My Teacher Is My Perfect Husband

My Teacher Is My Perfect Husband
4



Aulia segera bangun dari tidurnya dan segera pergi kesekolah karena hari ini ada jadwal piket jadi ia harus bangun pagi pagi.


"Assalamualaikum bun yah dan abangku"ucap aulia


"Waalaikumsalam"ucap abang dan ayahnya bersamaan


"Waalaikumsalam aulia sini sarapan dulu"ucap bundanya


"Emm gak deh bun aku makannya di sekolah aja"ucap aulia kepada bundanya yang lagi menyiapkan makanan untuk ayahnya


"Loh kok gak makan,makan dirumah aja ya karena biasanya kalau kamu lagi buru buru selalu sempat makan kok sekarang kenapa tidak mau makan dirumah"ucap bundanya


"Iya bun aku hari ini ada jadwal piket jadi gak sempat makan yaudah ya bun aulia pergi"ucap aulia dan langsung pergi dan tidak sempat mencium tangan orang tuanya


"Hey kamu mau kemana belum salim ke orang tuaa langsung nyelonong pergi"ucap ayahnya yang sudah menghabiskan makannya


"Oh iya yah maaf lagi buru buru ini"ucap aulia dan langsung bersaliman kepada kedua orang tuanya itu.


"Eh abangmu gak disalimin nih"ucap abangnya.


"Huh abang mah gak usah saliman sekarang anterin aku kesekolah cepat"ucap aulia yang sudah jengkel sama abangnya yang membuat dia terlambat masuk sekolah


"Iya iya"ucap abangnya dan segera berdiri dan menuju kedepan.


Dan mereka pun tiba disekolah, aulia segera turun dari motor abangnya dan langsung menuju kedalam sekolah.


"Eh gak pamitan langsung pergi gitu aja"ucap abangnya


"Oh iya aku pergi ya bang assalamualaikum"ucap aulia sambil bersaliman kepada abangnya itu


"Waalaikumsalam"ucap abangnya dan aulia segera pergi.


Sesampai di kelas 12 ipa3 dia pun segera masuk dan mengambil sapu dan langsung membersihkan ruangan itu.


Setelah membersihkan kelasnya ia meletakkan sapu ke tempat semula lalu ia berjalan ke mejanya dan duduk setelah itu mengambil buku didalam tasnya, biasanya sebelum bel masuk dia membaca buku novel.


Saat dia membaca ada yang mengetuk pintu dan itu teman sekelasnya.


"Assalamualikum aulia tumben datang duluan"ucapnya


"Oh lo kan tau gue ada jadwal piket jadi datang duluan"ucap aulia


"Oh iya ya pantes kelasnya bersih udah di bersihin ternyata rajin banget sih kamu"ucapnya lagi sepertinya dia muji ada maunya nih


'Nih anak muji-muji gue, pasti ada maunya' pikirnya.


"Ah gak rajin rajin amat kok"ucap aulia


"Emm tuh kan bener yang ada dipikiranku"batin aulia


"Oh itu udah tapi emang ada jadwal pelajarannya pak alvin ya?"ucap aulia


"Ya gak sih tapi nanti habis pulang gue minta lo fotoin tugas lo ya"


"Hah untuk apa?"tanya aulia


"Udah pokoknya lo fotoin tugas lo terus kirim ke gue ok"


"Maaf bukannya mau nolak perintah dari lo tapi lo bisakan ngerjain tugas itu sendiri"


"Lo ngapain merintahin gue hah"


"Woy lo bisa tidak bicara lo dikecillin sedikit soalnya sebelah kelas kita kan ruang guru lo gak takut apa dihukum hah"ucap temannya aulia dan ya itu adalah meera sahabatnya


"Gue, takut dihukum sama guru hahahah gak ya gue gak pernah takut sama siapapun termasuk guru sekalipun"ucapnya


"Ini ada apa ya ribut ribut sampai kedengaran diruang guru"ucap orang itu dan ya itu salah satu guru disekolahnya


"Ini nih pak dia ingin nyontek pelajaran bapak yang kemaren itu"ucap meera


"Dia ingin mencontek kesiapa"ucap guru itu


"Aulia pak"ucap meera


"Kamu thifa ikut saya ke ruang guru"ucap guru itu dan dijawab dengan anggukan oleh thifa


"Baik pak"ucap thifa dan dia pun mengikuti guru itu keruang guru dengan santai.


Setelah kepergian thifa aulia langsung menatap tajam kearah meera.


"Kok lo kasih tau sih ke pak alvin"ucap aulia


"Biarin supaya dia tau gimana rasanya dihukum dia kan gak pernah dihukum"


"Iya tapi kan"


"Gak usah tapi tapian deh, sekarang kita duduk dari pada lo mikirin tuh thifa yang nyuruh nyuruh lo fotoin tugas lo"ucap mèera dan langsung duduk dan diikuti oleh aulia.


.


.


Terima kasih yg udah baca, jgn lupa vote, komen dan follow ya guys. bye bye