
"Can you see in the darkness of heart?"
Kata - kata yang penuh dengan nostalgia. Pertanyaan yang dulu selalu kutanyakan pada diri sendiri, yang jawabannya tak pernah kutemukan.
Tapi itu dulu, bukan sekarang. Sekarang, dibandingkan jawaban, aku mempunyai sebuah pernyataan tentang pertanyaan itu.
Tak ada satu pun orang yang dapat melihat apapun ketika hatinya dipenuhi oleh kegelapan. Sebab di dalam sana hanya ada ketakutan, kegelisahan, dan pertarungan sengit antara hati dan logika.
Dalam hal ini, tak ada seorang pun yang akan dapat melihat sekelilingnya. Mereka terlalu sibuk memikirkan diri mereka sendiri. Terlalu sibuk memikirkan bagaimana caranya mereka dapat bertahan hidup dan melewati kegelapan ini.
Dari situ kemudian mereka pun menciptakan sebuah pemikiran bahwa mereka spesial.
Ya! Tentu saja! Kami spesial! Karena itulah tak ada seorang pun yang dapat mengerti. Karena itulah tak ada seorang pun yang sama dengan kami! Kamilah pemeran utama dalam cerita ini!
Bisakah kalian lihat sekarang? Betapa mengerikannya kesombongan dan keegoisan di dalam hati manusia. Tanpa mencoba untuk mencaritahu tentang sekelilingnya, mereka langsung mencap diri mereka lebih tinggi dari orang lain. Mereka merendahkan orang lain yang berbeda dengan mereka hanya dengan satu alasan: 'karena aku spesial'.
Padahal itu semua tak lebih dari khayalan mereka sendiri. Tak lebih dari kegilaan yang tercipta akibat pergulatan hidup yang tak sanggup mereka hadapi. Mereka berhenti melihat kelemahan diri mereka sendiri, berhenti mengintropeksi diri, dan malah menciptakan dunia milik mereka sendiri di mana mereka tak perlu lagi peduli pada sekitar. Karena di dalam dunia itu mereka adalah Raja dan yang lain hanyalah rakyat jelata. Karena dalam dunia itu mereka selamanya adalah korban yang patut dikasihani dan yang lain adalah sang penjahat yang pantas mendapat hukuman.
Mereka tak pernah sekali pun mau menyadari kalau yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan. Tak pernah mau untuk mengakui kalau mereka sebenarnya sama seperti yang lainnya. Kita semua sama. Semua orang memiliki pergulatan mereka masing - masing. Hanya saja yang membedakan adalah apakah kita memiliki keberanian untuk menghadapi kegelapan hati kita sendiri? Ataukah kita hanya akan bermanja pada halusinasi dan keegoisan diri sendiri?
Kita semua punya jawaban yang berbeda. Sebab manusia memiliki kebebasan untuk memilih. Memilih: kebahagiaan atau ketidakbahagiaan?
Jika ada satu hal yang kupelajari darinya adalah cinta itu adalah bahagia, walau penuh dengan air mata.
Cinta itu bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Karena cinta tak hanya mendatangkan kebahagiaan, tapi juga kesedihan. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang bisa mengajarkanmu cara mengendalikan egomu, dan mulai berpikir tentang 'kita' dan bukannya 'aku'.
Sayangnya banyak orang yang mengira cinta itu adalah kebahagiaan tanpa akhir, yang tanpa resiko. Padahal sebenarnya mereka tahu kalau cinta sejati tak hanya manis seperti madu, tetapi juga sakit seperti duri.
Tetapi keegoisan manusia selalu menjadi penghalang utama cinta sejati. 'Aku' akan selalu menjadi penghalang 'kita'. Dan pada akhirnya mereka akan memilih untuk menyerah. Membuang kepercayaan tentang cinta sejati, dan mulai mencari cinta yang dapat memuaskan ego mereka.
Namun kadang kita harus juga berhati - hati dan tak menyalahartikan ego sebagai cinta. Sama seperti ketika kamu berkata: 'Aku bukan siapa - siapa dibandingkan dirinya. Dia lebih pantas bersama orang lain daripada aku. Dia pasti lebih bisa bahagia tanpa aku.'
Ini adalah ego. Bukan cinta.
Ini adalah ketakutan. Bukan cinta.
Cinta itu lebih posesif.
Cinta itu lebih berani.
Cinta tahu kapan harus melepaskan dan kapan harus mempertahankan.
Cinta tahu kapan harus berkata 'kamu bukan untukku' dan 'kamu adalah milikku'.
Rumit? Ya, tentu. Seperti itulah cinta. Kalau cinta tidak rumit, maka siapapun pasti akan dapat mendapatkannya dengan mudah. Cinta itu membutuhkan pengorbanan, bukan kebodohan. Cinta itu membutuhkan harapan dan keyakinan, bukan kepastian.
Tak ada satupun yang bisa mengerti makna cinta. Begitu pula aku. Karena cinta itu adalah komitmen seumur hidup. Misi tanpa akhir yang harus kamu jalani sampai akhir hayatmu. Kisah cinta di dunia nyata tak seperti kisah cinta dalam dongeng yang akan berakhir dengan lonceng gereja dan kata 'hidup bahagia untuk selama - lamanya'. Kisah cinta berakhir ketika kamu menutup mata, menghembuskan nafas terakhir seraya mengenang momen - momen kehidupanmu sambil tersenyum.
Live without regret. Itu adalah omong kosong.
Live with many regrets, and make it your lesson to change the future. Itu yang seharusnya mereka katakan.
Sebab tak ada kesempurnaan yang tak terlahir dari kegagalan dan kesalahan.
Yang terpenting adalah jangan pernah menyerah, dan jangan membuang harapan. Itulah pelajaran untukmu, dan pelajaran untukku.
Masa - masa penuh air mata sudah menghilang terbawa angin ke padang pasir masa lalu. Satu langkah kaki cukup untuk membawamu ke sebuah petualangan luar biasa, yang dapat mengubah hidupmu.
Sama seperti ketika aku melangkahkan kakiku ke tanah itu, dan mengakhiri semua kisah malam yang gelap. Walau bahkan setelah semua itu kita masih berselisih jalan, kini aku mengerti bahwa ada sesuatu yang tak akan berubah.
Mungkin itulah keabadian.
Mungkin itulah cahaya dalam kegelapan.
Dear Moon,
Mungkin suatu saat kau akan melupakan semuanya. Mungkin suatu saat aku pun akan melupakan semuanya. Walau begitu, aku akan tetap bernyanyi. Dan kau pun akan tetap bernyanyi. Menyampaikan ratusan pesan pada anak - anak bintang yang berada di seluruh pelosok dunia. Tentang cinta, tentang harapan, tentang keyakinan, tentang tantangan, dan tentang air mata.
Night adalah namaku yang hidup di masa lalu.
Telepathy adalah suaraku.
Reincarnation adalah takdirku.
Andromede adalah jalan hidupku.
Star Gate adalah masa depanku.
Lunaria adalah kisah cintaku.
Neverland adalah masa kecilku.
Star Rendezvous adalah mimpi - mimpiku.
Stellaluna adalah kau dan aku.
Galaksi tempat kita hidup terbentuk dari segumpal cahaya yang meledak di angkasa dan membentuk puing - puing kehidupan. Tak ada doa yang akan terkabul di sana, tak ada satupun yang dapat kita selamatkan di sana. Karena hanya dengan memohon keajaiban tak akan terjadi. Kau dan orang itu mengajarkan itu kepadaku. Maka aku pun bisa menjadi diriku yang sekarang.
Aku tahu mungkin selamanya perasaan ini tak akan tersampaikan. Tapi walau begitu, cahaya ini tak akan lagi padam. Sampai di mana aku bisa bersinar lebih terang dari saat ini, sampai saat di mana aku akan dapat menyampaikan kata - kata penuh keajaiban itu padamu.
Live without regret, no! Laugh without regret.
Aku berharap agar semua mimpi - mimpi dapat dikabulkan.
Kepadamu yang membaca tulisan ini.
Your life is bigger than yourself.
Make it worth.
Every single of your laugh.
Every single of your tears.
Look around because there are many special persons in the world.
Like you.
Like us.
Ketika kau jatuh dalam kegelapan, ingatlah! Kaulah 'Little Spica', yang bersinar terang walau tertutup awan gelap.
Ketika kau disakiti oleh kehidupan, ingatlah! Hidupmu adalah sesuatu yang kau bentuk dengan tanganmu sendiri, bukan orang lain.
Ketika kau merasa direndahkan, ingatlah dan jangan pernah lupa! Di luar sana ada seseorang yang mengagumimu, mengimpikanmu, mengharapkanmu, menginginkanmu.
Kau tak sendirian selama kau tak lupa kalau kau tak sendirian.
Aku bukanlah pahlawan.
Aku bukanlah ksatria.
Aku hanyalah penggubah.
Aku hanyalah pemimpi.
Tetapi aku juga adalah bintang di langit malamku.
Aku adalah harapan untuk masa depanku.
Aku adalah cahaya untuk mereka yang mengharapkanku.
Dan selama bintang berwarna hijau itu masih menyinari angkasa, aku pun akan tetap berdiri tegak.
Di antariksa yang penuh dengan jutaan bintang, untuk dia, Sang Rembulan, aku akan menjadi yang terkuat.
Dari lautan bintang yang membentang di balik antariksa, dia terlahir. Berdiri dengan megahnya, dia berseru, "Akulah Jupiter."