
" Apaan sih lo , stress" , jawab Gabriella .
Sana lo, ganggu tau ngak, kita lagi makan.
“ kita juga mau makan, emang salah.
Darren menaikkan alisnya melihat kekesalan Gabriella.
Dia sepertinya punya hobi baru yaitu melihat wajah kesal gadis itu.
Dareen terus mengganggu Gabriella ketika di kantin, Gabriella yang diperlakukan seperti itu merasa risih, dia tidak suka berurusan dengan Dareen yang katanya terkenal dengan julukan Bad Boy nya rajawali internasional high school itu, Gabriella sebisa mungkin menghindar dari Dareen tapi tetap saja bukan dareen namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.
“Lo apa apaan sih, ngikutin gue mulu gadak kerjaan lo, “ketus gabriella pada Dareen, ketika dareen duduk didekat gabriella saat di kantin.
Teman teman dareen yang mendengar itu sedikit terkejut, pasalnya baru ini ada cewe yang menolak ketua mereka itu, biasanya para cewe cewe sampai menawarkan untuk menjadi kekasih dari sang ketua.
“ Mending lo bawa deh bry ketua lo dari sini sebelum besti gue ngamuk “ ucap Karin pada brian, pasalnya dia tau kalau gabriella tidak suka diganggu.
Namu brian hanya mengacuhkan ucapan Karin, dia juga tidak mau jika dia menjadi tameng kalau sampai mengganggu kesenangan dareen, karena yang mereka lihat dareen tertarik dengan gabriella,
Mereka sebenarnya cukup senang pasalnya sang ketua akhirnya tertarik dengan yang namanya cewe.
“ Dareen tidak mendengarkan ocehan Gabriella, Dia tetap memasang wajah Datar nya yang terlihat mengesalkan dimata Gabriella.
“ pesan, seperti biasa, “ okay boss ucap zaky dan javy denga cepat, lalu mereka memesan makanan yang biasanya mereka beli.
Makanan Datanggg “ teriak zaky, “
Tak ,
Alex memukul jidat Zaky.
" mulut lo bisa diem ngak, brisikk .
" yaelah Lex, santai aja kali sakit nih jidatt AA, ucap Zaky dengan nada yang dramatis.
" jijik gue anjirr, sana Lo jauh jauhhh , usir javi."
Mendengar keributan disamping nya membuat Gabriella tidak nyaman.
dia tiba tiba berdiri dan pergi dari sana,
dia tidak suka, saat makan ribut dan akhirnya dia memilih pergi.
Begitu Gabriella pergi para sahabat nya juga ikut pergi dari sana, meninggalkan Dareen and the geng.
" Lahh kok pada pergii sih neng, aa blom siap makan, udeh main tinggal aja" , teriak Zaky, namun tidak dihiraukan oleh mereka.
Sesampainya di kelas Gabriella langsung menelungkup kan wajah nya kemeja dan menutup nya dengan buku.
" kapan Lo dekat Ama dia El", tanya Karin
" siapa ? Jawab Ella, masih terus mempertahankan posisi nya.
" itu si Dareen badboy, "
" heh, Gadak sopan sopan nya Lo sama kakel,
ucap Bella.
Karin memutar bola matanya malas, mendengar perkataan Bella.
keliatannya sih kak Dareen, tertarik sama Ella,
Iya ngak ell, ucap Bella
" Tadi gue liat tatapan kak Dareen sama Ella tuh kayak dalemm bangettt,,,tau ngak
uuuhhhh gue juga mau digituin sama cowok"
apalagi sekelas kak Dareen.
Kak Dareen tuh tipe gue banget, ganteng tiada tanding, udah gitu badboyy lagi, gue suka sama cowok yang kekgitu, kayak novel yang gue baca, trus nanti kak Dareen tuh bucin banget sama pasangan nya .
Aaajadi pengen pacaran Ama kak Dareen
kalau Lo ngak mau biar gue aja ell yang gantiin, gue ikhlas kok lahir dan batin".
Mereka ber 4 yang mendengar haluan dari Bella pun, geleng geleng kepala terlihat pasrah dengan haluan random gadis itu.
Emmy memegang kening Bella, lalu kemudian di taruh ke ketek nya, " rada rada sih, panas dikit, kata gadis itu".
iih Emmy mah, Bella tuh sehat yah, protes Bella
Mereka tertawa melihat tingkah random dua gadiis itu.
" Mimpi apa gue punya temen kayak Lo pada, ucap Tania."
***
Disisi Dareen saat ini mereka para inti BLACK DRAGON sedang berada di rooftop.
" Gue dapat pesan, katanya malam ini ada balapan, ucap Brian membuka pembicaraan.
" Dimana ? tanya Dareen.
Tempat biasa, Tapi ngak dikasih tau melawan siapa.
" Hadiah nya juga ngak terlalu"
" gue aja yang ambil, ucap Javi"
" oke, nanti malam kita kesana, ucap Dareen.
Mereka mengangguk dan kembali melanjutkan kegiatan nya masing masing.
Terdengar suara ponsel Dareen, dia berdiri sedikit menjauh dari teman teman nya, dan mengangkat telepon nya.
Halo
....
Dareen terlihat memasang wajah datarnya
Hmm
.
Tut
Dia mematikan sepihak telepon nya.
Lalu kembali duduk didekat para sahabat nya.
" Nanti kalian duluan ke markas, gue ada urusan sebentar"
" okey, ucap mereka sambil mengangguk.
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, seluruh siswa siswi berbondong bondong keluar dari kelasnya untuk pulang.
" gue duluan, ada urusan ucap Dareen kemudia bergegas turun dari roftop menuju parkiran.
begitu sampai diparkiran, Dareen langsung menancapkan laju motor nya, tanpa menunggu Para sahabat nya.
Mereka sudah mengerti, saat Dareen seperti itu, berarti ada masalah menyangkut keluarga atau orang tua nya.
" Lo pulang naik apa ell"
" tuh , sopir gue udah nunggu ucap Ella sambil menunjuk kearah mobil hitam, yang sudah siap menjemput nya.
" wihh tumben gercep .".
" Ella mengankat bahunya acuh, gue duluan guys.
lalu Ella berjalan menuju sang sopir, untuk segera pulang.
dia sudah tau, kala sang supir cepat datang pasti sang mommy atau Daddy nya akan mengajak nya kesuatu tempat.
bisa saja dia disuruh keperusahaan untuk belajar mengelola bisnis atau bahkan menemani mommy nya ke butik.
**
Berbeda dengan Dareen yang saat ini telah sampai di mansion orang tua nya.
Dareen masuk, dan tidak melihat orang tuanya disana.
Hanya ada beberapa pelayan saja.
"Mah, panggil Dareen" namun tidak ada sahutan.
" Nyonya ada taman belakang tuan muda, ucap salah satu pelayan disana.
Dareen lalu melangkah kearah taman belakang mansion.
Disana memang khusus tanaman sang mama, yang sellau dirawat baik oleh sang mama.
" Mah, panggil Dareen saat melihat mama nya dlaedang menyirami tanaman nya.
" kamu udah pulang nak, ucap Hana mama Dareen, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menghampiri sang putra .
Dareen menyalami sang mama dan mencium pipi nya,
Itu memang sudah menjadi kebiasaan Dareen saat jumpa dengan sang mama.
" papa mana mah"
" di kantor sayang, tadi kamu disuruh jumpai papa , katanya ada yang mau dibicarakan.
Dareen mengangguk,
" Kamu ganti baju dulu gih, kita makan siang bareng mamah udah masak tadi."
" Yaudah ma, Dareen ganti baju dulu bentar"
" iya nak, jawab Hana.
Dareen naik kelantai 2, menaiki tangga untuk menuju kamarnya.
Dareen segera mengganti pakaian nya dan bersih bersih.
Setelah dikira siap, dia turun kebawah untuk makan siang dengan sang mama.
Ternyata disana di meja makan, bukan cuma mama nya, ternyata sang papa juga sudah datang.
Dareen sebenarnya sangat malas melihat papa nya itu,namun dia tidak bisa berbuat apa apa,
Dia sudah lama tidak pernah akur dengan sang papa.
Dareen akhirnya tidak punya pilihan lain, dia sudah terlanjur janji dengan sang mama untuk makan siang bersama.
Dan mau tidak mau Dareen harus menepatinya.
Dareen duduk didekat sang mama,
" selesai makan, papa mau bicara, ucap Dani papa Dareen.
Dareen hanya berdehem menjawab ucapan sang papa.