
"Sakitttt... "
aku menjerit di dalam hati
aku berharap ada seseorang yang memperhatikan diriku walau itu tidak pernah akan terjadi .
aku benar benar frustasi
di tambah sebentar lagi ujian semester
yang menambah beban pikiran
aku bukan memikirkan pelajaran
akan tetapi ibu ku
dia selalu saja mengadu kepada ku
aku memiliki sebuah toko kecil dan akhir akhir , ini toko sangat sunyi
ibu ku terpaksa meminjam uang kepada orang lain
ibu ku tlah meminjam uang berjuta juta cuma untuk uang sekolah ku
Dan yang tambah membuat ku kesal
sekolah ini selalu saja memaksa murid nya untuk membayar spp
seperti sedang memaksa
yang sebenar nya itu tidak baik untuk pikiran siswa
dan menjadi tambahan pikiran bagi murid
di tambah ancaman yang begitu banyak ketika tidak membayar spp
munking bagi orang kelas atas itu bukan lah masalah
tapi bagi orang orang yang hidup nya berkucupan itu adalah hal yg sulit
tok tok tok....
pintu kamar di ketok
"ada zeara nya? " oarang 1
"ada , tapi kek nya tidur "
jawab salah satu orang di kamar ku
" ha apa? "
"oh ga tidur mu? " orang 1
"ku kira mu tidur " orang 2
"ngak, kenapa? "
"mama mu nelfon" orang 1
"hahh serius? "
aku terkejut seolah olah tidak percaya
bagai mana tidak percaya
ibuku tak pernah menelfon balek kecuali jika ku suruh
berbeda dengan kakak ku
yg rutin setiap 1-3 seminggu di telfon oleh nya
" hah pula nya anak ni, di telfon mama tu bersyukur " orang 1
" ha ha ha iya ya sini sini "
" nah nanti HP anatar lagi ke pengawas ya " .
" oce ( ͡ _ ͡°)ノ⚲"
aku benar benar deg dekan
" halo? "
" ya nak, tadi zahra marah sama ibu " suara lembut
wah tumben lembut _-
"ngakk " aku menjawap dengan ragu
" jujur aja "ibu
napanyah kayak tiba tiba keselek malaikat
" ngak lohh " aku mengaras kan suara ku
" nah kan marah, " ibu ku merayu ku
"cihh ngak loh, dah lah , dah siap nelfon nya kan " jawap ku jutek
sebenarnya nya aku sengaja menampakkan amarah ku
karna di rumah aku terkenal seorang perajuk + pemarah yang bodoh + pendendam
aku selalu merubah sikap ku di mana pun aku berada
sesuai dengan bagai mana tempat tersebut
"tuhh kan marah, maaf lah ya"
"udah lahh "
" ibu tau kok , kamu tu marah, ibu juga pusing lohh zeara, yang ibu urus tu bukan kamu sendiri, anak ibu tu 4 , untung aja yang satu udah nikah, tapi masih ada 3 "
"iya iya tau aku nyahhh " aku menjawab dengan malas
" kok kek gitu jawab nya nakk "ibu
" ibu tu nyahh"
"kenapa ibu nakk? " ibu
"ngak jadi "
uhuk uhuk uhuk
"zera juga lagi sakit ? "ibu yang tiba tiba khwatir
walaupun aku tidak menghiraukan kan nya
karna di kepala ku sudah penuh banyangan ketika aku masih di marahi ketika sakit
tidak seperti kakak yang selalu di lemah lembut kan
" ngak "
"kok kek gitu zera sekarang kenapa " ibu
" urusi aja anak ibu yang satu tu " aku mengaras kan suara
" ohhh jadi zeara beneran iri sama kaka, tau kakak tu dia lemah dia juga.. "
belum sempat dia habis mengomong aku mematikan HP nya
tapi tidak berselang lama
ketika aku akan mengembalikan HP nya
ibu ku kembali menelfon
dan aku mengangkat nya lagi
" ha apa lagi "
"kalian tu saudara kon kek gitu " ibu ku nada bersedih
"ya ibu tu nyo selalu melebih lebih kan kakak , mati aja lah aku biar kakak jadi kesayangan, ibu tu gak pernah peduli sama aku "
" ibu tau kamu marah , dari awal ibu nelfon tadi tu ibu dah tau kamu tu iri" ibu
" ita kalau udah tau jangan di lanjutin "
"ya maaf lah ibu "ibu
" ya iya "
" zahra sehat kan? " ibu ku bertanya
"hngggg..... "
✿✼:*゚:.。..。.:*・゚゚・*
mohon maaf..
jika ada kesalahan kata, atau sama nya nama pemain atau apalah itu tolong di maafkan karna ini cuma cerita :v
Terima kritik dan saran (。>‿‿<。 )
@quenzy_zeara
@canberline_kyra