
Ungkapan Isi Hati untuk Dunia Literasi
Sebuah tulisan bukan sekedar bacaan. Bisa bermakna apa saja.
Tetapi tulisan bisa punya dampak besar dalam hidup seseorang. Apa yang dia baca
itu terekam di dalam pikirannya. Mungkin saja bisa bertahan sangat lama,
teringat sepanjang hidupnya.
Di masa kini, teknologi yang begitu maju sangat memungkinkan
siapa saja menulis dan membagi pikirannya kepada ribuan orang melalui internet.
Termasuk novel. Novel mungkin hanyalah kisah khayalan seseorang. Tetapi sedikit
banyak novel sedang menggambarkan kehidupan manusia di bumi ini. Bagaimana
sepak terjang manusia di sekitar kita dalam menjalani hidup ini.
Ada yang kaya, ada yang miskin. Ada yang bersikap manis, ada
pula yang bertindak kejam. Ada yang selalu gembira atau tak lelah dirundung
duka. Kisah itu bisa bernuansa spiritual atau fantasi cinta yang hot dengan
segala macam keseruannya. Semua datang dari ide si penulis. Itu sah-sah saja. Penulis
bebas menuangkan apa yang ada di kepalanya menjadi tulisan menarik untuk dia
ceritakan kepada orang lain.
Namun, setiap kisah memiliki muatan yang bisa mengubahkan pola
pikir, cara pandang, dan pemahaman seseorang bagaimana menjalani kehidupan
kemudian. Karena itu, cerdaslah memilih bacaan. Jangan asal menyukakan hati
atau memenuhi emosi jiwa. Tetapi, saringlah, apakah bacaan itu membangun diri
dan memberikan pengajaran yang berarti.
Seperti sebuah ilustrasi tentang seorang pria yang pekerjaannya
melakukan sebuah pertunjukan dengan mengadu dua ekor anjingnya. Anjing putih
dan anjing hitam. Orang-orang dipersilakan memilih jagoannya, si anjing putih
atau anjing hitam. Dalam taruhan itu pemilik anjing akan selalu menang. Karena
dia tahu rahadia kelemahan anjingnya.
akan mengurani jatah makan anjing hitam. Dan sebaliknya, jika anjing hitam yang
dia jagokan, maka anjing putih hanya mendapat jatah makan sedikit saja. Mungkin
kisah ini tidak menyenangkan dibaca, tetapi dari kisah ini ada satu pelajaran yang
kita tarik.
Apa yang paling banyak kita masukkan dalam pikiran kita, itu
yang akan juga banyak terekam. Tanpa kita sadari itu yang nanti akan keluar
dari pemikiran kita, perkataan kita, bahkan tindakan kita.
So, Guys, be wise …. Pilihlah apa yang kita masukkan dalam
pikiran kita untuk kebaikan kita sendiri. Yang nanti secara tidak kita sadari
kita alirkan kepada orang lain yang ada di sekitar kita.
Jika yang kita serap adalah bacaan yang menuntut pada
kebaikan, cinta kasih, kemurahan, kerelaam memberi maaf, persahabatan dan
indahnya hidup dalam damai, itu yang sedang kita tanamkan di dalam diri kita.
Tidak dapat disangkal hidup itu penuh kesulitan dan tantangan. Banyak kecewa dan
tangisan yang mengiringi.
Sebaliknya jika yang kita simpan adalah sisi yang lain,
sedikit banyak itu juga akan muncul dalam pikiran kita, dan merembet kepada hal
yang lainnya. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana menyikapi semua itu. Apakah
pilihannya akan membuat seseorang mampu menyelesaikan perjuangannya dengan cara
benar atau asal dia menang meski yang dia lakukan adalah suatu hal yang salah.
Ada banyak penulis yang baik, yang bisa kita ambil
nilai-nilai kehidupan dari karyanya. Dan apa yang mereka tuliskan membawa
dampak besar bagi hidup banyak orang. Kiranya dunia literasi masa kini, khususnya
di negeri ini akan dipenuhi dengan penulis-penulisa yang seperti demikian.
Terus maju, terus berkarya, terus semangat ….