My Bad Boy Manja

My Bad Boy Manja
Bab 6 Kekesalan Gabriella



Pagi ini Gabriella Datang ke sekolah diantar oleh sang Daddy , katanya sekalian ke kantor dia sempatkan untuk mengantarkan putri semata wayangnya tersebut.


" Dad Ella bawa kendaraan sendiri kenapa"ucap Gabriella pada Daddy nya.


" minta sama mommy mu sayang, kalau daddy fine fine aja.


Nanti kalau daddy kasih, kita bisa diamuk sama mommy yang galaknya sama kayak singa betina kalau lagi marah.


hahhaha


Gabriella tertawa mendengar penuturan sang Daddy. " El kasih tau sama mommy loh ya, daddy bilang mommy kayak singa kalau marah.


Ehh ehh jangan dong princess, bisa bisa daddy disuruh tidur di luar selama 1 Minggu .


Hahhaha


ngak, ell harus kasih tau mommy, ucap Ella semakin gencar mengerjai sang Daddy.


" Nanti Daddy tambahin deh uang jajan princess, "


Gabriella yang mendengar itu merasa senang,


dapat jakpot dari sang daddy, kapan lagi coba .


biarpun Gabriella anak satu satunya, namun uang jajan nya diatur oleh sang mommy.


" Bener lohh ya Daddy tambahi,


" Iyah, masa daddy bohong sih, udah tuh cek, udah daddy transfer.


Gabriella lalu membuka ponsel nya dan melihat ternyata benar, saldo nya sudah bertambah


Wowww makasih banyak dad, muachhh sayang daddy. Ucap Ella sambil mencium pipi sang daddy.


Karena nominal yang daddy nya kasih lumayan besar.


" jangan kasih tau mommy, nanti Daddy bisa di amuk"


" siap dad," ucap Ella sambi membuat jempol nya.


Dia keluar dari mobil sang daddy, Bye dad jati- hati ucap Gabriella sambil melambaikan tangan nya pada sang Daddy.


Lalu dia masuk ke area sekolah nya , sudah banyak siswa siswi yang berdatangan.


Saat diparkiran Gabriella melihat Dareen dan geng nya, dia hanya acuh tidak menghiraukan mereka, dia terus berjalan menuju kelas nya, yang ternyata para sahabat nya belum pada datang.


Gabriella memilih duduk sambil fokus membaca buku nya.


disana ada beberapa siswa lain namun belum banyak . Di sudut ruangan bangku paling pojok ada 1 siswa laki laki yang memperhatikan gerak gerik Gabriella.


Dia memang jarang berinteraksi dengan orang orang di kelas nya,


Gabriella yang sedari tadi fokus membaca, tidak sengaja melihat ke area lelaki tersebut dan pandangan mereka saling terkunci sampai beberapa detik.


Gabriella memutuskan kontak mata mereka secara sepihak.


Dia merasa tidak asing dengan tatapan mata itu.


namun Gabriella tidak ambil pusing dengan itu, mungkin perasaan gue aja kali , pikirnya.


Tidak berapa lama akhirnya para sahabat Gabriella datang.


" tumben Lo cepet datang nya"


" iya, soalnya diantar Ama bokap"


Mereka mengangguk


" gue dapat pesan kemarin katanya malam ini ada balapan"


ucap Tania dengan berbisik


mereka yang mendengar itu saling bersitatap


seakan saling mengerti


" dimana ? " tanya Gabriella


" tempat biasa", katanya ini hadiahnya juga cukup besar.


" kita ikut, ucap Gabriela tiba tiba, sambil menatap para sahabat nya .


" emang Lo bisa El, entar bonyok Lo ngamuk lagi .


ucap emmy.


" lagian motor Lo juga di tahan kan?


" kan si blue di apart gue , jadi Sans aja ges."


" Dan seperti biasa kalian jemput gue dari rumah jam 11 malam, setelah bonyok gue tidur


okey girls , ucapanya dengan gaya tengil .


Mereka akhirnya setuju mengikuti saran Gabriella.


biarpun membosankan tapi yaudahlahhh.


**


Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Seluruh siswa siswi bersiap untuk pulang kerumahnya masing masing.


seperti biasa Gabriella akan dijemput oleh sang supir yang sudah stand by menunggu nya.


mereka berlima berjalan bersama ke parkiran.


namun saat ditengah jalan ada beberapa kakak kelas yang menghambat jalan mereka ,


lebih tepatnya menghambat Gabriella.


Mereka akhirnya menghentikan langkah nya.


" Oh jadi ini yang katanya murid baru yang mencoba menggoda pacar gue"


Rosa tampak meneliti penampilan Gabriella dari atas sampai bawah, dia memang merasa tersaingi pasalnya Gabriella memang lah cantikk , dan penampilan nya sederhana namun terlihat elegan dan modis .


dia bisa tau kalau Gabriella bukan dari kalangan biasa, pasti nih cewe anak orang kaya , batin nya.


Namun Rosa menutupi kekaguman nya pada Gabriella, dia memasang wajah galak dan sombong nya .


Gabriella masih diam tidak menanggapi perkataan kakak kelas nya tersebut.


dia merasa tidak punya masalah dengan orang itu.


" heh ******, jawab dong kok diam aja tuh mulut, ucap teman Rossa.


sambil mendorong sedikit bahu Gabriella.


" woyyy santai dong, ucap Tania ingin membalas perbuatan orang itu, namun Gabriella mencegah nya.


Dia tidak mau teman teman nya mengamuk di tempat umum.bisa habis mereka .


" emang pacar kakak siapa?"


" heh Lo ngak usah pura pura ngak tau yah,


gue tuh pacar nya Dareen, jadi gue peringatan Lo untuk jauhin Dareen, ucap Rosa menggebu sambil menunjuk wajah Gabriella.


Gabriella mengangguk sambil tersenyum, dia masih menanggapi nya dengan santai.


"ooh kak Dareen, tapi gue ngak ada tuh deketin dia, dia yang selalu ganggu gue"


" kalau Lo ngak kegatelan Dareen ngak akan ngedeketin Lo, secara selama ini dia ngak pernah deket sama cewe biar Lo tau,


Rossa terlihat emosi.


" trus Lo kok bisa ngaku pacarnya kak Dareen,


secara Lo bilang dia ngak pernah deket Ama cewek"


Para sahabat Gabriella yang mendengar itu hampir meledakkan tawanya, namun mereka tahan.


Skakmat


Rossa rasanya malu, bercampur emosi mendengar ucapan Gabriella, padahal sebe6memang tidak salah , namun karena harus mempertahankan Citra nya Rossa tidak mau kalah.


Dia menyerang Gabriella, secara tiba tiba dia pun menjambak rambut panjang Gabriella.


Gabriella yang tadinya belum siap tidak sempat menghindar.


Para sahabat nya membantu melepaskan rambut Gabriella dari jambakan Rossa.


gilakkk ya Lo, main Jambak anak orang


Kalau berani sini lawan gue anjjj ..ucap Tania.


Gabriella menahan Tania, agar gadis itu bersabar.


Dia mendekati Rossa dan tiba tiba


Plakk


Plakk


Bughhh


Ternyata gadis itu tidak tinggal diam, dia menampar wajah Rossa dan kemudian menendang gadis itu sampai terjatuh.


Gabriella tersenyum smirk, makannya jangan main main sama gue, ucapanya lalu berjalan menjauh dari sana diikuti para sahabat nya sambil tersenyum mengejek Rossa dan antek antek nya.


Argggghhhh


awasss Lo , teriak rosaa


Namun tidak mereka hiraukan.


"