This Love Starts From Hate

This Love Starts From Hate
BAB 22



" Sejak kapan bos gw bisa menangis kaya gini mana kaya bocah lagi" ucap Fio yang heran dengan bosnya ini apalagi tadi dia sudah di buat heran oleh sang kakak yang bersikap seperti anak kecil itu.


" Ya sejak kapan bos kita jadi cengeng" ucap Elang


" Bener banget " ucap Bayu membenarkan kata - kata dari kedua sahabat laknat nya itu.


" Udah jangan sedih lagi, kaya bocil yang habis di minta permen nya aja " ucap Diana yang sudah memeluk Ray untuk menenangkan pacar sekaligus tunangannya itu.


••••••


Jam pulang sekolah pun akhirnya tiba dan waktu di mana Diana, Riska dan Risa akan berangkat ke perbatasan untuk melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara.


Di hari ini juga Diana akan mengakhiri balas dendamnya di mana dia akan pergi sebagai identitas nya yang kelam yaitu Queen's setelah dia menyelesaikan masalah balasan dendamnya dia akan melaksanakan tugas negara nya.


" Din hari ini kita bakal akhir semuanya ya?" Tanya Risa yang merasa kawatir dengan sepupunya itu pasalnya dia akan melihat sosok kejam dan bengis dari sepupunya itu.


" Ya " jawab Diana dengan sikap dinginnya sambil berjalan ke arah parkiran untuk berangkat ke tujuan mereka.


" Hhhhhhh, gw rasanya gak sanggup lihat sosoknya seperti itu Ris" ucap Riska kepada Risa yang merasa kawatir dengan sahabat nya itu.


" Ya gw juga kawatir ama tu bocah, banyak masalah yang dia lalui sendiri tanpa meminta bantuan orang lain." Ucap Risa


" Kita doakan aja semoga kita bertiga tidak mengalami kejadian seperti 4 tahun lalu" ucap Riska


" Bener kata lo Ska" ucap Risa


Kejadian 4 tahun yang di maksud Riska ada kejadian di mana Diana hampir kehilangan nyawa untuk yang ke dua kalinya.


FLASHBACK ON


" Ris lo jaga pertahanan sebelah kanan " ucap Diana


" Ka Lo pimpinan pasuk Angtatan udara, lo arahan mereka semua untuk menyerang pada titik markas " ucap Diana


" Lo sendiri gimana Din?, Posisi kiri gak ada yang jaga?, Gimana kalo lo terluka kembali gw gak mau lo kenapa-kenapa lagi" ucap Riska yang menghawatirkan sahabat itu .


" Tenang aja gw bisa mengatasinya" jawab Diana


" Baik lah" ucap Riska


Setelah mereka semua siap dengan amunisi mereka masih-masing mereka semua bersiap untuk terjun ke Medan pertempuran.


Diana sendiri dia memimpin pasukan angkatan laut dimana dia akan menyerang dari perairan dan Risa bertugas untuk menjaga sisi sebelah kanan Diana untuk Riska sendiri dia akan meluncur dengan pasukan khusus untuk menyerang kem musuh.


Sampai pada akhir peperangan mereka semuanya lengah dan akibat kelengahan itu musuh mencoba menyerang Risa hal itu pun di sadari oleh Diana dia kemudian berlari ke arah Risa dan menyelamatkan adik sepupunya itu. Luka yang Diana terima cukup terbilang luka yang parah pasalnya peluru yang di tembak oleh sang musuh mengenai dada Diana sebelah dada kirinya yang jaraknya lumayan dekat dengan jantung Diana.


FLASHBACK Off 


Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang 30 menit akhirnya Diana dan teman-temannya telah sampai di markas utama. Tempat di mana dia akan memberikan pelajaran kepada para musuh nya dulu yang terlibat dengan aksi pembunuhan orang tuanya dan dirinya.


Diana dan anak buahnya menuju tempat rapat untuk merundingkan rencana mereka lebih lanjut untu menculik musuhnya itu.


Ray hanya menggeleng saja soalnya sudah berjam-jam Ray mencoba untuk menghubungi Diana dan dia juga sudah mencoba untuk mendatangi kediaman putra dan kediaman Diana sendiri.


" Aaaaaaaaaaaaa masak di antara kalian gak ada yang tau kemana keberadaan mereka sihhh" ucap Fio yang frustasi


" Seharusnya yang frustasi tu bukan lo tapi Ray kenapa malah elo sih buaya darat" ucap Bayu yang sudah mulai jengkel dengan Di buaya darat satu ini soalnya dari tadi dia gak bisa diem selalu mondar-mandir ke sana sini sedang orang yang sedang bingung dan bertanya-tanya kemana tunangannya itu pergi dan sampai mengabaikan telfonnya hanya diem duduk sambil memandang ke atap markas  mereka yang terlihat hampa.


" Diem lo nyet " ucap Fio dengan marah nya


" Kasian amat sil lo Fii, jangan-jangan cinta lo di tolak ya ama Risa??" Ucap Elang sambil menertawakan Fio yang tidak sama sekali di berikan jawaban oleh Risa beberapa hari yang lalu.


" Lohhh sejak kapan lo nebak Risa?, Wah-wah bahayain buaya darat dah mulai mencari inceran baru lagi"  tanya Bayu


" Ferry Lo dah dateng?, Dapet kabar apa Lo?, Oiya lo juga udah cek Sisi Tv kan? " Ucap Ray yang melihat Ferry memasuki markas mereka.


" Sorry gw gak ne apa-apa tentang mereka bertiga, gw juga udah berusaha buat bujuk Syk untuk cerita tadi pas gak sengaja ketemu di jalan" ucap Ferry yang juga merasa Frustasi karena tidak menemukan sang kekasih.


" Ray coba lo hubungi lagi siapa tau di jawab ama Diana" Ucap kembali Ferry kepada Ray


" Ok gw coba" ucap Ray tapi sebelum dia menefolon Diana dia sudah di telfon oleh kakek Diana.  ' loh tumben kakek telfon gw, ada apa ya?' ucap Ray dalam hatinya. Ray kemudian mengangkat panggilan tersebut


Halo kek ada apa?


Ray Diana terluka di Medan perang 


Ucap sang kakek langsung ke intinya tanpa menyapa apa pun


Sekarang Diana di mana kek 


Jawab kek buruan kek 


 Diana ada di rumah sakit Mutiara 


Ray kesana sekarang kek


Ray langsung menutup panggil tersebut secara sepihak


" Ray lo mau keman? "


" Woi bos Lo mau kemana"


" Mending kita ikuti dia aja "


" Bener banget tuu"


Kembali ke tempat sebelum Diana terkena tembakan


" Akhirnya misi ini setelah bertahun-tahun Selesai juga " ucap Risa ya misi yang sedang mereka lakukan ada menangkap buronan yang sudah lama di incar oleh pihak polisi namun tingkat kesulitannya membuat mereka meminta bantuan kepada pihak militer sebab buronan itu selalu berpindah-pindah dan selalu menyamar. Dia juga pernah menyamar menjadi salah satu anggota baru kemiliteran yang Diana latih, namun semua itu sudah Diana ketahui dan dia juga sudah mengamatinya sejak lama sambil memberikan makan yang bisa di bilang memiliki kadar racun, racun itu akan mengerusak tubuh yang terkena dengan perlahan-lahan dan menjadikan semakin hari semakin melemah.


Namun naasnya sebelum dia benar-benar di pegang oleh anak buah Diana dia sudah lebih dulu mengambil senjata yang berada di bawah kaki anak buah Diana dan menembak Riska yang posisinya ada di dekatnya namu semua itu di ketahui oleh Diana dan Diana sendiri terkena dua tembakan dari sang buronan satu di bagian perut dan satunya tepat berada di samping jantungnya yang mengakibatkan Diana sekarang mengalami kritis.