PRETTY GIRL

PRETTY GIRL
bab-2.bertemu



setelah menunggu lama akhirnya Acha tiba di kota Jakarta,Acha berjalan meninggalkan stasiun dan menghampiri taxi online yang sudah di pesan sedari tadi,Acha menaiki taxi,dan mengatakan tempat tujuan kepada supir taxi tersebut.


selama di perjalanan Acha hanya menatap jalanan ibu kota yang padat dan macet sangat berbeda dengan tempat tinggalnya sebelumnya.


setelah penantian panjang karna terjebak macet,akhirnya Acha telah sampai di tempat tujuannya,nenek acha telah menyiapkan tempat tinggal dan sekolah Acha di jakarta,Acha sedang berada di halaman gedung apartemen yang tinggi setinggi harapan kamu sama dia jhhh,dengan menarik dua koper besar Acha berjalan memasuki gedung saat hendak memasuki lift seorang lelaki yang menyenggol Acha dan memasuki lift hingga membuat si empunya kaget.


"kalau jalan pake mata."sergah Acha,kesal karna perlakuan dari lelaki yang ada di hadapannya.


"dimana-mana orang kalau jalan pake kaki,kalau pakek mata itu pakek ngeliat."balas laki laki tersebut.


"ouh berarti Lo ga punya mata,karna ga liat klo ada orang yang lagi berdiri di sini"dengus Acha


" Lo ga jadi masuk atau gimana gue buru-buru ni"timpal laki laki tersebut.


"nyebelin banget si Lo"decak Acha,sambil memasuki lift.


"Lo mau ke lantai berapa?"tanya pria itu kepada Acha.


"apa Lo tanya-tanya"ketus Acha


"wihh,gue tanya baik-baik jugak,gue cuma mau bantuin Lo,gue Kasian liat lo sama barang-barang Lo yang banyak banget,kayak nya Lo baru pindah"tukas lelaki itu


"sebelumnya makasih karna udah mau bantuin gue,gue mau ke lantai 10,dan Lo gausah kepo sama urusan gue"jelas Acha kepada pria yang berdiri tepat di samping Acha.


"emosian banget Lo"gumam laki laki itu.


"Nye Nye Nye"sambung Acha mengejek.


pintu lift pun terbuka mereka sampai di tujuan,Acha bergegas keluar dari lift di ikuti oleh lelaki yang nyebelin tingkat tinggi tersebut.


"bentar-bentar Lo ngapain ngikutin gue?"tuduh Acha dengan mata yang menyelidik.


"wait,siapa yang ngikutin Lo gue jugak tinggal di sini,apart gue nomor 456"protes pria tersebut,karna tidak terima dengan tuduhan Acha.


"hah apart Lo no 456,apart gue no 457 berarti apart kita deketan,wah punya dosa apa gue sampe harus punya tetangga nyebelin kayak Lo"pekik Acha kaget


"gue jugak bingung ntah pernah punya dosa apa kenapa bisa ketemu cewe mulut pedes kayak Lo"timpal pria itu,sambil meninggalkan Acha pergi.


"dasar cowo nyebelin"gumam Acha,sambil beranjak pergi.


setelah sampai di apart,benar sekali apart mereka berhadap-hadapan ntah apa yang akan terjadi.


keduanya membanting pintu mereka masing-masing.


setelah masuk Acha membanting tubuhnya ke kasur,ia sangat lelah karna perjalanan jauhnya,ia juga merasa lapar,sekarang menunjukkan pukul 20:30,ia membersihkan badannya dahulu sebelum keluar untuk mencari makan.


Acha berjalan di taman gedung tinggi itu menjadi adakah yang menjual makanan karna dirinya sudah sangat lapar,dari kejauhan iya melihat ada yang menjual nasi goreng di pinggir jalan,iya emang seneng ingin makan nasi goreng iya pun menghampiri penjual nasi goreng tersebut.


"wah pas banget gue lagi pengen nasi goreng"cicit nya,


"Abang nasi gorengnya 1 porsi"papar Acha ke penjual tersebut


"siap neng,duduk dulu atuh neng"jawab penjual tersebut.


"okay bang"jawab Acha seraya duduk di bangku yang telah di sediakan.


Drettt drettt


selagi Acha menunggu nasi goreng nya jadi,ternyata sebuah panggilan tertera di layar handphone Acha,ya itu dari nenek Acha,Acha pun langsung mengangkatnya.


"assalamualaikum nek"salam Acha


"wa'alaikum salam,acha udah sampe di Jakarta nak?"tanya Wahyuni


"udah nek"jawab Acha


"kenapa kok ga kabarin nenek"ucap Wahyuni


"iya ga papa sayang,Acha udah makan sayang"jawab Wahyuni


"ini mau makan nek"jawab Acha


"ouh ya sudah,jaga kesehatan ya sayang, assalamualaikum"ucab Wahyuni


"iya nek,nenek jugak jaga kesehatan, wa'alaikum salam"jawab Acha.


Acha menutup telponnya,dan yang di tunggu-tunggu pun tiba nasi goreng,perut Acha sedari tadi sudah keroncongan.


"ini neng nasi goreng buatan mang Mamat yang terenak di daerah ini,silahkan di nikmati"ucap mang Mamat panjang lebar.


"iya mang,makasih ya mang,keliatannya sih emang enak"ungkap acha.


Acha menyuapi nasi gorengnya ke dalam mulutnya, woah ternyata memang benar-benar enak,pantes aja di sini rame,saat Acha senang sibuk dengan ritual makannya tiba-tiba ia terdengar suara yang familiar,benar sekali itu si cowo yang nyebelin tingkat tinggi.


"mang nasi goreng satu,kaya biasa ya mang"ucap pria itu kepada mang Mamat.


"siap den"jawab mang Mamat.


ia pun langsung mengambil posisi di depan Acha.


"woah,lu ngapain disini?"tanya Acha.


"ya makan lah,ngapain lagi"ucap nya santai.


"udah gue lagi ga mau berantem sama Lo,gue mau makan"papar Acha kepada pria di depannya.


"siapa juga yang mau berantem sama nenek sihir"cetus nya


"woah kurang ajar Lo ngatain gue nenek sihir"pekik Acha


"sudah-sudah jangan berantem nanti jodoh loh"mang Mamat menengahi seraya menyodorkan nasi goreng kepada si cowo nyebelin tingkat tinggi itu.


"dih amit amit gue"decak Acha.


"gue juga ga mau sama Lo,Lo kan nenek sihir"celetuk cowo itu.


"tuhkan Lo ngatain gue gitu lagi,dah ah males gue Ama Lo,mending gue makan"geram Acha.


Acha pun melanjutkan makannya sama juga dengan pria itu.tiba tiba fokus Acha tertuju kepada jidat laki laki yang ada di hadapan nya itu.


" jidat Lo kenapa kok berdarah?"tanya Acha.


"gapapa cuma luka kecil doang"tangkasnya.


"walau luka kecil bisa jadi besar kalo udah infeksi"timpal Acha,seraya menyorongkan plester yang ia rogoh di sakunya.


"mungkin itu karma buat Lo karna jadi cowo nyebelin"tambah Acha.


"gue baik bangetkan walau pun Lo udah ngatain gue,gue tetep baik sama Lo"pamer Acha.


"makasih"jawabnya singkat.


"woah,gitu doang,yaudah gue mau balik,gue ga betah lama lama Deket sama orang yang nyebelin nya tingkat tinggi kaya Lo"celetuk Acha,sambil melangkah menuju mang Mamat.


"mang berapa mang"tanya Acha.


"nasi gorengnya 10.000 aja neng"jawab mang Mamat.


"okeh"jawab Acha seraya menyodorkan uangnya.


"makasih ya neng"


Acha pun meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke apartemen nya mengingat besok hari pertama ia masuk ke sekolah barunya.