
12 thn yang lalau di kediaman Maurer,,,,,
Terdapat seorang gadis yang tengah duduk di sofa sembari tertunduk menahan rasa takutanya,ya siapa lagi kalo bukan lisa kecil yang berusia 5 thn."Icha sayang kenapa kau memukuli teman mu?" tanya Ny.Laura yang tidak laik mama lisa dengan suara yang lembut tapi tegas pada anaknya lisa."Dia yang memukuli icha deluan mom"jawab lisa dengan polosnya"tapi tidak seaharusnya kau emukulinya sampai berdara icha"jawab Tn.Gilang dedynya lisa dengan nada yang tegas"dedy kecewa sama kamu!"timpal Tn.Gilang."dan yah akhir akhir ini juga kau sering becanda dan tidak mendengarkan penjelasan gurumu,nilaimu juga turun"nasehat sang dedy."Dedy kenapa juga akhir akhir ini selalu mencari kesalahan lisa?"tanya lisa yang merasa kedua orang tuanya selalu mencari kesalahanya"abang juga sering bolos sekolah,pulang gk tepat waktu tapi kenapa abang gak perna di marahin kaya lisa?"lisa kembali bertanya." CUKUP!!!!" bentak Tn.Gilang pada lisa "kamu kenapa sekarang jadi pandai bicara,hah?kamu mau kurang ajar sama orang tua kamu ingat lisa kamu masi kecul"geram Tn.Gilang.Lisa pun hanya bisa diam seribu bahasa karna baru pertama kali dedynya membentaknya."sebagai hukumannya momy sama dedy akan mengantarkan kamu asrama besok pagi"perintah Ny.Laura pada lisa,lisa yang mendengar itupun sontak langsung menangis memeluk kaki momynya"hiks,,,hiks,,,momy,,li,,sa,,jan,,,ji,,gak,,,,,bakal,,nakal,,lagi,,,"lisa memohon dengan sesegukan,melihat anak kesayangannya lisa nangis sembari memohon padanya membuatnya tak tega dan pergi mengunci dirinya di kamar."momy!!!"teriak lisa ingin mengejar momynya tapi di cegat oleh dedynya."dedy lisa bersumpah gak bakal nakal lagi,tapi jangan asramain lisa,lisa mau di sini biar setiap hari main sama momy dan dedy jalan jalan sama momy dan dedy disuapain momy pada saat makan.dedy boleh hukum apapun tapi jangan asramain lisa,lisa masih kecil dedy lisa sanggup gak main sama teman teman tapi lisa gak sanggup kalo masuk asrama"jelas lisa dengan sesekali sesegukan,melihat lisa yang begitu tidak menyetujui keputusannya dengan istrinya membuat ia tak kuasa menahan tangisnya,ia memalingkan wajahnya agar lisa tak menyadari jika ia menangis."mbok rara tolong bawa lisa kekamar dan beres semua barang barang lisa"perintahTn.Gilang dengan suara yang sedikit terpaksa,mbok rara pun menggendong lisa dan membawanya ke kamar lisa pun terus membrontak,tapi sayang kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatannya mbok rara.
Di sisi lain,,,,,
"hiks,,,,hiks,,,, mamafin momy sayang .momy jahat sama kamu"Ny.Laura terus menangis sembari memeluk bingkai foto lisa."ini bukan sala kamu syang memang inilak keputusan yang terbaik untuk nyawa lisa untuk saat ini kita gak bisa bebuat apa apa ,aku bersumpah jika suasana sudah aman aku akan menjemput lisa pulang dan kita bisa bermain bersamanya lagi"jelasTn.Gilang yang duduk di samping istrinya ia berusaha tegaar di depan istrinya tapi jauh di lubuk hatinya ia sangat hancur karna merasa telah menjadi orang tua yang jahat "maafkan dedy sayang andai kau tau ini semua terpaksa sayang dedy lebih baik kehilanganmu beberapa saat dari pada kehilanganmu untuk selama lamanya"batinTn.Gilang.
Malam harinya di meja makan,,,,,
"icha kenapa kamu cuman diam saja?"tanya gibran kakaknya lisa,ia merasa lisa sedikit berubah biasanya adiknyalah yang paling heboh minta di supain dan sangat cerwet lisa menoleh ke arah gibran sekilas lalu kembali menatap makananya lisa mengumpulakan keberanianya lalu menatap momynya sembari berkata"momy apakah momy bisa menyuap lisa makan?" tanyanya dengan sedikit ragu."makanlah sendiri kamu harus berlatih makan sendiri karna setelah malam ini,momy gak bakal nyuapin kamu makan"jawab Ny.Laura tanpa menoleh sedikitpun pada lisa."apa maksud perkataan momy?memangnya lisa mau kemana?"tanya gibran yang tidak tau apa apa,padahal satu rumah sudah mengetahui jika lisa akan di asramakan mereka juga tau alasan mengapa lisa di asramakan bukan karena lisa nakal tapi ada alasan lain."gibran mana etikamu pada saat makan?"tegur Tn.Gilang dengan tegas.Mendengar jawaban itu lisa pun turun dari kursi sembari membawa piring yang berisi makanan ke arah halaman belakang di mana terdapat para pelayan,para sopirdan satpan tengah menikmati makan malam,mereka yang melihat lisa datang pun sontak berhenti makan lisa berjalan ke mbok rara sembari menyodorkan piring makanannya karna dia rasa mbok rara lebih pantas meyuapi dia makan selain momynya toh mbok rara seorang ketua pelayan dan umurnya lebih tua dari momynya."mbok ,,,,bisakah kau menyuapi aku makan?kau tau sendiri aku tak bisa makan kalu tidak di suapai"tanyanya dengan wajah yang sedikit memelas mbok rara hanya bisa diam seribu bahasa ia merasa dirinya tak pantas menyuapi nona mudanya karna menurutnya yang layak hanyalah momynya lisa ia juga sadar posisinya hanyalah sebatas pelayan."apakah mbok juga tidak mau menyuapi ku ?"tanya lisa dengan nada kekecewaan."anggap saja ini suapan terakhir,karna aku yakin kelian tak akan perna menyuapi aku lagi"timpalnya kembali entah mengapa kata kata itu keluar begitu saja dari mulutnya."apa maksud nona?"tanya pak ujang sopir yang sering mengantar lisa ke sekolah entah mengapa ia merasa lisa seperti mengucapkan kata kata selamat tinggal dan gak akan kembali."mau atau tidak"lisa mengalihkan pembicaraan.Mbok rara pun mengangkat lisa duduk di sampingnya dan menyuapi lisa makan.Di tempat lain ada sepasang mata yang memperhatikan dari jendela yah siapa lagi kalo bukan orang tua lisa"dad,,,,seharusnya momy yang menyuapi lisa,,,"Ny.Laura pun menitikan air mata,sembari menatap suaminya"kita harus sabar sayang,,,,"jawab Tn.Gilang sembari menghapus air mata istrinya.Setela selesai makan lisa pun bergegas ke kamar tanpa menghiraukan orang tua dan kakaknya yang tengah duduk di ruang keluarga sembari menonton tv."lisa! main yuk sama abang"teriak gibran tapi tak digubris sama lisa bahkan lisa tak menoleh sedikitpun pada mereka ia terus berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.Tn.Gilang pun menatap istrinya yang sedari tadi seolah olah membutuhkan penjelasan pada dirinya ats perubahan sikapa anaknya barusan"dad apakah lisa sedang mara sama kita"tanya Ny.Laura pada suaminya"mungkin ia sedit lelah "jawab Tn.Gilang tapi di dalam hatinya ia bertanya tanya keenapa anaknya tidak menyapanya mereka sama sekali."apakah kau membenci kedua orang tuamu ini sayang?"tanyanya di dalam hati.Beda dengan gibran yang merasa ada yang di sembunyikan oleh kedua orang tuanya."dady momy pokoknya gak mau tau jelaskan,ada apa ini apa yang dedy dan momy sembunyikan dari gibran?"tanya gibran dengan tegas,karena merasa anaknya akan paham yah walaupun gibran baru kelas satu sd tapi gibran bisa di bilang dengan kakak yang bijaksana.Dedynya pun menjelaskan masala yang sedang terjadi dan alasan adari semuanyan"oke!gibran setuju lagian gibran gak mau kehilangan lisa untuk selama lamanya"jawab gibran.
Pagi Hari,,,,
Ny.Laura pun tak keluar dari kamar karana tak kusa melihat kepergian akanya ke kota A."hiks,,,hiks,,,plis biarkan lisa temuin momy sekali saja"itulah kata kata yang lisa keluarkan lisa pun berlari ke kamar momynya karena mendapat ijin dari dedynya"momy bukain pintu lisa mau ketemu momy lisa mau di peluk momy sebelum pergi momy,,,bukain pintu,,hiks,,hiks,,,,"teriak lisa sembari menggedor gedor pintu kamar."yaudah gpp kalo momy gak mau ketemu lisa,tapi tolong simpan kotak yang ada di depan pintu dan simpan boneka dari lisa,,,,hiks ,,,hiks,,, kalo momy kangen sama lisa peluk aja boneka ini,,hiks ,,,,hiks,,,, lisa pamit assalamualaikum"pamit lisa sembari menempelkan kedua telapak tangannya dan keningnya di pintu kamar di dalam kamar Ny.Laura tengan duduk bersimpuh di depan pintu menahan isak tangisnya dan menempelkan tangannya di pinta ia seperti merasakan tangan mungil lisa walau terhalang oleh pintu.Lisa pun turun tangga dan menghampiri gibran"jangan nangis adik abang kan kuat"tukas gibran menghampus air mata adiknya dan memeluk lisa setela dari gibran lisa beralih berjalan menghampiri dedynya"hiks,,,hiks,,,, mengapa dedy tidak mengantarkan lisa,,,,?" tanya lisa sembari nangis di pelukan dedynya "maafin dedy tapi dedy lagi sibuk sayang"jawabnya berbohong pada lisa yang aslinya ia tak akan tega mengantar lisa."maafin lisa"jawab lisa lalu mencium pipi dedinya "lisa bergi assalamualaikum" .lisa pun berbalik berjalan masuk ke dalam mobil di antar oleh asisten Tn.Gilang yaitu pak Rangga.Setela samapai lisa pun turun berpamitan pada pak Rangga dan masuk bersama ibu asrama ke dalam kamarnya,setela merasa semuanya sudah beres pak Rangga dan ibu asrama meninggalkan lisa di kamar sedang istirahat.Tapi beda dengan lisa setela merasa aman lisa pun kabur lewat jendela dan menaiki sebuah taksi sembari menenteng tas kecilnya tak lupa sebelum kabur ia meninggalakan surat di atas meja.
Di kediaman Maurer ,,,,
pak Rangga baru sampai "bagaimana?" tanya Tn.Gilang pada sekertarisnya "semuanya sudah beres tua ,tadi pada saat saya pulang nona muda sedang tidur di kamarnya tuan"jawabnya tegas.Tn.Gilang pun mengangguk mengerti.
kring....kring....terdengar telfon masuk di hp Tn.Gilang ia pun mengeryitkan dahinya karena mendapatkan nomor telfon daari nomor yang tidak di kenal,,,
.......:apakah benar ini dengan tuang gilang
Tn.Gilang:ya saya sendiri ada apa?
.......:maaf mengganggu kami dari pihak asrama ingin memberi tahukan bahwa,,,,no,,na,,,li,,sa,,,
Tn.Gilang:ada apa dengan putriku? bicaralah yang jelas
.......:nona muda kabur dari asrama melewati jendela tuan
seketika hpnya jatung dari genggamanyanya air mata sukses keluar pandangannya kosong ia pun berbalik mentap istrinya yang tengah berdiri di hadapanya ia bingung apa yang harus ia katakan pada istrinya."apa yang terjadi apada lisa dad?"tanya istrinya dengan panik ia pun mengusap wajahnya kasar lalu berkata"lisa kabur dari asrama sayang"jawanya mendengar hal itu Ny.Laura pun menangis histeris sambil sesekali memukuli dada bidang suaminya"lisa kenapa meninggalkan kita dad ,lisa pasti benci sam kita dad,,,"yah seperti itulah kata kata yang keluar dari mulut momy lisa.Tn.Gilang pun hanya bisa memeluk istrinya,ia juga menggerakan semua pengawal untuk mencari lisa,setela lama menunggu pada malam harinya mereka berkumpul di ruang tamu bersama para polisi untuk mendengar jawaban meraka gibran pun ikut serta tapi jawaban mereka semua sama mereka tak menemukan lisa sama sekali.kamai hanya menemukan surat ini di kamar nona lisa ,polisi itu pun memberikan surat tersebut kepada Tn.Gilang mereka pun membacanya bersam sama:
~assalamualaikum
Maafin lisa kalo selama ini udah buat momy sama dedy marah,maaf juga kalo lisa menambahkan masala baru lagi sekarang tapi jujur lisa gak bisa asrama .tenang lisa gak bakal repotin dedy sama momy lagi.salam buat bang gibran maaf kalo lisa suka iseng.tapi jauh di lubuk hati lisa lisa sangat menyayangi dedy,momy dan bang gibran yaha walau sedikit kecewa sama dedy dan momy.tapi lisa gak janji kalo akan kembali,,,,jagalah kesehatan kelia i love you dedy i love you momy i love you bang-ke hehehehe maaf bang gibran soanya kebiasaan kelian harus mengikhlaskan lisa ya dadah....wassalamualaikum
FROM:LISA ALHIRA MAURER
*Di sebuah pesawat....
terdapat seorang gadis kecil dengan air mata yang terus mengalir dengan tatapan tajam ke depan yah siapa lagi kalo bukan lisa.ia pun memutuskan ke LA di rumah kakek dan neneknya karena ia sudah janjian sama kakek dan neneknya bahkan semua ini rencana kakeknya.Ia pun beralih menatap jendela sembari berkata"Bye,,,bye korea maaf gua harus pergi.dedy momy maafkan lisa karna udah nyusahin momy sama dedy tapi entah lisa sedikit kecewa sama dedy dan momy maafkan lisa juga kak gibran,suatu saat lisa pati kembali walu lisa tak yakin,tapi lisa gak menjamin hubungan kita akan tetap harmonis atau tidak.Goddbye korea,I'II meke sure I'II come back"lisa pun memejamkan mata di dalam hati lisa berkata"lisa you have to be strong through all this let's make a new sheet even though it will bedifficult".