
Pagi harinya Li Yun bersiap-siap berangkat menuju tim yang telah dia hubungi sebelumnya,
mereka hari ini berencana menyelesaikan gerbang C yang diketua oleh seorang petarung rank
C .
Setelah menyiapkan segala macam hal yang diperlukan Li Yun keluar dari apartemennya
untuk menuju ke tempat raid gerbang C. Raid adalah kumpulan dari beberapa petarung
minimal terdiri dari 10 petarung yang didalamnya terdapat berbagai macam tipe petarung,
seperti tipe magic, assasin, tank, healer dan lain sebagainya.
Sebelum menuju raid, dia terlebih dahulu menemui pak Hou guna menyelesaikan
pembayaran apartemennya dalam bulan ini. Setelah itu dia memesan taksi untuk menuju
tempat raid.
Tepat dia sedang bersantai dikursi penumpang, taksi tiba-tiba melakukan rem dengan
mendadak.
“ Ada apa pak ?”
“ Ini, saya belum tau juga pak, semua mobil tiba-tiba berhenti ditengah jalan” ujar sang supir
Tidak lama setelah itu, terdapat kumpulan tentara yang menghalangi jalannya para
pengendara, dan meminta para pengendara untuk menunggu.
“ Mohon maaf untuk pengendara sebelumnya, maaf atas ketidaknyamanannya, sekarang tiba-
tiba ditengah jalan muncul sebuah gerbang, yang ketika diukur adalah gerbang D. Para petarung sedang berusaha menyelesaikan secepatnya” Suara salah satu tentara terdengar
Sambil menunggu, Li Yun hanya bersandar dikursi penumpang, karena sudah ada yang
menanganinya, jadi dia tidak mau ikut campur. Setelah setengah jam kemudian supir berbicara kepada Li Yun
“ Apakah tuan juga Petarung?”
“ Ehmmm, Iya pak” Li Yun menanggapi sambil mengangguk
“ Apakah bapak tidak ingin membantu mereka petarung didepan?”
“ Bapak sudah dengar kan tadi, katanya para petarung dari asosiasi sudah berusaha menanganinya”
“ Tapii.... sudah agak lama pak”
Menanggapi ini Li Yun juga merasa kebingungan, karena biasa petarung dari asosiasi akan
mudah menangani gerbang apalagi yang tingkat rendah. Li Yun membuka pintu mobil, dan
mencoba berjalan kedepan. Setelah beberapa meter dia ditegur dan dihentikan salah satu
tentara yang berjaga.
“ Maaf pak didepan berbahaya, jadi diharapkan bapak kembali ke mobil”
“ Ennn, Saya hanya ingin melihat”
“ Nyawa bapak lebih berharga dari pada rasa penasaran bapak”
“ Tapii..” Li Yun kelihatan bingung
Melihat kebingungan Li Yun, tentara bertanya lagi
“ Apakah bapak seorang petarung?”
“ n” Li Yun mengangguk
Mendengar itu tentara terkejut, dan sikapnya pun berubah
“ Maafkan saya pak, mari saya antar kedepan”
“ Ok”
Berjalan selama beberapa menit, Li Yun melihat kedepan, walaupun mash jauh dia masih
bisa merasakan energi sihir dari monster di gerbang depan. Mungkin ini diakibatkan oleh
statusnya yang sudah banyak naik setelah menyelesaikan dungeon kemaren. Setelah sampai
disana Li Yun hanya melihat para petarung yang sudah kelelahan melawan bosnya.
“ Healer, terus sembuhkan tank didepan”
“ Magic, terus serang bos monsternya”
“ Sudah hampir tidak tahan lagi, jika seperti ini kita akan kalah” seru tank yang berusaha
melawan bos dibagian depan.
“ Kita harus berusaha menahan selama mungkin lagi, sehingga petarung yang tingkat lebih
tinggi sampai kesini sebelum monster mengamuk dan membunuh orang awam”
“ Baiklah, ayo berusaha sebaik mungkin” ujar yang lain lagi.
yang mulai kelelahan Li Yun mengambil potongan belati yang telah patah setelah bertarung
melawan bos dungeon. Bos ini sedikit lebih lemah dari bos dongeon jadi Li Yun hanya
membantu sedikit saja untuk memberi peluang petarung yang lain.
Mengambil ancang-ancang bersiap untuk menyerang, Li Yun mulai mengulurkan kaki
kebelakang dan tangannya memegang patahan belati dengan erat.
Swoshhhhh!!!
Crackk!!
Potongan belati mengenai kepala bos gerbang menyebabkan dia mundur kebelakang
beberapa langkah. Melihat bos mundur para petarung mulai melancarkan serangan lagi
hingga akhirnya bos monster dapat dikalahkan.
“ Yeahh, akhirnya kita berhasil”
“ Kita mengalahkan bos dan menyelamatkan warga” terdengar riuh para petarung, hanya tank
yang dibagian depan merasakan ada yang salah pada bos, karena mundur tiba-tiba, dan ketika
dia mulai menyelidiki dia hanya melihat patahan belati yang bersarang dikepala bos monster.
Dia melihat kebelakang, dan tidak melihat siapa-siapa, sehingga dia bertanya kepada salah
satu tentara.
“ Apakah ada orang lain disini tadi?”
“ Ohh itu, ada seorang yang mengaku petarung disana” sambil menunjuk lokasi Li Yun
Saat dia melihat, ternyata Li Yun sudah tidak ada, dan hanya tempat yang kosong
“ Ah saya tidak salah, tadi emang ada petarung yang kesini”
“ Mungkin kah dia tidak mau mengungkapkan identitasnya” pikirnya
Sementara Li Yun setelah menyerang bos monster tadi kembali menuju taksinya, dia terkejut
dengan serangannya, karena mampu membuat bos mundur kebelakang.
“ Ternyata dia tidak sekuat itu, dan HP nya lebih sedikit dari yang aku kira” pikir Li Yun
Melihat Li Yun sudah kembali, supir pun bertanya.
“ Apakah sudah selesai pak”
“ sudah, 15 menit lagi jalan akan seperti sebelumnya”
Setelah 30 menit kemudian dia tiba di raid, dia melihat beberapa orang yang sudah menunggu
disana.
“ Apakah anda tuan Li?”
“ Iya pak,”
“ Perkenalkan, saya Huang Wei, saya yang akan menjadi kapten dari raid ini”
“ Saya Li Yun, maaf saya datang terlambat, karena ditengah jalan tadi mendadak sebuah
gerbang muncul, dan membuat perjalanan terlambat”
“Tidak apa-apa tuan Li, saya juga sudah melihatnya diberita”
Li Yun tidak terlalu terbiasa dengan hal yang seperti itu hanya mengangguk, dan melihat
gerbang didepannya.
“Seperti inikah gerbang C, energi sihirnya lebih kuat dari gerbang yang sebelumnya
dilihatnya ditengah jalan” pikir Li Yun
Li Yun terus memperhatikan gerbang didepannya, sampai dia dikejutkan oleh seorang
petarung menyapanya
“Apakah ini pertama kalinya anda masuk gerbang”
Li yun hanya berbalik dan melihat siapa yang berbicara dengannya.
“ Aku juga baru pertama, jadi kita saling menjaga ya, aku Lin Wu petarung rank D”
“Apakah kamu tidak terlalu banyak bicara” pikir Li Yun
Lin Wu terus berbicara dengan Li Yun, dan Li Yun hanya menjawab seadanya, karena dia
tipe orang yang tidak terlalu suka bergaul. Akhirnya pembicaraan mereka terhenti setelah Huang Wei menyela mereka.
“ Tuan Li dan Tuan Lin, sekarang waktunya kita berangkat”.