2 yang Kaya Raya?!" Tanya mebuki kembali Curiga pada Putri nya Itu......
"Ehh? .... Se... Sepertinya Tidak.... Terkecuali Seperti nya Dia" (Naruto)
Balas Sakura
"Dia..?, Dia siapa yang kau Maksud Sakura?,Cepat Jawab Ibu!... Jangan Berbohong!" Seru mebuki Ancam Putrinya
"I.. Itu... Dia Seseorang *LETNAN JENDERAL* Militer" Balas Sakura Sedikit Ragu....
"Le.... LETNAN JENDERAL!!!?, Sungguh!!?" Ujar Mebuki Tak Percaya Sakura Empunya Kenalan Sesosok Sebesar Itu....
"Y.. Ya!, hehe Panjang Cerita nya Bu.., Ah! Aku Sudah Hampir Telad!, Sampai Jumpa lagi bu!... Aku Berangkat Dulu Mom!, Terima kasih Sarapannya!" Ucap Gadis Bermata emerald Tersebut, berusaha Menghindar dari Pertanyaan Mebuki....
"Tu.. Tunggu Sakura!, Jika Kau Bertemu Dengannya Lagi, Tolong Undang Dia Ke kediaman Kita!... BagaimanaPun Kita Wajib Berbalas Budi Padanya!" Sorak Mebuki Meneriaki Sakura yang Hendak Pergi
"Baik Bu!" Balas Sakura....
Sakura Pun akhir nya Pergi, Hingga Tepat Pada Luar Rumah Kumuh nya... Seperti Biasa Ia Menemukan Mobil Rolls-Royce Yang Familiar baginya Sudah Terpana Di depan Matanya...
TIN... TIN... TIN... (Bunyi Klakson Mobil)
"Yo, Sakura Chan... Seperti biasa... Ayo Berangkat Bersama!" Ucap Pria Bermata biru Cerah Tersebut, Bersandar pada Mobil Rolls-Royce Nya
"Hmph,, Dasar Baka! .... Aku Tidak Membutuhkan Jasa Transportasi Mu!" Ucap Kecil Sakura, Sedikit Tersenyum Serta Terharu ....
"Hehe...." Tawa naruto Mengaruk - Garuk Rambut Kuning Nya
Lalu Mereka Berangkat, Menelusuri Dan Menempuh Jarak Pergi ke Sekolah SMU ROMA Mereka
"Ngomong Ngomong,... Apakah Kamu Membeli Rumah Sakit KONOHA tempat dimana Ayah ku Berobat?... Naruto?" Tanya sakura Sembari Memulai Topik Pembicaraannya dengan Naruto Saat Seperjalanan sekolah yang membosankan
"Ehh?...Aku tidak Ingat!" Balas Naruto Mengelak Pertanyaan Gadis Yang Ia Cintai Itu...
"Hehe.. Kamu Tidak Mengaku!, Berani nya Kamu Berbohong padaku!" Ucap Sakura jahil Mencubit Pipinya Naruto....
"Yah... bagaimana Pun juga Kamu Adalah Tunangan ku Sakura Chan... Hehe Jadi Biarkan Aku Meringankan Sedikit dari Berat Di Pundakmu!"
"Baka!, Siapa juga Yang Tunangan mu! Huh!!.... " Ucap Kesal Membalas Naruto Namun Dengan Sedikit Tsundere miliknya
"Haha.. Ayo lah Sakura Chan!, Paman Kizashi Sudah Merestui ku!.. Sekarang Hanya Tinggal Bibi Yang Perlu Aku Yakinkan... Setelah itu toh Kita Juga Resmi Menjadi Tunangan!... Haha... "Kembali Naruto Mengolok - Olok Sakura..
" Huh!, Ngomong - Ngomong setelah pulang sekolah nanti Ibuku Ingin Kamu Mampir Pada Rumahku Sebagai Tanda Terima kasih kami Padamu, Aku harap kamu Datang" senyum Sakura Pada Naruto, Mulai Merasa Nyaman bersama Pria Kuning Tersebut
"Eh!!, Kenapa Begitu!!" Sahut Sakura Marah Kembali Memukul kecil Naruto
Tawa Penuh Candaan mereka Menggema pada mobil itu,......
Siang Hari Pukul 15:30
Yaitu Jam Pulang Sekolah dan bel sekolah Berdering Ke sekian kali nya,Sebagai penanda Berakhir Nya Kegiatan belajar Mengajar Hari ini
Tidak lupa Dengan Janji nya.... Naruto Dan sakura Kemudian Kembali Pada Rumah ke kediaman Keluarga Haruno Usai Pulang sekolah......
Dengan perasaan Sedikit gugup, Untuk bertemu Ibu Nya Sakura, Yang dianggap Naruto sendiri sebagai calon Mertua nya
Hingga akhir nya mereka berdua Kembali pada Ke kediaman nya Sakura...
Terlihat Mebuki pada depan pintu, Bersiap Menyambut sesosok Yang dianggap sebagai Penyelamat Keluarga nya itu... Tak lain Adalah Naruto
"Ibu, Aku pulang!, Perkenalkan Dia Adalah teman Ku Dan Juga Sesosok Jenderal Militer yang Aku Ceritakan tadi pagi!... " UJAR Sakura hangat...
"Ehh?, Mengapa Terlihat Begitu MUDA?!!, Sakura!,Apa Naruto Kun Sungguh sungguh sesosok Letnan Jenderal?!!" Tanya Mebuki Kurang menyakinkan Melihat Naruto Dari Ujung bawah sampai Atas Tubuhnya
"Iya" Angguk Sakura...
"Ya.. Ya Ampun Dia masih Begitu Muda!, Dan Tampan!.... " Kejut Mebuki Terkesima Pada Pandangan Pertama Nya Dengan Naruto...
"Halo Bibi!, Bagaimana Kabar mu?.... "
Sapa Naruto Lembut
"Baik..., Oh yah!, mari Masuk pada ke kediaman Sederhana kami Naruto!" Sambut Hangat sang tuan Rumah padanya
"Maaf Menggangu Bi.... " Ucap Segan Naruto, kemudian Melangkah masuk Melewati Pintu Kayu Sederhana Rumah nya...
Kemudian Mebuki Sakura dan Naruto, Disambut dengan jamuan Makan malam, Yang sudah Terdapati Beberapa makanan Yang Terlihat enak pada meja kayu.... Meski Bukan makanan yang Mahal... Namun Seadanya Saja Sebagai Bentuk Terima kasih Dan Utang Budinya Pada Pria Berambut kuning Tersebut
Kemudian Mereka Bertiga Bersama sama Melahap Dan menyantap Beberapa hidangan Di sana... Sekaligus Bercakap Cakap Untuk menghangat kan Suasana pada Meja makan Itu
"Bibi! masakanmu Sungguh Sungguh Sangat Enakk!.... Bahkan lebih Enak Dari Masakan Koki dirumah!" Ujar Naruto Sesudah Mencicipi Makanan Rumahan keluarga Haruno... Hendak Memuji Calon Mertua nya tersebut.
"Hehe... Itu Berlebihan Naruto Kun, Terima kasih!" Balas Mebuki Tersipu Malu
"Ngomong Ngomong,Naruto kun..., Aku tidak menyangka, Di Umur Yang sangat muda Kamu bahkan Menjabat Sebagai Letnan Jenderal dan bahkan Kamu juga Terlihat sangat Tampan!...., Aku Ingin Tahu Apakah Kamu Tertarik Pada Putri kesayangan ku ini?"
"I.. Ibu!!, Aku dan Naruto hanyalah Teman!, camkan Itu!" Teriak sakura Nada bergetar, terlihat persis seperti kucing yang malu malu
Naruto Kembali Tersenyum lalu Menjawab: Hehe... Tentu!, Aku Jatuh Cinta Padanya saat pandangan Pertama!" Jawab Naruto Terang Terangan sembari melihat Tulus Mata sakura di samping nya
Sakura yang Kembali Membalas Tatapan Itu, Seketika Sontak Membuang nya ke sekian kalinya.. Ia tidak Punya Rasa apapun Terhadap Naruto... Sesosok yang bahkan Baru ia kenal Beberapa hari lalu..begitu pula perasaannya dengan Sasuke... Perasaan Nya Terhadap Nya hanyalah Sebatas *Idola* dan Tidak lebih... Namun Jika Naruto Sungguh sungguh Mencintai Tulus dirinya... Mungkin ia Bisa sedikit Membuka serpihan Hati nya Untuk Pria bermata Biru itu.
Beberapa Jam Kemudian Berlalu... Waktu sudah Larut Menunjukkan Pukul 19:05 Malam, Naruto kemudian Berpamitan dengan Calon mertua nya Serta Gadis yang dicintai nya Itu.
"Ibu... Biar aku Yang Mengantar Naruto, kamu Pergilah Beristirahat" Ujar Sakura... Pada Ibu Nya
"Baiklah, Maaf merepotkanmu Sayang... Dan Juga Sekali lagi Keluarga kami Berterima kasih atas Pertolongan mu Naruto kun... Hehe, Aku Mendukung Hubungan mu dengan Sakura, Bersemangatlah!... " Bisik Nakal Mebuki Pada Naruto,
Sakura yang menguping kembali Terheran heran melihat Orang tua nya Itu MenjodohkanNya Begitu Cepat dengan seseorang Yang Terlihat masih tampak asing baginya... Meskipun Pria tersebut Adalah Pria Yang Baik Terhadap diri nya... Namun hubungan Tersebut Masih lah Terlalu Cepat.....
"Sampai Jumpa, Sakura Chan...!" Ujar Naruto di Luar rumah sakura Tepat nya pada Depan Pintu Mobil Rolls-Royce nya itu..
"Ya.... Berhati hati lah, Perhatikan keselamatan mu.. " Kembali Balas Sakura dengan Nada lembut pada pria itu
Kemudian sebelum Ia Memasuki mobilnya itu, Naruto Kembali Memberi Kecupan hangat Pada Jidat nya sakura...
"Ini Ciuman Selamat Malam untuk mu Sakura Chan" Senyum Naruto kesekian kalinya Padanya
Sakura Kembali menjadi Kucing Tsundere Pada saat kecupan Itu berakhir
"Ka.. Kau!,,,, huh. terserah mu Saja" balas sakura Pasrah pada sang Pria yang sangat berterus terang Terangan Tersebut,.
"Ta.. Tapi Sekali Lagi.. Aku Sungguh Sungguh Berterima kasih Untukmu, Sudah Membantu Merawat Kesehatan ayah ku" Ucap Sakura samar samar Terlihat Wajah nya Memerah..
"Bukan.. Masalah yang besar Sakura Chan!, Kalau Begitu.. Aku Pamit Dulu, Sampai Jumpa!,
Naruto duduk Pada Kursi Co-Driver mobil Mewah nya....
Kemudian Ia Pergi Meninggalkan Ke kediaman Haruno Tersebut