
Selamat Membaca Para Reader
Tetua han Sudah mencoba segala Cara agar sosok misterius Itu buka mulut
'Ka.. Kau Percuma menyiksaku dengan cara apapun Karna Tubuhku sendiri ini akan otomatis meledak jika memberitahu sedikit saja informasi' ucap Sosok misterius
Rou Han yang mendengarnya Berpikir untuk menggunakan Hewan perangsang rasa sakit agar dia buka mulut
'Benarkah? Kalo bagitu Aku akan memasukan Hewan perangsang sakit ini kekupingmu' ucap Tetua han sembari memasukan Paksa Hewan tersebut Kedalam Kuping Sosok misterius
Selang Beberapa Waktu Sosok Misterius itu merasa amat kesakitan Aaaaacckkk!!!! ' Tidak!!! Tolong Aku?!!' Teriak sosok misterius itu yang sedang kesakitan
'Efek Sakit Dari Hewan perangsang sakit tidak akan membuat Korban Tewas Walaupun sesakit apapun. Jadi Tinggal menunggu dia membuka mulut' ucap Tetua han
Tak lama kemudian Sosok misterius itu buka mulut Namun seperti yang dikatakannya Tubuhnya Akan meledak secara Otomatis
'Iyaa aku akan memberitahu Kalo Sekte Holy Darkness Akan melakuka..' Sebelum dia menyelesaikan Ucapannya Dia tubuhnya sudah meledak terlebih dahulu
Boom!!!!
'Yang dikatakan Dia ternyata memang Benar kalau dia buka mulut sedikit saja maka Tubuhnya akan otomatis meledak' ucap Tetua han
Tetua Han Pun Pergi Kerapat untuk melaporkan hal itu
Sesampainya Tetua Han diruang Rapat
'Wakil Ketua Sekte Ternyata Tubuh orang Tersebut Secara Otomatis akan meledak jika memberikan sedikit informasi saja' ucap Tetua Han
'baiklah. Jadi Kita masih Belum tahu Motif dari Sekte Holy Darkness mengirimkan Seseorang untuk membuat kerusuhan disekte ini' ucap Wakil Ketua Sekte
'sebentar tadi saat Rou Lu Meledakan dirinya aku melihat Rou Xue Diculik oleh orang Tersebut aku pun mengejarnya tapi Temannya Rou Xue lebih dulu Menangkapnya' ucap Tetua Lin
'jadi mungkin saja ledakan Rou Lu hanyalah sebuah Umpan sedangkan mereka sebenarnya Mengincar Rou Xue. dan Motif mereka Kemungkinan Adalah untuk menculik Rou Xue' ucap Tetua Lin
'Ucapanmu Benar juga tapi kenapa mereka harus mengincar Rou Xue malah bukan Mengincar Anakku yang masih bayi?' Tanya Wakil Ketua Sekte
'Mungkin saja mereka Mengincar Rou Xue karna ada suatu masalah. Jadi Rou Han apa yang kau lakukan sebenarnya sampai Rou Xue anakmu itu menjadi incaran Sekte Holy Darkness' Tanya Tetua Lin sambil melihat kearah Tetua Han
'Sebenarnya Aku pernah melecehkan Anak dari Salah satu Tetua di sekte Holy Darkness secara tidak sengaja. Tapi Aku berjanji akan Menyelesaikan masalah ini sendiri dan aku juga minta maaf' ucap Tetua Han sambil mengepal tangan dan membungkukkan badannya
'Masalahmu masalah kami juga Rou Han jadi bangunlah' ucap Wakil Ketua Sekte
'Iyaa benar itu' ucap Tetua Lin
'Kalo begini aku tahu siapa yang salah sebenarnya. Karna kau telah melakukan hal seperti itu kepada anaknya jadi dia mungkin tidak akan melepaskanmu dengan gampang' ucap Wakil Ketua Sekte
'Kita sudah tahu Letak permasalahannya dimana jadi kita selesaikan Rapat Darurat ini' ucap Wakil Ketua Sekte
'Tetua Lin Kau sebagai perwakilan Sekte ini untuk meminta bantuan Dari Penguasa Gunung Wu Jin segeralah pergi' ucap Wakil Ketua Sekte
'Siap Wakil Ketua Sekte aku akan berangkat sekarang' ucap Tetua Lin
Rapat Darurat Selesai Tetua Lin juga sudah berangkat Menuju keGunung Wu Jin untuk meminta bala bantuan dari Penguasa Gunung Wu Jin. sementara itu Ditempat pengobatan
Ryo Ken sudah bangun dari Tidur lelapnya
'kau sudah bangun Ken' ucap Rou Xue
'seharusnya aku yang berucap seperti itu kepadamu. Jadi kau sudah siuman Ya Xue' ucap Ryo Ken
'Iyaa sekarang aku sudah Siuman. Lalu apakah kau Mau pulang kerumahmu Sekarang?' Tanya Rou Xue
'Ayoo pulang kerumahku sekarang, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu juga disana' ucap Ryo Ken
Sesampainya mereka berdua dirumah Ryo Ken 'jadi kau ingin membicarakan apa Ken?' Tanya Rou Xue
'maksudmu Dia masih dirawatkan' ucap Rou Xue
'Sebentar Dengarkanlah perkataanku dulu Xue jadi sebenarnya maksudku adikmu tidak selamat adalah, adikmu hangus mati menjadi abu' ucap Ryo Ken
'Apa.. Apa tidak mungkin' ucap Rou Xue seraya tidak percaya pada ucapan Ryo Ken
Hikss!! Hikss!! Hikss!! Isak tangis Rou Xue
'aku sangat sedih ketika melihat Rou Xue menangis seperti ini' ucap Ryo Ken dalam hatinya
Saat Rou Xue sudah tenang dia pun lama kelamaan Tertidur 'apa Rou Xue Tidur dirumahku apakah ini salah satu mimpiku lagi' ucap Ryo Ken sambil berpikir yang aneh-aneh dalam otaknya
Ryo Ken pun Menyelimuti Rou Xue dan ikut tidur disamping Rou Xue 'Jantungku Bergetar hanya karna Tidur disamping Rou Xue' ucap Ryo Ken dalam hatinya
Keesokan harinya Tetua Han Berkunjung kerumah Ryo Ken Untuk membicarakan Soal keinginannya menjadi Guru dari Ryo Ken sekaligus Menjemput anaknya Rou Xue untuk pulang Tokk!! Tokk!! Tokk!! 'apakah kau ada didalam Ryo Ken?' Tanya Tetua Han didepan Pintu Rumah Ryo Ken
'Masuk Saja Tetua Han' Jawab Ryo Ken dari dalam Rumah
'Ternyata Putriku Ada disini Ya' ucap Tetua Han
setelah itu Ryo Ken langsung mempersilahkan Tetua Han untuk duduk
'silakan duduk Tetua Han. Jadi ada perlu apa Tetua Han Sampai datang kerumahku?' Tanya Ryo Ken kepada Tetua Han
'Aku kesini untuk memberikan Tawaranku sekali lagi saja siapa Tahu kau berubah pikiran. Jadi apakah kau mau untuk menjadi Muridku?' Tanya Tetua Han
'Aku sudah bilang waktu itukan kalo aku ini menolak untuk menjadi muridmu' ucap Ryo Ken
'Kalo boleh Tahu apa alasan kau tidak mau menjadi muridku?' Tanya Tetua han
'Alasannya karna aku ingin menjelajahi Dunia ini sendirian nanti' ucap Ryo Ken
'sebenarnya sih aku juga ingin berduan menjelajahi dunia ini bersama Rou Xue' ucap Ryo Ken dalam hatinya sambil melamun
'Yang kau katakan memang Benar putriku, dia ini suka melamun Kalo sedang berbicara' ucap Tetua Han
'Ehh!! Tidak, aku hanya memikirkan sesuatu' ucap Ryo Ken
'Kalo begitu hanya itu saja yang aku ingin bicarakan Jadi aku pamit Dulu Ya Ryo Ken ayo Putriku' ucap Tetua han
'Dahh Terima Kasih karna Telah menyelamatkan aku ya Ken' ucap Rou Xue
'Iya hati-hati dijalan Ya Xue' ucap Ryo Ken
Setelah Rou Xue dan Tetua Han pergi
'Senyuman dan perkataan dari Rou Xue tadi membuat diriku terkena sesuatu seperti damage Stunn' ucap Ryo Ken
'Keadaan Sekte sedang seperti ini jadi Ketua Sekte ehh! tidak maksudku Tetua Xhi tidak memberikan Tugas menyapu hari ini' ucap Ryo Ken
'Jadi Hari ini Libur. Tapi saat seperti ini aku tidak boleh santai karna bisa saja secara Tiba-tiba Peperangan dimulai' ucap Ryo Ken
'Aku harus latihan lagi agar bisa melindungi Semua Orang yang kusayangi' ucap Ryo Ken
Ryo Ken pun pergi Kehutan untuk melakukan latihan
Terima kasih telah membaca
Mohon dukungannya
Like and Komen
BERSAMBUNG