
Bibi :Bu udah pulang kemana aja
lia:iya bi biasa kerumah saudara dan baru balik oh iya bi max sudah pulang?
bibi:Iyah Bu dia ada di atas
Lia keatas dan masuk kedalam kamar dia melihat max sedang membaca buku max melihat Lia datang dia hanya tersenyum getir Lia menaruh tasnya lalu menghampiri max dengan wajah sedih
lia:max maksud kamu apa hah jangan anggap aku yang diam tidak bisa marah sama kamu hah segitu bahagia aja kamu atas penderitaan ku
max bangkit dan duduk menghadap lia .Lia yang merasa jarak mereka terlalu dekat merasa risih
dia memundurkan langkanya
max:kamu seperti orang gila datang terus marah marah memangnya apa yang terjadi hum
apa karn kamu sudah bersenang senang di luar sana dan duit yang ku berikan telah habis jadi kamu marah-marah kamu tinggal minta tidak perlu marah kan sayang
Lia:aku tidak butuh uangmu yang aku butuh kenapa kamu mengadukan aku dengan ayahku dan apa motif mu
max :motif yang jadi permasalahan adalah kamu masih jadi istriku aku merasa malu mempunyai istri seorang pelacur yang suka Menganti gati pasangan kalo kamu ingin hidup bebas kamu harus pisah dariku dan Menganti uang yang telah ku berikan
lia:itu yang kamu mau baik (mengeluarkan ATM )
melempar ke wajah max dengan sangat marah Lia menampar wajah max
max : tamparan yang manis dan apa benar semua uangku ada disini sebelum aku menceraikan kamu aku harus melihat isi rekening ini aku takut gadis penipu seperti kamu membohongi ku
lia::tidak perlu takut ini buku dan aku bisa mencek informasi rekening mu sebelum perceraian di langsungkan aku akan pergi dari sini seterah kamu mau membicarakan tentangku ke ayah jangan pernah ganggu kehidupan ku di masa mendatang
Lia pergi dengan wajah yang sedih dan menutup pintu kamar dengan sangat keras bibi yang melihat Lia menagis merasa kasihan supir Lia yang ingin mengantarkan nyonya nya tapi Lia melewati mobil dan berjalan ke gerbang Lia pergi Tampa membawa apapun max berlari menuju pintu keluar tapi Lia sudah tidak ada max juga melihat mobil Lia
max:kemana dia (bertanya ke supir lia)
supir : nyonya Lia telah pergi tuan
max":ini mobilnya dia pergi dengan apa
supir : nyonya berjalan kaki tuan max
max mengejar Lia dengan mengendarai mobil nya tapi Lia tidak kunjung ketemu max merasa prustasi Sepenjang jalan dia tidak berhenti memarahi Lia
Lia yang tidak ketemu dia mulai kesal di pulang dan membanting pintu mobil dengan kencang
Sora menatap Lia yang tertidur pulas di sebelah nya
sora:wajahnya seperti sangat lah lelah
Lia tiba tiba mengigau memanggil neneknya dan air mata menetes dari pipi mulus Sora yang melihat Lia seperti itu merasa kasihan dia mengelus rambut Lia dengan lembut dan menyalurkan ke hangatan Lia pun kembali tertidur sesampainya di rumah sederhana Sora membawa Lia masuk dan membaringkan di kasur empuk miliknya Sora keluar dari kamar lalu mandi dia memasak makanan lalu pergi ke sofa lalu tidur