
"Hei bangun apa kau akan tidur terus.!!"
Xie menggeliat,ia merasakan ada sesuatu menggoyang-goyangkan tubuh nya dari belakang "aku masih mengantuk bisakah aku tidur lebih lama lagi.?" balas nya malas
Shu tak mau kalah ia terus menggoyangkan badan xie agar teman nya itu bangun bahkan ia tak segan-segan berteriak keras di telinga xie sampai si empu nya merasa terganggu dengan suara berisik Shu.
"baik aku bangun.!!"
setelah itu senyum bahagia tercetak di wajah Shu akhirnya usaha nya tak sia-sia begitu lama diri nya mencoba membangunkan xie dari tidur nya.
"bangunlah kita harus melanjutkan misi kita selanjutnya ..."pinta Shu
sebelum Shu membangunkan teman nya Shu pergi ke suatu tempat untuk mencari sesuatu beruntung nya mahluk kecil itu menunjukan sebuah jalan menuju pepohonan,di sana ada banyak buah yang bisa di petik
"makan lah"
Xie membuka mata nya perlahan ia masih mencoba mengumpulkan kesadaran nya untuk beberapa menit sampai dia benar-benar dalam keadaan sadar.
"apa itu.?"dari tangan Shu sebuah buah di sodorkan pada nya ia ragu untuk mengambil nya namun tak mungkin Shu teman nya itu akan melukai nya.
"makan lah ini aman dan rasa nya manis" jelas Shu mengigit sedikit buah yang ia dapatkan
biasa nya para pemain sebelum melakukan misi telah menyediakan makanan untuk keperluan mereka namun berbeda dengan kedua nya,mereka baru tau jika dalam instansi ada sejenis makanan yang bisa di makan oleh pemain itu sendiri hanya saja ada beberapa yang beracun mungkin.
"baiklah aku sudah selesai makan ayok kita lanjutkan jadi arah kemana kita akan pergi.?"
seperti biasa nya Shu membuka peta milik nya peta itu mengarah ke suatu tempat seperti sebelum nya agar samar tetapi kali ini lebih jelas dari sebelum nya.
"di sini mengarah ke arah dalam bangunan apakah ada sesuatu di sini.?" gumam nya
sejenak Shu diam memikirkan sesuatu misi nya adalah mencari keberadaan buku Teratai hitam namun ia malah mendapatkan liontin di sebuah kerangka kemudian kini ia beralih bertemu mahluk kecil tanpa ia sadari jika di rangkai bukan kah itu akan saling berkaitan mungkin yang di maksud bukan teratai melainkan bunga lotus,lotus menggambarkan sebuah kasih sayang untuk orang terkasih atau penghormatan bagi yang sudah tiada,dan jelas sebelum nya ia menemukan liontin dalam kerangka seseorang ....
lalu datanglah mahluk kecil Blue Fire, dia adalah gambaran dari jiwa pemain yang gagal atau melakukan kekacauan ketika menjalankan misi namun yang ia dapatkan adalah sebuah perbedaan dari penjelasan teman Xie.
" ada yang janggal di sini.." batin Shu
melihat sikap Shu yang diam saja Xie menepuk bahu kawan nya sambil menatap netra lawan nya
"hey kenapa kau melamun ayok katakan kemana kita harus pergi.?!"
"ah anu..."belum sempat ia melanjutkan kalimat nya kembali Shu menatap peta tersebut
"anu.?" ulang Xie
beberapa menit kemudian barulah Shu menutup peta nya dia menunjuk ke arah bangunan sekolah,Xie tidak tahu mengapa ke arah dalam bangunan bukankah dia harus mencari buku teratai hitam.
mereka berjalan ke sebuah lorong gelap tanpa penerangan sebelum masuk kedalam kedua nya berhenti di depan lorong menatap kegelapan di depan mereka,namun mahluk kecil itu tetap masuk dengan senang nya ia bahkan menarik jari shu untuk terus maju tanpa ragu melihat mahluk tersebut menarik nya shu mencoba untuk tetap mempercayai nya.
sebelum nya maluk mungil itu telah membantu nya menemukan makanan dan hari ini dia akan membantu nya menerangi kegelapan.
"aku memiliki firasat jika yang kita cari bukanlah petunjuk yang pertama itu hanya sebuah jebakan agar kita membuang banyak waktu,kau tau mana ada teratai berwarna hitam jika ada bukan kah itu sudah mati dan apakah itu bukan sebuah benda lain sebuah sesuatu yang memiliki makna dalam.?"
xie tak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh shu,pada akhir nya xie hanya bisa mengandalkan jika shu tidak salah dalam melangkah .
[Sistem : Perhatian bahaya.!!"]
mereka berdua mendengar suara panel berbunyi kedua nya bingung apa yang di maksud dengan bahaya...
"shu cepat menjauh dari tempat ini.!!"
benar saja darii arah belakang mereka sesuatu berlalu dengan cepat sulit untuk di deteksi apa itu namun shu yakin jika itu bukan sesuatu yang biasa "apa tadi itu.?" gelagapan
"aku tidak tau tapi seperti manusia tetapi bukan manusia aku melihat nya membawa pisau" jelas shu
benar saja setelah diri nya mengatakan itu sosok tersebut berada di belakang xie hendak menusuk xie dari belakang beruntung nya shu dapat melihat nya ia langsung menarik tubuh xie untuk menghindar,bayangkan saja bagaimana panik nya xie mengetahui nyawa nya hampir di ujung kematian jika dia tak di tolong oleh shu.
"aku tak bisa melihat nya..!!" teriak xie
itu berarti hanya diri nya saja yang bisa melihat nya sementara xie tidak,jika xie terbunuh dalam instansi bukan kah misi akan berubah dan dia akan memulai dengan alur yang berbeda.?
"moran cepat tujukan jalan nya.!!"
kedua nya berlari mengikuti arah mahluk kecil itu xie di biarkan di bagian belakang agar dia bisa lari dengan leluasa sementara shu membiarkan diri nya di belakang karna target utama adalah xie sendiri...
"apa kita sudah selamat..?" sekilas xie menoleh ke belakang memastikan jika shu ada di belakang nya dia berhenti kala tubuh nya benar-benar tak sanggup untuk berlari lagi,diri nya sekuat mungkin menghirup udara sebanyak yang dia bisa.
"aku sudah tak sanggup lagi shu" lirih nya
melihat kodisi xie yang tak sanggup membuat shu kembali waspada ia melihat sekeliling nya sambil merasakan hawa angin di sekitar,saat penyerangan terjadi hawa angin sangat terasa seakan sebuah tanda jika sosok tersebut datang. "tunggu sebentar..." kembali xie berucap belum sempat shu menjawab nya kedua nya tiba-tiba dari jauh mendengar suara teriakan seseorang sangat keras mungkin itu akibat pantulan dari dinding.
PS :
Xie : " aku hanya puya satu nyawa dalam game ini bagaimana bisa sosok itu mengejar ku sedangkan aku tak dapat melihat nya,hanya shu ..shu saja ..!!"
Shu : aku tidak tau apa dia tapi dia tau aku mungkin....
tambahan informasi kini Blue fire telah memiliki nama dan apakah kalian suka dengan nama MORAN
Kembali Up apakah kalian ingin tahu kelanjutan nya.? kisah mereka sangat panjang ku harap kalian tidak akan bosan