
al pun berjalan mengarah ke ibu kota sheng sudah lama al berjalan dan menginap di hutan tau desa desa terdekat dan juga kota. perjalanan al pun sejauh ini selama 3 bulan yg artinya umur al adalah 8 thn
al pun saat ini sedang di hutan saat jalan al melihat darah seperti jejak al pun mengikuti jejak tersebut hingga sampai pada semak semak al pun membuka orang tua yg terluka parah
al pun mengambil pil penyembuh lalu menyuapi pil tersebut pada pria tua
orang tua pun menjadi sehat bahkan luka luka pun menutup dengan sempurna
" kau dah sembuh baiklah aku pergi " ucap al
" tunggu " ucap pria tua
" nama mu siapa " ucap pria tua
" varo sudah kan dadah" ucap al
" kau mau pergi ke mana " ucap pria tua
" ibu kota lentera cahaya" ucap al lalu pergi,,,
"kita se arah kita akan pergi bersama " ucap pria tua
"hemm " ucap al
mereka pun berjalan dengan di iringan keheningan
hingga sampai pada desa putik penyejuk , mereka pun memasuki desa,,, al pun melihat aksesoris bulan perak ramai dengan pembeli al pun pergi mencari penginapan
" di depan ada penginapan sederhana kita menginap di sana saja " ucap pria tua
al pun tak mendengarkan ia melihat penginapan mewah ia pun langsung menujunya sedangkan pria itu pun mengikuti al ia berpikir anak anak yg suka melihat dan merusak barang
al pun sampai di meja kasir
"kamar 2 vvip untuk 2 hari " ucap al
" baiklah total 20 koin emas " ucap pelayan
al pun mengambil 25 koin emas
" sisah nya ambil aja " ucap al lalu melempar 1 kunci untuk pria tua al pun masuk kekamar ia pun segerah mandi
pakaian al dan memakai topeng
al pun keluar dan menuju aksesoris bulan perak cabang
al pun masuk
" selamat datang di aksesoris bulan perak " ucap pelayan
"tidak boleh bertemu dengan menejer kau tau bahkan kerajaan pun tak menyinggung dan kau siapa hah cuma seorang bocil " ucap pelayan
dari ke jauhan tian 40 melihat seorang bocah di marahi tian pun menghampiri mereka
" ada apa " ucap tian 40
" ini tuan bocah ini ingin menemui tuan tapi saya melarang nya tuan " ucap pelayan dengan sombong
" usir jika mengganggu ke amannan aksesoris " ucap tian tidak melihat wajah al dan cuek pada al
" kau dengar bocah " ucap pelayan
" ehemmm " ucap al
al pun melihat meja samping al pun menaiki lalu menjewer tian
" he beraninya kau " ucap tian
" berani, hah kau bahkan tak melihatku hem kau beraninya menyerang ku hah " ucap al
" maaf,,, Hu,,, Hu,,,, " ucap tian
al pun turun tapi tetap menjewer nya lalu menuju meja kasir lalu melepaskan
" duduk "ucap al sedangkan al duduk di meja
tian pun menuruti
dan para bawahan dan penonton pun melihat itu nya terkejut bahkan pingsan , pelayan yg mengusir al pun gemetar
" sampaikan pada yg lain harus mengajarkan para pelayan tentang sopan santun pada semua orang mengerti " ucap al
tian pun mengangguk lalu menulis surat dan dikirim
" sudah" ucap tian
" printah ku apa sudah di penuhi " ucap al
'' tuan tian ke 18 membuat masalah hingga kerajaan shen mendaptka saham 5% " ucap tian
" apa beraninya melanggar perintah ku hah baik hukuman yg tepat dan sebentar lagi aku akan ke sana " ucap al
" hukuman apa yg anda berikan tuang ku " ucap tian
" rahasia" ucap al
" ingat semua printah ku " ucap al lalu pergi