
al pun menuju penginapan dengan topeng yg ia buka dan dengan wajah seperti sedang merajuk
" kya lucu banget" ucap wanita
" Hu,, Hu hatiku meleleh " ucap wanita lainya
" kau benar , dia sangat imut " ucap wanita lainya
" pengen tak karungin gua bawa pulang " ucap wanita
dan masih banyak ocehan lainya
" beraninya tian 18 menjual saham ku pada raja itu sama saja aksesoris ku mendukung mereka hah walaupun hanya 5% tetap saja " ucap al
al pun mensan makanan al pun makan
setelah itu al tidur
ke esok anda pagi nya al pun buru buru memakai pakaiannya
pakaian al
pria tua tersebut melihat al
" kau mau kemana " ucap pria tua
" ibu kota " ucap al langsung pergi dan melesat dengan cepat tak terasara 4 jam perjalanan al pun sampai dan di sana pun lagi malam hari al pun tidur di atas pohon tak lama pria tua pun menghampiri al duduk bersandar di pohon sebelah al
' menarik anak dengan usia sekecil ini dapat berlari dengan cepat bahkan tampa lelah " ucap pria tua
al pun mendengar pertarungan al pun menghampiri nya dengan di ikut ti oleh pria tua
" system tak ada alat untuk merekam kejadian ini sangat langka jika tidak mengambil kesempatan " ucap al
ya pertarungan yaitu kaisar xiao sheng melawan puluhan
[ ada bola perekam harga 10 poin ]
" aku beli" ucap al lalu memengan bola pria tua itu ingin membatu tapi al langsung menarik dan menarik pria tua lalu al pun menberikan bola dan di pegang agar bola tersebut merekam
pria tua itu tidak dapat menggerakan tubuhnya hanya mata dan telinga yg berfungsi
al pun turun
" he cepatlah kau alihkan perhatian mereka " ucap kaisar xiao
" kau mau apa aku turutin "ucap kaisar xiao
" aku ingin saham di aksesoris bulan perak "ucap al
" jika kau membunuh mereka maka aku serahkan " ucap kaisar
" kau pikir aku bisa di tipu berjanjilah dan bersumpah lah " ucap al
" aku berjanji jika anak ini mengalah mereka maka saham ku di aksesoris bulan perak akan menjadi miliknya " ucap kaisar
" penghisap jiwa" ucap al
lalu mereka pun seperti mayat tampa luka level pun nol
" sudah " ucap al
" besok temui aku di aksesoris bulan perak " ucap al
al pun pergi lalu mengambil bola dan melepaskan tatok al pun pergi sambil membawa pria tua itu
sesampainya di aksesoris bulan perak al pun menendang pintu
barkk
" dimana tian 18 " ucap al
" kau siapa beraninya kau melawan tuan ku " ucap para pelayan yg bersiap menyerang
" he tian 18 kamu di mana hah " ucap al
" hahah cuma bocah kau beraninya melawan aksesoris bulan perak " ucap salah satu pengawal
" TIAN 18" ucap al
tian pun berlari menuju al
" ampun tuan,,, ampuni hamba melanggar perintah tuan " ucap tian 18
"kau harus di hukum dan sekarang kalian semua jaga pria tua itu dan kau ikut aku ke halaman belakang " ucap al lalu pergi ke halaman belakang di ikuti tian 18 al pun mengambil 3 kendi dan di masukan apinya terdapat api hitam, biru, dan merah dan al pun mengambil 1 kendi besar dan di sana terdapat batu bara
" kau berdiri di atas batu bara kedua tangan memengan satu kendi dan juga di atas kepala terdapat sebuah kendi " ucap al
" baik tuan " ucap tian melakukan apa yg di suruh , para pelayan dan tian lainya pun melihatnya merinding al pun memanggil pilar 8 untuk mecambuki dan setiap kendi yg pecah maka di ganti kendi yg panas nya berkali lipat
mendengar pun semuanya pun ketakutan bahkan menangis a