
Setelah Hugo bertemu Stella kini hugo tak sendirian lagi di Castil.
"hey manusia lepaskan aku, aku akan pergi dari sini. dan sebaiknya kamu juga pergi , warga disini sudah tidak percaya pada bangsawan kaya kamu ". kata Stella.
"kalau kamu mau pergi, yah pergi saja. jangan lupa janganb sampai tertangkap lagi oleh mereka ". kata Hugo.
Tibah-tibah datang sekelompok warga yang ingin menerobos pintu Castil....
"ahhh kamu bohong ,kamu bilang membiarkan ku pergi. tapi kenapa banyak orang di depan pintu ". kata Stella dengan marah.
"eh aku pun tidak tau, kalau kamu mau pergi yah pergi saja lewat pintu belakang. mereka biar aku yang tangani ". kata Hugo.
disisi luar pintu....
"hey raja sialan keluar..... beraninya kamu menaikan pajak lagi.... ". kata warga yang berteriak.
"alahhhh dobrak ajah ***.... pasti saat ini dia sedang bersembunyi hahaha". kata warga lainya .
"gas skuy dobrak ". kata semuanya.
pintu itu pun langsung di dobrak, Hugo yang berada di depan pintu kaget ketika pintu di dobrak...
" anjrittttt..... satu dua singgit ...upss... ". kata Hugo terkejud.
"pufff ". ledek Stella.
mereka pun negosiasi ....
"ehh tunggu sebentar ada apa ini ramai-ramai ketempat saya... apa lagi bawa celurit sama Gir uda kayak mau tauran ajah ". kata Hugo basa basi .
"Tauran Gundul mu, kami kesini mau ngusir kamu keluar dari kota Xiang kami ". kata sala satu penduduk kota.
" apa maksud kalian memang apa sala saya, kenapa kalian sangat marah.... coba jelaskan apa yang terjadi ". tanya Hugo.
"alahh bacot.... hajar ajalah anj*** boca kampret ". kata Buki(anak buah dover) mengompor-ngopori.
"tunggu-tunggu.... siapa pemimpin kalian maju sini.... tolong jelaskan apa yang terjadi ". kata Hugo (sambil mengeluarkan tekanan spritual ).
tibah-tibah...
"are apa yang terjadi, kenapa aku merasa takut ". kata semua warga.
"tuan tolong berhenti, saya tau tuan bukan orang biasa jadi tolong hilangkan tekanan yang anda keluarkan ". Kata Rogi (kepala masyarakat).
"baiklah.... sekarang jelaskan situasi kenapa kalian membuat keributan seperti ini ". tanya Hugo.
"jadi begitu.. aku paham situasi nya tapi kalian sala paham, aku tidak menaruh pengumuman apa pun di papan pengumuman ". jelas Hugo.
" apa maksudmu sala paham ". kata Rogi (kepala masyarakat).
"yah benar, mungkin ada seseorang yang ingin mengadu domba kita. mungkin juga orang itu sangat membenciku atau ingin aku pergi dari kota ini ". kata Hugo.
"benar juga... dan tulisan ini juga sangat mirip dengan pemimpin sebelum nya ". kata Rogi .
"bohong dia pasti bohong... semua bangsawan sama saja.... mereka cuma ingin uang untuk mereka sendiri ". bisik Buki menghasud warga kota.
warga pun termakan tipuan itu, dan mulai menyerang Hugo.
"Serang dia pasti bohong ". kata para warga kota.
"kalian jangan memaksa ku untuk menyerang kalian yang tak bersalah ". kata Hugo.
"tuan tolong sadar situasinya ahahhha hajarrrr". kata Buki.
tibah- tibah Stella menyela perdebatan..
"berhenti... kalau kalian menyerang atau membunu bangsawan kalian dan keluarga kalian akan di hukum berat ". kata Stella mengalihkan pembicaraan.
"benar apa yang dia bilang... bisa jadi masalah kalau kita menyerang . mungkin apa yang di bilang Tuan Hugo ada benarnya ". kata Rogi .
"kalian tau siapa pelakunya,". kata Hugo.
"memang siapa pelakunya? ". tanya warga kota.
"dia adalah yang dari awal memprovokasi kalian , agar kalian marah dan termakan jebakan mereka ". jelas Hugo.
Diam-diam Buki mengendap-mengendap pergi...
"anjriiiii*** ketauan.... saatnya kaaaaburrrrr. ". langsung lari keluar gerbang kota.
"nah itu pelakunya yang sedang melarikan diri ". kata Hugo.
"kejarrrrr dia.... beraninya dia mempermainkan kita ". kata Rogi.
mereka mengejar Buki namun berhasil lolos....
"maafkan kami yang mulia Hugo... kami telah sala paham ". kata Rogi.
"santai saja.... aku mengerti perasaan kalian. ". kata Hugo