
Sambil berjalan aku berfikir,apa yang dibilang tetanggaku ternyata benar bahwa "tidak ada pertemanan antara perempuan dan laki-laki tanpa melibatkan perasaan." pikiran ku mulai kacau,dan banyak pertanyaan di kepalaku "apa Bryan juga memiliki perasaan terhadap ku? ahh semoga tidak . atau mungkin Kekey? ahh tidak mungkin"
"Kenapa diam saja?" Bryan mengagetkanku.
"Kamu suka gak sama aku?" tanyaku
"Suka"
"Hah?"
"Ia suka,mau jadi pacarku?"
Aku terdiam karna pertanyaan Bryan,"tuhkan benar dugaanku"
"Hahaha" Bryan mengagetkanku. sambil memukul pundakku "ya enggak lah gak mungkin aku suka sama kamu Gres. aku cuman bercanda ,kan kamu tau aku punya gebetan. udah lama juga aku taksir dia"
"Hehehe ia ia" aku agak sedikit malu dengan fikiran kotor ku.
Sesampainya di kantin kami melihat Erick dan Kekey masih duduk di meja tadi,dengan suasana hening. meraka tidak saling bicara
"Diam aja kek batu"
"kalian lihat dulu nah" kata Bryan sambil memberikan surat pindah yang di berikan bu Hans tadi.
"Mau pindah?" ucap Kekey
"Ia ga asik banget" kataku
"Kapan? kemana?" tanya kekey lagi
"Besok pagi,ya ke Bandung, mau tinggal sama Ayah Ibu dulu. jadi,seharian ini kita harus tuntasin semua masalah di pertemanan kita. aku ga mau nanti kalo aku pindah semua jadi renggang" jelas Bryan
Bryan hanya mendengar pembicaraan kami bertiga,seperti biasa tidak ngomong apa-apa.
Kring...Kring...
bunyi bel menandakan Istirahat sudah selesai. kami akan melanjutkan les terakhir. padahal kami belum memesan apa-apa.
"Ayok" jawab Bryan
Aku dan Bryan berjalan di depan Erick dan Kekey.
Bryan menarik rambutku
"Bryan!!!" ucapku sambil mengejarnya. karna kelas Bryan dekat dengan kantin dia masuk kekelasnya
"Ble"
"bai bai. pulang sekolah bareng ya" ucapnya membuatku kesal
Aku berjalan beriringan dengan Kekey dan Erick
"nanti pulang sekolah enaknya kemana ya?" tanyaku
"tempat biasa aja" jawab kekey
Pertemanan kami cukup lama,tapi akhir akhir ini memang terasa ada yang janggal,mungkin karna kami masih anak lecil jadi efek puber mungkin. tidak lama,akhirnya kelas Erick sudah sampai
"Bai" Ucapya
Ya seharian ini cuman kata "BAI" aja yang kudengar dari mulut Erick. ya,seperti itulah Erick. aku membayangkan bagaimana cara Erick nyatain perasaannya
"Katanya Erick nyatain perasaannya ya?" tanyaku
"Ia,Aku jadi bingung,kamu kan tau aku ga percaya cinta. belum lagi kita masih anak SMP apaan sih ga jelas banget cinta cintaan. lagian kita ber empat kan berteman kenapa harus ada acara suka sukaan. kalo gini kan jadi ga enak,si Bryan juga ngapain pindah." ucap Kekey dengan muka kesalnya
Ucapan Kekey membuat aku overthingking karna yang dibilang Kekey ada benarnya. kalau dipertemanan udah timbul cinta maka kedepannya bakal ga baik. perlahan sifat bakal berubah jadi ga asik. Buktinya Kekey anak yg ga pernah bisa diam tiba-tiba dingin setelah ditembak Bryan.
"yaudah gak apa apa,nanti aja kita bahas pulang sekolah" jawabku
Aku dan Kekey memasuki kelas dengan banyak pertanyaan di kepalaku,pasti Kekey juga begitu. apa mungkin pertemanan yang bampir 3tahun tidak ada apa apanya dibanding perasaan Erick? sejak kapan ya Erick suka Kekey?
pertanyaan yang di kepalaku membuat aku tidak fokus belajar.