
Setelah kaka gua pergi gua langsung masuk kedalam sekolah. Di dalam sudah banyak murid yang berbaris di lapangan sekolah.
Karena ini adalah Masa Orientasi Siswa baru jadi kayaknya kelas 11 dan 12 libur mungkin hanya panitia osis yang hadir, jadi gua ngak perlu kawatir atau malu - malu.
Setelah masuk kedalam lapangan gua langsung berbaris sesuai dengan nomor urut yang sudah di berikan panitia waktu test. Gua berbaris di urutan 6 Ruangan 1 dan pengawasnya adalah seorang kaka kelas yang ganteng banget tapi sikapnya kayak cuek gitu jadi gua acu ajahlah.
"Ok, para calon peserta didik baru pada hari ini adalah hari perkenalan untuk kalian maka akan di lakukan beberapa kegiatan mulai dari pengenalan lingkungan sekolah dengan cara kita akan berkeliling sekolah,belajar di kelas,dan akan di tutup dengan lomba menyanyi antar ruangan" ucap seorang panitia yang katanya itu adalah ketua osis di sekolah itu.
"Tapi sebelum itu kalian akan di dandanin oleh pengawas ruangan kalian masing masing jadi masuk ke ruangan masing masing dulu." kami semua di seluruh lapangan terkejut dan penasaran maksudnya apa.
Kami langsung masuk keruangan mengikuti pengawas ruangan masing masing.
"Semua silahkan duduk" setelah masuk keruangan kami langsung di perintah duduk oleh pengawas kami
"Ok, sebelum lanjut perkenalkan nama saya Chris Jeferrson Putra biasa di panggil Chris saya sebagai Wakil ketua OSIS di sekolah ini, salam kenal semua" dia memperkenalkan diri dengan nada dan tingkah laku yang sangat cuek.
gua duduk bersama Siska yang sangat menyukai Chris katanya dia sangat tampan dan cool. Siska orangnya bisa di bilang rempong sih tapi enak di ajak bicara. Dia merupakan sahabat pertama yang selalu bersama gua.
"Semuanya silahkan berdiri kembali" setelah memperkenalkan namanya ia langsung menyuruh kami semua berdiri entah untuk apa.
"Semua wanita yang ikat rambut ubah rambut kalian menjadi seperti di gambar ini" dia memerintah kami mengikat rambut seperti anak kecil yang di kuncir dua di atas. Sontak seisi ruangan langsung ribut karena itu ada yang malu dan ada yang sama sekali tidak suka.
"Yang tidak membawa ikat rambut silahkan ambil di depan" karena gua hanya membawa satu ikat rambut gua pun kedepan untuk mengambilnya.
Ternyata banyak yang tidak membawa ikat rambut termasuk Siska yang lain hanya memakai jepitan. Kami pun berdiri dan berhejer atau berbaris.
Semntara kami berantri mengambil ikat rambut kak Chris memmerintah untuk siswa laki laki semua kemeja di masukan kedalam celana.
"Sis buruan"gua berada di barisan paling belakang di belakangnya. Saat sudah di depan meja guru gua ambil dua ikat rambut tanpa pilih pilih tapi saat gua balik hal memalukan terjadi.
***
Pov Author
Setelah Clara balik badan dari meja guru hendak balik ketempan duduk karena tali sepatunya copot tanpa ia sadari dia menginjaknya dan membuatnya hampir terjatuh tetapi hanya membuatnya berpelukan dengan Chris yang berdiri di antara dua meja dan sedang memberikan arahan untuk diam.
"whauww romantiss" teriak seluruh kelas sampai ribut
Chris yang terkejut dan sekaligus malu ia langsung mendorong gadis di hadapannya itu sampai terjatuh di lantai.
"Hey lo ngapain meluk gua cewek ngak jelas!" sontak Chris langsung memarahi Clara dengan nada yang sangat kasar.
"Maaf kak" Clara yang terjatuh hanya dapat meminta maaf dan menundukan kepalanya dengan penuh rasa malu.
Beberapa saat ia langsung berdiri dan menuju ketempat duduknya di ikuti dengan teriakan teman sekelasnya.
"Semua diam kita lanjut "
Clara hanya duduk diam dan memikirkan apa yang telah terjadi tadi.
"*Ternyata dia ngak seperto yang gua pikir. Gua pikir dia orang yang baik tapi ternyata ngak, kenapa gua harus di maki kayak gitu di depan teman teman lagi."
"Clara hei ayok"
"Ayok ngapain ngelamun lo mau tinggal di kelas sendirian?" ajak Siska sambil menuju ke pintu
gua pun langsung berlari dari tempa duduk dan mengikuti dia.
Sampai dia luar mereka di suruh berbaris seperti tadi pagi.
"Ok sudah selesai di dandanin oleh pengawas kalian?" Ucap ketua osisnya.
"Sekarang kita akan melanjutkan acara kita pada hari ini yaitu pengenalan lingkungan sekolah. Seluruh peserta didik baru akan di ajak berkeliling bersama para pengawas dan akan di kenalkan satu persatu ruangan yang ada di sekolah ini." Ucapnya pake mic
Dari tadi Clara hanya bengong mengahadap depan karena ia masih kepikiran kejadian yang terjadi padanya tadi.
"Kenapa aku begitu ceroboh sampai tidak memperhatikan tali sepatu ku" gumanya dalam hati.
lagi lagi ia melamun sampai tidak memperhatikan apa yang sudah di sampaikan oleh ketua panitia di depan.
Seketika lamunannya terhenti ketika ia mendengar suara keheboan yang muncul dari bagian belakang. Saat menghadap belakang ternyata ada seorang siswa yang pingsan dan itu membuat heboh satu lapangan.
"Semua diam!" Perintah ketua panitia
semuapun diam dan dia langsung melanjutkan pemberian arahan pada semua peserta didik.
Clara melihat jam yang ada di tngannya sudah menunjukan pukul 12:30 masih sekitar 2 jam lagi baru mereka akan kembali kerumah.
"Ok,seluruh siswa langsung mengikuti para pengawasnya di depan" ucap ketua panitianya.
Kami pun langsung berjalan dan mengikuti kak Chris. Ruangan yang pertama kali mereka kunjungi adalah ruangan kepala sekolah yang terletak di bagian depan sudut sekolah yang terisikan banyak piala di seluruh ruangan.
Clara dan Siska hanya berbincang bincang mulai dari tempat tinggal mereka berdua,sekolah asal,dan juga tentang Chris, Siska ternyata suka sma Chris dia selalu memujinya "Ganteng tinggi pintar putih" itu yang selalu ia ucapkan yang membuat ku mual. Bahkan ia ternyata irih karana Clara tadi berpelukan dengan Chris "Andaikan kalo itu aku pasti ngak akan aku lepas" ucapnya.
Asik berbincang mereka pun sudah berada di ruangan ketiga setelah lab komputer dan ruangan kepala sekolah. Sekarang mereka berada di lab Ipa di tempat ini merupakan tempat yang sanagat di takuti Clara karena waktu SMP waktu ia di tes seleksi saat akan ikut lomba dia berada di dalam ruangan itu sendiri dia hanya focus dengan kertas soal yang ada di mejanya itu tiba tiba kerangka tengkorak yang ada di depanya itu terjatuh di atas mejahnya etah karna kenapa tetapi itu sangat ajaib tidak dapat di duga itu lah yang membuat ia takut dengan lab IPA pasti ada kerangka tulangnya.
Saat masuk lab itu Ia terus bersama Siska tak pernah jauh.
"Ra lo kenapa?" tanya Siska karena merasa aneh dengan sikap Clara.
"Ngapapa kok cuma suka dekat lo aja" dengan nada yang gugup ia menjawab
"Lo takut sama tengkorak ya?" Siska pun bertanya karena setiap melihat tengkorak ia selalu menjauh
"Eh-ngak kok ngapain takut begituan"
"Tapi kok sikap lo kayak gitu sih?"
"Ngkpp"
Setelah dari ruangan itu mereka langsung menuju ke lapangan karena sudah selesai sepertinya sudh akan pulang padahal baru sekita jam 14:00 atau jam 2 siang Clara pikir mereka akan pulang jam 3sore.
setelah penyampaian mereka langsung bubar dan menuju kerumah masing masing. Clara msih menunggu kakanya untuk menjemputnya.
[Bersambung]