The WAR Of EVOLUTION

The WAR Of EVOLUTION
Friel Tiba di Laut



Di tengah teriknya panas matahari,friel beristirahat dibawah pohon yang rindang sambil meminum sebotol air.


"Hah... kenapa tiba tiba panas begini,kemarin saja tidak panas seperti ini"seru friel yang sedang kepanasan.


Se jam ia beristirahat,dia mulai melanjutkan berjalan lagi.perjalanannya terasa sangat panas.keringatnya bercucuran di jalanan.


2 kilo meter jarak perjalanan yang dia sudah tempuh.seketika ia tersenyum melihat laut di depannya,"akhirnya ketemu juga laut nya….hahaha….akhirnya".kata friel sangat kegirangan sambil melompat lompat.


"Hahaha...aku seperti anak kecil saja melompat lompat,tapi...tidak apa apa lagipula tak ada orang disini yang melihatku...hahaha...aku sangat senang sekali….hahaha..."kata fahrul yang sangat senang sekali dan masih melompat lompat sambil tertawa..


selama 3 minggu lebih ia menempuh perjalanan akhirnya dia menemukan laut.


"Selangkah lagi aku akan sampai di zona aman,akhirnya aku akan bertemu orang tuaku".setiap friel memikirkan orang tuanya,dia pasti akan sangat kegirangan.


Untuk bisa sampai ke zona aman,friel harus menjalani beberapa tahap agar bisa sampai kesana.


Tahap satu:dia harus berjalan mencari laut karna tujuan nya adalah sebuah pulau.sekarang tahap satu sudah diselesaikannya dalam waktu yang lumayan panjang.


Tahap dua:adalah mencari kapal untuk digunakan sebagai kendaraan penyeberangan menuju zona aman.tahap kedua ini sedang di jalaninya sekarang


Dan tahap ketiga:adalah yang paling sulit bagi friel,karna dia tidak punya peta sehingga harus mencari dimana zona aman berada,menyusuri lautnya sampai ketemu.


Tidak butuh waktu lama baginya untuk mencari,dia sudah menemukannya.tapi dia cukup sial karna bukan menemukan kapal,dia hanya menemukan perahu kecil...perahu kecil itu ukuran panjangnya hanya sekitar 1,5 meter,lebarnya hanya setengah meter,dan tingginya sama dengan ukuran lebarnya.


"Haiss,hanya ada perahu kecil,kalau hanya perahu ini aku bisa tenggelam kalau cuacanya buruk".friel tidak memilih untuk memakai perahu itu karna perahu itu terlalu kecil.


Dia melanjutkan menyusuri pantai….mencari kapal yang lebih besar.dia mencari cukup lama tapi tidak menemukan kapal.


Kapal kapal besar yang dulunya berada pinggiran pantai yang di datangi friel telah di pakai oleh warga yang juga ingin pergi ke zona aman.


"kurasa aku hanya bisa memakai perahu kecil yang tadi"friel kembali mencari perahu yang tadi karena dia tak punya pilihan lain.


Hari sudah mulai gelap,friel akan melanjutkan perjalanannya besok pagi,jadi dia istirahat dulu di bawah pohon kelapa.sebelum itu dia pergi mencari kayu bakar untuk dijadikannya api unggun.


Sebelum friel tidur...dia menyempatkan dirinya untuk mengisi perutnya,memakan beberapa makanan yang bisa mengenyangkan perutnya.


"Besok,mungkin...perjalananku bakalan sulit...karena hanya bisa memakai perahu kecil itu"gumam fahrul dalam hati sambil melanjutkan makannya.


Lalu Friel berbaring di samping api unggun yang dibuatnya sambil menatap ke arah langit….menikmati indahnya bintang bintang yang kerlap kerlip.bintang bintang itu mengingatkannya akan kedua orang tuanya.


"Kuharap ayah dan ibuku baik baik saja di sana"gumam friel dalam hati dan tanpa sadar ia tertidur….