The Scandal

The Scandal
_ Semoga anak ini bisa mengingatkan mu padaku.



" Dia Hamil, kandungnya sudah masuk 3 minggu,,


Ronald atau dokter pribadi itu mengatakan dengan jelas pada orang di hadapan nya.


" Apa kau yakin?,,


Louis benar - benar terkejut mendengar pernyataan Ronald.


Akhir - akhir ini Fanny sakit dan sering pingsan, hal itu membuat Louis penasaran dan takut, Bagaimana pun juga Fanny adalah gadis yang baik, Disini dia juga korban tidak mungkin Louis akan tinggal diam.


" Ternyata kau hebat ya, sekali masuk langsung terbentuk,,


Ujar Ronald terkekeh.


" Jangan bercanda,,


Louis menatap kesal pada Ronald, tidak tau apa saat ini hatinya sangat bergerumuh seperti di hujani ribuan pedang.


" Kau harus menikahinya,,


Pintu ruangan itu terbuka, ternyata Harry dan Lylia sudah mendengar percakapan mereka di balik pintu.


" Tapi pah,,


" Ayolah sayang jangan bercanda bagaimana bisa putra kita menikahi nya,,


Louis tidak mungkin bisa menikahi Fanny karena hanya ada Christina dalam hatinya, Nyonya Scott juga sama saja dalam hatinya hanya Christina lah yang pantas menjadi menantunya, Tapi Harry dia adalah orang yang bijak dan bertanggung jawab, Lalu bagaimana?.


" Jadi bagaimana solusi nya,,


Ujar Harry menatap istri dan putranya.


" Maaf, Tuan Scott Nyonya Scott, saya tidak berharap bisa menikah dengan Louis, Lagipula umur saya mungkin tidak lama lagi,,


Fanny yang terbaring lemah di ranjang tersadar dari pingsan nya, suara ribut meraka terdengar jelas di telinga.


" Apa maksud mu?,,


Fanny sedikit menunduk mendapat tatapan dari Tuan Scott, sampai akhirnya dokter itu mengeluarkan suara.


" Maaf Tuan Scott sebelumnya saya ingin mengatakan, Nona ini memiliki penyakit leukimia dan jika dia mengandung, penyakit itu akan semakin memburuk dan bisa membahayakan nyawanya,,


Tentu saja mereka semua terkejut, berbeda dengan Fanny yang sudah mengetahui keadaan nya.


" Tuan, Nyonya, Louis, tolong ijinkan saya untuk mengandung anak ini hingga lahir, bagaimana pun juga penyakit ku tidak bisa di sembuhkan karena penyakit ini telah bersama ku sejak kecil,,


Fanny menatap ketiganya dengan wajah yang sendu, tatapan matanya penuh permohonan.


" Bagaimana bisa kau mempertaruhkan nyawa mu,,


Ujar Louis dengan tegas, dia tidak mungkin diam saja bagaimana pun juga anak yang ada di rahim itu adalah anaknya, Kenapa wanita ini mau mempertaruhkan nyawa nya.


" Bukan kah seorang ibu seperti itu,,


Ujar Fanny menjawab nya dengan senyuman.


Pada detik itu Harry maupun Lylia, Louis juga dokter Ronald merasakan iba yang teramat untuk pertama kalinya, pandangan buruk mereka tentang Fanny berubah, kini mereka yakin jika Fanny tidak ada kaitannya dengan insiden itu, jadi siapa sebenarnya orang di balik ini semua.


"Tidak apa - apa, meski pada akhirnya aku tidak pernah bisa memiliki mu, setidak nya aku telah mengandung anak mu, semoga anak ini bisa mengingatkan mu pada ku Louis, Christine maafkan aku,,.


*


*


*


Tega nya kau MENGHIANATIKU Louis,,


Ah... Huhuhuhu...


Christina menghapus air matanya perlahan, segala makian telah dia keluarkan, hah hatinya sedikit lega.


Mungkin saja batu yang sempat menghimpit sedikit merenggang.


" Apa sudah selesai,,


Astaga, apa ada orang lain disini, Christina mengedar pandangan kesekitarnya, yang benar saja seorang pria sedang tiduran di bangku pinggiran pantai, kenapa bisa ada orang lain disini bukankah di sekitar sini hanya ada rumah Mama scarlett.


Oh tuhan pria ini pasti mendengar semua teriakan nya, ah masa bodo lagi pula dia tidak saling mengenal.


Christina terdiam ditempatnya, tak bergerak maupun menjawab, Eh tunggu, kenapa pria itu berjalan mendekati nya.


" Tulis semua keluhan mu disini,,


Ansel memberikan secarik kertas dan pena pada Christina yang entah benda itu muncul dari mana.


" Untuk apa?,, Tanya Christina dengan wajah bingung.


" Tulislah dulu nanti kau akan tahu,,


Baik lah tidak ada salah nya hanya sekedar menulis, setelah semua keluhan tertulis, pria itu menggulung kecil kertas itu dan memasukkan kedalam botol.


" Lemparlah,, Ujar nya.


Tak bertanya lagi Christina melempar jauh botol berisi keluhanya itu, botol itu bergulung - gulung terbawa ombak.


" Terima Kasih,, Ucap Christina dengan pelan.


Ansel mengangguk pelan, kalo dilihat - lihat pria itu tampan.


" Biasanya seseorang yang sering menyakiti kita adalah orang yang paling kita Cintai, apakah begitu?,,


" Hmmm,, Christina hanya mengulum senyum tidak tahu dia harus menanggapi seperti apa.


Hanya saja dalam hatinya bertanya,


" Siapa pria ini,,.


*


*


*


*


*


🌸💞🌸


Next Ep.