
" Hmmm baiklah" ucap Sky yang sangat tidak ingin di tinggal oleh sang kakak, pasalnya jika kakaknya pergi tanpa mengasihi tau kemana tujuan perginya itu makan biasanya ini akan terjadi hal besar dan bisa di perkirakan kalo sang kakak itu akan pulang dengan keadaan yang penuh dengan luka ya walaupun bisa di bilang lukanya itu adalah luka ringan.
Setelah selesai membujuk Syk untuk tidak ikut dengan Diana mereka bertiga kemudian berangkat ke sekolah menggunakan montor mereka masih-masing. Mereka bertiga membelah jalan raya kota Jakarta yang bisa di bilang lumayan macet di jam-jam saat mereka berangkat sekolah sekarang apalagi mereka bisa tergolong berangkat agak mepet dengan jam tujuh. Lima belas menit waktu yang mereka gunakan untuk perjalanan agar sampai di sekolah.
Mereka bertiga memasuki gerbang sekolah dengan Aura yang dingin tapi masih menarik perhatian orang lain apalagi montor yang mereka naik itu termasuk montor keluar terbaru dan memiliki harga yang pantasisi sangat malah.
" Gila cantik dan ganteng banget"
" Gila sky Coll banget"
" Cantik"
" Dasar cewek sok cari perhatian"
" Sok kaya"
" Aaaaaa Diana sama Risa Coll banget "
Dan masih banyak lagi pujian dan makian yang mereka dengar dari anak - anak yang lainnya tapi mereka bertiga hanya membiarkan nya saja dan berlalu untuk pergi kepakaran sekolah nya itu. Sampai di parkiran khusus untuk montor anak sekolah SMA Rajawali itu diana di sambut oleh geng Tempur yang masih setia duduk di montor mereka masih-masing.
" Bu bos gila cantik banget" ucap Elang
" Iya, Risa juga Coll" ucap Bayu
" Ehhh itu sky kan? Ternyata dia juga bisa berpenampilan ganteng dan col dari kita-kita semuanya hahahaha" ucap Elang kembali.
" Sayangnya dah punya pacar kalo... " Ucap Fio yang di gantung
" Kalo gak apa?" Tanya Ray dengan dinginnya.
" Kalo gak yang gw pacarin lah" ucapnya tanpa sadar
Hingga detik kemudian Fio mendapatkan pukul yang cukup keras pada bahunya karena ulah Ray yang tidak terima jika pacarnya itu mau di rebut oleh temannya sendiri.
" Ehhhh ampus bos " ucap Fio sambil mengacungkan pis kepada sang bos
' lemes amat nih kulit gw, untuk gak mati ' ucapnya kembali dalam hatinya dia merasa kalo dirinya ini salah kalopun sampai salah kata yang lebih parah lagi dia akan pulang dengan nama saja.
" Ayy lain kali jangan bawa montor sendiri, besok aku jemput ya" ucap Ray yang sambil menghampiri Diana.
" Gak usah aku besok udah gak masuk sekolah lagi sampai ujian kelulusan" ucap Diana sambil melepaskan hlem nya itu.
" Mau ke mana? " Tanya Ray
" Ada hal yang harus di selesaikan di bagian kemiliteran" ucap Diana dengan entengnya
" Kakak jangan pergi ya" bujuk Sky lagi
" Segitunya kah kakak ingin mati kembali " ucap Sky dengan dingin sambil dia mengingatkan kembali kejadian yang sudah pernah menimpa kakaknya yang hampir kehilangan nyawa nya untuk ke sekian kalinya.
" Jangan pergi ayy" ucap Ray dengan manjanya
" Woooooo gais ternyata bos kita ini bisa bersikap manja juga ya hahahaha " ucap Elang Kemudian di susul gelak tawa oleh para teman Ray yang lain, tidak termasuk Ferry yang sedari tadinya menunjukkan sikap dinginnya.
" Lo juga ikut Ka?" Tanya Ferry kepada Riska hal itu membuat semua orang menghentikan tawanya karena merasa terkejut dengan ucapan Ferry yang menanyakan tentang seorang wanita.
" Iya gw bakal ikut" ucap Riska yang menjawab pertanyaan Ferry dengan mudah nya.
" Kenapa lo harus ikut?, Di sini aja sama gw, gw gak mau lo terluka, jadi gw mohon jangan ikut" ucap Ferry yang berjalan mendekati Riska sambil mengucapkan kata dengan nada yang begitu melasnya.
" Sejak kapan dua es kutub ini mencair mana jadi pada bucin + manja lagi" ucap Fio yang merasa heran dengan bosnya itu dan kakaknya yang bisa di bilang mereka berdua ini tidak pernah menunjukkan rasa tertarik nya dengan seorang wanita manapun lah ini sekalinya tertarik malah sama modelan kaya iblis semuanya mana yang satu dingin dan kejam + sadis tidak pernah kasihian ataupun memberikan ampun pada lawannya dan Diana sendiri biasa di sebut sang iblis yang haus akan darah sedang kan yang satu friendly tapi kejam, Riska sediri juga di sebut sebagai iblis yang manis di balik kemanisannya ini tersimpan sikap kejam dan sadis yang parah tapi masih parah Diana dan Risa. Sedangkan untuk Risa sendiri biasa di sebut sebagai Iblis bermuka dua dia yang terkadang membunuh lawannya dengan muka ketakutan dan sedih itu terkadang membuat lawannya salah sangka tapi sedetik kemudian berubah menjadi sosok yang sangat sadis dan bingas.
" gw gak bisa biarin Diana pergi sendirian walaupun nanti ada Risa yang menemani tapi gak cukup satu orang yang menemani Diana. " Ucap Riska yang berusah membujuk Bayi besarnya itu.
" dan Risa sendiri melindungi Diana di bagian arah kanan jikapun dia melindungi Diana dari berbagai arah itu akan mengurus tenaga dan memberikan celah ke lawan. " Ucapnya lagi
Riska sendiri sudah tak mau melihat sahabat dekatnya itu terbaring di rumah sakit kembali dengan ke ada koma. Dan Diana sendiri pernah koma selama 1 tahun itu koma setelah kejadian pertempuran dengan musuh, Diana sendiri mendapatkan luka tepat di samping jantung nya. Peristiwa tersebut terjadi di depan mata Riska sendiri dia melihat sosok sahabat nya yang mencoba melindungi nya dari serangan musuh.
" Hhhh baiklah, tapi di sana jaga diri ok" ucap Ferry yang mulai pasrah dengan keputusan yang di berikan kepada Riska
" Thanks Fer" ucap Riska
"Hm" jawab Ferry
" Jangan ngambek ok, nanti setelah gw pulang kita main sepuasnya " ucap Riska yang berusah membujuk Ferry
" Ok, janji?! " ucap Ferry yang bersuara seperti anak kecil
" Janji" jawab Riska
" Apa aku gak boleh ikut ay? " Tanya Rey yang memecahkan percakapan mereka semuanya.
" Tidak " ucap Diana dengan tegasnya
" Kenapa?, Aku gak mau kamu terluka, aku ingin melindungi mu " ucap Rey yang mulia mengeluarkan butiran-butiran bening dari matanya.
" Sejak kapan bos gw bisa menangis kaya gini mana kaya bocah lagi" ucap Fio yang heran dengan bosnya ini apalagi tadi dia sudah di buat heran oleh sang kakak yang bersikap seperti anak kecil itu.
" Ya sejak kapan bos kita jadi cengeng" ucap Elang
" Bener banget " ucap Bayu membenarkan kata - kata dari kedua sahabat laknat nya itu.
" Udah jangan sedih lagi, kaya bocil yang habis di minta permen nya aja " ucap Diana yang sudah memeluk Ray untuk menenangkan pacar sekaligus tunangannya itu.