
***
Saat berbaris aku dan Siska berbaris di barisan paling belakang biasa tempat anak terlambat. Aku berbaris di didepannya Siska. Dia dari tadi cerewet banget mulai dari kaka kelas cowo yang katanya ganteng ganteng sampe kaka kelas cewek yang katanya jutek.
Saat sementara apel Siska baru diam mulutnya buat pusingin orang, tapi asik juga sih orangnya lucu gitu. Aku sementara fokus menghadap tiba tiba Siska menarik bajuku lagi entah kenapa, aku pun meliat ke arahnya.
"Ada apa Sis?" Tanya ku yng sambil mencuri pandangan ke belakang
"Coba lo liat deh tuh kaka kelas liatin kita mulu trus,kayaknya lagi ngomongin kita deh" jawabnya sambil menunjuk ke arah kaka kelas itu.
Aku pun melirik ke arah mereka tapi saat di liat mereka diam kayak pura pura ngak ngomongin apa apa gitu.
"Udah biarin ajalah fokus aja ke depan Sis ntar di liat guru loh trus di marahin" kata ku dan langsung meghadap kedepan lagi
"Ia deh ia aku liat ke depan nih. Tapi ngak kedengaran kalo di belakang" jawab Siska
"Udah, kalo lu diam pasti kedengeran kok"
Aku pun memfokuskan pandangan ku ke depan lagi dan memperhatikan anggota OSIS yang lagi meperkenalkan diri,disitu pasti ada sih Chris aku mencari dia. Awalnya sih aku pikir dia ngak sekolah karna ngak keliatan namun ternyata ada di belakang bapak kepala sekolah. Yang memperkenalkan diri pertama adalah Andy yang merupakan Ketua OSIS di sekolah itu. Kedua Chris. "Inilah yang gua tunggu" ucapku dalam hati. Akupun memandangnya tanpa henti, gayanya itu loh kayak artis korea. Kulitnya yang putih,muka yang mulus ngak ada jerawat-jerawatnya gitu.
Siska dibelakang aku teriak mulu karena meliat Chris. Aku sih awalnya benci meliatnya karna kejadian kemarin yang dia maki aku dia depan kelas gitu. Tapi, karena kemarin dia mengantarku pulang lumayan sebangai permintaan maaf.
"Hey lo di panggil sana!"
Tiba tiba lamunanku hilang saat mendengar panggilan dari Siska.
"Ha apaan Sis?"
"Tuh sana lo di panggil sama Chris"
Aku pun meliat ke depan tapi ternyata ngak Siska hanya becanda.
"Mana kok ngak ada sih?"
Emang ngak haha...lo abis lamunin apa sih?... dari tadi di panggil juga baru nyahut.
"E-eh ngak kok Sis."
"Yaudah" jawabnya.
***
Setelah apel dan memperkenalkan diri semua anggota OSIS kami pun langsung masuk kedalam kelas aku duduk di samping Siska.
"Clara lu kok diam mulu sih?.. ikut gua yuk ke toilet" ajak nya sambil berdiri dan menarik tangan ku.
"Lah emang gua sukanya diam. Ngapain di toilet?" Tanyaku yang juga ikut berdiri.
"Nonton konser_-" jawabnya dengan muka datar.
"Emang ada konser apaan?" aku tanya pada nya.
"Ya ampun Clara! emang toilet empat konser lu mau nonton konser orang lagi boker?.. yah mau buang air lah" jawabnya sambil menertawakan ku
"Lah kan gua ngak tau...emng lu-.."
"Udah ayokk"
belum aku selesai ngomong dia udah narik tangan ku dan pergi keluar kelas. Untung di kelas masih belum ada pengawasnya.
***
"Tuhkan gua di boongin katanya mau ke toilet malah jalan jalan keliling sekolah" ucapku dalam hati.
"Sis katanya mau ke toilet kok malah jalan jalan sih?"tanyaku.
"Udah sekalian jalan jalan liat sekolah supaya cepat hafal Clara"
"Bilang ajah kalo lo mau liat cowo-cowo ganteng kan?"
"Lah kok tau sih hehe:)" iapun tertawa kecil.
Sekitar 10 menitan baru kami sampe ke toilet karena kelamaan jalan-jalan keliling sekolah.
"Udah lo masuk sana gua tunggu di luar"
"Yaudah tungguin yah Ra"
"Ia buruan"
Siska masuk aku tunggu di depan saat sedang ngelamun tiba tiba ada seseorang yang lewat tepat di depan ku aku pikir bukan siapa-siapa pas di perhatikan ternyata Chris. Aku pikir dia dia ngak liat aku tapi tiba-tiba dia berhenti pas lewat dua langka di depan ku. Dia balik badan dengan muka yang cool pokonya ganteng banget.
"La-lagi nungguin teman di toilet kak" jawab ku sambil terbatah batah.
"Yaudah habis itu masuk kelas"
"i-ia kak"
ia langsung balik badan dan hendak pergi.
"Eh- kak jaketnya masih basah blm gua bawa"
Ia berbalik badan kembali.
"Udah buat lo ajah"
"Eh tapi-..."
"selalu sikapnya gitu dingin pada ku belum saja selesai ngomong udah pergi." ucap ku dalam hati.
"Clara siapa tadi?" tanya siska yang membuat ku terkejut.
"Ngak tau tuh. Ayok balik" aku cuma menjawab cuek dan langsung jalan.
"lah nih orang kesambet setan kali yah" bisik Siska.
"Dasar ngal jelas banget deh jadi cowok. Ntar jaket lo kalo udah kering gua balikin ngak akan gua ambil." kata ku di dalam hati.
"hey Ra lo kenapa sih?"
"Ngakpapa" jawab ku
***
Saat sampe di kelas masih belum ada pengawas juga aku langsung menuju ke tempat duduk. Siska masih di depan pintu ngobrol sama Chindy.
Saat gua sementara baca novel Siska datang.
"Ra lo di cariin kaka kelas tuh."
"Udah jangan ganggu aku deh."
"Ini beneran Ra."
saat aku liat ternyanyata benar ada segerombolan kaka kelas cewe di depan pintuiati aku sinis gitu.
"Mereka siapa Sis?"
"Ngak tau. Kayaknya galak deh"
aku langsung berdiri dari tempat duduk dan keluar untuk menemui mereka.
"Ia ada apa yah kak?"
"Oh jadi lo yang namanya Clara?" tanya dari seorang dari mereka.
"Ia kak. ada apa yah?"
"Lo di suruh Chris buat tenangin kelas soalnya dia ngak bisa masuk ada urusan. Mungkin kelar istirahan baru dia masuk" kata cewek yang berrambut pirang dan memakai ikat kepala.
"Oh ok kak makasih yah."
baru gua mau masuk salah satu dari mereka masuk duluan ke dalam kelas.
"Mohon perhatian semua. Untuk sementara ini pengawas kalian Chris lagi sibuk dan dia mengutus Clara untuk mengurus kelas jadi untuk seluruh siswa mohon diam tenang karna guru guru sedang rapat. Yang ngak mau dengar ntar Clara laporin akan dapat hukuman.Mengerti?"
"Siap mengerti" jawab semua dengan serentak.
"Clara duduk di depan sini trus liatin siapa yang ribut lo tegur kalo masih kabal ntar laporin ke Chris."
"Siap kak"
dia pun keluar dari kelas dan langsung pergi bersama teman temannya. Aku langsung duduk.
"Teman teman mohon kerjasamanya yah" ucap ku.
Aku hanya duduk diam di depan sambil membaca novel. Yang enaknya mereka juga ikut dia. Yang lain berbicara pelan.Yang lain main hp. Dan lain cuma tidur. Aku sih biarin selama ngak buat rusuh aku biarin mereka.
***
[Bersambung]