
Di kota cahaya,lebih tepatnya di desa Lilin yang terletak di pinggiran kota,telah lahir seorang anak yang di beri nama Kanki.namun sayang,Kanki lahir tanpa memiliki mata elemen.
Di dunia ini,setiap orang pasti memiliki mata elemen yang mewakili salah satu elemen semesta.kekuatan mata elemen sendiri terbagi atas lima bagian ,yaitu mata dasar,mata ajaib,mata raja,mata Kaisar,dan mata dewa.
Tiap tingkat terdiri dari tujuh tahap,dan konon,orang yang telah mencapai mata dewa akan dapat menguasai semesta dan dapat lepas dari hukum Reingkarnasi.
*** Enam belas tahun kemudian…***
“Kanki,sini makan dulu….”ujar sang ibu Kanki
“iya bu…”
“ki,apa kamu sudah dapat membangkitkan mata elemenmu..??”tanya ibu
“sepertinya belum bu,tapi ibu tenang saja,Kanki pasti akan berusaha untuk mendapatkannya.”ujar Kanki
“iya…ibu yakin sama kamu…”ujar sang ibu
“ibu istirahat aja dulu,Kanki mau keluar…”ujar Kanki sambil melangkah keluar dari rumahnya
“yaudah,kamu hati-hati ya…”
Dalam perjalanan,dari kejauhan terlihat sekelompok orang yang sangat kanki kenali,siapa lagi kalau bukan Vixen,alvon,dan Avan.mereka adalah anak dari salah satu penguasa di desa Lilin.
“wah…wah…. si sampah sudah datang nih…”ujar Alvon sambil menunjuk Kanki
“pas sekali… tanganku sudah gatal juga nih…”sahut Vixen
Tahu kalau dia akan di jahii,Kanki langsung berlari masuk ke hutan…
“hei tunggu kami sampah !!”teriak Vixen
“akhirnya aku lepas juga….huh…capeknya…”ujar Kanki sambil menyandarkan punggungnya ke pohon yang lumayan besar.
Tapi ntah sial,atau kurang beruntung,Kanki malah bertemu dengan Naga ultra yang berjalan mendekatinya.
“kenapa ada Naga di sini..?? di…dia kan hewan suci yang sudah mencapai tingkat mata ajaib tingkat enam !! ”gumam Kanki di dalam hati
Hewan suci merupakan hewan yang memiliki kekuatan seperti manusia.hewan suci sendiri terdiri dari tiga tingkatan. Yaitu tingkat murid,guru,dan master.tiap akan naik tingkat,tubuh mereka akan berevolusi semakin besar dan kuat.
Melihat sang naga semakin dekat,Kanki langsung bercucuran keringat dingin,tanpa pikir panjang dia langsung lari.tapi sepertinya itu sia-sia,naga tersebut masih saja mengejar kanki .sampai akhirnya Kanki terpojok
“apa hari ini ajalku akan tiba..??”pikir Kanki sedikit pasrah
Ketika berjalan mundur,tak di sangka Kanki sudah berada di bibir jurang dan akhirnya terjatuh….
Di saat-saat terakhir dia teringat ibunya yang masih menunggunya di rumah...
“aku…aku tak boleh menyerah,kalau aku mati di sini,aku akan mengecewakan ibuku…!!!”teriak Kanki
Seketika,ada aura pembunuh di sekitar tubuh Kanki dan tanpa sadar mengaktifkan mata elemen.Kanki merasa ada yang mengangkat tubuhnya.
“haih anak manusia ini….kau hampir saja membakar habis hutan ini tahu tidak…!!”ujar Sang naga sambil menatap tajam Kanki
“ka….kamu bisa bicara..??”
“emang kamu kira semua hewan suci gak bisa bicara..??”tanya sang naga
“itu sekarang gak penting,sekarang lebih penting kita membuat perjanjian…”sambung sang naga
“perjanjian..??”tanya Kanki balik
“ya,perjanjian antara manusia dan hewan suci…”ujar sang naga
“tapi kenapa aku..??”tanya Kanki
“karna kamu… memiliki mata itu…”ujar sang naga serius
“ma…mata apa yang kau maksud..??”tanya Kanki sedikit takut
“Mata yang dimiliki oleh tuanku sebelumnya,yaitu Mata cahaya…”ujar Naga tersebut sedukit mendekatkan kepalanya ke mata Kanki
“tapi gimana caranya membuat perjanjian denganmu..??”
“cukup kamu gunakan energi matamu untuk mengunci tubuhku ke dalam badanmu…”
“baiklah,aku akan coba…”ujar Kanki langsung memejamkan matanya dan berusaha fokus dan membuka matanya dengan cepat.
Seketika,muncul cahaya yang sangat terang dari mata Kanki dan Kanki akhirnya bisa membuat perjanjian sama Naga tersebut.
“hah..!! jadi gelang..??”ujar Kanki spontan saat melihat sebuah gelang putih yang melekat di lengannya.
“heh bocah,cepatlah keluar dari hutan ini,langitnya sudah makin gelap loh…”ujar sang naga yang kini sudah berwujud gelang.
Setibanya di rumah,kanki melihat Ibunya sedang menangis…
“ibu kenapa menangis..??”ujar Kanki sambil memeluk ibunya dari belakang.
“Aura ini…Kanki awas…!!!”teriak sang naga,dengan sigap Kanki langsung menjauh dari tubuh ibunya.
Perlahan,tubuh ibunya makin menghilang dan akhirnya lenyap dari pandangan Kanki.
“ibu….”lirih Kanki dan tanpa sadar mulai menangis.
“naga,sebenarnya apa yang terjadi pada ibuku..??”ujar Kanki dingin dan seketika tubuh Kanki mengeluarkan Aura pembunuh yang sangat pekat
“ibumu itu sebenarnya sudah menjadi arwah,dia sebenarnya telah meninggal saat dia melahirkanmu,tapi karna kekuatan matamu,Arwahnya dapat bertahan…”jelas Naga
“dan karna itu aku kehilangan kekuatan mataku selama ini..??”tanya Kanki sedikit meredakan Amarahnya
“ya,begitulah kira-kira…”jawab sang naga.