
Setelah kejadian malam itu Aulia tidak terlihat di berbagai aktivitas studi ada sedikit kekhawatiran dalam diriku tapi aku l tidak berani menanyakan keberadaan Aulia kepada siapapun karena jika aku bertanya takut akan menimbulkan gosip.
Hampir satu bulan menjalani aktivitas dan benar saja Aulia tidak pernah ada di kegiatan apapun. aku sangat penasaran dan memberanikan diri bertanya kepada teman Aulia.
"Hei raf. lagi apa?". Tanya ku basa basi
"Hei kak, enggak ada lagi ngerjain materi buat besok". Jawab nya santai
"Oh ya. Aulia kemana ya kok enggak kelihatan hampir satu bulan". tanyaku memberanikan diri
"Aulia cuti kak, dia ke Sumatera katanya semester depan baru lanjut". Jawab teman Aulia sambil terus mengerjakan materi tugas nya
"Oh". Ucapku sembari pergi kebelakang
Aku cukup terkejut tapi walau bagaimanan pun itu adalah yang terbaik buat aku dan Aulia dan setelah mendengar itu perasaan ku mulai membaik dan berharap kedepannya akan lebih baik.
Berjalan nya waktu tak terasa masa kulian ku telah selesai dan kami semua mendapatkan nilai yang memuaskan. Aku pulang dengan gembira karena pastinya akan berkumpul kembali dengan keluarga dan anak-anakku.
"Alhamdulillah ya semuanya selesai". Ucapku berbincang dengan teman-teman seprofesi ku
"Iya kak. bulan depan kita udah wisuda dan bisa nyari pekerjaan". Jawab salah satu rekan ku
Setelah berbincang cukup lama dan kebetulan ini hari terakhir kami berkumpul akhirnya kami pun memutuskan untuk begadang sampai pagi merayakan keberhasilan studi dan perpisahan dari kebersamaan selama kurang lebih 2 bulan lamanya.
Jam menunjukan pukul 03.00 Dini hari mataku sudah tidak sanggup untuk menahan rasa kantuk akhirnya aku duluan pergi ke kamar sementara yang lain masih bersemangat bernyanyi dan membuat api unggun. Sebelum masuk ke kamar aku pergi ke dapur untuk mengambil air minum dengan mata yang tersipu-sipu karena menahan rasa kantuk tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang meraih tanganku dan memeluk ku dari belakang aku ketakutan setengah mati, mata ku yang tadinya ngantuk kembali melotot saat akan berteriak orang asing itu membekap mulut ku dan berbisik
"Kak ini aku Aulia, Jangan berteriak". Ucapnya lembut
Mataku terbelalak kaget sampai mengeluarkan air mata dan setelah mendengar bisikan itu aku menangis karena begitu kagetnya. saat berbalik aku tidak dapat mengontrol emosi aku menatap Aulia begitu pula Aulia juga menatapku dengan senyum manis nya dan tanpa aku sadari spontan aku langsung memeluk Aulia seakan memendam perasaan rindu yang begitu mendalam karena sudah lama tidak bertemu, beberapa menit berlalu tanpa berkata apapun kami berpelukan erat mencurahkan rasa rindu yang terpendam.
"Kakak, kamu rindu pada ku". Ucap Aulia menyeretku ke sudut pintu.
Aku hanya terdiam tidak berkata apapun hanya memalingkan wajahku dari pandangan Aulia.
"Oh..kamu tidak rindu padaku ya? Ya sudah lah percuma aku datang". Ucap Aulia seakan mau melepaskan pelukannya.
"I...iyaaa". Dengan ragu-ragu aku menjawab pertanyaan Aulia. Entah apa yang merasuki ku sehingga emosi ku tidak terkontrol dan berani membalas pelukan Aulia.
Aulia menatapku dan berkata "Kak. maaf ya membuat kamu tidak nyaman". Ucapnya lembut. Aku mengangguk dan mulai melepaskan pelukan ku serta menjauh dari Aulia.
Tapi dengan sigap Aulia meraih leher ku dengan sedikit membungkuk meletakan bibir nya yang tipis ke bibir ku. Mataku terbelalak seketika dan entah apa yang harus aku lakukan aulia Terus bergunam sembari terus melekatkan bibir nya ke bibirku. setelah sadar hampir beberapa menit aku langsung melepaskan lekatan itu dan menggosok-gosok bibir ku.
"Tampar aku kak". Ucap Aulia sembari menyodorkan pipi nya.
"Aku kurang ajar sama Kaka. aku minta maaf". Ucapnya lanjut. Aku hanya terdiam dan tidak dapat berkata apapun semuanya bercampur aduk.
"Aku janji ini yang terakhir kali dan aku tidak akan mengganggu Kaka lagi". Ucap Aulia sembari duduk sambil menuangkan air ke dalam gelas yang aku sediakan tadi
"Ya sudahlah". Jawabku lirih tanpa bertanya kenapa dan apa maksud dari perkataan Aulia dan aku pun beranjak pergi ke kamar tidur. setelah semalaman memikirkan hal yang baru saja terjadi aku sedikit resah bukan karena kecupan yang di berikan Aulia tapi resah dengan perasaan ku yang tidak menentu kepada Aulia tapi kembali lagi aku mengingat anak-anakku dan keluarga ku dan itu yang membuat aku semangat Kembali serta bisa mengabaikan perasaan ku sendiri.
***************************************
Masa studi ku berakhir dan sebulan setelah itu aku wisuda menyandang gelar Ners. Aku berharap kedepannya aku akan lebih baik dan melupakan semua kejadian yang aku alami pada masa studi ku ini. tapi jika di ingat-ingat banyak kejadian lucu tapi itu akan aku jadihan kenangan terindah dalam hidupku karena babak kehidupan yang nyata sesungguhnya baru saja dimulai.
Dua bulan sudah aku menjalani kehidupan ku kembali ke aktivitas seperti biasa mengurus kedua anakku dan membantu mama ku berjualan sembari masih mencari lowongan pekerjaan. Aku mulai merasa bosan dengan rutinitas ini karena jujur setelah menjalani nya sangat amat berat dimana kebutuhan keluarga semakin besar dengan penghasilan yang mungkin bisa di bilang untuk membeli make up saja tidak bisa jangankan make up untuk makan saja sudah untung tapi aku tidak menyerah semua pekerjaan jika itu menghasilkan uang aku selalu jalani tanpa ada rasa gengsi dan Malu asalkan itu menghasilkan uang akan aku terima karena pada dasarnya mencari pekerjaan sebagai perawat itu sangatlah susah dengan banyak nya syarat yang harus dilakukan sementara gaji perawat rata-rata di bawah UMR. pada saat itu pemikiran ku berubah aku tidak harus menjadi perawat asal kan pekerjaan ku membuahkan hasil atau uang aku tidak akan pandang buluh dan akan aku kerjakan walaupun itu bukan basic ku.
Saat aku sedang kalut dengan situasi ini tiba-tiba aku mendapatkan pesan messager dari facebook
Aku pun membuka Profil dari si pemberi pesan yang tidak lain adalah suci teman kampus ku dahulu yang sekarang merantau di Medan tanpa menunggu aku pun langsung membalas pesannya
"Hai ci. nomor telfon Lo berapa?". ucap ku
setelah beberapa menit menunggu balasan dari suci akhirnya dia mengirim kan nomor hp nya dan aku langsung menelepon suci.
setelah basa basi dan hampir satu jam bersenda gurau di telfon akhirnya tibalah kami pada pembicaraan ini yaitu pekerjaan. singkat cerita setelah bujukan dari suci aku pun memutuskan untuk pergi ke Medan dan mencari pekerjaan disana. awalnya aku tidak berani memberitahukan niat ku kepada mama dan papa tapi demi hidup yang berubah akhirnya aku pun berbicara kepada orang tuaku awalnya mereka tidak setuju tapi setelah aku jelaskan dan memberikan pengertian kepada mereka akhirnya mereka menyetujui niat ku walaupun aku tahu mereka sangat berat hati melepaskan kepergian ku tapi apa mau dikata niat ku sudah bulat untuk pergi merantau.
Keesokan harinya aku pun berangkat berbekal uang saku 1,5 juta rupiah setelah berpamitan travel yang aku pesan pun datang, Hati ini hampa dan sedikit sedih melihat kedua anak ku tapi dengan tekad yang kuat demi masa depan aku pun terus melangkah.
Perjalanan cukup jauh dan memakan waktu kurang lebih 10 jam, di tengah perjalanan aku terus memikirkan anak-anakku walau pun sedih tapi mungkin ini adalah takdir yang harus aku jalani dengan ikhlas dan sabar.
************************************************
Satu Minggu berlalu dan aku pun belum mendapatkan pekerjaan sementara aku masih tinggal bersama dengan temanku, suci teman ku sudah bersuami dan mempunyai satu anak kebetulan aku juga mengenal suami jadi tidak ada lagi rasa canggung dan juga suami suci sering keluar kota hanya seminggu sekali pulang tetapi terkadang juga tidak enak tatkala mereka sedang bertengkar.
Setelah lelah mencari kesana kemari akhirnya aku diterima di salah satu perusahaan swasta di bidang bursa atau saham tanpa berfikir panjang aku pun langsung menerima panggilan pekerjaan itu dan mulai berinteraksi berkenalan dan berbagi nomor handphone. singkat cerita aku pun mulai tahu bahwa sedikit tentang seluk beluk pekerjaan di perusahaan itu dan yang paling mengagetkan adalah karyawan yang tidak closing tidak akan di gaji jadi harus closing dahulu baru akan dapat gaji. beberapa orang di sana sudah ada yang 2 bulan bahkan 6 bulan belum terima gaji dan tetap bertahan dikarenakan janji janji manis dari para manager dan memang pekerjaan sangat susah.
satu demi satu teman-teman seangkatan ku resign dan ada beberapa di antara mereka yang mendapatkan pekerjaan lain sementara aku masih bertahan karena belum mendapatkan pekerjaan lain. aku mulai putar otak dan mesti bagaimana sementara uang simpananku mulai menipis dan tidak mungkin kalau harus meminjam kepada temanku.
Aku menelfon Papa ku dan menceritakan kondisiku akhirnya papa ku mengirimkan uang walau tidak seberapa tapi setidaknya untuk bertahan selama satu Minggu Alhamdulillah. Saat itu aku masih terus bekerja karena memang tidak ada pilihan lain dan berharap mendapatkan klien yang mau berinvestasi di perusahaan.
Dengan keadaan bingung aku teringat aplikasi yang dulu sebelum aku menikah dengan almarhum suamiku aku coba download dan buka aplikasi tersebut dan ternyata masih aktif. aplikasi ini adalah aplikasi perkenalan dimana banyak sekali orang-orang di seluruh dunia menggunakan aplikasi ini dan tujuan ku memang hanya untuk mencari pekerjaan bukan mencari teman. Akhirnya aku buka dan aku coba untuk mencari siapa tahu memang ada yang cocok di jadikan relasi dan mendapatkan pekerjaan.
Setelah tak berselang lama dan dari banyak nya chat semua pria disana aku tertarik pada satu pria yang mana feeling ku sangat baik kepadanya. singkat cerita kami pun berkenalan dan mulai berinteraksi satu sama lain memperkenalkan diri masing-masing sampailah bertukar nomor handphone pribadi. Pada saat itu entah kenapa aku tidak ada feeling buruk pada pria itu karena memang omongannya sangat sopan dan tidak pernah meminta hal yang aneh, tibalah waktu nya aku mulai curhat dengan keadaan ku dan soal mencari pekerjaan yang sekarang begitu susahnya.
"kamu lagi nyari kerja?". ucap Tyo. Sebut saja namanya mas Tyo karena Beliau adalah orang Jawa jadi aku panggil mas.
"Iya nih mas, aku bingung sudah hampir satu bulan disini dan numpang di tempat teman aku". Jawab ku sedikit mengeluh.
"Aku lagi ada project di medan, ada salah satu properti aku di Medan baru buka cabang. kalau kamu mau bisa ngelamar disana".Ucapnya di ujung telfon.
"Yang bener mas. iya aku mau". Ucapku walau dalam hati tidak terlalu berharap secara kami saja belum bertemu.
"ok.Besok kamu ke lokasi saja kebetulan lagi opening juga dan kamu bisa temui pak Dirga beliau adalah manager F & B di sana". Ujar mas Tyo
seketika aku terperanjat dan tidak percaya apakah benar ada orang yang mau memberikan aku pekerjaan tanpa bertemu terlebih dahulu. akhir nya aku mencari di google alamat yang di infokan mas Tyo dan benar saja di sana memang ada sebuah perusahaan yang di maksud mas Tyo.
"Daaar".
Seketika lamunanku terhenti saat suci menggagetkan ku sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Apaan sih Lo. bikin kaget aja ih". Ucap ku sembari terengah karena kaget
"Lo mikirin apaan emang sih serius banget dah". Ucapnya sembari duduk di sampingku
"hmm.... enggak ada sih mikirin kerjaan gue soalnya belum jelas pusing gue". Ucap ku sembari memijat kepala
"Udah sabar aja sih nanti juga ada jalannya, Yuk makan dulu". ajak suci sembari meraih tangan ku
Saat makan pun fikiran ku terus melayang memikirkan pekerjaan yang tak kunjung ada juga memikirkan keluarga ku yang aku tinggalkan meskipun ada tawaran pekerjaan tapi itu masih membuat aku bimbang karena memang sesungguhnya itu belum ada kejelasan selain itu aku juga masih numpang hidup dengan temanku.
Dengan menghela nafas sambil berdoa dalam hati dan terus mencoba bersabar dengan keadaan saat ini.