Next Time May Be

Next Time May Be
Chapter 19



Ungkapan Isi Hati untuk Dunia Literasi


 


 


Sebuah tulisan bukan sekedar bacaan. Bisa bermakna apa saja.


Tetapi tulisan bisa punya dampak besar dalam hidup seseorang. Apa yang dia baca


itu terekam di dalam pikirannya. Mungkin saja bisa bertahan sangat lama,


teringat sepanjang hidupnya.


 


 


Di masa kini, teknologi yang begitu maju sangat memungkinkan


siapa saja menulis dan membagi pikirannya kepada ribuan orang melalui internet.


Termasuk novel. Novel mungkin hanyalah kisah khayalan seseorang. Tetapi sedikit


banyak novel sedang menggambarkan kehidupan manusia di bumi ini. Bagaimana


sepak terjang manusia di sekitar kita dalam menjalani hidup ini.


 


 


Ada yang kaya, ada yang miskin. Ada yang bersikap manis, ada


pula yang bertindak kejam. Ada yang selalu gembira atau tak lelah dirundung


duka. Kisah itu bisa bernuansa spiritual atau fantasi cinta yang hot dengan


segala macam keseruannya. Semua datang dari ide si penulis. Itu sah-sah saja. Penulis


bebas menuangkan apa yang ada di kepalanya menjadi tulisan menarik untuk dia


ceritakan kepada orang lain.


 


 


Namun, setiap kisah memiliki muatan yang bisa mengubahkan pola


pikir, cara pandang, dan pemahaman seseorang bagaimana menjalani kehidupan


kemudian. Karena itu, cerdaslah memilih bacaan. Jangan asal menyukakan hati


atau memenuhi emosi jiwa. Tetapi, saringlah, apakah bacaan itu membangun diri


dan memberikan pengajaran yang berarti.


 


 


Seperti sebuah ilustrasi tentang seorang pria yang pekerjaannya


melakukan sebuah pertunjukan dengan mengadu dua ekor anjingnya. Anjing putih


dan anjing hitam. Orang-orang dipersilakan memilih jagoannya, si anjing putih


atau anjing hitam. Dalam taruhan itu pemilik anjing akan selalu menang. Karena


dia tahu rahadia kelemahan anjingnya.


 


 


akan mengurani jatah makan anjing hitam. Dan sebaliknya, jika anjing hitam yang


dia jagokan, maka anjing putih hanya mendapat jatah makan sedikit saja. Mungkin


kisah ini tidak menyenangkan dibaca, tetapi dari kisah ini ada satu pelajaran yang


kita tarik.


 


 


Apa yang paling banyak kita masukkan dalam pikiran kita, itu


yang akan juga banyak terekam. Tanpa kita sadari itu yang nanti akan keluar


dari pemikiran kita, perkataan kita, bahkan tindakan kita.


 


 


So, Guys, be wise …. Pilihlah apa yang kita masukkan dalam


pikiran kita untuk kebaikan kita sendiri. Yang nanti secara tidak kita sadari


kita alirkan kepada orang lain yang ada di sekitar kita.


 


 


Jika yang kita serap adalah bacaan yang menuntut pada


kebaikan, cinta kasih, kemurahan, kerelaam memberi maaf, persahabatan dan


indahnya hidup dalam damai, itu yang sedang kita tanamkan di dalam diri kita.


Tidak dapat disangkal hidup itu penuh kesulitan dan tantangan. Banyak kecewa dan


tangisan yang mengiringi.


 


 


Sebaliknya jika yang kita simpan adalah sisi yang lain,


sedikit banyak itu juga akan muncul dalam pikiran kita, dan merembet kepada hal


yang lainnya. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana menyikapi semua itu. Apakah


pilihannya akan membuat seseorang mampu menyelesaikan perjuangannya dengan cara


benar atau asal dia menang meski yang dia lakukan adalah suatu hal yang salah.


 


 


Ada banyak penulis yang baik, yang bisa kita ambil


nilai-nilai kehidupan dari karyanya. Dan apa yang mereka tuliskan membawa


dampak besar bagi hidup banyak orang. Kiranya dunia literasi masa kini, khususnya


di negeri ini akan dipenuhi dengan penulis-penulisa yang seperti demikian.


 


 


Terus maju, terus berkarya, terus semangat ….