
"Alysa, mas mohon bangunlah! Maafkan mas yang berulang kali menyakiti dirimu. Maafkan mas, tolong beri mas kesempatan sekali lagi, mas tidak akan mengulang kesalahan yang dulu Alysa" Faiz yang sejak kemarin terus menemani Alysa yang sedang koma,tak henti-henti nya menangis dan terus berjanji
"Nak, pulang dan bersihkan dirimu dulu. Alysa pasti marah kalau melihat kamu tidak terurus seperti ini" Tiba-tiba Bunda Maya menghampiri Faiz
"Tidak Umi, Alysa butuh Faiz di sini, Faiz rindu Alysa umi" Tolak Faiz lembut kepada Bunda Maya
"Nak, Pulanglah, tenangkan dirimu. Sebentar lagi Subuh, berdo'alah Kepada Allah agar Alysa segera sembuh" nasehat Bunda Maya lembut
"Baik umi, Faiz titip Alysa, Kalau ada Apa-apa umi kabari faiz yaa"
Faiz kemudian pulang kerumah dan membersihkan dirinya kemudian pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjama'ah.
Setelah selesai melaksanakan shalat subuh, Faiz masih diam duduk di shaf shalatnya dengan tatapan kosong. Alysa hanya Alysa yang di fikiran nya. Tiba-tiba datang seseorang menghampirinya.
"Antum kenapa? "Tanya seorang pria yang kebetulan ustadz di masjid.
Faiz melihat sebentar ke arah ustadz itu kemudian tak sadang air matanya menetes "Alysa" isak Faiz
"Antum kenapa? coba cerita pada ana, InsyaAllah Ana bisa membantu walau sekadar memberikan nasehat" Tanya Ustadz kembali
"Saya jahat ustadz, saya jahat. Saya sudah menyia-nyiakan bidadari yang sangat mulia, saya menyesal ustadz.Saya tidak terima Allah mengambil dia sebelum saya menebus kesalahan saya padanya, Saya begitu bodoh menyakiti perasaan nya. Hingga hampir setiap hari membuat air matanya menetes. Saya menyesal ustadz,dan sekarang ia terbaring lemah di Rumah sakit itu karena saya " jelas faiz dengan geraian air mata
"Antum perbanyak zikir dan do'a kepada Allah, Antum berdo'a agar istri antum bisa sehat kembali. tiada tempat mengadu selain Allah. Antum juga berjanji agar tidak pernah lagi mengeluarkan air mata istri Antum,kecuali air mata kebahagiaan. "jelas ustadz tersebut
"terimakasih banyak ustadz, Saya akan pergi ke rumah sakit kembali untuk melihat keadaan istri saya dulu. Terimakasih banyak Ustadz " Pamit Faiz kepada ustadz itu.
Faiz melajujan mobilnya dengan kecepatan normal. Mulutnya juga tak berhenti berdzikir kepada Allah.
"Tunggu mas Alysa " batin faiz
Sesampainya di koridor Rumah sakit faiz sedikit berlari menuju ruangan Alysa di operasi. Tetapi Faiz heran kenapa Umi menangis,dan juga Abi yang berusaha menenangkan Umi. Selain itu juga terdapat Ayah dan Bunda Alysa,juga beberapa sahabat Alysa. Faiz kemudian segera menghampiri mereka semua dengan penuh tanya.
"Abi,Kenapa umi menangis"tanya Faiz dengan penuh keheranan
"Istrimu nak keadaan nya semakin memburuk dia kritis. Dokter sedang mengoprasinya di ruangan"
Deg
Kaki faiz lemas mendengar penjelasan Abi nya.
"Alysa" Rintih Faiz yang kemudian mendekati umi nya
"Umi Kenapa tidak mengabari faiz mi, kenapa? "
"Umi sudah berusaha menghubungi kamu nak, tapi handphone kamu tidak Aktif " jelas umi dengan penuh terisak
Tiba-tiba Dokter keluar dari ruangan Alysa dengan wajah murung
"bagaimana keadaan putri saya dok? " tanya Mama Lisa
"Maafkan saya bu, Pasien tidak dapat di selamatkan, Dia sudah tiada"
Bunda maya yang mendengarnya tidak sadarkan diri.Tidak dengan Mama lisa yang langsung memeluk pak haris mendengar putrinya telah tiada. Hati ibu mana yang kuat mendengar Anaknya telah tiada? Begitu juga Faiz, kakinya lemas mendengar pernyataan dokter tersebut.Air mata nya pun tidak dapat terbendung lagi
"Dokter, katakan itu semua tidak benar. Istri saya kuat Alysa Wanita yang kuat. Dia tidak mungkin meninggalkan saya, Dokter tolong periksa kembali keadaan istri saya" Faiz Hancur,tidak percaya Alysa pergi meninggalkan nya untuk selamanya
"Dokter, Anak saya kuat dia tidak mungkin pergi meninggalkan kami, Coba dokter periksa kembali" kata pak Haris yang seolah tidak percaya Alysa pergi untuk selamanya
"Maafkan saya pak, Ini semua sudah menjadi kehendak Tuhan,berdo'alah agar Tuhan bisa menunjukkan kekuasaan nya pada bu Alysa.Saya permisi dulu " pamit dokter kemudian meninggalkan keluarga Faiz
Bunda Maya dan juga Mama Lisa di bawa suster karena tubuh mereka yang perlahan lemah mendengar kabar meninggal nya Alysa.
Seolah tak percaya, faiz melihat Alysa di ranjang rumah sakit dan melihat Monitor EKG yang berada di samping tempat tidur Alysa Yang lurus dan tidak ada garis naik turun nya. Lutut nya semakin lemas melihat kenyataan ini semua. Faiz yang hancur kemudian mendekati ranjang Alysa
"Humairahku ,kenapa kamu ninggalin mas? Mas sendirian di sini,kalau kamu pergi mas juga mau pergi sama kamu. Sayang, mas mohon jangan pergi dari mas, Maafkan mas yang selalu buat kamu menangis. mas akan memperbaiki semuanya, kita buat cerita yang baru,Asalkan kamu bangun sayang" seolah faiz yakin Alysa akan kembali kepadanya walau dengan harapan yang sangat kecil. Tangannya yang tidak lepas menggenggam tangan Alysa.
"Alysa sudah pergi nak, ikhlaskan lah dia jangan terpuruk seperti ini.jangan biarkan Alysa sedih di sana. Penyesalanmu sudah terlambat, tak ada lagi yang perlu kau sesali. Semua sudah terjadi !! " kata abi dengan nada penuh amarah setelah mengetahui apa yang di perbuat Faiz kepada Alysa.
"Faiz salah bi, semua salah Faiz karena selalu membuat Alysa menangis, selalu menggoreskan luka di hatinya. Faiz tidak pantas menjadi suami Alysa, Faiz terlalu bodoh bi. Abi boleh hukum Faiz, Asalkan abi bawa Alysa kembali bersama Faiz, Lakukan semua bi, bawa Alysa pada Faiz"Tangis Faiz pecah mengetahui semua kebenaran itu. Dia membenturkan kepalanya ke tembok hingga kepalanya sedikit cedera.
" FAIZ!!! Apa-Apaan kamu, ini semua tidak akan menyelesaikan masalah, Alysa tidak akan bangun jika pun kepalamu hancur karena terus kamu benturkan kepalamu ke tembok itu. Kamu lebih baik meminta Ampunan kepada Allah, semoga ada mukjizat untuk Alysa. Kun Fayakun" jelas abi panjang lebar.
Faiz yang kemudian tersadar, langsung menuju kamar mandi yang berada di ruangan Alysa. Tanpa memperdulikan luka yang ada di kepalanya, Faiz melaksanakan Shalat meminta petunjuk kepada Allah,Dan benar-benar ingin memperbaiki semuanya Bersama Alysa.
"Ya Allah.. Maafkan kesalahan hambamu ini yang telah melukai hati istri hamba ya Allah.. Hamba sudah menyia-nyiakan wanita setulus Alysa. Hamba mohon, beri hamba satu kesempatan lagi untuk membahagiakan dia Ya Allah.. Hamba berjanji" dengan penuh isak, Faiz berdo'a kepada Allah.
Tit... Tit... Tit.... Tit... Tit..
Seolah tak percaya, Faiz mendengar suara dari monitor EKG,dan Faiz melihat layar monitor EKG nya, yang tadinya lurus sekarang sudah ada garis naik meskipun hanya sedikit. Faiz kemudian menekan tombol yang ada di dekat ranjang Alysa. Tak lama kemudian dokter yang menangani Alysa pun datang.
"MasyaAllah Kun Fayakun" ucap sang dokter seolah oleh dokternya tidak percaya akan hal itu.
"Pak, saya Akan berusaha semaksimal mungkin untuk istri bapak. Sus, ambilkan defibrilator Kita coba sekali lagi"
"ini dok"
"Bismillahirrahmanirrahim" Dokter itu kemudian menempelkan Alat kejut jantung tersebut di atas dada Alysa. Tuuut... Tuuut... Tuuut... Layar monitor EKG tersebut menampilkan garis lurus kembali. Untuk kedua kalinya, Faiz kehilangan harapan nya untuk menebus kesalahan nya pada Alysa.Satu menit kemudian
Tuutt... Tuutt... Tuutt...
Namun untuk kedua kalinya pula Faiz merasa senang melihat layar monitornya ada garis yang naik turun. Dokter pun langsung memeriksa keadaan Alysa lalu tersenyum bahagia melihat mukjizat Allah untuk Alysa.
"Alhamdulillah pak, istri bapak betul-betul telah melewati masa kritisnya,InsyaAllah sebentar lagi Istri bapak segera siuman "
"Alhamdulillah Yaa Allah, mas tau kamu kuat sayang, mas tau itu." Faiz yang terus memegang tangan Alysa terus meminta maaf pada Alysa.